
Beberapa minggu kemudian
Hari ini Zanna pulang dari kampus dengan sangat semangat,Zanna pulang naik taxi karena Varo tidak bisa menjemputnya tadi.
"Bi."Ucap Zanna menghampiri Bi Siti yang sedang masak makan siang.
"Iya non?"
"Zanna mau dibuatin jus mangga boleh?"Ucap Zanna berbinar.
"Boleh kok,kebetulan tadi pagi Bibi beli beberapa buah-buahan."
"Makasih ya Bi,Zanna tunggu di ruang makan."Ucap Zanna dan melangkah pergi ke ruang makan.
Bi Siti pun segera membuatkan jus mangga untuk Zanna,setelah itu langsung menghampiri Zanna di ruang makan dengan memberikan jus itu.
"Makasih ya Bi."Ucap Zanna bahagia sambil menerima jus itu.
"Sama-sama non,kalau gitu Bibi lanjut masak ya."
"Iya Bi."Ucap Zanna tersenyum.
Zanna pun langsung meminum jus mangga itu yang terasa sangat enak dan segar.
Sementara itu di rumah sakit jiwa tempat Laila.
Beberapa perawat di sana heboh karena Laila berhasil kabur dari sana dengan membawa sebuah pisau,kenapa bisa Laila kabur dengan membawa pisau?
Karena tadi ada seorang perawat yang sedang duduk berdua di dalam kamar Laila sedang mengupas buah-buahan untuk Laila,sampai tiba-tiba ada seorang perawat lain yang memanggilnya untuk meminta tolong.
Perawat Laila pun mengiyakan dan dengan cerobohnya meninggalkan Laila di dalam kamar sendiri dengan pintu kamar tidak dikunci,dan pisau nya pun masih ada di antara buah-buahan itu.
Laila yang melihat ada kesempatan dan senjata untuk kabur tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu,Laila pun kabur.
"Bagaimana bisa dia kabur,pakai bawa pisau lagi!!!"Ucap pimpinan mereka marah.
"Maaf Bu saya gak sengaja."Ucap perawatnya Laila.
"Baiklah,sekarang kita harus mencari keberadaan Laila secepat mungkin.Saya takut dia akan melukai seseorang di luar sana."
"Baik Bu."
Akhirnya mereka semua pun mencari keberadaan Laila di semua penjuru.
Sementara itu
Laila dengan santainya berjalan pulang ke rumahnya,dia menyembunyikan pisau yang dia bawa ke dalam bajunya.
"Gua akan menang Zanna gue akan menang dari lo,sebentar lagi gue akan datang menemui lo dan menyelesaikan semuanya."Gumam Laila tersenyum sendiri.
Setelah 2 jam berjalan ke arah rumahnya akhirnya Laila pun sampai,dengan bersikap biasa saja Laila pun mengetuk pintu rumahnya.
Pintu terbuka,terlihat Bi Narsih di sana.
"Astaga non Laila?!"Ucap Bi Narsih terkejut.
__ADS_1
"Laila udah pulang Bi."Ucap Laila tersenyum.
"Ini beneran non Laila,non Laila apakah sudah sembuh kok pulang?'Tanya Bi Narsih curiga.
"Laila udah sembuh bibi bisa lihat sendiri kan."Ucap Laila masih tersenyum.
"Syukurlah,ayo masuk bibi buatkan makan siang ya."Ucap Bi Narsih.
"Laila mau pergi ke kamar aja Bi istirahat."
"Yasudah terserah non Laila saja."Ucap Bi Narsih.
Laila tersenyum dan melangkah masuk ke dalam kamarnya.
"Non Laila apa benar-benar sudah sembuh,tapi kalau dilihat-lihat non Laila emang udah biasa gitu ya sikapnya.Dia senyum-senyum."Gumam Bi Narsih.
Bi Narsih pun tak ingin ambil pusing dan memilih untuk memasak.
Sore menjelang malam terlihat Laila keluar dari dalam kamar dengan penampilan yang sangat rapi dan cantik.
"Wahhh non Laila cantik banget,mau pergi kemana?"Tanya Bi Narsih.
"Laila mau pergi ke apotek Bi,mengecek aja di sana."Jawab Laila seperti orang normal,padahal dia kan gak normal.
"Yasudah kalau begitu,hati-hati di jalan ya non."
"Iya Bi."Ucap Laila dan melangkah pergi.
Laila pun pergi ke rumah Zanna dengan mengendarai mobilnya.
Laila keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam.
"Ehhh ada Laila,ayo masuk."Ucap Mama Nia yang melihat Laila memasuki ruang tamu.
