
"Bukan gitu,waktu Varo nolak ajakan pulang sama gue.Dia itu kayak gugup banget,kayak ada yang disembunyiin gitu dari gue."Ucap Keisha cemberut di seberang sana.
"Kalau gitu gue gak tahu."Ucap Zanna cuek.
"Gue kan curhat bukan tanya,yaudah deh kalau gitu gue tutup dulu ya telfonnya."
Sambungan telfon pun terputus.
'Gue harap mereka ada masalah besar terus putus,gue gak tahu kenapa bisa suka sama Varo.Sekalinya gue suka sama cowok,cowok itu malah pacaran sama sahabat gue'Batin Zanna.
Zanna yang merasa sangat kesal sendiri pun memutuskan untuk tidur.
Sementara itu
Keisha duduk termenung di tepi kasur sambil memandangi ponselnya yang sudah mati.
"Oh iya,Darren kan lengket banget sama Varo.Dia pasti tahu sesuatu."Gumam Keisha dan mencari kontak Darren,berdering tapi tidak diangkat.
"Ih Darren kemana sih,bikin orang kesel aja deh!"
Keisha pun melempar ponselnya ke kasur dan memutuskan untuk tidur.
Sementara itu
Darren baru saja membantu Mama Renita mencuci piring,saat Darren mengambil ponselnya di atas nakas terlihat panggilan tak terjawab dari Keisha.
Darren pun menelfon balik Keisha,dering pertama tak diangkat.Dering ke 2 baru diangkat.
"Hallo Sha,ada apa telfon?"Tanya Darren saat panggilan sudah terhubung.
'Lo itu dari mana aja sih?"Tanya Keisha kesal.
"Ya sorry,gue habis bantuin Mama cuci piring tadi."
"Yaudah,gue mau tanya nih.Lo jawab jujur ya."
'Waduh,Keisha mau tanya apa ya.Kok gue disuruh jujur segala'Batin Darren.
"Darren,woiii.Lo masih di sana kan?!"
"Iya Sha,gue masih di sini kok."
"Gue mau tanya,lo jawab yang jujur ya."Ucap Keisha sekali lagi.
"Emangnya lo mau tanya apa sih?"Tanya Darren penasaran.
''Gue mau tanya soal Varo,lo jawab yang jujur ya."
"Ya kalau gue tahu gue jawab,kalau enggak ya enggak gue jawab."
"Oke,gue mau tanya.Ada yang di sembunyiin Varo ya dari gue?"Tanya Keisha.
'Glek'
__ADS_1
Darren menelan ludahnya.
'Apa Keisha udah curiga ya,gak mungkin kan kalau gue langsung bilang kalau Sasya kecelakaan terus Varo nungguin Sasya di rumah sakit.Yang ada nanti Keisha marah lagi,gue bohong aja deh'Batin Darren.
"Gue gak tahu soal itu."Jawab Darren berbohong.
"Lo kan sahabatnya,masak sih gak tahu."
"Beneran,gue gak tahu apa-apa."
"Lo pasti bohong,ih nyebelin."Keisha menggerutu dan sambungan telfon pun terputus.
"Yeeee,anak uler.Tahu aja kalau gue bohong."Gumam Darren memandang layar ponselnya.
•
•
•
Varo terbangun dari tidurnya,dilihatnya sekarang sudah pukul 5 sore.Varo pun beranjak dari sofa,dilihatnya Sasya masih tidur.
Varo pun memutuskan untuk mandi.
15 menit kemudian
Varo sudah selesai mandi dengan memakai pakaian yang tadi karena dia tidak membawa baju ganti,dia melihat Sasya sudah bangun dan duduk bersandar.
"Udah bangun?"Tanya Varo dan berjalan mendekati ranjang Sasya,Sasya hanya mengangguk.
"Thanks Al hiks udah nolongin gue,gue pikir hiks gue gak akan selamat."Ucap Sasya pelan seperti berbisik sambil terisak.
"Sama-sama,udah lo jangan nangis lagi.Gue gak tega lihatnya."
Perlahan Sasya pun melepaskan pelukannya dan menunduk.
"Sekarang lo cerita sama gue,kenapa lo bisa ketabrak mobil."Pinta Varo,Sasya pun mengangkat kepalanya dan menatap Varo.
"Ja-jadi malam itu gue pulang dari kerja-."
