Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Demi Dani


__ADS_3

Tak lama kemudian merekapun sudah sampai di rumah pak Irfan.


Sasya dengan ragu dan berat melangkah masuk ke dalam rumah mengikuti pak Irfan,Dani pun berjalan dengan digandeng tangannya oleh Sasya.


Sesampainya di ruang tamu mereka melihat Ikbal dan Indri di sana.


Ikbal langsung berdiri dari duduknya saat melihat Sasya,papanya dan.....seorang anak kecil laki-laki yang Ikbal yakini adalah anaknya.


"Ma,apakah itu papanya Dani.Bukankah itu Om yang pernah menyelamatkan Dani?"Tanya Dani mendongakkan kepalanya menatap Sasya sambil menunjuk kearah Ikbal.


Sasya menatap Dani dan mengangguk perlahan,Ikbal yang melihat itu pun hanya bisa diam mematung.


Dani langsung melepaskan tangannya dari genggaman Sasya dan berlari kearah Ikbal.


"Papa."Ucap Dani saat sudah berdiri di hadapan Ikbal,Ikbal langsung berjongkok dan memeluk Dani erat dengan perasaan yang bercampur aduk.


Indri mamanya Ikbal pun bingung apa sebenarnya yang sudah terjadi pun menatap suaminya,pak Irfan mengkode istrinya untuk keluar mengikutinya.


Pak Irfan dan Indri pun pergi ke teras depan,pak Irfan pun menceritakan semuanya.


Sementara itu Sasya masih berdiri di ruang tamu sambil melihat Dani dan Ikbal.


"Apakah ini benar papa?"Ucap Dani,Ikbal pun melepaskan pelukan mereka dan menatap Dani.


"Iya,ini papa sayang.Maafin papa ya."Ucap Ikbal pelan dan terdengar sangat tulus.


"Papa enggak akan pergi ninggalin Dani sama mama kan,Dani lihat papa sudah kaya.Jadi papa jangan pergi bekerja lagi dan enggak pulang ya."Ucap Dani.


"Enggak,papa enggak akan ninggalin Dani."Ucap Ikbal tersenyum.


Ikbal berdiri dari duduknya dan menatap Sasya yang juga sedang menatapnya.


"Kak,maaf."Ucap Ikbal pelan penuh penyesalan.


"Semua udah berlalu,gak ada gunanya menyesali semuanya."Ucap Sasya.


"Pa,apakah Dani boleh tidur sama papa malam ini.Dani gak pernah ketemu papa,jadi Dani ingin lama-lama sama papa."Ucap Dani.


"Enggak,setelah makan siang nanti kita pulang Dani."Sahut Sasya.


"Kenapa ma,Dani masih ingin sama papa?"


"Iya Sya,kamu enggak kasihan itu sama Dani.Setelah bertahun-tahun baru bertemu sama papanya dan kamu ingin memisahkan dia."Sahut Indri yang berjalan masuk ke dalam rumah bersama dengan pak Irfan.


"Kita ngobrol yuk,bertiga sama Ikbal."Ucap Indri mengajak Sasya dan Ikbal untuk mengobrol serius.


"Dani,mau berkeliling rumah?"Ucap pak Irfan.


"Mau kek,boleh kan ma?"Tanya Dani menatap mamanya,Sasya tersenyum dan mengangguk lesu.


Akhirnya Dani pun pergi berkeliling rumah bersama dengan pak Irfan.


Tinggallah Indri,Sasya dan Ikbal di ruang tamu yang semuanya hanya diam.


"Kita duduk dulu."Ucap Indri dan duduk di salah satu sofa,diikuti Ikbal dan Sasya.

__ADS_1


"Langsung saja,saya sudah tahu semuanya.Jadi Sasya,saya ingin kamu secepatnya menikah dengan Ikbal."Ucap Indri menatap Sasya.


"Maaf Tan Sasya gak bisa."


"Kenapa,apakah karena kalian tidak saling mencintai?"


Sasya hanya diam.


"Pikirkan Dani Sya,apakah dia bahagia tanpa sosok Ayah di sampingnya.Bagaimana perasaan Dani jika dia melihat temannya sedang jalan bersama dengan kedua orang tuanya,sementara Dani sendiri hanya bisa pergi jalan-jalan bersama dengan mamanya.


Saya tahu Ikbal sudah melakukan kesalahan dan membuat kamu menderita,saya minta maaf untuk itu.Tapi saya mohon kamu menikah ya sama Ikbal,demi Dani."Ucap Indri.


