
"Iya ma ada apa?"Tanya Darren.
"Kamu ini tadi belum tidur kan?"
"Belum ma."Jawab Darren.
"Kalau gitu kamu tolong pijitin Mama ya,badan Mama sakit semua ini."Ucap Mama Renita.
"Papa kemana ma?"
"Papa kamu sudah tidur,kalaupun papa kamu belum tidur Mama gak akan minta tolong sama papa kamu buat pijitin Mama soalnya papa kamu pasti capek habis kerja seharian jadinya Mama minta tolong sama kamu deh."Jawab Mama Renita.
"Oh yaudah ma kalau gitu,sini Darren pijitin."Ucap Darren berjalan masuk ke dalam kamarnya dan diikuti Mama Renita.
Darren pun mulai memijit Mama Renita saat mereka sudah duduk di atas ranjang.
•
•
•
"Berhenti kalian!!!"
Tiba-tiba saja lampu jalan yang ada di pinggir jalan tak jauh dari Varo dan Zanna berdiri menyala,terlihat ada 3 orang laki-laki yang seperti preman berdiri di bawah lampu itu.
"Serahkan motor itu!"Ucap salah satu preman itu yang berbadan kurus,sementara 2 lainnya agak gemuk.
"Ngapain saya harus nyerahin motor saya,ini kan punya saya?"Tanya Varo dengan berani.
"Oohh kamu gak mau ya nyerahin motor itu,oke kalau gitu.Kami akan main kasar sama kamu."Ucap preman itu.
Preman yang berdiri di sampingnya menepuk pelan bahu preman kurus itu yang sepertinya adalah bos mereka.
Preman itu pun membisikkan sesuatu pada bosnya,terlihat bos preman itu manggut-manggut sambil menatap Zanna dengan genitnya.
Sementara Zanna menatapnya dengan tatapan takut dan tajam.
"Oke,kalau kamu gak mau nyerahin motor kamu.Kamu bisa nyerahin perempuan itu untuk kami,setelah itu kamu boleh keluar dan pergi dari gang ini dengan selamat."Ucap bos preman itu.
__ADS_1
Varo menoleh ke belakang dan menatap Zanna,Zanna pun menggeleng pelan menatap Varo dengan raut wajah yang sedikit takut.
"Enggak mau,itu anak orang masak main saya kasih-kasih aja sama preman.Yaudah deh kalau gitu ambil aja ini motor,enggak berharga juga ini motor."Ucap Varo menatap preman-preman itu.
"Enggak bisa,saya terlanjur suka sama perempuan itu jadi saya harus mendapatkannya."
"Waahh ini orang ngeyel banget ya,dibilang saya nggak akan nyerahin dia."Ucap Varo agak kesal.
"Kelamaan,sikat aja itu bocah."Ucap bos preman itu.
2 anak buahnya itu pun langsung maju untuk menghajar Varo,Varo memarkirkan motornya dengan benar dan bersiap untuk berkelahi.
Akhirnya 2 preman itu pun menyerang Varo,Zanna pun bingung harus ngapain.
Gue harus ngapain ya,mau bantuin Varo tapi gue gak bisa berkelahi,mau kabur ninggalin Varo gue bakalan berdosa,diam disini juga sia-sia'Batin Zanna'
Tanpa diketahui Zanna bos preman itu pun sudah berdiri di samping kiri Zanna dan memegang pergelangan tangan kiri Zanna,Zanna menoleh ke arah preman itu dengan terkejut dan sangat ketakutan.
Malam ini tak ada Zanna yang judes,tak ada Zanna yang pemarah,yang ada hanya Zanna yang sedang ketakutan.
"Lepasin."Ucap Zanna pelan tanpa menoleh ke arah preman itu dan berusaha melepaskan tangannya yang dipegang oleh preman itu.
"Kamu nggak akan bisa lepas dari saya,mending kamu diem aja dan nurut ikut sama saya."Ucap preman itu berbicara tepat di telinga Zanna,Zanna pun bergidik geli.
