Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Menghibur Diri


__ADS_3

Setelah diberi izin Darren pun pergi keluar dengan mengendarai motornya.


Enggak tahu mau pergi kemana,yang terpenting pergi keluar walaupun cuma keliling-keliling mengendarai motor.


Saat berada di sebuah jalan raya Darren menyipitkan matanya melihat seorang laki-laki sedang mengendarai motor sport berwarna merah yang ada di depannya.


"Itu kayak Varo deh,tapi masak iya sih,Gue ikutin aja deh."Gumam Darren,Darren pun mengikuti motor sport berwarna merah itu yang dia yakini jika pengendaranya adalah Varo.


Entah apa yang dipikirkan oleh Varo,dia membelokkan motornya di sebuah klub malam dan memarkirkan motornya.


Varo turun dari motornya dan melangkah masuk kedalam klub.


Darren menepikan motornya dan berhenti di pinggir jalan dekat dengan bangunan klub itu.


"Varo kemana ya,tadi kayaknya belok kesini.Tapi ini kan......klub,sejak kapan Varo pergi ke tempat seperti ini."Gumam Darren sambil memandangi bangunan klub malam yang ada di sampingnya.


"Tapi tadi gue beneran lihat kalau Varo itu belok ke sini,apa gue coba cari Varo ke sana aja ya."Gumam Darren.


Darren pun memutuskan untuk pergi ke klub mencari Varo.


"Lha ini motornya Varo,berarti bener dong kalau Varo ada disini."Ucap Darren saat melihat motor Varo yang terparkir di sebelah motornya.


Darren pun langsung melangkah masuk kedalam klub untuk mencari Varo.


Setelah beberapa saat Darren keliling-keliling untuk mencari Varo diantara banyaknya orang ini pun akhirnya Darren melihat Varo yang sedang duduk di sebuah sofa bersama dengan 2 orang wanita cantik dan sexy yang duduk di kanan dan kiri Varo.


Darren terkejut saat melihat Varo sedang memegang gelas ditangannya yang berisi minuman,di meja yang ada dihadapan Varo pun juga banyak terdapat beberapa botol minuman keras.


Darren pun berjalan menghampiri Varo.


"Al."Ucap Darren saat sudah berdiri dihadapan Varo.


Varo mendongakkan kepalanya dan menatap Darren,Varo pun berdiri dari duduknya diikuti 2 wanita itu.


"Darren,ngapain lo ada disini."Ucap Varo.


"Lo yang ngapain Al,sejak kapan lo pergi ke tempat yang kayak beginian?"Tanya balik Darren.

__ADS_1


"Kalian berdua pergi."Ucap Varo pelan sambil melirik kearah 2 wanita itu,2 wanita itu pun melangkah pergi dari sana.


"Daripada lo kepo dan banyak tanya mendingan lo duduk disini sama gue,kita bersenang-senang."Ucap Varo dan duduk di sofa lalu menenggak minumannya.


"Udah Al ayo kita pulang."Ajak Darren.


Varo mendongakkan kepalanya menatap Darren.


"Lo aja yang pulang,gue gak mau."Ucap Varo.


Darren hanya diam dan duduk di samping kanan Varo,bisa bahaya nanti kalau Darren meninggalkan Varo sendirian di tempat yang seperti ini.


Varo menaruh gelasnya yang sudah kosong di atas meja,Varo mengambil botol minuman keras di atas meja dan membuka tutupnya lalu langsung menenggaknya.


"Al berhenti,lo kenapa sih.Lo ada masalah,cerita sama gue."Ucap Darren dan merebut botol minuman keras itu dari tangan Varo.


Varo pun menoleh kearah Darren.


"Gimana perasaan lo kalau misalkan orang yang deket sama lo dan lo udah percaya banget sama orang itu tapi dia malah mengkhianati lo."Ucap Varo.


"Yang pasti gue bakalan merasa sangat marah dan kecewa."Ucap Darren cepat.


