Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Mengingat


__ADS_3

"Aaahhhh!!"Teriak Kevin dan reflek melepaskan pelukannya.


Kevin mengelus-elus pinggang dan lengan kirinya dengan tangan kanan secara bergantian.


"Gila,itu gigi lo gigi purba apa.Gue pakek hoodie gini sakit banget lengan gue lo gigit."Ucap Kevin menatap Zanna.


Zanna hanya diam sambil bersedekap dan menatap Kevin dengan datar.


"Udah deh,gue mau pulang."Ucap Zanna hendak berbalik badan.


"Lo harus pulang sama gue."Ucap Kevin dan memegang kedua bahu Zanna,Zanna pun melepaskan tangan Kevin dari bahunya dengan kasar.


"Gue mau pulang sama Laila,lagian nih ya gak ada undang-undang yang mengharuskan kalau gue tuh harus pulang sama lo setiap hari."Ucap Zanna.


"Lo mau kena musibah lagi karena menolak ajakan gue."


"Tapi gue juga mau lo antar Laila pulang ke kostnya."


"Ya ya ya baiklah."Ucap Kevin malas dan berjalan terlebih dahulu,diikuti Zanna.


Sesampainya di depan kampus Zanna celingukan melihat dimana Laila berada.


"Mana,mana Laila?"Tanya Kevin nyolot dan menatap Zanna dengan kesal.


"Sebentar gue cari Laila,lo gak usah nyolot gitu dong."Ucap Zanna kesal.


"Ck,udah deh yuk pulang.Laila gak ada."Ucap Kevin dan memegang pergelangan tangan Zanna.


"Gue bisa jalan sendiri."Ucap Zanna dan melepaskan tangannya,Kevin hanya menghela nafasnya.


"Yaudah ayo."Ucap Kevin dan berjalan terlebih dahulu,diikuti Zanna.


Sesampainya di parkiran Zanna masih celingak-celinguk berharap dia bertemu dengan Laila.


Zanna menyipitkan matanya saat melihat dari kejauhan seorang perempuan sedang duduk di bangku taman kampus.


Letak parkiran berada di sebelah kanan bangunan kampus,sementara letak taman berada di sebelah kiri bangunan kampus.


"Laila gak tuh."Gumam Zanna saat melihat perempuan yang duduk di bangku taman itu adalah Laila,Zanna pun berjalan menghampiri Laila.


"Laila gak ada kan Zanna,udah mendingan sekarang cepet lo masuk kedalam mobil.Gue lapar,pengen makan siang."Ucap Kevin dan membuka pintu depan mobil bagian penumpang.


"Zanna."Panggil Kevin saat tak ada jawaban dari Zanna.


Kevin pun menoleh ke samping.


"Lha,Zanna mana."Gumam Kevin dan menutup pintu mobilnya.


Kevin melihat ke sekitar,dilihatnya Zanna yang sedang berjalan menuju taman.


"Zanna bener-bener unik,seumur-umur gue baru nemu cewek yang modelannya kayak Zanna."Ucap Kevin dan berjalan menyusul Zanna.

__ADS_1


"Laila."Panggil Zanna,Laila pun menoleh kearah samping.


"Zanna."Ucap Laila.


"Lo ngapain ada disini,gue cari-cari lo dari tadi."Ucap Zanna dan duduk di samping Laila.


"Gue lagi bingung Zanna."Ucap Laila menghela nafasnya dan menatap lurus ke depan.


"Bingung,bingung kenapa Laila?"Tanya Zanna heran dan menatap Laila.


"Gue bingung mau bayar uang kuliah untuk ke depannya bagaimana,lo tahu kan kalau ibu gue udah meninggal jadi otomatis gak ada lagi yang bayarin uang kuliah gue."Jawab Laila sedih dan menatap Zanna.


"Terus apa yang bakal lo lakuin selanjutnya,sayang banget kalau berhenti kuliah?"


"Gimana lagi Zanna,gue gak ada pilihan."Ucap Laila.


"Sayang banget Laila,masa depan udah ada dihadapan lo."


