Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Dani Ashami Saputra


__ADS_3

"Ayo kota pulang."Ucap Darren setelah Mereka sudah cukup lama berfoto dengan berbagai gaya.


"Kok pulang sih?"Ucap Zanna yang tak ingin berpisah dengan Varo.


"Lo mau tidur disini?"Tanya Darren.


"Iya Na ayo kita pulang,udah malam juga."Ucap Varo.


"Tapi.....gue masih pengen disini sama lo."Ucap Zanna menatap Varo dengan raut muka sedih.


Varo dan Darren saling berpandangan,Varo pun menatap Zanna dan tersenyum.


"Lo tenang aja,besok kita juga masih bisa ketemu kok.Lo mau pergi kemana besok."Ucap Varo.


"Emmm pasar malam."Ucap Zanna,Varo pun mengangguk.


"Yaudah ayo kita pulang."Ucap Darren.


Varo pun membayar pesanan mereka setelah itu merekapun pergi ke parkiran,sesampainya di parkiran Varo dan Darren segera menaiki motornya yang diparkir bersebelahan.


Sementara Zanna berdiri di tengah-tengah diantara motor Varo dan Darren.


"Gue gimana?"Tanya Zanna bingung dan menoleh kearah Varo serta Darren.


"Sama gue aja."Jawab Varo.


Zanna tersenyum lebar dan segera naik ke atas motor Varo.


"Yaudah kalau gitu gue pulang duluan ya."Ucap Darren.


"Jangan,kita anterin Zanna sama-sama.Lo ikuti gue di belakang."Ucap Varo.


"Perasaan gue di belakang mulu,gue bukan pengawal lo."Ucap Darren kesal.


"Yaudah kalau gitu lo di depan,gue di belakang."Ucap Varo mengalah.


"Oke."Ucap Darren dan langsung melajukan motornya menuju rumah Zanna,diikuti Varo di belakang.


Tak berselang lama merekapun sudah sampai di rumah Zanna,Zanna pun turun dari motor Varo.


"Thanks ya udah anterin gue pulang."Ucap Zanna tersenyum menatap Varo.


"Iya sama-sama."Ucap Varo balas tersenyum.


"Kalau gitu gue masuk dulu ke dalam rumah,lo hati-hati pulangnya."Ucap Zanna,Varo mengangguk.


Zanna pun melangkah masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Kayaknya Zanna ramah cuma ke lo deh."Ucap Darren.


"Masak sih?"Ucap Varo menoleh kearah Darren.


"Iya lah,lo lihat itu tadi Zanna senyam-senyum aja sama lo."


"Yaudah deh biarin,kita pulang aja."Ucap Varo dan melajukan motornya meninggalkan rumah Zanna.


"Lagi-lagi gue di belakang."Gumam Darren menghela nafasnya,Darren pun melajukan motornya meninggalkan rumah Zanna.


Sementara itu di salah satu rumah sakit yang berada di Singapura


Sasya sedang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan bayinya.


"Ayo Bu sedikit lagi."Ucap dokter yang membantu persalinan Sasya.


Sasya pun mengejan dengan sekuat tenaga dan.....oeeekkk oeeekkk oeeekkk.


"Selamat ya Bu,anaknya laki-laki.Tampan dan sehat."Ucap dokter itu tersenyum menatap Sasya sambil menggendong bayinya,Sasya hanya mengangguk lemah.


Ikbal terbangun dari tidurnya,jantung Ikbal berdebar-debar.


"Kok gue tiba-tiba inget sama kak Sasya ya,apa kak Sasya udah nikah ya kok dia hamil.Dan kenapa kak Sasya ada disni,bukan di Indonesia."Gumam Ikbal.


Ikbal pun turun dari tempat tidur dan melangkah pergi ke dapur untuk minum.


Sasya sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP dan sedang duduk bersandar sambil menggendong bayinya yang tidur.


"Mama bahagia banget nak kamu lahir ke dunia ini,tapi mama juga merasa sedih karena papa kamu nggak ada di sisi kita.Tapi kamu tenang aja,walaupun tidak ada papa masih ada Mama yang sangat sayang sama kamu dan akan menjaga kamu.Mama akan kasih kamu nama Dani Ashami Saputra."Gumam Sasya sambil memandangi wajah bayinya yang mirip sekali dengan Ikbal.


