
"Aduh,yaudah ayo kita kembali ke pasar malam."Ucap Varo melepaskan tangan Zanna yang mencubitnya dan menggenggamnya.
Merekapun melangkah pergi ke pasar malam sambil bergandengan tangan.
Kalau waktu bisa berhenti berputar,gue pengen berhenti sekarang juga'Batin Zanna'
Kok gue merasa nyaman banget ya sama Zanna,dia emang suka marah-marah tapi gue gemes banget sama Zanna pengen gue peluk sampek remuk tulangnya'Batin Varo'
"Lo mau beli siomay nggak?"Tanya Varo menoleh kearah Zanna.
"Enggak,gue mau keliling-keliling.Nanti aja beli makan kalau mau pulang."
"Yaudah kalau gitu."Ucap Varo.
Akhirnya Zanna dan Varo pun berjalan mengelilingi pasar malam itu dan melupakan Darren,setelah berkeliling cukup lama akhirnya Zanna pun mengajak Varo untuk makan mie ayam,Varo pun mengiyakannya.
Setelah mereka makan mie Varo pun baru ingat dengan Darren.
"Darren,Darren mana?"Tanya Varo menatap Zanna.
"Gak tahu,coba kita lihat di parkiran motornya masih ada apa enggak.Masak Darren pulang duluan."Jawab Zanna.
Varo dan Zanna pun melangkah pergi ke parkiran,sesampainya di parkiran Varo tidak melihat motor Darren berada di sampingnya.
"Motornya Darren kok gak ada."Ucap Varo.
"Coba telfon Darren,tanya dia ada dimana."
"Iya juga ya,bentar gue telfon Darren dulu."Ucap Varo mengeluarkan handphonenya dari dalam saku celananya.
"Disini kok gak ada sinyal,lo tunggu sini gue akan telfon Darren dulu."Ucap Varo.
"Iya."
Varo pun melangkah sedikit menjauh dari Zanna dan menelfon Darren.
"Hai cantik,kok sendirian."Ucap seseorang tiba-tiba yang penampilannya seperti preman,ada 2 orang.
"Gue gak sendirian kok."Ucap Zanna menatap kedua preman itu dengan waspada.
"Ayo kami antar pulang."Ucap salah satu preman itu dan memegang pergelangan tangan Zanna.
"Apaan sih jangan pegang-pegang,lepasin."Ucap Zanna meronta.
"Kamu enggak bakalan bisa lari,mendingan ikut saja sama kami."Ucap preman itu tersenyum menyeringai,sementara preman yang satunya lagi hanya diam dan tersenyum.
Gimana ini,mana parkirannya sepi lagi.Varo juga belum balik'Batin Zanna'
Zanna menginjak kaki preman itu dan menggigit tangan preman itu sampai tangan Zanna terlepas dari genggamannya.
"Kurang ajar!!!"Ucap preman itu marah.
Zanna pun segera melangkah pergi dari sana tapi.....Brukkk.
Zanna jatuh tersungkur karena kakinya di sandung oleh preman itu.
"Sudah dibilangin kamu enggak bakalan bisa lari dari kami."Ucap preman itu dan tertawa.
"Al tolongin gue!!!"Teriak Zanna.
Varo yang mendengar teriakan Zanna pun menoleh kearah Zanna,Varo segera mematikan sambungan telfon sepihak dengan Darren dan berjalan menghampiri Zanna.
Varo pun menatap tajam kedua preman itu,kedua preman itu pun langsung pergi dari sana.
"Na lo gak papa."Ucap Varo dan membantu Zanna berdiri.
"Gue gak papa."Ucap Zanna.
"Ada apa mas,tadi saya dengar ada yang teriak?"Tanya seorang tukang parkir laki-laki tiba-tiba.
"Tadi ada preman yang mau mencelakai teman saya,mas nya kalau jaga parkiran yang bener dong.Untung aja tadi saya cepat-cepat ke sini nolongin teman saya,nanti kalau dia kenapa-napa gimana."Ucap Varo protes.
"Iya mas,maaf ya."
"Al udah,gue juga gak papa.Mendingan sekarang kita pulang."Ucap Zanna,Varo pun mengangguk.
Akhirnya merekapun pulang.
Di perjalanan
"Oh iya,Darren mana Al?!"Tanya Zanna.
__ADS_1
"Dia udah pulang ternyata!"Jawab Varo.
