
"Itu,habis dari supermarket beli roti.Buat jenguk temen SMK di rumah sakit."Jawab Mama Nia menunjuk P.Subroto yang berjalan menuju dapur dengan menenteng 2 kantung plastik ukuran sedang.
"Eh,ada Keisha."Sapa P.Subroto dan memberikan 1 kantung plastik yang berisi camilan,minuman kaleng dan susu pada Zanna
"Hehehe iya Om,sarapan."Jawab Keisha nyengir.
"Udah,Om sama Tante mau pergi dulu ya.Mau jenguk temen di rumah sakit,kamu disini aja temenin Zanna."Ucap P.Subroto.
"Iya Om."
"Mama sama Papa hati-hati ya dijalan."Ucap Zanna.
"Iya sayang,kami pergi dulu ya.Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Ma."
Setelah orang tua Zanna pergi ke rumah sakit,Zanna pun membereskan meja makan dan membawa piring serta gelas kotor ke dapur lalu mencucinya.
"Eh Na,cepet ceritain tentang Sasya."Ucap Keisha menghampiri Zanna di dapur yang sedang mencuci piring.
"Bentar,gue cuci piring dulu.Lo mau bantuin?"
"Hehehe,gue tunggu di ruang tamu aja deh."Jawab Keisha nyengir dan berjalan menuju ruang tamu.
Tak berapa lama Zanna pun menyusul Keisha ke ruang tamu dan duduk di hadapan Keisha.
"Cepet ceritain Na,udah gak sabar gue."Pinta Keisha sambil membuka minuman kaleng yang tadi di beli oleh P.Subroto.
"Jadi gini,waktu itu kan gue mau ke toilet.Terus sebelum masuk ke toilet gue lihat Sasya sama Rianti lagi bercermin,gue gak jadi ke toilet karena malas ketemu sama mereka soalnya.Saat gue mau balik badan pergi dari toilet,gue denger mereka bicara tentang Varo.Terus gue nguping deh."Jelas Zanna.
"Apa yang mereka bicarain Na?"
"Rianti tuh nanya ke Sasya,apa bener kalau Sasya itu selingkuh dari Varo terus Sasya jawab iya.Tapi gue gak tahu Sasya selingkuh sama siapa."Jawab Zanna.
"Apa alasannya coba,Varo tuh udah tampan,pintar,baik dan tajir lagi.Sasya buta kali ya."Ucap Keisha sedikit kesal.
Varo emang tampan,pintar,baik dan tajir lagi.Makanya gue suka sama dia,gue cinta sama dia,gue sayang sama dia dan gue juga kagum sama dia.Tapi sayangnya cinta gue bertepuk sebelah tangan'Batin Zanna'
"Na,Zanna."Panggil Keisha dan melambaikan tangannya di hadapan Zanna,tapi Zanna diam tak bergeming.Zanna terus saja asik melamun.
"Heh!"Ucap Keisha kesal sambil mendorong bahu Zanna agak keras,Zanna pun sadar dan menatap kesal ke arah Keisha.
__ADS_1
"Apa sih,sakit tahu."
"Ya sorry,lagian lo dari tadi bengong aja.Gue panggil juga gak nyahut."Ucap Keisha sama-sama kesal.
"Ya sorry,gue juga gak tahu kalau gue bengong."
"Maka dari itu gue dorong lo supaya sadar,mau gue panggilin pak ustadz sekalian.Gue takut aja lihat lo tiba-tiba bengong."Ucap Keisha masih merasa kesal.
"Enggak-enggak apaan sih."
"Yaudah kalau gitu,lanjutin ceritanya tadi!"Pinta Keisha.
"Sampek mana tadi ceritanya?"Tanya Zanna bingung,Keisha menghela nafas sejenak.
"Sampek apa alasan Sasya selingkuh dari Varo."
"Ooo itu,Sasya sih jawab kalau dia memang suka sama keduanya.Sama Varo dan selingkuhannya itu."Jelas Zanna.
"Ckckck,si Sasya serakah amat yah.Eh btw,cantikan siapa sih gue sama Sasya?"Tanya Keisha.
