Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Indonesia


__ADS_3

Varo dan Zanna berdiri dari duduknya dan berjalan menghadap ke para tamu,letak pelaminan berada di atas panggung yang tak terlalu tinggi.


Darren yang duduk di kursi barisan kedua pun melemparkan buket bunga kearah Varo,Varo menangkapnya dan menghadap kearah Zanna.


Zanna pun menghadap kearah Varo dan tersenyum lebar,tangan kanan Varo yang memegang buket bunga itu pun memegang pergelangan tangan kiri Zanna dan diangkatnya sampai buket bunga itu menutupi wajah mereka berdua.


Varo pun mencium bibir Zanna,Zanna pun membalas ciuman Varo.


Sekali lagi para tamu yang hadir pun bertepuk tangan dengan sangat meriah,dan setangkai demi setangkai bunga mawar mereka lemparkan kearah Varo dan Zanna.





Sementara itu


Laila keluar dari dapur dengan membawa pisau,keadaannya sangat berantakan.


"Non Laila,mau kemana kenapa bawa pisau?!"Ucap Bi Narsih benar-benar terkejut saat berpapasan dengan Laila di ruang tamu.


"Laila mau pergi Bi,Laila mau pergi untuk menyingkirkan Zanna yang udah halangi Laila sama Alvaro."Ucap Laila dengan sorot mata tajam.


Bi Narsih yang mendengar itu merasa sangat terkejut + takut + bingung mau ngapain.


Bi Narsih juga tentunya tahu siapa Zanna,tapi Bi Narsih tidak tahu siapa Alvaro itu.


"Itu Zanna,dia ada di dalam kamar Non Laila."Ucap Bi Narsih asal.


"Apa,di dalam kamar?"Ucap Laila,Bi Narsih mengangguk.


Laila pun langsung melangkah pergi ke dalam kamarnya,Bi Narsih dengan langkah gemetar mengikuti Laila di belakang.


Sesampainya di dalam kamar Laila langsung mencari-cari keberadaan Zanna,Bi Narsih langsung mengambil kunci kamar Laila,menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


"Bi,Bi Narsih buka.Bi Narsih udah bohongin Laila ya!!!"Teriak Laila benar-benar marah sambil menggedor-gedor pintu.


"Aduhhh,Non Laila kenapa bisa jadi gini ya.Aku harus cari pertolongan."Gumam Bi Narsih.


Bi Narsih pun melangkah keluar dan meminta pertolongan kepada tetangga sekitar.





Di bandara internasional Soekarno-Hatta


Terlihat seorang perempuan cantik dan seorang anak kecil laki-laki sedang berjalan keluar dari bandara,yang tak lain adalah Sasya dan Dani.

__ADS_1


Sasya menuruti keinginan Dani yang ingin pergi ke Indonesia karena Dani mengamuk dan tidak mau makan selama beberapa hari jika keinginannya tidak terpenuhi,akhirnya dengan berat hati Sasya pun mengiyakan untuk pergi ke Indonesia.


"Dani bahagia banget ma,ini sudah sampai di Indonesia kan?"Ucap Dani mendongakkan kepalanya menatap Sasya.


"Iya sayang ini kita sudah sampai di Indonesia,kalau kamu bahagia Mama juga ikut bahagia."Ucap Sasya tersenyum menatap Dani.


"Dani lapar ma."


"Kita makan siang,Mama akan ajak kamu pergi ke restoran Mama yang ada di sini."


"Mama punya restoran?"Tanya Dani,Sasya mengangguk.


Akhirnya Sasya dan Dani pun pergi ke restoran dengan menaiki taxi.


Tak lama kemudian taxi pun berhenti di depan restoran,Sasya dan Dani keluar dari dalam taxi.


Sasya pun mengeluarkan 2 koper yang dia bawa dari bagasi lalu membayar ongkos taxi,taxi pun melaju meninggalkan mereka.


"Kita sudah sampai,ayo masuk."Ucap Sasya.


Sasya dan Dani pun melangkah masuk ke dalam restoran,sesampainya di dalam restoran karyawan yang melihat Sasya pun merasa terkejut sekaligus bahagia.


"Ini beneran Bu Sasya?!"Ucap penjaga kasir yang bernama Wanda.


"Iya."Ucap Sasya tersenyum.


"Wahhh ini siapa,tampan banget."Ucap Wanda dan berjongkok di hadapan Dani.