Tak berselang lama Varo pun memberhentikan motornya tepat di depan gerbang rumah Zanna,Zanna pun turun dari motor Varo.
"Thanks ya Al udah anterin gue pulang,gak mampir dulu nih."Ucap Zanna tersenyum menatap Varo.
"Gue langsung pulang aja."Ucap Varo balas tersenyum.
"Yaudah kalau gitu lo hati-hati ya di jalan,gue masuk ke dalam dulu."Ucap Zanna dan berjalan membuka pintu gerbang lalu menutupnya lagi,Zanna pun melambaikan tangannya dan tersenyum menatap Varo.
Varo pun balas melambaikan tangannya dan tersenyum menatap Zanna,Zanna berbalik badan dan melangkah pergi masuk ke dalam rumah.
Kok gue merasa nyaman banget ya sama Zanna,masak sih gue suka sama Zanna.Tapi saat sama Zanna jantung gue selalu aja berdebar,kalaupun gue suka sama Zanna gue gak mau terburu-buru.Gue gak mau kejadian Sasya terulang lagi,tapi gue yakin Zanna bisa jaga diri dengan baik'Batin Varo'
Varo pun melajukan motornya pulang.
1 minggu telah berlalu,tak terasa sudah 1 minggu Varo dan Zanna bersama.
Pagi hari setelah sarapan Varo dan Zanna memutuskan untuk bertemu di taman.
Disinilah mereka berada,duduk berdampingan di sebuah bangku taman.
"Nanti sore gue bakal balik lagi ke Amerika."Ucap Varo menoleh kearah Zanna.
"Gue juga bakalan balik lagi ke kota sebelah."Ucap Zanna menoleh kearah Varo.
"Thanks ya udah nemenin gue selama 1 minggu."Ucap Zanna tersenyum.
"Iya sama-sama,gue juga seneng kok bisa nemenin lo."Ucap Varo balas tersenyum.
"Gue boleh gak peluk lo."Ucap Zanna.
Varo tersenyum dan merentangkan kedua tangannya,Zanna pun segera memeluk Varo erat begitupun Varo balas memeluk Zanna.
"Kalau waktu bisa berhenti sekarang gue pengen berhenti sekarang juga."Ucap Zanna pelan di pelukan Varo.
"Emangnya kenapa?"Tanya Varo.
"Gak papa,setiap waktu yang kita habiskan bersama sangat berharga buat gue."Jawab Zanna.
Iya Na,sangat berharga memang'Batin Varo'
Zanna bersiap untuk kembali ke kota sebelah.
"Sudah siap?"Ucap P.Subroto saat melihat Zanna berjalan menuruni anak tangga dengan membawa kopernya.
"Udah pa,kita berangkat sekarang."Ucap Zanna.
"Kamu hati-hati ya."Ucap Mama Nia dan memeluk Zanna,Zanna pun balas memeluk Mama Nia.
"Mama tenang aja,do'a in kuliah Zanna lancar."Ucap Zanna.
"Iya pasti!"Ucap Mama Nia.
Merekapun melepaskan pelukannya.
"Yaudah kalau gitu Zanna pergi dulu ya ma."Ucap Zanna tersenyum menatap Mama Nia.
"Iya."Ucap Mama Nia tersenyum.
Zanna pun menyalami tangan Mama Nia,setelah itu melangkah pergi ke halaman dimana mobilnya terparkir diikuti P.Subroto.
Zanna pun menaruh kopernya di bagasi mobil setelah itu masuk ke dalam mobil,diikuti P.Subroto.
P.subroto pun segera melajukan mobilnya menuju kota sebelah.
Malam harinya
Rianti sedang makan malam sendirian,Rianti sungguh masih tak menyangka jika Riko akan berubah.
Riko sudah mulai mau mengelola perusahaan dan sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan buruknya yang suka menghambur-hamburkan uang dan mabuk.
"Gue masih gak nyangka kalau Riko bakalan berubah,apa emang gue sama Riko emang ditakdirkan bersama ya."Gumam Rianti tersenyum sendiri.
Tok
Tok
Tok
Terdengar pintu depan diketuk.
__ADS_1
"Siapa itu,masak Riko sih.Bukannya dia gak pernah ya pulang jam segini,pasti sekitar jam 10 atau bahkan lebih Riko baru pulang."Gumam Rianti.
Rianti pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu depan untuk melihat siapa yang sudah mengetuk pintu,pintu terbuka.
