
"Riko,pelanin dikit kenapa ini laju motornya."Ucap Rianti takut.
"Hoaaammm,udah deh diem aja.Gue ngantuk,males debat."Ucap Riko kalem.
"Gue turun disini aja deh,gue takut lama-lama kalau lo bonceng."
"Udah setengah perjalanan minta turun."Gerutu Riko kesal.
Saat Riko akan belok di sebuah jalan,tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang.Dannnnn....
Pyaarr
"Nyonya gak papa?"Tanya Bi Marni menghampiri Rina di ruang tamu.
"Enggak Bi,saya enggak papa.Tadi gelasnya jatuh pas saya pegang."Jawab Rina.
Bi Marni pun membereskan pecahan gelas yang berserakan di lantai.
Rina berdiri dari duduknya dan pergi ke kamar,tiba-tiba saja perasaannya gak enak.
Di kamarnya
Rina mondar-mandir dengan gelisah,entahlah.
Dia kepikiran aja dengan Riko dan Rianti,Rina pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas dan mencari kontak Riko.
Rina pun menelfon Riko,panggilan pertama gak diangkat.Panggilan kedua baru diangkat.
"Hallo,Riko.Kamu dimana,udah sampek di rumah Rianti belum?"Tanya Rina senang begitu panggilan terhubung.
"Hallo,maaf.Anda ibunya korban ya,karena disini tertera nama Mama."Jawab seorang bapak-bapak.
"Korban apa ya Pak,Bapak ini siapa.Saya nelfon ke hp anak saya,mana anak saya?!"Tanya Rina sedikit nyolot.
"Maaf Buk,ini ada sebuah kecelakaan tabrak lari.Kebetulan,saat saya akan menolong 2 korban ini ponselnya berdering.Terus saya angkat."Jawab Bapak itu.
"Apa,kecelakaan.Apa korbannya laki-laki dan perempuan?"Tanya Rina khawatir.
"Iya,korban sudah dilarikan ke rumah sakit Permatasari."
Tut
Tut
Rina mematikan sambungan telfon sepihak,dia langsung berlari keluar kamar dan menemui sopir keluarganya yang sedang berada di pos jaga bersama satpam.
"P-Pak Saiful."Ucap Rina dengan nafas terengah-engah dan badan yang gemetar.
"Ada apa Nyonya?"Tanya Pak Saiful,Pak Tresna sang satpam pun hanya diam menyimak.
"Hiks Ri-Riko sama Rianti kecelakaan Pak."Jawab Rina mulai menangis.
"Innalilahi,sekarang gimana Nyonya keadaannya?"Tanya Pak Tresna yang juga ikut khawatir.
"Saya gak tahu Pak,hiks sekarang Riko sama Rianti dibawa ke rumah sakit Permatasari.Anterin saya ke rumah sakit ya Pak Saiful."Jawab Rina menangis.
"Baik Nyonya,saya ambil mobil dulu."Ucap Pak Saiful dan berlari menuju bagasi untuk mengambil mobil.
"Nyonya yang sabar ya,semoga mereka baik-baik saja."Ucap Pak Tresna menenangkan Rina,Rina hanya mengangguk.
TIN
__ADS_1
Rina segera masuk ke dalam mobil dan Pak Tresna segera membukakan gerbang.
Pak Saiful pun segera melajukan mobilnya ke rumah sakit Permatasari.
•
•
•
Jam menunjukkan pukul 5 sore,Zanna baru saja selesai mandi.
Tok
Tok
Tok
"Zanna!!!"Teriak Mama Nia.
"Bentar Ma!!"
'Ceklek'
Zanna membuka pintu kamarnya dan melihat Mama Nia yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ada apa Ma?"
"Itu,di bawah ada temen kamu."Jawab Mama Nia,Zanna pun mengerutkan keningnya.
"Siapa Ma,Keisha?"
"Bukan,laki-laki.Dia pernah kesini kok,tapi Mama lupa siapa namanya.Udah gih cepet temuin,Mama mau nyiram tanaman dulu."Jawab Mama Nia dan melangkah pergi.
Darren yang melihat Zanna pun berdiri dari duduknya.
"Darren,ngapain lo kesini?"Tanya Zanna menghampiri Darren.
