
Zanna sedang berada di sebuah taman yang sangat luas,Zanna yang merasa bingung tiba-tiba berada di sini pun menoleh ke sekitar.
Di depan Zanna ada sebuah dekorasi,Zanna mengerutkan keningnya melihat itu.
"Itu dekornya untuk pernikahan nggak sih."Gumam Zanna.
Ini dimana coba,kenapa gue ada di sini 'Batin Zanna'
Tiba-tiba saja ada seorang laki-laki yang berpakaian serba putih lewat di samping Zanna,mulai dari cerita sampai jas semua berwarna putih.
"Mas."Panggil Zanna.
Laki-laki itu pun menghentikan langkahnya dan berbalik badan lalu menatap Zanna.
"Varo!"Ucap Zanna terkejut.
Varo pun berjalan lebih dekat lagi kearah Zanna,dan sekarang sudah berdiri di hadapan Zanna.
"Al,ngapain lo ada di sini?"Tanya Zanna heran.
"Gue,gue mau melamar seorang cewek yang udah buat gue jatuh cinta kepadanya."Jawab Varo tersenyum.
"Apa,melamar seorang cewek.Enggak,enggak boleh!"Ucap Zanna tegas.
"Kenapa?"
"Karena gue itu suka sama lo,udah dari zaman kita SMA.Pokoknya lo gak boleh nikah sama cewek lain selain sama gue!!"Ucap Zanna sedikit keras,karena dia benar-benar tidak rela jika Varo akan menikah dan bersanding dengan perempuan lain.
Varo tersenyum dan mengangguk pelan mendengar ucapan Zanna.
"Apa maksud lo cuma ngangguk dan senyum doang?"Tanya Zanna nyolot.
Varo pun mengulurkan tangan kanannya,Zanna pun menatap tangan Varo lalu melihat dirinya.
Ternyata sekarang Zanna sedang memakai gaun cantik berwarna putih,lalu Zanna kembali melihat ke tangan Varo dan senyum-senyum sendiri.
Sekarang gue pakek gaun warna putih,apa gue ya cewek yang akan dilamar Varo'Batin Zanna'
Zanna perlahan mengangkat tangan kanannya hendak menerima uluran tangan Varo.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba saja Zanna membuka kedua matanya,hal pertama yang Zanna lihat adalah langit-langit ruang rawat inapnya.
Perlahan Zanna pun bangun,Zanna terdiam sejenak.
Saat Zanna mengingat mimpinya yang tadi tanpa terasa air mata Zanna menetes membasahi pipinya dan Zanna mulai menangis.
"Al hiks,gue gak akan biarin lo nikah sama cewek manapun hiks.Lo harus nikah sama gue apapun yang terjadi walaupun lo gak cinta sama gue.Tapi gimana caranya kita nikah Al,orang kita aja udah gak pernah ketemu lagi."Ucap Zanna menangis sesenggukan.
Ceklek
Kevin yang baru masuk ke ruang rawat Zanna terkejut saat melihat Zanna menangis sesenggukan.
"Zanna."Ucap Kevin berjalan mendekati Zanna.
"Kevin."Ucap Zanna dan langsung memeluk Kevin yang sudah berdiri di samping ranjangnya dan membenamkan wajah Zanna di perut Zanna,Kevin pun balas memeluk Zanna.
"Zanna lo kenapa nangis?"Ucap Kevin pelan.
"Hiks hiks gue kangen banget Kevin sama Varo,udah 2 tahun an kami gak bertemu.Rasanya gue hiks hampir gila cuma karena hiks kangen."Jawab Zanna.
Varo,siapa Varo.Gue iyain aja deh,kapan-kapan gue tanya Zanna Varo itu siapa kalau kondisi Zanna udah lebih baik''Batin Kevin'
"Iya,yaudah lo tenang aja ya.Sebentar lagi pasti kalian bakalan bertemu."Ucap Kevin asal.
"Gak mungkin hiks,dia kan lagi ada diluar negeri."