Terlihat Diki berdiri di sana sendirian.
"Ada apa?"Tanya Rianti tak suka.
"Riko ada?"Tanya balik Diki sambil tersenyum penuh arti.
"Ngapain ya cari Riko?"
"Biasalah mau nongkrong."Jawab Diki.
"Gak ada,Riko belum pulang kerja."Ucap Rianti.
"Apa,kerja.Kerja dimana?"Tanya Diki terkejut.
"Di perusahaan papanya."Jawab Rianti.
Diki pun hanya manggut-manggut.
Riko gak ada di rumah,Rianti sendirian di rumah.Kesempatan yang bagus'Batin Diki'
"Gak ada hal lain lagi kan yang perlu diomongin,kalau gitu silahkan pergi."Ucap Rianti dan hendak menutup pintu,tapi ditahan oleh Diki.
"Ada kok,ada hal penting lagi yang ingin gue bicarain."Ucap Diki.
"Yaudah cepet."
"Tapi gak disini,di dalam aja."
Rianti pun berbalik badan masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu.
Diki melangkah masuk ke dalam dan menutup pintunya,Rianti yang melihat itu langsung berdiri dari duduknya.
"Buka pintunya!"Ucap Rianti tegas.
"Kalau gue gak mau."Ucap Diki dan membalikkan badannya.
Perlahan Diki pun melangkah mendekati Rianti,Rianti pun berjalan mundur tak tentu arah sampai dia menabrak tembok.
"M-mau apa lo."Ucap Rianti gemetar saat Diki sudah berdiri di hadapannya dan meletakkan tangan kanannya di tembok samping kepala Rianti.
"Gue mau lo."Ucap Diki dan hendak mencium bibir Rianti,tapi Rianti lebih dulu menamparnya dengan sangat keras.
"Lo jangan kurang ajar ya."Ucap Rianti dan melangkah pergi dari sana.
Tapi Diki memeluk Rianti dari belakang dan mulai menciumi tengkuk Rianti,Rianti pun meronta-ronta.
"Lepasin,lo jangan kurang ajar ya."Ucap Rianti yang merasa jijik + geli + kesal + takut.
"Gue suka sama lo,sejak pertama gue lihat lo."Ucap Diki berbisik pelan di telinga Rianti.
Rianti menginjak kaki Diki dengan sekuat tenaga dan menggigit tangan Diki sampai Rianti terlepas dari pelukannya.
Rianti segera berlari kearah pintu dan keluar Diki pun mengejarnya,tepat saat itu Riko baru saja pulang.
"Riko."Ucap Rianti pelan saat berdiri di depan motor Riko.
"Iya."Ucap Riko turun dari motornya dan berjalan mendekati Rianti,Rianti pun langsung memeluk Riko erat dan menangis.
Kebetulan sekali Riko pulang jam segini, biasanya tidak pernah.
Sial,ngapain sih Riko pulang'Batin Diki'
"Lo kenapa Rianti?"Tanya Riko membalas pelukan Rianti dan melihat kearah Diki yang sedang berdiri mematung di teras.
"Hiks,temen lo.Hiks dia udah coba apa-apain hiks gue."Jawab Rianti terisak.
"Bohong dia Ko,ngapain gue apa-apain istri orang."Sahut Diki yang mendengar ucapan Rianti dan berjalan mendekati Riko.
"Ngapain lo ada disini,keluar dari dalam rumah lagi?"Tanya Riko.
"Gue kan tadi ke sini mau ajak lo keluar terus kata istri lo,lo lagi kerja dan belum pulang.Yaudah gue mutusin untuk pulang,tapi sebelum gue pulang gue numpang dulu ke kamar mandi soalnya udah kebelet banget.Eh tapi istri lo nuduh gue yang enggak-enggak."Ucap Diki berbohong dengan santainya.
"Dia bohong Riko,dia bohong."Ucap Rianti lirih dan menggeleng dalam pelukan Riko.
"Gue gak bohong ya Ko,kita kan udah temenan lama masak gue berani bohongin lo.Yaudah kalau gitu gue pulang aja."Ucap Diki.
"Iya,sorry ya.Mungkin Rianti takut aja saat lo masuk ke dalam rumah soalnya kan Rianti di rumah sendirian,jadi dia takut lo apa-apain dia."Ucap Riko yang lebih percaya dengan Diki.
__ADS_1