Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Sebuah Ide


__ADS_3

Ceklek


"Ayo masuk."Ucap Rianti melangkah masuk ke dalam kamar diikuti Sasya,mereka pun duduk di tepi ranjang.


"Lo udah sembuh Rianti?"Tanya Sasya menatap Rianti.


"Udah,besok gue mau sekolah."Jawab Rianti menatap Sasya.


Tok


Tok


Tok


Rianti pun berjalan ke arah pintu dan membukanya.


Ceklek


Terlihat Bi Laras berdiri di depan pintu kamar Rianti dengan membawa nampan berisi 2 buah piring makanan dan 2 gelas air putih.


"Mau ditaruh dimana ini non Rianti?"Tanya Bi Laras.


"Taruh aja di atas nakas bi."Jawab Rianti.


Bi Laras pun masuk ke dalam kamar Rianti dan menaruh nampan itu di atas nakas.


"Makasih ya Bi."Ucap Rianti yang berdiri di samping bi Laras.


"Sama-sama non Rianti,kalau begitu bibi permisi dulu."Ucap Bi Laras dan pergi dari kamar Rianti.


Sasya dan Rianti pun makan siang dengan duduk di bawah beralaskan karpet bulu yang halus bermotif hewan.


"Tadinya sih gue kesini cuma mau ketemu sama ngobrol-ngobrol sama lo doang,gak tahunya dikasih makan siang juga."Ucap Sasya saat sudah selesai makan.


"Kan ini udah waktunya makan siang,masak gue makan lo enggak.Emangnya lo mau ngobrol apaan sama gue?"


"Keisha udah maafin gue."


"Hah,serius?"Tanya Rianti tak percaya.


"Iya,cuma dia kayak enggak benar-benar maafin gue gitu.Kayak masih kesel sama gue."Jawab Sasya.


"Udah biarin aja dia,sebentar lagi kita kan mau lulus.Dan gue harap kita gak bakalan ketemu sama Keisha lagi."


Sasya pun manggut-manggut mendengar ucapan Rianti,akhirnya mereka pun mengobrol ke sana kemari sampai sore hari.


"Gue pulang dulu ya,udah sore."Ucap Sasya.


"Gak seru amat lo,ngapain sih pulang?"Tanya Rianti sedikit kecewa.


"Gue kan harus kerja Rianti,buat bayar sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari."


"Oh iya gue lupa kalau lo kerja,kalau gitu lo hati-hati pulangnya."Ucap Rianti berdiri dari duduknya.


"Yaudah kalau gitu gue pulang dulu ya."Ucap Sasya berdiri dari duduknya dan melangkah pergi dari kamar Rianti.

__ADS_1


Saat Sasya akan keluar dari pintu depan rumah dia berpapasan dengan Bima yang hendak masuk ke dalam rumah.


"Om."Sapa Sasya tersenyum sekilas.


Bima hanya meliriknya sinis dan berjalan masuk ke dalam rumah,Sasya pun akhirnya pulang.


Malam harinya


Darren sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memandangi langit-langit kamarnya,Darren baru saja selesai makan malam bersama kedua orang tuanya.


"Gue punya ide untuk bikin hubungan Keisha dan Varo semakin memburuk,bahkan kalau bisa sampai mereka putus."Gumam Darren.


Darren pun bangun dari rebahan nya dan mengambil handphonenya yang berada di atas nakas,Darren pun menghubungi Zanna akan tetapi Zanna tidak bisa dihubungi.


Darren terus mencobanya tapi tetap saja Zanna tidak bisa dihubungi.


"Ini si Zanna kemana sih kok gak bisa dihubungi."Ucap Darren kesal.


Darren pun kembali menaruh handphonenya di atas nakas.


"Besok aja deh gue hubungi Zanna lagi,semoga aja bisa."Ucap Darren dan pergi tidur.


Keesokan harinya


Darren sudah siap untuk pergi ke sekolah.


"Kamu gak sarapan dulu Darren?"Tanya mama Renita saat berpapasan dengan Darren di ruang tamu.


"Enggak usah ma."Ucap Darren menyalami tangan Mama Renita.


