Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Masih SMA


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


"Sha,makan malamnya sudah siap!!"Teriak Mama Rita,tapi tak ada jawaban dari Keisha.


Ceklek


Mama Rita pun membuka pintu kamar Keisha,Mama Rita melihat Keisha yang sedang tidur tengkurap.


Dia pun menghampiri putrinya dan duduk di sampingnya,jika diperhatikan tubuh Keisha sedikit bergetar.


Mama Rita pun mengelus lembut kepala Keisha."Kamu kenapa sayang?"


Tak ada jawaban dari Keisha,malahan terdengar suara isak tangis.


"Sayang kamu ke-."


"Keisha hiks,m-mau sendiri Ma."Jawab Keisha masih dengan posisi tengkurap dengan wajah yang dibenamkan ke bantal.


Mama Rita diam mendengar jawaban dari Keisha, tiba-tiba saja ada yang menarik pergelangan tangannya.


Ternya itu Pak Bobby suaminya,Pak Bobby terus menarik tangan istrinya untuk keluar dari kamar Keisha.


"Papa apa-apaan sih,lepas."Ucap Mama Rita kesal sambil menghempaskan tangannya sehingga terlepas dari pegangan suaminya,Mama Rita berbalik ingin pergi ke kamar Keisha lagi tapi ditahan oleh Pak Bobby.


"Mama mau kemana?"


"Ya mau ke kamarnya Keisha lah Pa."


"Mama mau ngapain balik ke kamar Keisha?"Tanya Pak Bobby.


"Ya mau nenangin dia Pa,Papa gak lihat kalau Keisha tuh tadi nangis."Jawab Mama Rita kesal.


"Udah gak usah,kalau Papa ramal nih Keisha kayaknya putus cinta deh Ma."Ucap Pak Bobby merangkul pundak istrinya dan berjalan menuruni anak tangga untuk menuju ruang makan.


"Papa sok tahu deh."Ucap Mama Rita melepas rangkulan suaminya dan duduk di kursi meja makan diikuti Pak Bobby.


"Tentu saja Papa tahu,Mama gak lihat tadi ada bunga mawar yang tercecer."Ucap Pak Bobby bangga.


"Udah makan,jangan ngomong terus."


Akhirnya mereka pun makan malam berdua.


Sementara itu


Varo dan orang tuanya baru saja selesai makan malam.


"Bunda mau kemana?"Tanya Varo saat melihat Bunda Marissa membawa rantang dengan pakaian yang sudah rapi.


"Bunda mau ke rumah sakit jenguk Sasya,besok dia udah boleh pulang."Jawab Bunda Marissa.

__ADS_1


"Bunda diantar Pak Bani aja ya,atau kalau enggak naik taxi aja ya.Ayah capek banget."Ucap Ayah Nando sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Bunda udah pesen taxi,kalau gitu Bunda berangkat dulu ya assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Waalaikumsalam."


"Kamu kenapa Al,dari tadi Ayah perhatiin lesuuuu banget.Ada masalah?"Tanya Ayah Nando saat Bunda Marissa sudah pergi.


"Gak ada Yah."Jawab Varo lesu sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Anak remaja sama SMA itu cuma punya 2 masalah yang berarti,yang pertama gak punya uang.Yang kedua pasti soal asmara."


"Ayah apaan sih,sok tahu deh."Ucap Varo kesal,karena ucapan Ayahnya itu benar.


"Ya tahulah,Ayah dulu juga pernah muda.Ayah tebak,kamu pasti sekarang sedang menghadapi masalah yang kedua kan?"Tanya Ayah Nando usil.


"Udah deh,Varo mau tidur."Ucap Varo kesal dan berdiri dari duduknya lalu segera pergi ke kamarnya.


Sementara Ayah Nando hanya tertawa karena melihat putranya kesal.





Bunda Marissa sudah sampai di rumah sakit,dia sedang berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk menuju keruangan Sasya.


Ceklek


"Waalaikumsalam Tan."Jawab Sasya yang sepertinya habis dari kamar mandi.


Bunda Marissa meletakkan rantang di meja dan menuntun Sasya untuk duduk di sofa.


"Kamu udah makan?"Tanya Bunda Marissa dan duduk di samping Sasya,Sasya menggeleng.


