Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Terlambat


__ADS_3

"Lagian mbaknya itu kenapa sih kok bisa kesiangan?"Tanya sang sopir.


"Karena kemarin tuh saya begadang."


"Nah itu,gara-gara begadang mbaknya kesiangan.Jangan begadang lagi mbak."Ucap sopir itu menasehati Zanna seperti anaknya.


"Suka-suka saya dong pak iiihhh,cepetan pak saya gak mau telat nih nanti bisa dihukum."Ucap Zanna.


Tiba-tiba saja taxi nya berhenti sebelum sampai di sekolah.


"Eh eh kenapa nih taxi nya kok berhenti?"Tanya Zanna.


"Bentar,saya cek."Jawab sang sopir taxi itu dan turun dari mobil diikuti Zanna.


"Kenapa pak?"Tanya Zanna.


"Waduhhh bannya kempes ini mbak."Jawab sang sopir.


Zanna melihat ban mobilnya,benar saja bannya yang bagian belakang kempes.


"Terus gimana dong pak,bapak gak bawa alat buat isi angin apa?"Tanya Zanna.


"Enggak bawa saya."


TIN


Disaat Zanna sedang panik,ada Darren dan Varo yang membonceng Keisha berhenti di samping taxi itu,untung aja taxi nya berhenti di tepi jalan bukan di tengah.


"Kenapa Na?"Tanya Darren.


"Ini taxi nya bannya kempes,gue udah telat nih.Gue bonceng lo ya."Jawab Zanna memelas.


"Yaudah ayo."


Zanna tersenyum lebar dan akan menghampiri Darren,tapi pergelangan tangan Zanna di pegang oleh sang sopir taxi.


"Apaan sih pak?"Tanya Zanna menoleh kesal,sopir taxi pun melepaskan tangan Zanna yang dipegangnya.


"Bayar dulu mbak."


"Apa,bayar.Saya belum sampai di sekolah masak bayar,rugi dong saya."Ucap Zanna nyolot.


"Saya yang lebih rugi mbak,ban saya udah kempes masak gak dibayar."


"Udah si Na bayar aja."Sahut Darren.


"Gue gak ada uang,bayarin dong.Katanya lo kan abang angkat gue."Ucap Zanna.


"Astaga,kalau lo gak punya uang ngapain naik taxi?"Tanya Darren tak habis pikir.


"Ya sorry,gue lupa kalau gue gak ada uang."Jawab Zanna enteng.


"Udah deh mas bayarin aja."Sahut sang sopir taxi.


"Al,bayarin dong."Ucap Darren,karena dia tidak rela jika uang jajannya dibuat untuk bayar taxi.Apalagi bukan dia kan yang naik taxi,melainkan Zanna.


"Lha,kok gue.Kan lo abang angkatnya,gimana sih?"Tanya Varo.

__ADS_1


"Bayarin ongkos taxi sahabat gue."Sahut Keisha pelan dan penuh penekanan.


Varo pun tak bisa apa-apa lagi selain membayar ongkos taxi Zanna,karena dia tidak mau membuat Keisha marah lagi padanya.Ini aja Keisha masih marah.


"Makasih Al udah bayarin."Ucap Zanna tersenyum sambil menerima uang yang di sodorkan oleh Varo,Varo hanya tersenyum dan mengangguk.


"Nih pak saya bayar,lain kali itu mobilnya diperiksa dulu sebum buat narik penumpang."Ucap Zanna yang sungguh tak sopan terhadap orang tua.


"Iya mbak,makasih."Ucap sang sopir taxi.


Zanna pun berjalan menghampiri Darren.


"Lo gak sopan banget sih ngomong sama orang tua."Ucap Darren saat sudah berdiri di sampingnya.


"Ya sorry,gue kan lagi panik takut telat.Jadi gue lupa deh sopan santun."Ucap Zanna.


"Sebagai abang angkat yang baik,gue mau lo minta maaf sama bapak sopir taxi itu."Perintah Darren.


"Apa,aduhhh gak usah deh ya.Ini kita udah telat nih.Pasti bapak taxi itu udah maafin gue kok."Ucap Zanna.


