Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Jadi Batman


__ADS_3

"Thanks ya,gak mau mampir dulu nih."Ucap Zanna.


"Gue langsung pulang aja."Ucap Darren langsung tancap gas pulang.


Zanna segera membuka gerbang dan menutupnya kembali,lalu segera berjalan menuju pintu rumah.


"Darimana jam segini baru pulang,dan itu tadi diantar siapa.Kayak cowok?"Tanya P.Subroto saat Zanna baru berdiri di depan pintu.


"Emmm itu Pa,dari rumah Keisha.terus tadi pas pulang kehujanan,jadi neduh dulu."Jawab Zanna sedikit gugup.


"Itu tadi cowok ya yang antar kamu,siapa?"


"Itu temen sekolah Zanna Pa,kelas 12 juga."


"Terus,kenapa kamu bisa bareng sama dia?"Tanya P.Subroto lagi.


"Karena tadi kami ke rumah Keisha barengan,terus pulangnya juga."Jawab Zanna.


'Duh Papa nih banyak tanya,gue kedinginan nih.Berasa beku kayak es batu'Batin Zanna'


"Eh Zanna udah pulang,ngapain berdiri di depan pintu.Cepat masuk,mandi terus ganti baju.Nanti kamu masuk angin lagi."Ucap Mama Nia yang datang dari arah dapur sambil membawa nampan yang berisi 3 gelas teh hangat.


Zanna tersenyum lebar melihat Mama Nia,serasa selamat dari marabahaya.


"Hehe,iya Ma.Zanna ke kamar dulu ya."Ucap Zanna dan buru-buru pergi ke kamarnya.


Makan malam pun tiba


Keisha sedang makan malam bersama kedua orang tuanya.


"Kamu ada masalah apa sayang di sekolah,cerita sama Mama?"Tanya Mama Rita di sela-sela makannya.


"Gak ada masalah apa-apa Ma."Jawab Keisha tak mengerti.


"Gak ada masalah apa-apa kok sampai gak masuk sekolah dengan alasan sakit padahal kamu sehat-sehat aja,kalau kamu punya masalah jangan campur adukkan masalah pribadi sama sekolah.Nanti sekolah kamu yang bakal berantakan."Ucap P.Bobby menasehati Keisha.


"Iya Pa,Ma.Keisha minta maaf,besok Keisha sekolah kok."Ucap Keisha sedih dan merasa bersalah.


"Udah-udah gak papa,ayo makan lagi."Ucap Mama Rita sambil menuangkan minum ke gelas Keisha,akhirnya mereka pun melanjutkan makan malam dengan hening.


Sementara itu


Zanna pun juga sedang makan malam bersama kedua orangtuanya.


"Lain kali kalau keluar,kalau udah mendung segera pulang."Ucap P.Subroto.

__ADS_1


"Iya Pa."Jawab Keisha mengalah.


"Pa,udah sih Dari tadi sore gak kelar-kelar nasehatin Zanna."Ucap Mama Nia yang mulai kesal mendengar suaminya dari tadi sore tidak berhenti bicara.


"Ya maklum Ma,Papa itu khawatir sama Zanna.Dia kan takut kalau denger suara petir,tadi sore hujan juga disertai petir."Ucap P.Subroto membela diri.


"Oiya,Zanna kenapa sih Ma Pa.Kok takut kalau denger suara petir?"Tanya Zanna penasaran.


"Dari kecil kamu emang takut kalau denger suara petir,bahkan kamu dulu sembunyi di kolong tempat tidur kalau denger suara petir."Jawab Mama Nia.


"Sudah-sudah,gak baik bicara saat makan."Ucap P.Subroto.


Zanna dan Mama Nia saling pandang,bukankah tadi P.Subroto juga bicara saat makan,pikir mereka berdua.


Sementara itu


Varo juga sedang makan malam bersama kedua orangtuanya dan Sasya.


Tadinya Sasya akan pulang ke rumahnya tapi dilarang oleh Bunda Marissa,dengan alasan Sasya belum benar-benar pulih.


Jika Sasya pulang ke rumahnya,siapa yang akan merawatnya,Bunda Marissa pun akhirnya memaksa Sasya untuk ikut pulang bersamanya.