"Terserah elu,tapi gue gak akan ninggalin lo sendirian disini."Ucap Darren menaruh botol minuman yang dia pegang ke atas meja.


Darren pun memainkan ponselnya dan bersandar di sofa dengan santai,sementara Varo terus-menerus minum.


Sementara itu didalam kamarnya


Zanna sedang berdiri di depan jendela dan memandangi bulan yang berada di atas langit,sampai sekarang Zanna masih saja merasa sangat sedih tanpa alasan yang jelas.


"Zanna."Ucap Mama Nia yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Zanna dan memegang pelan pundak Zanna.


Zanna yang terkejut reflek melepaskan tangan Mama Nia dari pundaknya,Zanna pun menoleh ke samping.


"Mama,ngagetin aja sih."Ucap Zanna kesal dan menatap Mama Nia.


"Mama bukannya ngagetin Na,kamu saja yang melamun.Daritadi Mama juga sudah mengetuk pintu sebelum masuk,tapi enggak ada jawaban dari kamu.Yasudah Mama masuk saja ke kamar kamu,Mama lihat kamu sedang melamun disini."Ucap Mama Nia menjelaskan.

__ADS_1


"Oohh gitu,maafin Zanna ya ma."Ucap Zanna menatap Mama Nia dengan raut wajah sedih.


"Iya enggak apa-apa,kamu kenapa kok kayak sedih gitu.Ada masalah,cerita sama Mama."Ucap Mama Nia membelai lembut rambut Zanna.


"Nggak tahu nih ma,dari tadi sore Zanna ngerasa sedih banget.Nggak tahu juga apa penyebabnya,tiba-tiba aja Zanna ngerasa sedih banget ma."Ucap Zanna.


"Yasudah,mendingan sekarang kita makan malam.Daripada kamu disini melamun dan nanti malah bertambah sedih lagi."Ajak Mama Nia,Zanna pun mengangguk.


Akhirnya merekapun pergi keruang makan,sesampainya di ruang makan sudah ada Laila dan P.Subroto di sana.


Mereka semua pun makan malam dengan hening.


Tak lama kemudian merekapun sudah selesai makan malam,dan sekarang mereka sedang berkumpul diruang tamu.


"Beberapa waktu lalu Zanna cerita sama om soal kamu yang bingung bagaimana caranya kamu membayar kuliah setelah ibu kamu meninggal."Ucap P.Subroto membuka pembicaraan dan menatap Laila yang ada dihadapannya yang duduk di samping Zanna.


Laila menoleh kearah Zanna,Zanna pun mengangguk.


Laila pun menoleh kearah P.Subroto."Iya om."


"Om sama Tante sudah berdiskusi soal ini,dan kami memutuskan untuk membantu membayar kuliah kamu walaupun enggak 100%."Ucap P.Subroto.


"Beneran,makasih banyak ya om."Ucap Laila berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri P.Subroto.


Laila menunduk ingin menyalami tangan P.Subroto,P.Subroto memegang kedua bahu Laila dan berdiri dari duduknya.


"Sama-sama,tapi om tadi sudah bilang kalau om enggak bisa bayarin uang kuliah kamu 100%.Sisanya kamu cari sendiri dengan bekerja,sesuaikan jadwal kuliah sama bekerja agar nanti tidak bentrok."Ucap P.Subroto.


Laila tersenyum dan mengangguk.


"Kuliah yang serius ya,itu semua juga demi masa depan kamu dan membuat kedua orang tua kamu yang sudah tenang di alam sana bahagia."Ucap P.Subroto tersenyum dan melepaskan tangannya dari bahu Laila.


Zanna berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Laila,merekapun berpelukan.


"Zanna makasih banyak ya,lo baik banget sih sama gue."Ucap Laila pelan dalam pelukan Zanna.


"Sama-sama Laila,bukankah kita harus saling membantu antar sesama."Ucap Zanna.

__ADS_1


P.Subroto dan Mama Nia pun tersenyum melihat Zanna dan Laila.


__ADS_2