"Gue juga bingung Zanna,di satu sisi gue kuliah dan ambil jurusan farmasi itu atas keinginan dan suruhan almarhum ibu gue.Tapi di satu sisi gue juga bingung bayar uang kuliah,ibu gue aja udah kerja keras banget biayai kuliah gue selama ini."Ucap Laila.


"Emmm kalau Ayah lo gimana?"Tanya Zanna sedikit ragu.


"Ayah gue udah meninggal Zanna,waktu gue masih SMP."


"Ribet juga ya,tapi lo tenang aja.Gue bakal lakuin sesuatu supaya lo gak berhenti kuliah."Ucap Zanna tersenyum menatap Laila.


"Lo bakal lakuin apa Zanna?"


Laila pun tersenyum dan mengangguk.


"Ehemmm."Kevin berdiri dibelakang Zanna dan Laila lalu berdehem dengan sedikit keras.


Zanna dan Laila pun menoleh ke belakang.


"Kevin."Gumam Zanna pelan.


"Ayo pulang."Ucap Kevin.


"Tapi Laila,gue mau pulang sama Laila."Ucap Zanna.


"Udah Zanna gak papa,lo pulang duluan aja.Gue juga mau pulang kok."Ucap Laila menatap Zanna.


"Beneran,yaudah kalau gitu gue pulang dulu ya.Lo hati-hati pulangnya."Ucap Zanna menatap Laila dan berdiri dari duduknya.


"Iya."Ucap Laila tersenyum menatap Zanna.


Zanna dan Kevin pun melangkah pergi dari sana.


"Cepat masuk,gue gak mau ya lo kabur lagi."Ucap Kevin dan membukakan pintu mobil untuk Zanna.


"Siapa yang kabur?"Tanya Zanna mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Ya lo lah,tadi tiba-tiba lo pergi."


"Gue gak kabur ya."Ucap Zanna tak terima.


"Yaudah iya,udah cepetan masuk."Ucap Kevin.


Zanna menurut dan masuk kedalam mobil,Kevin menutup pintu mobil dan berjalan masuk kedalam mobil bagian kemudi.


Kevin pun melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran.


"Lo mau ajak gue makan di restoran lagi?"Tanya Zanna.


"Iya."Jawab Kevin tanpa menoleh ke arah Zanna.


"Kita makan di warung pinggir jalan aja ya,lesehan gitu enak."Ucap Zanna.


"Enggak mau gue,lagian nanti makanannya nggak higienis lagi kalau makan di warung pinggir jalan."Ucap Kevin menoleh sekilas kearah Zanna lalu kembali menatap jalanan di depan.


"Alay lo,yaudah deh terserah elu.Lagian kan lo juga kan yang bayar."Ucap Zanna.


Tak lama kemudian mobil Kevin pun berhenti didepan sebuah restoran.


Zanna dan Kevin pun keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam restoran,merekapun duduk di kursi yang berada didekat jendela.


Zanna dan Kevin pun memesan makanan dan minuman yang mereka sukai.


"Lo tahu nggak kenapa restoran atau cafe rata-rata itu isinya banyak anak muda?"Tanya Zanna menatap Kevin.


"Enggak tahu,emang kenapa?"


"Ya kalau isinya orang tua mah namanya panti jompo."Jawab Zanna dan tertawa.


Kevin hanya tersenyum sedikit dan memandangi Zanna.


"Lo cantik banget sih Zanna."Ucap Kevin.


Zanna berhenti tertawa dan menatap Kevin.


"Iyalah gue cantik,kan gue perempuan.Kalau lo tampan,karena lo laki-laki."Ucap Zanna.


Zanna jadi ingat perkataan Varo yang bilang jika Zanna cantik karena perempuan,kalau Varo tampan karena Varo adalah laki-laki.


Kevin hanya menghela nafas mendengar ucapan Zanna.


Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang,Zanna dan Kevin pun makan dengan hening.


"Gue boleh nggak minta nomor telfon lo?"Tanya Kevin saat mereka sudah selesai makan dan menatap Zanna.


"Enggak."Jawab Zanna singkat.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Karena nggak semua orang bisa memiliki nomor telfon gue hanya orang tertentu aja,mungkin hanya keluarga atau teman dekat gue yang punya nomor telfon gue."Jawab Zanna.


__ADS_2