Keesokan harinya


Varo sedang sarapan bersama kedua orang tuanya.


"Ayah berangkat dulu."Ucap Ayah Nando saat sudah selesai makan dan berdiri dari duduknya.


"Hati-hati di jalan Yah."Ucap Bunda Marissa menyalami tangan Ayah Nando,diikuti Varo.


Ayah Nando pun berangkat bekerja.


"Al."Panggil Bunda Marissa saat melihat Varo akan beranjak pergi dari ruang makan.


"Iya Bun."Jawab Varo dan menatap Bunda Marissa.


"Kemarin kamu pergi ke restoran kok cuma sebentar,Bunda mau tanya tapi lupa."Ucap Bunda Marissa.


"Iya Bun,Sasya sudah pergi dari Indonesia soalnya."

__ADS_1


Bunda Marissa hanya menghela nafas.


"Kalau perkiraan Bunda Marissa Sasya ini sudah melahirkan."Ucap Bunda Marissa.


"Semoga Sasya baik-baik aja,mau jenguk tapi kita gak tahu Sasya ada dimana sekarang."


Bunda Marissa pun manggut-manggut.


Malam harinya


Sesuai apa yang dikatakan Zanna kemarin,Zanna Varo dan Darren pergi ke pasar malam.


"Sesuai sama keinginan lo kemarin,kita pergi ke pasar malam."Ucap Varo saat mereka bertiga sudah berdiri di pintu masuk pasar malam dan menatap Zanna.


Zanna mengangguk dan tersenyum menatap Varo.


Merekapun melangkah masuk ke dalam pasar malam,ada berbagai macam permainan dan juga banyak sekali penjual makanan,mainan dan lain-lain.


"Al,gue mau itu."Ucap Zanna dan menunjuk gerobak siomay yang berada tak jauh di depan mereka,Varo mengikuti arah yang ditunjuk Zanna dan mengerutkan keningnya melihat gerobak siomay itu.


"Lo hamil ya Na?"Tanya Varo tiba-tiba dan menoleh kearah Zanna yang berdiri di sampingnya.


"Apa,lo jangan sembarangan ya Al."Ucap Zanna sedikit marah.


"Gue gak sembarangan,lha ini buktinya lo pengen makan siomay."Ucap Varo yang mengingat Sasya ingin makan siomay,dan ternyata Sasya sedang hamil.


"Gue cuma pengen makan siomay,bukan berarti gue hamil ya.Dan gue bukan perempuan murahan ya,lo kalau ngomong jangan gitu dong."Ucap Zanna dan berbalik badan lalu melangkah pergi dari sana.


"Lha,marah."Ucap Varo tanpa merasa bersalah dan menoleh kearah Darren.


"Ya iyalah marah,lo nuduh dia sembarangan.Udah cepet sana kejar Zanna dan bujuk dia,sia-sia datang ke sini kalau habis ini pulang."Ucap Darren.


Varo mengangguk dan melangkah pergi mengejar Zanna,sementara Darren masuk ke dalam pasar malam dan membeli makanan.


"Zanna,Zanna tunggu."Ucap Varo dan berhasil memegang pergelangan tangan Zanna sampai Zanna berbalik badan,posisi mereka sekarang sedang berdiri di trotoar di pinggir jalan tak jauh dari pasar malam.


"Apa?!"Tanya Zanna nyolot.


Varo pun langsung memeluk Zanna erat,Zanna memejamkan matanya merasakan kenyamanan pelukan Varo begitupun Varo yang merasa nyaman.


"Gue minta maaf Na udah nuduh lo tadi,gue minta maaf."Ucap Varo pelan.


"Gue gak hamil Al,lo percaya kan sama gue."Ucap Zanna.


"Iya gue percaya,gue bener-bener minta maaf karena udah nuduh lo sembarangan tadi."Ucap Varo.


"Kalau gitu lo bilang,gue itu cantik dan imut sedunia."Ucap Zanna dan membalas pelukan Varo.

__ADS_1


"Lo itu cewek yang paling cantik dan imut sedunia,gue aja kalah."Ucap Varo dan melepaskan pelukan mereka.


"Bisa aja lo."Ucap Zanna tersenyum menatap Varo,tapi tangannya mencubit pinggang Varo dengan greget.


__ADS_2