Sasya hanya diam menatap Indri lalu menatap Ikbal,dan Sasya pun kembali menatap Indri.


"Hanya demi Dani?"Ucap Sasya,Indri mengangguk.


"Baiklah."Ucap Sasya akhirnya.


Indri pun bernafas dengan lega mendengar ucapan Sasya,begitupun Ikbal.


Dan.....sudah diputuskan 1 minggu lagi Ikbal dan Sasya akan menikah.





Di rumah sakit jiwa Laila sedang mengamuk,dia sudah berusaha untuk kabur dan melukai beberapa perawat yang menanganinya.


Bi Narsih yang kebetulan menjenguk Laila melihat keadaan Laila yang seperti itu pun merasa sangat sedih,hanya karena sebuah cinta kewarasan seseorang hilang.


Bi Narsih hanya bisa melihat dan menangis,prihatin atas kondisi Laila.





Di Eropa waktu setempat


Zanna dan semuanya pun akhirnya sudah sampai setelah melalui perjalanan yang cukup panjang itu.


Mereka pergi ke sebuah rumah yang sudah Varo siapkan untuk tempat mereka nanti setelah sampai di Eropa dengan 2 mobil lengkap dengan 1 sopir,yang masing-masing mobil diisi dengan Varo dan Zanna,Keisha dan Darren.


Tak berselang lama merekapun sudah sampai di rumah sewaan Varo.


Rumah yang terlihat sangat mewah dan bagus.


"Bagus banget rumahnya,ternyata selera lo tinggi juga ya."Ucap Darren meremehkan Varo,Varo hanya memutar kedua bola matanya malas.


Akhirnya merekapun melangkah masuk ke dalam rumah,di dalam rumah itu ada sekitar 7 orang pembantu,2 sopir,2 orang tukang kebun.


"Kamar gue sama Zanna ada disini ya,kalian jangan ganggu."Ucap Varo dan langsung masuk ke dalam kamar dengan menarik pergelangan tangan Zanna.

__ADS_1


"Norak dia."Ucap Darren.


Darren dan Keisha pun menempati kamar yang berada di depan kamarnya Varo dan Zanna.


Di dalam kamar Zanna dan Varo


Mereka sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Na,kalau misalkan kita punya anak lo pengennya perempuan atau laki-laki?"Tanya Varo menoleh kearah Zanna.


"Perempuan."Jawab Zanna tersenyum tanpa menoleh kearah Varo.


"Kenapa?"


"Ya lucu aja,nanti bisa dipakaiin bando,terus rambutnya bisa diikat dengan gaya-gaya,terus yang pasti dia akan cantik kayak gue,penyayang,lemah lembut dan pintar."Ucap Zanna yang setengah memuji dirinya sendiri.


"Kalau gue pengennya laki-laki."Ucap Varo.


"Kenapa?"Tanya Zanna menoleh kearah Varo.


"Karena pasti nanti dia akan tampan kayak Papanya dan jadi primadona di sekolah,dia juga bakalan jadi anak yang pintar sama kayak gue."


"Yaudah sana lo hamil anak laki-laki."Ucap Zanna.


"Mana bisa gue."


"Ya makanya lo nurut sama gue,kalau gue bilang anak kita nanti perempuan ya perempuan."Ucap Zanna nyolot.


"Iya Na iya."Ucap Varo mengalah.


Lemah lembut katanya,orang Zanna aja suka marah-marah'Batin Varo'





Rianti dan Riko sedang makan malam berdua dengan hening.


"Besok kita pergi ke butik cari gaun buat lo untuk menghadiri acara keberhasilan proyek gak gue pimpin di sebuah hotel."Ucap Riko saat mereka sudah selesai makan.


"Baiklah thanks,selamat atas keberhasilan proyek lo."Ucap Rianti.


"Hanya begitu?"


"Iya lah,emangnya lo mau apa lagi?"Ucap lagi.


"Enggak."


Hanya ucapan selamat yang keluar dari mulut Rianti,tidak ada pelukan atau.....ciuman.


"Acaranya 1 minggu lagi."Ucap Riko.


"Masih lama kenapa cari gaunnya besok?"Tanya Rianti.

__ADS_1


"Ya karena nanti takutnya gue gak ada waktu buat nemenin lo cari gaun."


"Baiklah,besok kita pergi cari gaun."


__ADS_2