
Tak lama kemudian istrinya pak Zaki pun kembali ke teras dengan membawa obat dan kapas.
"Ini mas,diobati dulu luka mbaknya itu."Ucap ibu itu memberikan obat merah dan kapas pada Varo,Varo pun menerimanya.
"Saya masuk ke dalam dulu mau ambil es batu buat mengompres kaki mbaknya itu."Ucap ibu itu dan kembali masuk ke dalam rumah.
Varo membuka tutup botol obat merah itu dan menaruhnya di atas meja,Varo meneteskan obat merah pada kapas.
Varo berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Zanna untuk mengobati lukanya,setelah Varo sampai di depan Zanna,Zanna pun meraih kapas yang Varo pegang ditangan kanannya.
"Udah gue aja yang obatin."Ucap Varo.
Zanna pun menurunkan tangannya,Varo mulai membungkuk dengan tangan kiri yang dia taruh di pegangan kursi yang Zanna duduki.
Varo mengobati luka pada sudut bibir Zanna dengan fokus,Zanna pun menelan saliva nya dengan susah payah,wajah Varo begitu dekat dengan wajahnya.
Ya ampun,jantung gue.Al,kenapa sih lo itu tampan banget'Batin Zanna'
"Kok lo tampan banget sih Al?"Ucap Zanna menatap Varo.
Varo menghentikan kegiatannya dan menatap Zanna balik.
"Lo juga cantik."Ucap Varo.
Yang mana itu membuat Zanna terkejut mendengarnya sekaligus bahagia.
Apa,Varo bilang gue cantik.Kali ini bukan hati gue yang meleleh denger ucapan Varo yang bilang kalau gue itu cantik,tapi es kutub pun ikut meleleh'Batin Zanna'
"Apa Al,lo bilang gue cantik?"Tanya Zanna sangat-sangat bahagia.
"Iya lah,lo kan perempuan udah pasti kalau perempuan itu cantik.Gue tampan karena kan gue laki-laki."Ucap Varo.
Zanna hanya melongo mendengar ucapan Varo.
"Ehemmm."Istri pak Zaki pun berdehem dengan keras saat melihat Varo dan Zanna.
Varo pun berdiri tegak dan menatap ibu itu begitupun Zanna menatap ibu itu.
"Kalau lihat pasangan muda zaman sekarang saya jadi pengen muda lagi deh."Ucap ibu itu dan meletakkan baskom berisi es batu dan handuk kecil di atas meja.
"Ah si ibu,kami bukan pasangan.Kami cuma teman."Ucap Varo.
"Kalau gue gak bisa jadi pasangan lo gue bisa dong jadi ibu tiri lo."Ucap Zanna menatap Varo.
__ADS_1
"Enggak-enggak,enggak mau gue."Ucap Varo menatap Zanna.
"Kenapa?"Tanya Zanna mengerutkan keningnya.
"Yang pertama,Ayah gue itu setia jadi dia tidak akan menikahi perempuan selain Bunda.Yang kedua,lo tahu kan kalau ibu tiri itu jahat.Lagian lo masih muda,mending nuntut ilmu dulu baru nikah tapi nikahnya sama pemuda yang tampan bukan sama berondong."Jawab Varo.
"Hahaha,lo kata siapa kalau ibu tiri itu jahat.Gak semua ibu tiri itu jahat ya,lagian gue juga bercanda tadi."Ucap Zanna.
"Tetep aja gue gak mau lo jadi ibu tiri gue,nyeleneh amat omongan lo."Ucap Varo,Zanna hanya nyengir.
Gue juga gak mau Al jadi ibu tiri lo,gue maunya jadi istri lo'Batin Zanna'
"Eh,malah bertengkar.Udah-udah.Ini diobati dulu kaki mbaknya."Ucap ibu itu.
"Iya Bu."Ucap Varo.
Istrinya pak Zaki pun masuk ke dalam rumah.
Varo pun mulai mengompres kaki Zanna dengan es batu yang dibungkus sebuah handuk kecil dan berjongkok di hadapan Zanna.
"Sini,biar gue aja Al.Masak lo ngompres kaki gue."Ucap Zanna.
