Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Racun Tikus


__ADS_3

Rianti pun berinisiatif untuk mengambilkan makan siang buat sang Mama,Rianti segera masuk ke dalam rumah dan menuju ruang makan.


"Pas banget udah diambilin nasi sama Bibi."Gumam Rianti dan mengambil piring berisi nasi di meja makan,setelah itu mengambil lauk pauknya.


Setelah selesai Rianti pun menaruh piring yang berisi lauk pauk dan segelas air putih di atas nampan,dan mengantarkannya ke teras depan.


"Ma,aku udah ambilin makan buat Mana."Ucap Rianti dan menaruh nampan yang berisi makanan dan segelas air putih di meja yang ada di teras,Lina sedang mencuci tangan dan kakinya setelah itu dia menghampiri Rianti.


"Waah,anak Mama pinter banget.Makasih ya sayang."Lina pun memakan makanan yang dibawa Rianti di teras,sambil sesekali bercanda bersama Rianti putri semata wayangnya.


Sementara itu di dalam rumah


Bi Minah asisten rumah tangga yang berumur sekitar 50 tahunan itu terlihat bingung dan mondar-mandir.


"Kenapa sih Bi,kok kayak bingung gitu?"Tanya Bima yang sedang duduk di sofa ruang tamu dan sedang membaca koran.


"Anu,ini pak.Tadi kan saya ambil nasi di piring terus piringya itu saya taruh di meja makan,habis itu saya tinggal ke dapur sebentar terus pas saya balik piring nasi saya udah


gak ada."Jawab Bi Minah dengan nada khawatir.


"Oooo,palingan diambil Rianti dan dimakan.Bibi tenang aja gak usah di cari-cari itu piring."Ucap Bima santai.


"Iya,tapi masalahnya itu ad-."


"Mama,bangun Mama!!!"


Belum sempat Bi Minah melanjutkan perkataannya, tiba-tiba terdengar suara Rianti berteriak dari arah teras.


Bima dan Bi Minah saling pandang.


"Ayo Bi kita ke teras."


Mereka pun setengah berlari menuju ke teras,pemandangan yang pertama kali mereka lihat di teras depan adalah Lina yang tergeletak di lantai dengan mulut mengeluarkan busa.


"Ini Mama kamu kenapa Rianti?"Tanya Bima cemas dan jongkok di hadapan Lina.


"Rianti gak tahu Pa,tadi Mama tiba-tiba begini."Jawab Rianti sesenggukan.

__ADS_1


"Sayang bangun,Lina.Bangun Lina."Ucap Bima dan membopong istrinya ke mobil menuju rumah sakit,Rianti akan mengikutinya tetapi tangannya di pegang oleh Bi Minah.


Akhirnya Rianti tidak jadi ikut ke rumah sakit.


"Lepasin Bi,hiks Rianti mau ikut hiks ke rumah sakit."Ucap Rianti meronta.


"Iya iya,tapi duduk dulu Bibi mau tanya sesuatu."Akhirnya Rianti pun menurut dan duduk di kursi yang ada di teras,sementara mobil Bima melaju meninggalkan halaman rumah menuju rumah sakit.


"Ini piring berisi nasinya ambil dimana tadi?"Tanya Bi Minah mulai deg-degan.


"Di hiks di meja makan Bi."Jawab Rianti sedikit heran,kenapa Bi Minah menanyakan hal ini.


Seketika tangis Bi Minah pun pecah,dia menangis sedikit keras.


"Bi,Bi Minah kenapa!"Tanya Rianti khawatir karena Bi Minah tiba-tiba menangis.


"Hu hu hu apa Non tahu,hiks piring itu nasinya udah Bibi hiks campur dengan racun tikus."Jawab Bi Minah dan kembali menangis,Rianti yang mendengarnya pun terkejut.


"Apa,katakan pada Rianti Bi.Kalau Mama akan baik-baik saja,katakan Bi."Ucap Rianti pelan,Bi Minah hanya menggeleng.