"Gak mungkin juga hiks,gue bukan keluarganya jadi gak mungkin kan dia pulang ke Indonesia hanya untuk menemui gue.Hiks apalagi kan sekarang kan gue lagi ada di kota ini,bukan di kota tempat gue tinggal sama orang tua gue."Ucap Zanna.
aduhhh gue harus bilang apa kalau kayak gini,yaudah deh biarin aja deh Zanna nangis.Nanti kalau capek dia juga bakalan berhenti menangis'Batin Kevin'
Dan benar saja,beberapa menit kemudian Zanna sudah berhenti menangis,hanya terdengar isakan saja.
Zanna pun melepaskan pelukan mereka,Zanna pun pun menghapus sisa-sisa air matanya.
"Handphone,mana handphone gue."Ucap Zanna mendongakkan kepalanya menatap Kevin dengan mata sembabnya.
"Lo taruh dimana handphone lo?"Tanya Kevin mengingat mami Dinda kemarin tidak menemukan handphone Zanna di diri Zanna.
"Emmm kayaknya gue taruh didalam tas."Jawab Zanna.
"Tas lo ada di mobil,gue ambil dulu ya."
"Tasnya biarin aja di mobil,handphonenya aja yang lo ambil."Ucap Zanna.
Kevin mengangguk dan melangkah pergi dari ruang rawat Zanna.
__ADS_1
"Al,lo tahu nggak sih gue itu bener-bener suka sama lo.Gue gak akan sanggup kalau lihat lo bersanding sama cewek lain dan bukan sama gue."Gumam Zanna sedih.
Tak berselang lama Kevin pun sudah kembali dan menyerahkan handphone Zanna,Zanna menerimanya.
"Thanks."Ucap Zanna tersenyum menatap Kevin.
"Sama-sama,lo mau telfon orang tua lo dan ngasih tahu kalau sekarang lo lagi sakit?"
Zanna menggeleng.
"Gue mau hubungi temen SMA gue,namanya Darren."Jawab Zanna.
"Yaudah kalau gitu,gue duduk di sofa sana ya.Biar lo lebih nyaman ngobrolnya."Ucap Kevin,Zanna mengangguk.
Kevin pun melangkah pergi ke sofa dan duduk di sana sambil memainkan handphonenya.
Zanna mencari kontak Darren,setelah ketemu Zanna langsung menelfon Darren.
Dering pertama langsung diangkat oleh Darren.
"Iya hallo Na ada apa?"Tanya Darren saat panggilan telfon terhubung.
"Darren hiks."Ucap Zanna dan kembali terisak.
Kevin pun menoleh kearah Zanna.
Zanna dari kemarin cengeng banget ya,dan siapa itu yang namanya Darren'Batin Kevin'
Kevin pun lanjut main hp.
"Na kenapa,lo nangis?"Tanya Darren.
"Iya,gue pengen lo video call Varo.Gue pengen banget lihat dia,lo tahu kan kalau gue gak punya nomor telfon Varo."Ucap Zanna membuat suaranya terdengar sesedih mungkin.
"Kasihan banget ini adik gue sampek nangis gitu karena kangen sama Varo,sebagi abang angkat yang baik gue bakalan kasih nomor telfon Varo ke lo."
"Gue pengen lo video call duluan terus kalian ngobrol gitu,habis itu lo video call gue dan lo bilang aja ke Varo kalau lo juga pengen video call gue dan ajak gue gabung sama kalian."Ucap Zanna.
"Baiklah,tapi gak bisa ya video call sekarang."
"Kenapa gak bisa?!"Tanya Zanna nyolot.
"Ya karena kan sekarang di Amerika itu masih malam,kalau gue video call Varo sekarang yang ada Varo marah karena gue udah ganggu tidurnya."Jawab Darren.
"Tapi Darren,gue beneran pengen lihat Varo hiks."Ucap Zanna dan kembali menangis.
__ADS_1
"Udah ya Zanna,lo jangan nangis lagi.Lo gak capek apa dari kemarin nangis mulu,mending sekarang lo makan."Sahut Kevin menoleh kearah Zanna.
Zanna yang nangis tapi Kevin yang merasa capek lihat Zanna nangis dari kemarin,Zanna pun menoleh kearah Kevin.