"Tunggu-tunggu,kerja.Kerja dimana?"Tanya Varo memotong cerita Sasya.
"Gue kerja di salah satu warung makan padang di belakang apotek itu,buat bayar sekolah sama kebutuhan sehari-hari karena kan orang tua gue udah gak ada.Setiap hari gue lewat gang di samping apotek itu,terus pas kemarin gue lewat di sana ada 4 preman.Serem-serem gitu mukanya,terus mereka itu menggoda aku sambil pegang-pegang tanganku.
Gue kan takut,terus gue langsung lari sekencang-kencangnya.Sampek gue gak tahu kalau ada mobil yang melaju kencang ke arah gue."Jelas Sasya sambil sesekali menghapus air matanya,Varo pun memeluk Sasya dan menenangkannya.
"Lo tenang aja gak usah takut,ada gue."Ucap Varo pelan.
"Ehhheemmm"
Varo pun melepaskan pelukannya saat mendengar suara seseorang berdehem,Varo dan Sasya pun menoleh ke arah pintu masuk.
Terlihat Bunda Marissa dan Ayah Nando berdiri di ambang pintu,Varo dan Sasya pun merasa sangat malu karena kepergok pelukan.
__ADS_1
"Heeemmm,kemarin aja Bunda suruh kamu pacarin Sasya tapi gak mau.Sekarang malah peluk-pelukan."Ucap Bunda Marissa berjalan ke arah sofa dan duduk di sana diikuti Ayah Nando.
'Apa,apa itu artinya Bundanya Varo merestui gue sama Varo.Nyesel banget gue dulu udah ninggalin Varo,selain gue bisa dapetin Varo yang tampan baik dan pokoknya paket lengkap deh gue juga bakal dapetin mertua yang baik banget'Batin Sasya menyesali kesalahannya'
"Maaf Bun,tadi khilaf soalnya."Ucap Varo cengengesan,sementara Sasya hanya menunduk malu.
"Yaudah,jangan diulangi lagi.Kamu sekarang pulang aja,biar Bunda sama Ayah yang jagain Sasya."Ucap Bunda Marissa.
"Pulang?"Tanya Varo merasa diusir.
"Ya iyalah Al,gak baik kalau kamu nginep di sini.Nanti kebablasan lagi,ingat kamu itu masih SMA."Seru Ayah Nando tiba-tiba.
"Ayah ini ngomong apaan sih."Ucap Bunda Marissa kesal dan menatap suaminya tajam,sementara Ayah Nando hanya nyengir.
Varo pun menatap Ayahnya dengan cemberut.
"Gue pulang dulu ya Sya."Pamit Varo.
"Iya Al hati-hati."Jawab Sasya tersenyum sekilas ke arah Varo.
"Varo pulang dulu Yah,Bun.Assalamualaiakum."
"Waalaikumsalam hati-hati."
Varo pun pulang.
Tak lama kemudian
Varo sudah sampai di depan rumahnya.
"Selamat malam mas Al."Sapa Pak Bani.
"Malam Pak."Jawab Varo ramah.
Pak Bani segera membukakan gerbang untuk Varo,Varo pun langsung melajukan motornya ke garasi dan memarkirkannya.
Setelah itu masuk ke dalam rumah.
"Makan malamnya sudah siap mas."Ucap Bi Siti saat Varo baru saja masuk ke dalam rumah,Varo tersenyum dan mengangguk.
Varo berjalan menuju ruang makan,dilihatnya Darren sedang makan dengan lahap.
"Weh,siapa yang izinin lo makan.Gue aja belum makan."Ucap Varo dan duduk di hadapan Darren mengambil nasi beserta lauk pauknya,setelah itu langsung makan.
"Gue gak perlu izinin lo."Jawab Darren cuek dan meneruskan makannya.
Setelah selesai makan mereka pun pergi ke kamar Varo tanpa membereskan meja makan.
"Eh Al,tadi siang Keisha telfon gue."Ucap Darren setelah mereka sampai di kamar Varo dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk.
"Sebentar,gue ganti baju dulu."Ucap Varo dan berjalan menuju kamar mandi.
Tak lama kemudian Varo sudah selesai ganti baju dan duduk di tepi kasur.
__ADS_1
"Ngapain Keisha telfon lo?"Tanya Varo.