"Naahh kebetulan,ini Tante bawain kamu makanan."Ucap Bunda Marissa sambil membuka satu persatu isi rantang.


Sementara Sasya celingak-celinguk melihat ke arah pintu masuk,Bunda Marissa yang melihat Sasya pun senyum-senyum.


"Varo gak kesini karena besok sekolah,kamu udah boleh pulang kok besok.Jadi Varo bisa jenguk kamu di rumah setelah pulang sekolah."Ucap Bunda Marissa tersenyum.


Sasya pun hanya nyengir dan merasa malu karena ketahuan mencari keberadaan Varo.


"Sekarang kamu makan ya,mau Tante suapin?"Tawar Bunda Marissa sambil menyodorkan sendok yang berisi nasi dan lauk pauk ke hadapan Sasya.


Sasya yang memang merindukan orang tuanya pun menerima suapan itu dan tak sadar dia meneteskan air mata.


"Kamu kenapa Sya kok nangis,apa ada yang sakit?"Tanya Bunda Marissa panik.


"Enggak Tan,Sasya cuma kangen sama orang tua Sasya Tan."Jawab Sasya menunduk sedih,Bunda Marissa memeluk Sasya dari samping.

__ADS_1


"Jangan sedih,anggap aja kalau Tante ini ibu kamu."


Sasya pun melepaskan pelukannya.


"Makasih Tan,Tante baik banget sama aku."Ucap Sasya terharu.


"Udah jangan nangis terus,kapan makannya kalau nangis terus."Ucap Bunda Marissa berusaha menghibur Sasya.


Sasya menghapus air matanya dan berusaha tersenyum,Sasya pun melanjutkan makan dengan disuapi Bunda Marissa.


Keesokan harinya


Jam istirahat pun tiba


Varo segera memasukkan buku-bukunya ke dalam tas dengan terburu-buru dan bergegas pergi ke kelas Zanna.


"Eeehh,mau kemana Al?"Tanya Darren sambil memegang pergelangan tangan Varo.


"Emmm,gue ada urusan bentar.Lo tunggu aja di kantin."Jawab Varo.


Darren pun mengangguk dan melepaskan tangannya yang memegang pergelangan tangan Varo.


Varo segera pergi ke kelas Zanna untuk menemui Keisha,dia ingin menjelaskan soal Sasya dan meminta maaf.


Bugggh


Varo menabrak seorang siswi karena tadi dia sedikit berlari dan tidak memperhatikan jalan,dan apa ini.


Ternyata Varo menabrak Zanna dan kini posisinya berada di atas tubuh Zanna,siswi yang melihatnya pun menutup mulutnya.Sementara yang siswa hanya melongo.


"Heeehh,kalian tuh masih SMA.Jangan coba-coba deh mana di depan kelas lagi!!!"Teriak Santi menyadarkan Varo dan Zanna yang masih terkejut.


Varo pun bangkit dari atas tubuh Zanna,Zanna pun bangun dan berdiri.


"Ikut gue yuk."Ajak Varo memegang pergelangan tangan Zanna dan segera pergi dari sana.


"Mau kemana mereka, jangan-jangan pergi ke gudang.Atau kalau enggak mereka pergi ke kebun warga "Gumam Santi.


"Woyyy,ingat kalian masih SMA!!!"Teriak Santi dan mengejar Varo sama Zanna,Tetapi.


Bugghhh


Santi tersandung kakinya sendiri dan terjatuh,dia jatuh tersungkur di bawah Ronald si cupu.Tepat di bawah kakinya.


"Hahaha,lo mau minta maaf sama Ronald?"Tanya Darren yang kebetulan lewat dan tertawa melihat Santi yang seolah-olah sedang meminta maaf,Santi pun bangkit dan menatap Darren tajam.


"Bukannya bantuin malah tertawa."Ucap Santi kesal.


"Gue gak mood aja bantuin lo."Ucap Darren cuek,sementara Ronald hanya diam memperhatikan Darren dan Santi.


"Udah ah,gue mau pergi ke kantin."Ucap Darren menggandeng lengan Ronald.


"Eh eh tunggu bentar."Ucap Santi menghadang Darren.

__ADS_1


"Lo punya nomor ponselnya Keisha?"Tanya Sani tersenyum dengan wajah yang ramah.


"Punya,kenapa?"


__ADS_2