Ceklek


Saat Darren membuka pintu terlihat Varo sudah berdiri di sana lengkap dengan memakai seragamnya.


"Buset,rajin amat lo udah ada di sini aja.Ngapain?"Tanya Darren.


"Gue mau berangkat sekolah bareng lo,motor gue kan masih ada di parkiran sekolah."Jawab Varo.


"Emangnya lo udah sembuh?"


"Lo lihat dong gue sehat kayak gini,lagian waktu itu gue cuma demam sedikit.Bunda aja yang heboh."Jawab Varo.


"Yaudah kalau gitu kita berangkat sekarang aja."


"Yaudah,ayo."


Merekapun akhirnya berangkat sekolah bareng dengan Varo dibonceng oleh Darren.


Gue harap Zanna juga udah masuk sekolah hari ini'Batin Darren'


Tak berselang lama mereka pun sudah sampai di sekolah,Varo dan Darren pun berjalan beriringan menuju kelas mereka.


"Stop."Ucap Santi tiba-tiba dan berdiri di hadapan Varo dan Darren.


"Lo apa-apaan sih main stop-stop aja."Ucap Darren kesal.

__ADS_1


"Gue mau bicara sama Varo."Ucap Santi melirik Darren sinis,Darren hanya memutar kedua bola matanya malas.


"Mau bicara apa?"Tanya Varo.


"Lo sama Zanna waktu itu habis darimana?"Tanya Santi.


"Kapan?"Tanya Varo bingung.


"Itu lho,yang waktu lo gendong Zanna yang lagi pingsan."


"Oohh itu,emmm gue sama Zanna terkunci di dalam gudang waktu itu."Ucap Varo.


Zanna'Batin Darren'


Darren pun berjalan mendekati Zanna yang sedang berjalan menuju kelasnya.


"Darren,mau kemana lo?"Tanya Varo saat melihat Darren melangkah pergi,Varo pun ingin menyusul Darren pergi tapi dicegah oleh Santi.


"Tunggu dulu,lo berdua doang sama Zanna waktu terkunci di dalam gudang?"Tanya Santi kepo.


"Kenapa sih lo tanya-tanya mulu,gue mau pergi."


"Pelit amat lo gak mau cerita."Ucap Santi dengan ekspresi kesal.


"Biarin,dasar tukang gosip lo."Ucap Varo dan melangkah pergi dari sana dan pergi ke kelas.


Zanna dan Darren sedang berada di taman dan berdiri berhadapan.


"Ngapain sih lo ajak gue kesini?"Tanya Zanna.


"Lo udah sembuh emangnya,kok udah masuk sekolah?"


"Udah dong,gue bukan perempuan lemah yang harus nginep di rumah sakit berbulan-bulan hanya karena pingsan dan sedikit demam."


"Ya ya ya gue percaya,eh btw gue punya ide nih untuk Keisha dan Varo supaya mereka bertengkar lagi.Kalau perlu sampai putus hubungan mereka."Ucap Darren.


"Wahh jahat banget lo."


"Gue bukannya jahat,gue cuma gak tega aja lihat Keisha yang terus disakiti Varo.Gue greget banget tahu sama Varo,dan lo juga bakalan seneng kan kalau Keisha sama Varo itu putus."


"Iya juga sih,emangnya apa ide lo?"Tanya Zanna.


Darren pun mulai menjelaskan ide apa yang dia punya untuk membuat Keisha dan Varo putus,Zanna mendengarkannya dengan seksama sambil manggut-manggut.


"Lo paham nggak,dari tadi manggut-manggut doang kayak robot."Ucap Darren saat sudah menjelaskan ide yang dia punya.


"Iya gue paham."


"Bagus deh kalau gitu,oh iya ngomong-ngomong kenapa sih handphone lo gak bisa dihubungi?"Tanya Darren.


"Handphone gue rusak tahu karena terkena air hujan semalaman,yang waktu gue terkunci di dalam gudang."Jawab Zanna.


"Oohh gitu,gue kira kenapa lo gak bisa dihubungi."Ucap Darren.


Tak lama kemudian terdengar bel masuk berbunyi,Zanna dan Darren pun pergi ke kelasnya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2