Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Puncak


__ADS_3

Sementara itu di dalam ruang rawat Zanna


Zanna masih saja menangis dalam pelukan Varo,Zanna sungguh tidak tahu jika dirinya sedang hamil dan tahu-tahu sudah keguguran.


"Udah ya Na lo jangan nangis lagi,udah gak papa mungkin belum waktunya aja kita memiliki anak."Ucap Varo yang dari tadi sudah berusaha menenangkan Zanna.


Tak lama kemudian suasana hening,tidak terdengar lagi suara Zanna yang menangis.


Varo merenggangkan pelukan mereka dan melihat ternyata Zanna sudah tidur,dengan perlahan Varo pun membaringkan Zanna dan menyelimutinya dengan benar.


Ceklek


Pintu ruang rawat Zanna terbuka,terlihat Ayah Nando melangkah masuk ke dalam sendirian dan langsung duduk di sofa.


Bunda Marissa sudah pulang tadi dijemput oleh pak sopir.


Varo mengikuti Ayah Nando dan duduk di sofa di hadapan Ayah Nando.


"Kamu kaget ya karena mamanya Zanna bilang kalau Zanna mengalami keguguran secepat ini?"Tanya Ayah Nando.


"Iya Yah,Varo masih khawatir sama Zanna.Zanna belum bener-bener sembuh tapi sekarang dia malah sedih."


"Semoga kesedihan Zanna tidak berlarut-larut,setelah Zanna sembuh ajak dia pergi liburan."Usul Ayah Nando.


"Kemana Yah?"


"Terserah,yang penting Zanna menyukai tempat yang akan kamu tuju."


"Baiklah,nanti Varo juga akan ajak Darren sama Keisha supaya Zanna ada temannya."


Ayah Nando mengangguk dan tersenyum.


Beberapa hari kemudian


Hari ini Zanna sudah diperbolehkan untuk pulang.


Zanna dan Varo sedang berada di dalam mobil dengan Varo yang menyetir.


"Lo mau kita pergi ke puncak,sama Keisha sama Darren juga?"Ucap Varo.


"Puncak,seru kayaknya.Iya gue mau,kapan kita pergi?"Ucap Zanna antusias.


"Secepatnya."


"Baiklah,gue udah gak sabar."Ucap Zanna tersenyum senang.


Varo tersenyum melihat Zanna senang akan diajak pergi ke puncak.


"Al ini kita kemana?"Tanya Zanna menoleh kearah Varo.


"Pulang ke rumah lah,rumah kita."Jawab Varo menoleh kearah Zanna sekilas lalu menatap lurus ke depan.


"Enggak,gue gak mau pulang ke sana."Ucap Zanna.


Varo menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.

__ADS_1


"Kenapa?"Tanya Varo menatap Zanna.


"Laila,lo tahu nggak sih kalau di rumah itu Laila udah coba bunuh gue."Ucap Zanna dan mulai berkaca-kaca.


"Baiklah,kita gak pulang ke sana.Pulang ke rumah Ayah mau?"


Zanna mengangguk.


Varo pun melajukan mobilnya menuju rumah Ayah Nando.


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Varo pun memasuki halaman rumah Ayah Nando dan Bunda Marissa.


Varo dan Zanna pun keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah.


"Al,Zanna."Sapa Bunda Marissa dan menghampiri Varo serta Zanna.


"Kalian ke sini?"Ucap Bunda Marissa tersenyum.


"Iya Bun,Zanna gak mau pulang ke rumah kami."Ucap Varo.


"Yasudah enggak apa-apa ini juga kan rumah kalian,kamu sudah sarapan Zanna."


"Udah Bun."Jawab Zanna tersenyum.


"Yasudah kalau begitu,ajak Zanna istirahat Al."


"Iya,kalau gitu kami ke kamar dulu ya Bun."Ucap Varo dan melangkah pergi ke kamarnya bersama dengan Zanna.


Sesampainya di dalam kamar Zanna pun duduk di tepi ranjang,Varo pun duduk di sampingnya.


"Lo mau gak ceritain kejadian waktu itu saat Laila datang ke rumah?"Ucap Varo hati-hati.


Zanna menatap Varo cukup lama dalam diam.


"Malam itu gue pergi ke dapur untuk menemui Bi Siti,saat gue udah sampai di dapur gue lihat Laila ada di sana sambil memegang pisau yang berlumuran darah.Gue juga lihat Bi Siti yang tergeletak di lantai bersimbah darah,gue akan pergi ke kamar ambil handphone dan menghubungi lo tapi Laila ngejar gue dan lengan gue kena pisau yang dibawa Laila.