"Tolong!!!"Teriak Zanna kuat dan berjalan lebih masuk ke dalam gang.
Bos preman itu pun segera bangkit dan berjalan ke arah Zanna lalu segera membekap mulut Zanna.
"Jangan teriak,nanti bakalan ada orang yang kesini."Ucap preman itu.
Zanna meronta lalu menggigit tangan preman itu sekuat mungkin.
"Aduh,kurang ajar ya kamu gigit tangan saya."Ucap preman itu meringis dan memegangi tangannya yang digigit Zanna.
"Biarin,tolong-tolong!!!"Teriak Zanna kembali.
Plaakkk
Preman itu pun menampar pipi kiri Zanna dengan sangat kuat sampai Zanna jatuh tersungkur,Zanna pun memegangi pipi kirinya yang terasa sakit,sudut bibir kiri Zanna pun juga mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Zanna!"Ucap Varo khawatir saat mendengar suara tamparan yang sangat keras dan melihat ke arah Zanna.
Bugghh
Preman itu pun berhasil memukul perut Varo dengan cukup kuat,Varo pun sedikit membungkuk dan meringis memegangi perutnya dengan tangan kiri.
"Zanna,mendingan lo pergi keluar dari gang ini jangan masuk lebih dalam ke dalam gang ini trus lo minta pertolongan."Ucap Varo.
"Gue gak mau Al ninggalin lo."Ucap Zanna pelan tapi masih bisa di dengar dan menundukkan kepalanya.
"Lo gak ninggalin gue Na,lo cuma pergi sebentar buat cari pertolongan."
Zanna pun mulai bangkit,Varo pun juga mulai berkelahi lagi.
"Minggir,gue mau panggil orang-orang kesini buat mukulin lo!"Ucap Zanna tegas pada bos preman itu,Zanna tak mau dan tak suka dengan dirinya yang lemah dan menangis.Zanna akan mencoba untuk berani.
"Apa,mau panggil orang-orang buat muku saya.Yang ada kamu yang saya pukul!"
Zanna pun mulai mencoba mencari celah untuk lolos dari hadapan preman itu dan pergi keluar gang untuk mencari pertolongan,Zanna pun berhasil lolos dari preman itu dan berlari keluar dari gang.
Tapi bos preman itu berhasil memegang pergelangan tangan kanan Zanna.
"Mau kemana kamu?"Ucap preman itu.
"Lepasin."Ucap Zanna meronta dan berhasil melepaskan tangannya dari genggaman preman itu.
Zanna pun berlari keluar dari gang,tapi sebelum Zanna sampai diluar gang Zanna tersandung dan jatuh tersungkur dengan kuatnya.
"Aduh,kenapa sih pakai jatuh segala."Gumam Zanna.
Zanna pun bangkit dan berjalan keluar gang dengan menyeret kaki kanannya yang sangat sakit,sepertinya kesleo.
"Tolong,pak tolong!!!"Teriak Zanna saat sudah berdiri di pinggir jalan dan melambaikan tangannya ke arah bapak-bapak yang ada di warung kopi dan menatapnya.
Bapak-bapak yang berada di warung kopi itu pun menatap ke arah Zanna dan berdiri dari duduknya menghampiri Zanna.
"Wah gawat,dia beneran manggil orang-orang kesini."Gumam preman itu saat melihat beberapa orang menghampiri Zanna,preman itu pun berbalik badan dan berlari masuk ke dalam gang dan kabur bersama 2 anak buahnya.
"Ada apa mbak?"Tanya salah satu bapak-bapak itu saat sudah berdiri di hadapan Zanna.
__ADS_1
"Itu pak."Jawab Zanna sambil menunjuk ke arah belakang.
Terlihat ada 3 orang preman yang lari masuk ke dalam gang sampai tak terlihat karena ditelan gelapnya malam,Varo yang sedang berdiri celingak-celinguk.