"Ikut gue yuk."Jawab Darren menarik pergelangan tangan Zanna.
"Eh,gak mau.Lepasin,mau kemana sih?"Tanya Zanna melepaskan tangannya yang dipegang Darren,Darren menatap Zanna.
"Udah deh ikut aja,lo pasti bakalan suka kok."Jawab Darren.
"Lo mau kasih gue uang?"
"Ya enggak juga Na."Jawab Darren sedikit kesal.
"Ya terus apa,soalnya gue sukanya uang."Ucap Zanna santai.
"Pokoknya ke suatu tempat yang bakalan bikin lo seneng,udah yuk ikut gue."Ucap Darren kembali menarik pergelangan tangan Zanna dan melangkah pergi.
Saat baru beberapa langkah mereka berpapasan dengan Mama Nia yang hendak masuk ke dalam rumah.
"Kalian mau kemana?"Tanya Mama Nia melihat tangan Zanna yang dipegang Darren,Zanna pun melepaskan tangannya dengan sedikit gugup.
"Emmm ini Tan,saya dan teman-teman yang lain kan ngadain party kecil-kecilan gitu supaya makin akrab satu sama lain.Terus tinggal Zanna yang belum datang,makanya ini saya jemput.Tante izinin Zanna pergi kan?"Tanya Darren.
"Boleh,tapi pulangnya jangan malam-malam ya."Jawab Mama Nia.
"Siap Tan."
__ADS_1
"Oh iya,siapa nama kamu.Tante lupa?"Tanya Mama Nia.
"Darren Gunandra Tan,panggil aja Darren."Jawab Darren bangga.
"Iya Darren,jagain Zanna ya.Pokoknya jangan malam-malam ya pulangnya,besok kan sekolah."Ucap Mama Nia.
"Iya Tan,kalau gitu kami pergi dulu ya."Ucap Darren menyalami Mama Nia diikuti Zanna.
"Zanna pergi dulu ya Ma,assalamualaikum."
"Waalaikumsalam,hati-hati di jalan."
Zanna dan Darren pun pergi.
Di perjalanan
"Darren,ini kita mau kemana sih?!"Tanya Zanna yang dibonceng Darren.
"Udah deh,lo bakalan tahu kok sebentar lagi!!"Jawab Darren.
Zanna pun diam dengan bertanya-tanya dalam hati,kemanakah Darren membawanya?
Beberapa menit kemudian,motor Darren berhenti di depan sebuah rumah yang sangat besar.
"Ini rumah siapa Ren?"Tanya Zanna dan turun dari motor Darren.
"Rumah orangtuanya Varo."Jawab Darren santai.
"Apaaa?!"Tanya Zanna terkejut.
•
•
•
Rina sudah sampai di rumah sakit Permatasari,dia langsung turun dari mobil dan berlari menuju lorong rumah sakit.
"Maaf permisi,apa tadi ibu ya yang telfon?"Tanya seorang Bapak-bapak menghadang Rina,karena dia melihat Rina yang sedang terburu-buru.
"Iya Pak,apa tadi Bapak yang mengangkat telfon saya?"Tanya balik Rina.
"Iya Bu,ini ponsel anak ibu."Jawab Bapak itu dan memberikan ponsel Riko ke Rina,Rina pun menerima ponsel itu.
"Makasih Pak,oh iya.Gimana keadaan anak saya?"
"Masih diperiksa,mari saya antar."
Bapak itu pun mengantar Rina masuk ke dalam rumah sakit dan duduk di kursi tunggu.
"Makasih banyak ya Pak,udah nolongin anak saya."Ucap Rina tulus.
"Sama-sama Bu,sesama manusia sudah seharusnya saling tolong-menolong."
"Oh iya,nama Bapak siapa.Nama saya Rina."Ucap Rina dan menyodorkan tangannya.
"Rahmat,panggil aja Pak Rahmat."Jawab Bapak itu yang bernama Pak Rahmat sambil menjabat tangan Rina.
'Ceklek'
"Keluarga pasien?"Tanya dokter yang tiba-tiba yang keluar dari UGD,Rina dan Pak Rahmat melepaskan jabatan tangan mereka dan berdiri dari duduknya menghampiri dokter itu.
__ADS_1
"Saya dok,bagaimana keadaannya?"Tanya Rina khawatir.