
"Gue pengen ketemu dulu sama Rianti sebelum gue pergi,gue minta Rianti untuk datang ke rumah gue aja."Gumam Sasya.
Sasya mengambil handphonenya yang berada di atas nakas lalu mencari kontak Rianti,setelah ketemu Sasya langsung menelfon Rianti.
Dering pertama langsung diangkat oleh Rianti.
"Hallo Sya,lo apa kabar?"Sapa Rianti.
"Gue gak baik-baik aja Rianti."Ucap Sasya sedih.
"Apa maksud lo gak baik-baik aja?"Tanya Rianti bingung.
"Lo ke rumah gue aja ya sekarang,gue bakalan ceritain kejadian buruk yang gue alami."Jawab Sasya.
"Sorry ya kalau sekarang gue gak bisa,ini gue lagi ada di perjalanan mau ke rumah papa soalnya udah lama banget gue gak ke sana.Setelah pulang dari rumah papa gue bakalan langsung ke rumah lo."Ucap Rianti.
"Iya Rianti gak papa,gue tunggu lo di rumah."
"Iya."
Tut
Panggilan pun terputus.
Sementara itu
Rianti sudah sampai di rumah Bima,saat Rianti melangkah masuk ke dalam rumah terlihat Bima sedang duduk di sofa ruang tamu bersama dengan seorang perempuan yang cantik dan seksi.
"Pa."Ucap Rianti yang berdiri di pintu masuk.
Bima dan perempuan itu pun menoleh kearah Rianti.
"Dia siapa pa?"Tanya Rianti berjalan mendekati Bima.
Bima dan perempuan itu pun berdiri dari duduknya.
"Dia ini istri papa,istri siri."Jawab Bima dengan bangga,sementara perempuan itu bersedekap dan menatap Rianti dengan sombong.
"Apa,papa nikah siri sama dia?"Tanya Rianti terkejut.
"Dia dia,ini itu ibu tiri kamu."Ucap Bima tak terima.
"Bi Laras mana pa?"Tanya Rianti.
"Gak ada,Bi Laras sudah dipecat."Jawab ibu tiri Rianti.
"Apa dipecat,kenapa?"
"Ya karena aku enggak suka sama Bi Laras,jadi ya dipecat aja."Jawab perempuan itu santai.
"Kurang ajar lo,lo tahu nggak sih kalau Bi Laras itu udah gue anggep sebagai keluarga?!"Ucap Rianti marah dan akan meraih rambut perempuan itu,tapi tangannya di cengkeram erat oleh Bima.
"Kamu jangan kurang ajar ya sama Bella,dasar pembunuh!"Ucap Bima pelan penuh penekanan dan melepaskan tangan Rianti.
"Pa,Rianti mohon tinggalin perempuan ini.Rianti yakin pasti dia nggak tulus sama papa,pasti cuma mau morotin papa doang."Ucap Rianti.
Plaakkk
Bima pun menampar pipi kiri Rianti,Bella ibu tiri Rianti yang melihat itu hanya tersenyum sinis.
Rianti memegangi pipi kirinya yang ditampar Bima.
"Jangan ngomong sembarangan ya,mendingan kamu pergi dari sini.Mulai sekarang kamu enggak usah ke sini lagi!!!"Bentak Bima.
"Tapi pa-."
__ADS_1
"Pergi!!!"Bentak Bima sekali lagi.
"Mas sudah dong,jangan marah-marah."Ucap Bella lembut dan menggandeng lengan kiri Bima.
"Anak ini membuat emosi saja."Ucap Bima menoleh kearah Bella dan tersenyum.
"Papa lihat aja ya suatu saat nanti kalau perempuan ini itu emang gak tulus sama papa."Ucap Rianti berbalik badan dan melangkah pergi dari sana.
Oh iya,gue kan harus pergi ke rumah Sasya'Batin Rianti'
Rianti pun memutuskan untuk pergi ke rumah Sasya menaiki taxi.
•
•
•
Rianti sudah sampai di rumah Sasya dan sekarang mereka sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Lo kenapa Sya,ada masalah apa?"Tanya Rianti yang duduk di sofa di hadapan Sasya.
Sasya pun mulai menceritakan mulai dari kejadian di hotel saat itu sampai Sasya yang ditinggalkan oleh Varo.
"Siapa laki-laki itu?"Tanya Rianti penasaran karena karena Sasya tak menyebut nama laki-laki yang sudah membuat Sasya hamil.
"Gue gak akan sebutin namanya."Jawab Sasya.