2 jam kemudian


"Pa,Mama baik-baik saja kan?"Tanya Rianti saat Bima melewatinya sambil memegang lengan Bima,Bima hanya menggeleng lalu menangis.


"Mama kamu sudah meninggal."Jawab Bima pelan,namun itu dapat menghancurkan hati Rianti.


"Permisi pak."Ucap salah seorang petugas rumah sakit,mereka membawa jenazah Lina di sebuah brankar dan ditutupi dengan kain.


"Iya pak,silahkan masuk ke dalam."Bima pun membimbing mereka masuk ke dalam rumah dan meletakkan jenazah Lina.


Sore ini juga jenazah Lina di makamkan,banyak yang menghadiri pemakaman Lina dan mengikuti prosesi pemakaman sampai selesai.


Karena Lina memang terkenal baik dan ramah kepada tetangga.


Bima duduk termenung di ruang tamu sepulang dari pemakaman sang istri,bahkan dia belum ganti baju.


"Pa."Panggil Rianti pelan dan mendekat ke arah Bima,diikuti Bi Minah di belakangnya.

__ADS_1


"Pa."Panggil Rianti sekali lagi.


"Bagaimana istriku bisa keracunan,kamu sengaja meracuninya dengan racun tikus saat makan siang tadi?"Tanya Bima pelan dan sedih,pandangannya lurus ke depan.


Rianti yang dituduh pun langsung menangis.


"Enggak Pa,aku hiks aku gak tahu kalau nasi yang ada di piring itu ada racun tikusnya."


"Masak sih gak tahu?"Tanya Bima sinis,Bi Minah pun mendekat sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf pak,ini semua salah saya.Saya yang kasih racun tikus ke nasi yang dimakan Bu Lina dan nantinya saya akan taruh itu di dapur karena banyak tikusnya,saya lalai karena menaruh nasi itu sembarangan.Non Rianti gak tahu apa-apa dan gak salah apa-apa."Ucap Bi Minah.


"Kamu saya pecat Bi,dan malam ini juga pergi dari rumah saya!"Ucap Bima dan pergi ke kamarnya.


"Maafin Bibi ya Non."


"Bibi gak boleh pergi,nanti Rianti akan bujuk Papa supaya gak pecat Bibi."Cegah Rianti,Bi Minah hanya tersenyum.


Bi Minah segera pergi ke kamarnya dan mengemasi pakaiannya,tak lama Bi Minah pun kembali ke ruang tamu dengan membawa 2 tas besar berisi baju-bajunya.


"Bibi pamit ya Non,jaga diri baik-baik.Sekali lagi Bibi minta maaf."Ucap Bi Minah dan melangkah pergi,Rianti menatap kepergian Bi Minah dalam diam.


Sementara itu di dalam kamar


Bima duduk di tepi ranjang sambil memandangi foto Lina,saat ini pikirannya buntu.Ia hanya merasa sedih sedih dan sedih karena kehilangan istri yang sangat di cintainya itu.


Rianti di samping sekolah ia pun harus mengurus toko perhiasan yang dibangun sang Papa,semenjak kematian Lina Bima menjadi sangat mudah marah.


Sering mabuk-mabukan dan judi,bahkan pernah beberapa kali seorang rentenir mendatangi kediaman Bima untuk menagih hutang.


Lama-kelamaan Bima menjual toko perhiasan itu untuk membayar hutangnya,namun walaupun begitu hutang Bima belum juga lunas.


Dan sekarang Bima menjodohkan Rianti dengan Riko anak orang yang cukup kaya,hanya untuk bisa melunasi hutang-hutangnya.


Rianti tak habis pikir Bima begitu tega padanya,setelah lulus SMA yang seharusnya kuliah tapi Rianti yang ada harus menikah.Menikah muda dengan seorang laki-laki yang tidak dicintainya sama sekali.


Ini sangat menyakitkan,tapi Rianti tak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


"Maafin Rianti Ma."Gumam Rianti.


__ADS_2