Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Tidak Berjodoh


__ADS_3

Sementara itu


Bunda Marissa sedang berdiri di depan jendela kamarnya.


Ayah Nando yang baru saja keluar dari kamar mandi yang melihat Bunda Marissa sedang melamun pun berjalan menghampirinya.


"Bunda kenapa,masih mikirin Varo sama Sasya?"Tanya Ayah Nando yang sudah berdiri dihadapan Bunda Marissa.


"Iya Yah."Jawab Bunda Marissa tanpa menatap Ayah Nando.


"Mungkin mereka tidak berjodoh Bun,Bunda jangan terlalu memikirkan masalah ini.Nanti yang ada Bunda sakit lagi karena terlalu banyak pikiran."Ucap Ayah Nando.


"Varo belum pulang Yah?"Tanya Bunda Marissa menatap Ayah Nando.


"Belum,Bunda enggak usah pikirkan Varo.Dia sudah besar dan nanti juga bisa pulang sendiri,lebih baik sekarang Bunda istirahat saja."Ucap Ayah Nando,Bunda Marissa pun mengangguk.


Sementara itu di klub


Varo sudah tergeletak tak berdaya di atas sofa,botol minuman yang berada di atas meja sudah habis Varo minum semuanya.


"Ambilin lagi."Ucap Varo dan meracau tak jelas sambil mengangkat tangan kanannya yang sedang memegang botol minuman yang sudah habis.


Darren mengalihkan pandangannya dari handphone dan menatap Varo datar.


"Apa,lo mau diambilin apa.Ambil aja sendiri,gue bukan babu lo."Ucap Darren judes,karena Darren sungguh merasa sangat kecewa terhadap sikap Varo kali ini.


Varo bangun dengan susah payah,setelah Varo duduk dia mengangkat tangan kanannya hendak melempar botol minuman itu.


Darren yang melihatnya pun mengambil botol itu dari tangan Varo.


"Lo apa-apaan sih Al,kalau kena kepala orang gimana."Ucap Darren kesal.


"Gue gak peduli,gue gak peduli."Gumam Varo dan tangannya langsung meratakan habis botol-botol yang berada di atas meja sampai semua botol-botol itu jatuh pecah berserakan.


Varo pun menaruh kepalanya di atas meja.


"Al sebenernya lo itu kenapa sih,kalau lo ada masalah cerita sama gue jangan kayak gini."Ucap Darren,tapi Varo hanya diam saja.


"Mata gue udah capek dari tadi main hp mulu,udah ayo kita pulang."Ucap Darren menaruh botol minuman yang dia pegang di sofa.


Darren menyimpan ponselnya di saku celana,setelah itu Darren berdiri dari duduknya dan meraih lengan Varo untuk membantunya berdiri.


"Lo itu nyusahin tahu nggak."Ucap Darren saat dia kesulitan untuk memapah Varo.

__ADS_1


Tiba-tiba saja ada seorang wanita cantik dan sexy berjalan mendekati Darren.


"Sepertinya Tuan sedang kesulitan,boleh saya bantu."Ucap wanita itu sambil menunjukkan wajah genitnya.


"Gak usah,udah sana pergi."Ucap Darren judes.


"Enggak apa-apa Tuan saya bantu."Ucap wanita itu dan merangkul lengan Varo yang satunya lagi.


"Gue bilang gak usah,lepasin tangan sahabat gue.Jijik tahu nggak."Ucap Darren.


Wanita itu pun melepaskan tangan Varo dan pergi dari sana dengan perasaan kesal.


Darren pun memapah Varo keluar dari klub itu dengan susah payah.


"Gak mungkin kan kalau gue bawa pulang Varo naik motor,gue naik taxi aja deh."Gumam Darren.


Darren pun berjalan memapah Varo ke pinggir jalan raya untuk mencegat taxi.


Tak berselang lama ada sebuah taxi yang lewat,Darren pun menyetopnya.


Taxi berhenti,bapak-bapak sopir taxi itu pun keluar dari dalam mobil dan membantu Darren memapah Varo masuk kedalam taxi dan membaringkan Varo di kursi belakang.