Terus gue pergi ke post satpam mau minta bantuan pak Bani,tapi ternyata saat sampai di post satpam gue lihat pak Bani tergeletak berlumuran darah sama kayak Bi Siti.Lalu gue lari pergi dari rumah mau minta bantuan sama siapapun tapi waktu itu perut gue sakit banget Al,gue gak sempet teriak minta tolong.


Lalu gue pun pergi ke jalan berharap ada yang lihat gue dan nolongin,tapi saat udah sampai di pinggir jalan Laila berhasil nangkap gue.Setelah gue terlepas dari Laila tanpa sadar gue langsung lari ke tengah jalan."Ucap Zanna akhirnya.


Varo pun memeluk Zanna.


"Sekarang lo gak usah khawatir lagi ya,Laila udah meninggal.Dia gak akan ganggu lo lagi."Ucap Varo.


"Laila suka Al sama lo maka dari itu kenapa dia ingin bunuh gue,Laila mengira kalau gue udah rebut lo dari dia.Laila suka sama lo tapi lo nikahnya sama gue."


"Iya gue tahu,dari awal gue emang udah ada pikiran kalau Laila suka sama gue.Dan lo harus tahu 1 hal,Laila itu sempat masuk ke rumah sakit jiwa karena depresi.Dan malam dimana Laila datang ke rumah itu ternyata dia udah berhasil kabur dari rumah sakit jiwa."Ucap Varo.


"Kenapa Laila bisa kayak gini,padahal waktu pertama kali gue sama Laila ketemu gue menganggap kalau Laila sangat baik dan polos."


"Jangan pernah melihat orang dari luarnya saja,kita tidak tahu bagaimana batin seseorang."


Beberapa hari kemudian


Hari ini Varo,Zanna,Darren dan Keisha akan pergi ke puncak.

__ADS_1


Dengan mengendarai mobil masing-masing.


"Perjalanannya ini pasti bakalan lama ya Al?"Ucap Zanna memandangi pemandangan di luar lewat kaca mobil.


"Iya,panjang ini perjalanannya sampai berjam-jam."Jawab Varo.


Setelah melalui perjalanan berjam-jam akhirnya mereka pun sampai di sebuah Vila di puncak.


Varo dan Zanna keluar dari dalam mobil,begitupun Keisha dan Darren mereka semua sampai di Vila saat jam makan malam.


"Al kita udah sampek."Ucap Zanna.


"Iya,yaudah ayo kita masuk ke dalam."Ucap Varo melangkah masuk ke dalam Vila dengan membawa koper,sementara Zanna membawa keperluan mereka.


Darren dan Keisha pun masuk ke dalam dengan membawa barang-barang mereka.


Merekapun menaruh barang-barang nya di dalam kamar masing-masing setelah itu makan malam bersama,setelah makan malam merekapun pergi ke kamarnya masing-masing.


Saat Varo masuk ke dalam kamar dia melihat Zanna sedang berdiri di depan jendela sambil melamun memandang keluar.


Varo mendekati Zanna dan memeluknya dari belakang.


"Kenapa,gue gak mau lihat lo sedih lagi.Kita pergi ke sini untuk bersenang-senang,jadi jangan sedih lagi ya."Ucap Varo pelan.


Zanna pun berbalik badan dan memeluk Varo erat,merekapun larut dalam keheningan.





Keesokan harinya


Zanna dan Keisha sudah siap dengan baju renang mereka,hari ini mereka akan berenang di kolam renang yang ada di samping bangunan Vila.


"Mau kemana?"Tanya Varo saat melihat Zanna dan Keisha.


"Berenang."Jawab Zanna.


"Baiklah,hati-hati.Jangan sampai tenggelam."


"Gue bisa ya berenang."Ucap Zanna cemberut.


"Yaudah Na ayo kita pergi."Ucap Keisha mengajak Zanna,akhirnya merekapun pergi berenang.


"Lo juga mau berenang?"Tanya Darren menghampiri Varo dengan muka konyolnya.


"Enggak,lebih baik sekarang kita siapin sarapan aja."


"Wuih baik banget lo."Ucap Darren.


"Apa maksud lo,gue baik ya dari dulu."Ucap Varo.


Akhirnya Darren dan Varo pun membuat sarapan,sementara Zanna dan Keisha sedang asyik berenang.

__ADS_1


Tak berselang lama Zanna dan Keisha sudah selesai berenang,setelah mereka mandi merekapun pergi ke ruang makan.


__ADS_2