"Udah gak papa biar gue aja,ini kan juga salah gue karena gak bisa jagain lo."Ucap Varo tanpa menatap Zanna.
Ini bukan salah lo Al,ini semua salah gue karena gue yang udah ngerencanain pertemuan kita di restoran itu.Kalau gue gak ngerencanain pertemuan kita ini pasti sekarang gue baik baik aja dan lagi rebahan di rumah'Batin Zanna'
"Udah mendingan?"Tanya Varo menatap Zanna,Zanna pun mengangguk.
Varo berhenti mengompres kaki Zanna dan berdiri,Varo menaruh handuk berisi es batu itu di baskom dan duduk kembali di kursinya.
"Motornya sudah selesai mas."Ucap pak Zaki yang berjalan menghampiri Zanna dan Varo.
"Iya pak,jadi berapa biayanya?"Tanya Varo.
"Udah gak usah mas,saya kasih gratis itu."
"Lho,jangan pak.Ini saya bayar,berapa?"Tanya Varo.
"Udah mas nggak usah,saya ikhlas bantuin."
"Yaudah pak kalau gitu,makasih banyak ya."Ucap Varo tersenyum.
"Iya sama-sama,ayo itu diminum tehnya.Saya mau masuk ke dalam rumah dulu sebentar."Ucap pak Zaki dan melangkah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Varo dan Zanna pun meminum tehnya yang sudah dingin.
"Ayo Al kita pulang,ini udah malam banget pasti."Ucap Zanna meletakkan gelasnya yang sudah kosong di atas nampan.
"Ayo,kita pamitan dulu."Ucap Varo yang juga meletakkan gelasnya yang kosong di atas nampan dan berdiri dari duduknya.
"Pak,pak Zaki!"Panggil Varo dan berdiri di ambang pintu rumah pak Zaki.
Pak Zaki pun keluar dari rumahnya.
"Pak,kami mau pulang sekarang udah malam soalnya."Ucap Varo.
"Oh iya mas,mas sama mbaknya hati-hati dijalan."Ucap pak Zaki tersenyum.
Varo dan Zanna pun mengangguk.,Varo berbalik badan menghampiri Zanna yang masih duduk.
"Lo bisa jalan nggak?"Tanya Varo saat sudah berdiri dihadapan Zanna.
"Bisa kok,kaki gue juga udah nggak terlalu sakit lagi."Jawab Zanna dan berdiri dari duduknya.
"Yaudah,ayo pulang."Ucap Varo dan berjalan terlebih dahulu.
"Mari pak."Ucap Zanna tersenyum ramah menatap ke arah pak Zaki.
Pak Zaki mengangguk dan tersenyum menatap Zanna.
"Sandal gue mana?"Tanya Zanna celingak-celinguk melihat ke sekitar.
"Emangnya tadi lo pakai sandal?"Tanya Varo menatap Zanna.
"Ya pakek lah,masak gue nyeker."
"Lo aja yang punya sandal gak tahu, apalagi gue."Ucap Varo.
"Lha iya,gue juga baru nyadar kalau sandal gue gak nempel di kaki gue.Pasti tadi pas di gang sandal gue lepas dari kaki pas gue lari dikejar preman itu atau kalau enggak pas gue jatuh."
"Bisa jadi."Ucap Varo manggut-manggut.
"Yaudah mbak pakai sandal jepit punya istri saya aja,itu."Sahut pak Zaki yang mendengar percakapan Varo dan Zanna sambil menunjuk sandal jepit berwarna hitam di teras.
"Oh enggak usah pak makasih,kalau gitu kami pulang dulu ya."Ucap Zanna dan melangkah pergi diikuti Varo.
Varo pun menaiki motornya diikuti Zanna,Varo segera melajukan motornya meninggalkan rumah pak Zaki.
__ADS_1
"Dingin Al,gue boleh kan peluk lo."Ucap Zanna dan langsung memeluk Varo sambil menyandarkan kepalanya di punggung Varo.
"Oh i-iya,terserah elu."Ucap Varo yang agak heran dengan sikap Zanna.