Sasya pun pasrah dan ikut Bunda Marissa pulang.


"Monggo diminum mas kopinya,jangan galau-galau."Ucap Pak Bani menyeruput kopi buatan Bi Siti,istrinya.


"Emang kelihatan banget ya pak kalau saya lagi galau?"Tanya Varo,Pak Bani meletakkan cangkirnya di meja.


"Mas Al ini lucu,saya dulu juga pernah muda.Masalah anak muda itu yang bikin galau pasti seputar asmara."Jawab Pak Bani terkekeh.


"Pak Bani bisa aja."Ucap Varo dan meminum kopinya.


"Eh,ada Mbak Sasya."Sapa Pak Bani saat melihat Sasya berdiri di ambang pintu,Sasya hanya tersenyum canggung.


"Ada apa Sya?"Tanya Varo seraya meletakkan cangkirnya di meja.


"Emmm,gue mau ngomong sama lo."Jawab Sasya ragu sambil melirik ke arah Pak Bani.


"Kalau gitu saya permisi ke pos jaga,ini kopinya saya bawa ya mas."Ucap Pak Bani yang mengerti arti tatapan Sasya,Pak Bani membawa cangkir kopinya dan berjalan menuju pos satpam.


"Duduk Sya."Ucap Varo saat melihat Pak Bani sudah pergi ke pos satpam,Sasya pun duduk di seberang Varo dan dibatasi dengan meja di antara mereka.


"Mau ngomong apa?"Tanya Varo.


"Sorry ya."Ucap Sasya singkat dan menatap Varo,Varo pun menatap Sasya balik.

__ADS_1


"Buat?"


"Keisha pasti salah paham waktu di rumah sakit itu."Jawab Sasya.


Varo tersenyum dan menatap lurus ke depan.


"Gak papa,itu juga bukan salah lo kok."


"Al."Panggil Sasya pelan.


"Hemm."


"Gue mau berubah."Ucap Sasya,Varo menoleh ke arah Sasya sehingga mereka saling tatap lagi.


"Hemm apa,berubah.Berubah jadi Batman maksud lo?"Tanya Varo sedikit tersenyum yang mana membuat siapa saja yang melihat Varo akan mleot terkena senyumannya.


"Gue mau berubah jadi orang yang lebih baik,bukan jadi Batman."Ucap Keisha sedikit kesal.


"Emangnya selama ini lo merasa kalau lo bukan orang baik?"Tanya Varo dengan ekspresi datar,Sasya memalingkan mukanya dan menatap lurus ke depan.


"Ya,gue tahu kalau gue jahat.Gue pernah selingkuhin lo,gue pernah labrak Keisha dan menuduhnya merebut lo dari gue,gue juga pernah bully murid-murid yang pendiam di sekolah.Tapi sekarang gue sadar,kalau perbuatan gue itu udah nyakitin orang banyak."Jawab Sasya mengingat kembali perbuatan buruknya.


"Bagus deh kalau lo sadar akan semua kesalahan lo."Ucap Varo merasa lega.


"Lo mau kan bantuin gue?"Tanya Sasya menoleh ke arah Varo,sehingga mereka saling tatap lagi.


"Bantuin apa?"


"Bantuin gue jadi orang yang lebih baik lagi."Jawab Sasya.


"Kenapa harus gue,lo tinggal minta maaf sama orang yang pernah lo sakitin.Terus lo bilang kalau lo udah berubah dan gak akan mengulangi kesalahan yang dulu."Ucap Varo.


"Mereka semua pasti gak semudah itu percaya kalau gue udah berubah,plis ya bantuin gue."Ucap Sasya memohon.


"Oke deh,tapi gue mau lo minta maaf dulu sama Keisha.Terus lo jelasin sama dia soal kita yang di rumah sakit itu,deal?"Ucap Varo dan menyodorkan tangan kanannya,Sasya pun menjabatnya.


"Oke deal!!"


"Besok lo sekolah apa enggak?"Tanya Varo dan melepaskan salaman mereka.


"Sekolah,gue udah kangen banget sama Rianti.Tapi seragam gue ada di rumah,sama bukunya juga."Jawab Sasya.


Jangan lupa like,komen,vote dan bagikan ya


Supaya saya makin semangat nulisnya🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2