Darren pun duduk di kursi depan di samping pak sopir,pak sopir itu pun masuk kedalam mobil dan segera melajukan nya pergi ke rumah Darren sesuai dengan petunjuk Darren.


"Emmm maaf mas kalau saya kepo,itu temannya kenapa ya?"Tanya bapak sopir taxi itu menoleh sekilas kearah Darren lalu kembali menatap jalanan di depan.


"Oalla gitu,mungkin setelah teman mas sadar dia bakalan cerita sama mas apa masalah yang sebenarnya dia alami."Ucap pak sopir taxi itu tanpa menoleh kearah Darren.


"Iya pak semoga aja dia mau cerita,saya juga penasaran apa masalah yang sudah dia alami."Ucap Darren dan menoleh kearah Varo yang dari tadi terus saja meracau tak jelas,Darren pun kembali menatap lurus ke depan.


Tak lama kemudian taxi pun berhenti di depan gerbang rumahnya Darren.


Darren membayar ongkos taxi lalu keluar dari dalam taxi.


"Pak Damar!"Panggil Darren kepada satpam di rumahnya.


Pak Damar yang sedang berada di pos satpam minum kopi pun menaruh kopinya di atas meja lalu langsung keluar dari dalam pos,membuka pintu gerbang dan berjalan menghampiri Darren.


"Pak tolong bantu saya untuk bawa Varo kedalam rumah ya."Ucap Darren pada pak Damar yang sudah berdiri di sampingnya.


"Baik mas."Ucap pak Damar.


Merekapun mengeluarkan Varo dari dalam taxi dan memapahnya masuk kedalam rumah,taxi pun melaju meninggalkan rumah Darren.

__ADS_1


Sesampainya di ruang tamu ternyata ada Mama Renita dan papa Dimas yang sedang duduk di sofa mengobrol.


"Itu Alvaro kan?"Tanya papa Dimas saat melihat Darren.


Papa Dimas pun berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Darren.


"Iya pa."Jawab Darren.


"Kenapa dia kok sampai kayak gini?"


"Darren gak tahu pa,bantuin kenapa pa bawa ke kamar tamu."Ucap Darren.


Papa Dimas pun mengambil alih posisi pak Damar yang merangkul Varo.


"Pak Damar makasih banyak ya."Ucap Darren.


"Iya sama-sama,kalau begitu saya kembali dulu ke pos."Ucap pak Damar dan melangkah pergi.


Darren dan papa Dimas pun memapah Varo menuju ke kamar tamu,diikuti Mama Renita di belakangnya.


Sesampainya di kamar tamu Darren dan papa Dimas pun membaringkan Varo di atas ranjang.


"Nyusahin amat sih lo Al."Ucap Darren kesal.


"Kapan Alvaro pulang,kok papa enggak tahu?"Tanya papa Dimas menatap Darren.


"Tadi pagi pa katanya Varo sampai sini."Jawab Darren.


"Yasudah,ayo kita keluar.Biarkan Varo istirahat."Ajak Mama Renita.


Mereka semua pun keluar dari kamar tamu.


Keesokan harinya


Darren yang sudah mandi dan berpakaian rapi pun sedang berjalan pergi ke kamar tamu untuk menemui Varo.


Ceklek


"Selamat pagi bos."Ucap Darren saat melihat Varo sudah bangun dan bersandar di sandaran tempat tidur.


Varo hanya menoleh kearah Darren sekilas lalu menatap ke depan.


Darren menutup pintu dan berjalan menuju jendela,menyingkap tirai nya dan membuka jendelanya sehingga sinar matahari pun masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Sekarang lo jelasin ke gue,ada masalah apa lo?"Tanya Darren menatap Varo.


Varo menghela nafas panjang sebelum mulai bercerita,Varo pun mulai menceritakan apa masalah yang sedang dia hadapi dan betapa marah serta kecewanya Varo terhadap Sasya.


__ADS_2