"Bener apa kata Darren Na,mending lo minta maaf dulu sama bapak sopir taxi itu.Kita tunggu."Sahut Varo.


Nurut aja deh apa kata ayang'Batin Zanna mengada-ada'


Zanna pun berjalan menghampiri bapak sopir taxi itu yang sedang berjongkok memeriksa ban mobil.


"Pak."Panggil Zanna berdiri di samping bapak sopir taxi itu,bapak itu mendongakkan kepalanya lalu berdiri.


"Iya,ada apa mbak?"


"Saya minta maaf ya pak kalau omongan saya tadi gak sopan,soalnya saya buru-buru takut telat."Ucap Zanna.


"Makasih ya pak,kalau begitu saya berangkat sekolah dulu.Doa'in saya jadi orang sukses."Ucap Zanna senang.


"Iya mbak."


Zanna pun berjalan menghampiri Darren lalu naik ke atas motor,Darren pun melajukan motornya diikuti Varo di belakang.


"Mereka udah baikan ya?!"Tanya Zanna.


"Belum."


"Kalau belum kenapa itu Keisha bisa dibonceng sama Varo?!"


"Tadi Varo ke rumah Keisha buat ngajak berangkat sekolah bareng,awalnya Keisha gak mau.Tapi karena hampir telat,akhirnya Keisha mau."Jawab Darre.n.


"Kira-kira kita ini udah telat belum ya?!"Tanya Zanna.


"Udah sih kayaknya,tapi berdo'a aja supaya kita dibolehin langsung masuk ke kelas!"Jawab Darren,Zanna manggut-manggut.


Tak lama kemudian,mereka sudah sampai di sekolah dan sedang berada di parkiran.


Mereka bisa masuk karena gerbang di depan dibuka dan gak ada satpamnya,entah kemana pak satpam pergi.


"Eh,lihat itu."Ucap Zanna sambil menunjuk seorang guru tata tertib yang berdiri tak jauh di depan mereka.


Darren dan Varo yang baru saja turun dari motor melihat ke arah yang ditunjuk Zanna,Darren yang gercep langsung menarik pergelangan tangan Keisha dan langsung berlari meninggalkan parkiran.

__ADS_1


Varo dan Zanna saling berpandangan setelah melihat kepergian Keisha dan Darren.


"Ayo kita ikuti mereka."Ucap Varo yang tak sadar memegang pergelangan tangan Zanna,Zanna pun terkejut akan hal itu.


"Kalian diam ditempat!!!"


Saat Zanna dan Varo akan pergi meninggalkan parkiran tiba-tiba saja terdengar suara yang menyuruh mereka berhenti.





Drrrtt


Drrrtt


Raka terbangun karena handphone nya yang dia taruh di sampingnya bergetar,Raka segera mengangkat telfonnya tanpa melihat siapa yang telfon.


"Hallo mas,kamu dimana?"Tanya Rina saat panggilan terhubung.


"Hemmm apa,siapa ini?"Tanya Raka diantara sadar atau tidak,karena dia masih merasa sangat mengantuk dan lelah.


"Masak sama istri sendiri lupa,kamu lagi mabuk ya?"Tanya Rina.


"Enggak,ini baru bangun tidur."Jawab Raka memejamkan matanya.


"Jam segini kok baru bangun tidur?"


"Kalau kamu mau aku bangun lebih pagi lagi,kamu nasehatin itu putra kamu supaya mau membantu papanya kerja cari duit.Bisanya cuma habisin duit."Ucap Raka kesal dan bangun dari tidurnya.


"Riko dan Rianti kemarin kecelakaan."


"Terus?"


"Sekarang mereka berada di rumah sakit Permatasari,aku mau mas kesini jenguk mereka."


"Nanti aja deh aku masih ngantuk."


Tut


Tut


Tut


Raka pun mematikan telfon sepihak,dia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar.


Sesampainya di dalam kamar Raka kembali tidur lagi.





"Aduh,mati deh kita,mau diapain nih kita?"Tanya Zanna pelan sambil melihat guru tata tertib yang berjalan mendekat.

__ADS_1


"Iya nih,si Darren lari juga gak ajak-ajak."Jawab Varo pelan.


__ADS_2