"Baiklah gak masalah,tapi ini lo mau pergi kemana?"
"Pokoknya gue bakalan pergi dari sini,gue cuma pengen pamitan aja sama lo."Jawab Sasya.
"Yaudah gak papa,lo hati-hati ya perginya.Jangan lupa selalu kabari gue."
Akhirnya merekapun lanjut mengobrol sampai jam makan malam tiba,Rianti pun pamit untuk pulang.
•
•
•
Saat Rianti sudah sampai di rumah terlihat Riko sedang berdiri di depan pintu sambil bersedekap.
"Dari mana aja lo jam segini baru pulang?"Ucap Riko.
"Bukan urusan lo."Jawab Rianti judes.
"Papa sama Mama nyuruh kita datang ke rumahnya untuk makan malam."Ucap Riko.
"Yaudah tunggu bentar gue mau mandi dan siap-siap dulu."Ucap Rianti dan melangkah masuk ke dalam rumah.
Riko pun masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu Rianti.
15 menit kemudian
Rianti sudah siap dan menghampiri Riko di ruang tamu.
"Udah?"Tanya Riko menatap Rianti,Rianti mengangguk.
"Yaudah ayo kita segera pergi."Ucap Riko lalu berdiri dari duduknya.
"Gue naik taxi aja."
"Kenapa?"
__ADS_1
"Gue takut dibonceng sama lo."Jawab Rianti takut-takut.
"Yaudah iya,gue gak akan melaju dengan kencang."Ucap Riko.
Dengan sedikit ragu Rianti pun akhirnya mau dibonceng Riko.
Saat di perjalanan
Benar saja Riko melajukan motornya dengan kecepatan sedang,Rianti pun memeluk Riko dan menyandarkan kepalanya di punggung Riko.
Hanya saat mereka naik motor saja Rianti berani memeluk Riko,Riko pun juga sepertinya tak mempermasalahkan hal itu.
"Riko lo kapan sih mau berubah,gue udah capek nasehatin lo ini itu."Ucap Rianti.
"Gak tahu gue."Jawab Riko singkat dan santai.
Tak lama kemudian merekapun sudah sampai di rumah Raka.
Riko dan Rianti pun turun dari motor dan melangkah masuk ke dalam rumah.
"Kalian sudah datang?"Sapa Rina yang sedang duduk di sofa ruang tamu bersama Raka saat melihat Riko dan Rianti memasuki ruang tamu.
Rina berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Riko dan Rianti,Rina pun memeluk Rianti dan Riko secara bergantian.
"Kalian apa kabar?"Tanya Rina tersenyum menatap Riko dan Rianti secara bergantian.
"Baik ma."Jawab Riko.
"Yasudah,ayo sekarang kita makan malam."Ajak Rina.
Mereka semua pun menuju ruang makan dan makan malam bersama dengan hening.
Sementara itu
Zanna sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memandangi handphonenya.
Zanna mencari kontak Varo dan video call Varo,dering pertama langsung diangkat oleh Varo.
"Iya hallo Na."Sapa Varo tersenyum.
"Lagi ngapain Al,gue ganggu nggak?"Ucap Zanna tersenyum lebar.
"Ini lagi makan,lo udah pulang dari rumah sakit?"
"Udah,tadi pagi gue pulang."
"Emangnya lo udah sembuh kok udah pulang?"Tanya Varo.
"Udah dong,waktu gue lihat lo gue langsung sembuh."Jawab Zanna.
"Bisa aja lo."Ucap Varo tersenyum.
Ya ampun Al,lo tampan banget si.Pokoknya lo harus jatuh ke dalam pelukan gue'Batin Zanna'
"Gue pengen banget Al ketemu langsung sama lo."Ucap Zanna.
"Lo tenang aja,setelah gue lulus kuliah gue bakal balik lagi ke sana.Kita bisa ketemuan di cafe atau dimana gitu."Ucap Varo.
"Masih beberapa tahun lagi,lama.Kalau nanti gue sakit lagi gimana."Ucap Zanna cemberut.
"Emang ada hubungannya sama gue?"
"Iya ada dong,kalau gue pengen sesuatu tapi gak dituruti gue bakalan sakit.Gue gak akan sembuh sebelum keinginan gue itu dituruti,sekarang gue cuma pengen ketemu sama lo gak pengen yang lain."Ucap Zanna berbohong.
"Baiklah,gue akan pulang demi lo dan sekalian pulang mengunjungi Ayah sama Bunda."Ucap Varo akhirnya.
__ADS_1