"Emmm,kalau menurut gue sih semua cewek itu cantik.Tapi kita kan gak tahu gimana hatinya,kan gak boleh mandang orang dari luarnya aja."
"Iya sih,bijak banget lo."Ucap Keisha dan mereka pun tertawa.
•
•
•
Malam harinya
Varo baru saja selesai makan malam bersama Bunda Marissa dan Ayah Nando.
"Sayang."Sapa Bunda Marissa menghampiri Varo yang sedang tiduran di sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
"Iya Bun."Jawab Varo masih fokus pada ponselnya.
"Tolong beliin obat sakit maag di apotek ya,maag nya Bibi(pembantu) kambuh."
"Emangnya udah habis Bun obatnya Bi Siti?"Tanya Varo.
__ADS_1
"Habis,tolong beliin ya."
"Iya Bun."Ucap Varo beranjak dari rebahannya dan menerima uang yang disodorkan oleh Bunda Marissa dan segera pergi ke kamarnya untuk mengambil kunci motor,sebenarnya ia sangat malas tapi kalau Bundanya sudah menyuruhnya maka Varo tak bisa menolak.
Varo berjalan menuju bagasi dan menaiki motornya,lalu Varo pun mulai melajukan motornya menuju apotek.
30 menit kemudian
Varo sudah sampai di apotek,saat dia menoleh ke seberang jalan raya dia melihat banyak orang berkerumun.
Karena penasaran Varo pun menyebrang dan bertanya pada salah satu bapak-bapak.
"Maaf pak,ada apa ya ini.Kok banyak orang berkerumun?"Tanya Varo sopan.
"Ooh ini mas,ada yang ketabrak mobil."Jawab bapak-bapak itu.
"Kasihan,kok bisa ketabrak mobil ya pak?"Tanya Varo lagi.
"Tadi sih saya dengar ada yang bilang,kalau mbaknya itu lari dari gang yang ada di sebelah apotek itu.Terus pas nyebrang mbaknya gak noleh ke kanan dan kiri terus ada mobil yang melaju,ketabrak deh."Jelas bapak itu sambil memperagakan dengan tangannya.
Di sebelah apotek itu memang ada gang,di dalam gang itu ada beberapa rumah dan jika berjalan terus gang itu tembus ke jalan aspal yang tidak terlalu besar.
Di jalan aspal itu banyak sekali yang berjualan makanan,lumayan ramai lah.
"Makasih ya pak infonya."
"Sama-sama mas."Jawab bapak-bapak itu dan berlalu pergi,Varo yang penasaran pada korban pun menerobos kerumunan itu untuk melihat siapa perempuan yang ketabrak mobil itu.
Begitu terkejutnya Varo saat melihat yang tertabrak itu adalah Sasya, tiba-tiba Varo berjongkok dan menopang kepala Sasya yang berdarah.
"Masnya kenal?"Tanya seorang bapak-bapak lagi yang berada dalam kerumunan itu.
"Saya kenal,kenapa gak bawa dia ke rumah sakit?"Jawab Varo yang entah kenapa merasa sangat sedih sekaligus sakit melihat Sasya yang terluka seperti itu.
"Maaf mas,karena disini gak ada yang kenal sama mbaknya."Jawab bapak yang tadi.
"Hanya karena kalian gak kenal terus gak ada yang bawa dia ke rumah sakit,malah ditonton.Dimana rasa kemanusiaan kalian hah?!?"Bentak Varo kesal.
Varo pun membopong tubuh Sasya keluar dari kerumunan itu,sangat kebetulan ada taxi yang lewat.Varo pun menyetopnya dan masuk ke dalam taxi.
"Ke rumah sakit terdekat ya pak."
__ADS_1
"Baik mas."Sopir taxi pun mulai melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
"Sasya bertahan,gue mohon."Ucap Varo bergetar,entahlah dia hanya merasa takut dan khawatir.Takut Sasya tak bisa tertolong dan khawatir Sasya kenapa-kenapa.