"Gemesnya,pintar ya kamu."Ucap Wanda dan mencubit gemas pipi Dani.


Aku tidak tahu kalau Bu Sasya sudah punya anak,jangankan punya anak Bu Sasya menikah saja aku tidak tahu.Tapi ini kok Bu Sasya bawa koper ya,terus juga ini kan pertama kalinya Bu Sasya ke sini setelah bertahun-tahun berada di Singapura'Batin Wanda'


"Wanda,kenapa bengong?"Ucap Sasya saat melihat Wanda hanya diam dan bengong.


Wanda pun bangun dari duduknya.


"Saya kok enggak tahu ya kalau Bu Sasya sudah menikah."Ucap Wanda.


"Emmm iya,lebih baik sekarang kamu suruh pelayan bawain makan siang ke ruangan saya."Ucap Sasya sedikit bingung.


"Baik Bu."


"Ayo sayang."Ucap Sasya dan melangkah pergi ke ruangannya dengan mendorong 2 koper,Dani mengikutinya dari belakang.


Sesampainya di ruangannya Sasya menaruh kopernya dan mendudukkan Dani di sofa.


"Ma,Dani pengen ketemu sama papa.Memangnya kapan sih papa pulang dari kerja?"Ucap Dani menatap Sasya dengan sedih.


"Emmm kamu yang sabar aja ya,papa kerja juga buat kita.Pasti nanti pulang kok."Ucap Sasya berjongkok di hadapan Dani dan tersenyum.


Selama ini saat Dani selalu bertanya tentang papanya dan dimana keberadaannya Sasya selalu bilang jika papanya pergi bekerja,dan jawaban itu sudah bertahun-tahun Sasya berikan kepada Dani saat Dani bertanya.

__ADS_1


Maafin Mama ya nak,kamu harus hidup tanpa papa kamu.Tapi Mama janji akan selalu memberikan kasih sayang mama sama kamu dan berusaha untuk selalu membuat kamu bahagia'Batin Sasya'


"Dani ingin pergi keluar ma."Ucap Dani.


"Bagaimana kalau nanti sore kita pergi ke taman sambil menikmati pemandangan sore."Ucap Sasya.


"Iya ma Dani mau."Ucap Dani bersemangat.


"Setelah makan siang ini nanti kita pulang ke rumah ya istirahat."


"Memangnya Mama punya rumah disini?"Tanya Dani yang tidak mengetahui apapun tentang mamanya.


"Punya dong,rumah peninggalan almarhum kakek dan nenek kamu."Ucap Sasya.


"Baiklah ma,nanti kita pulang."


"Anak pintar."Ucap Sasya gemas sambil mengacak-acak rambut Dani.


Tok


Tok


Tok


Terdengar pintu ruangannya Sasya diketuk.


"Masuk!"Ucap Sasya menoleh kearah pintu lalu berdiri.


Pintu terbuka,terlihat Wanda dan seorang pelayan yang sedang membawa nampan berisi makanan dan minuman berdiri di pintu masuk.


Merekapun melangkah masuk,pelayan itu pun menghidangkan makanan dan minuman yanga dia bawa ke atas meja.


"Terima kasih ya."Ucap Sasya tersenyum.


"Sama-sama Bu,kalau begitu kami permisi dulu."Ucap Wanda dan berlalu pergi bersama dengan seorang pelayan tadi.


"Kita makan dulu ya."Ucap Sasya,Dani mengangguk.


Merekapun makan siang bersama dengan hening.


Tak lama kemudian merekapun sudah selesai makan.


"Dani ngantuk ma,kita pulang sekarang yuk."Ucap Dani.


"Yuk,kita pulang."


Sasya dan Dani pun pulang ke rumah peninggalan orang tua Sasya,walaupun rumah itu sudah Sasya tinggalkan selama bertahun-tahun tapi kondisinya masih sangat baik,bersih dan terawat.


Karena Sasya sudah memerintahkan seseorang untuk selalu membersihkan rumah itu.


Sesampainya di rumah Dani pun langsung tidur di kamar Sasya,Sasya duduk di sebelah Dani dan mengelus-elus kepalanya dan memandangi lekat wajah Dani.

__ADS_1


Sungguh Sasya tak menyangka akan kembali lagi ke sini,jika bukan demi Dani Sasya tidak akan pulang ke Indonesia lagi.


__ADS_2