"Apa kabar Om sama Tante?"Ucap Laila dan menyalami tangan Mama Nia dan P.Subroto bergantian lalu duduk di salah satu sofa.
"Kabar kami baik,kabar kamu sendiri bagaimana.Kenapa handphone kamu enggak bisa dihubungi,Zanna pengen ketemu sama kamu padahal."Ucap Mama Nia.
"Maaf ya Tan,handphone Laila rusak dan masih di servis.Oh iya,Zanna mana?"Tanya Laila.
"Zanna kan sudah menikah,jadi dia ikut suaminya.Tidak tinggal disini lagi."Jawab P.Subroto.
"Kalau gitu Laila boleh gak minta alamat rumah suaminya Zanna?"Ucap Laila.
"Boleh dong,nanti Tante kasih."Ucap Mama Nia.
Akhirnya mereka semua pun mengobrol sampai jam makan malam akan tiba.
"Laila pamit pergi dulu ya Om Tan,udah malam soalnya."Pamit Laila.
"Gak sekalian makan malam dulu disini setelah itu pulang?"Ucap Mama Nia.
"Enggak deh Tan,Laila mau makan malam sama Zanna."
"Baiklah kalau begitu,sebentar Tante kasih alamat rumah nya Zanna dan suaminya ya."Ucap Mama Nia mengambil secarik kertas dan menuliskan alamat rumah baru Zanna dan Varo di sana,setelah itu memberikannya kepada Laila.
__ADS_1
"Terima kasih banyak ya Tan,kalau gitu Laila pergi dulu."Ucap Laila menyalami tangan Mama Nia dan P.Subroto.
"Hati-hati di jalan ya."Ucap Mama Nia tersenyum.
"Iya Tan."Ucap Laila balas tersenyum.
Laila pun melangkah pergi dari sana lalu mengendarai mobilnya menuju rumah baru Zanna dan Varo dengan perasaan yang sangat bahagia dan tersenyum seperti psikopat.
Sementara itu
Zanna dan Varo sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton tv,sambil menunggu Bi Siti selesai masak makan malam juga.
"Al."Panggil Zanna manja dan bergelayut di lengan Varo.
"Iya?"Ucap Varo.
"Beliin gue martabak ya."Ucap Zanna menatap Varo.
"Enggak,gue gak mau."Ucap Varo cepat dan menatap Zanna.
"Kenapa?"Tanya Zanna cemberut.
"Kenapa,karena setiap kali lo minta gue beliin makanan terus pas gue udah pulang bawa makanan pesenan lo,lo nya malah tidur.Dan alhasil,makanan yang gue beli terbuang sia-sia karena gak ada yang makan."Ucap Varo sedikit kesal.
Beberapa minggu ini Zanna selalu menyuruhnya untuk membelikan makanan tapi saat Varo sudah membeli makanan pesanan Zanna dan sudah sampai di rumah Zanna malah tidur,seperti kejadian waktu Zanna minta dibeliin es krim waktu itu.
"Kali ini enggak deh,gue gak tidur.Gue akan nungguin lo bawa makanan pesenan gue,lo beliin gue martabak ya."Ucap Zanna memohon.
"Gue gak mau."Ucap Varo acuh dan menatap ke layar televisi.
"Ayolah Al beliin gue."Ucap Zanna merengek.
Zanna bergelayut manja pada Varo,Zanna juga mencium pipi Varo untuk membujuknya tapi tetap saja Varo hanya diam dan tak mau membelikan Zanna martabak.
"Lo mau beliin gue martabak apa enggak!!!"Teriak Zanna kesal dan menginjak kaki Varo dan mencubit pinggangnya dengan sekuat tenaga.
"Aduhhh,lepasin Na.Iya iya gue beliin."Ucap Varo merintih.
Zanna pun melepaskan cubitannya dan menurunkan kakinya yang menginjak kaki Varo.
"Yaudah lo beliin ya,jangan lama-lama."Ucap Zanna tersenyum menatap Varo.
"Iya Zanna,cintaku sayangku,separuh penderitaan ku."Ucap Varo kesal,tapi yang ada Zanna malah senyum-senyum.
Varo pun pergi membeli martabak pesanan Zanna dengan mengendarai motornya.
Zanna pun melangkah pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memainkan handphonenya.
30 menit kemudian
Zanna yang merasa sudah lapar pun akhirnya memutuskan untuk keluar kamar dan pergi ke dapur apakah Bi Siti sudah selesai memasak apa belum.
Sesampainya di dapur Zanna terkejut melihat Laila ada di sana dengan memegang pisau di tangannya yang sudah berlumuran darah.
Dan Zanna juga melihat Bi Siti yang tergeletak dengan bersimbah darah,badan Zanna gemetar melihat hal itu.
__ADS_1