Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Melepas Rindu


__ADS_3

P.Subroto pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Bu Rimbi.


"Mama kemana pa kok nggak ikut?"Tanya Zanna saat di perjalanan.


"Mama kamu dari tadi pagi sibuk,sibuk beres-beres rumah,masak makanan yang kamu sukai.Membuat kue,bahkan Mama kamu juga sudah menyiapkan kamar tamu untuk Laila."Jawab P.Subroto.


"Sibuk banget ya Mama."Ucap Zanna manggut-manggut.


"Enggak tahu itu mama kamu,papa sampai pusing lihatnya."Ucap P.Subroto.


"Laila jadi nggak enak udah ngrepotin om sama Tante."Ucap Laila.


"Enggak,enggak ngerepotin sama sekali kok.Lagian kan om sendiri yang menyuruh Zanna untuk mengajak kamu ke rumah."Ucap P.Subroto menatap Laila dari kaca spion kecil lalu kembali menatap lurus ke depan.


"Tuh kan,lo itu gak ngrepotin kok.Udah lo tenang aja,gak usah merasa nggak enak gitu."Ucap Zanna menoleh kearah Laila.


Laila tersenyum sedikit lalu mengangguk.


Setelah menempuh perjalanan selama 3,5 jam akhirnya merekapun sampai,P.subroto memarkirkan mobilnya di halaman.


Terlihat Mama Nia sudah berdiri didepan pintu untuk menyambut kedatangan Zanna,Zanna segera keluar dari dalam mobil dan berlari kearah Mama Nia.


Zanna langsung memeluk Mama Nia dengan erat,begitupun Mama Nia memeluk Zanna erat.


P.Subroto dan Laila pun keluar dari dalam mobil,P.Subroto membuka bagasi mobil mengeluarkan koper Laila dan Zanna.


Laila membawa kopernya dan Zanna berjalan menghampiri Zanna dan Mama Nia,diikuti P.Subroto dibelakang.


Mama Nia dan Zanna pun melepaskan pelukan mereka dan menatap Laila.


"Kenalin ma,ini Laila.Yang sering Zanna ceritain itu."Ucap Zanna.


Mama Nia menatap Laila dan tersenyum,Laila tersenyum canggung dan menyalami tangan Mama Nia.


"Yasudah,ayo masuk kedalam.Kita ngobrol di dalam."Ucap Mama Nia dan melangkah masuk kedalam rumah,diikuti Zanna Laila dan P.Subroto.


Merekapun akhirnya mengobrol di ruang tamu.


Sementara itu di bandara internasional Soekarno-Hatta


Ayah Nando sedang berdiri di samping mobilnya untuk menunggu kedatangan putranya,yaitu Alvaro.


Dari kejauhan terlihat seorang laki-laki yang sangat tampan sedang berjalan kearah Ayah Nando dengan membawa 1 koper.

__ADS_1


"Ayah."Ucap Varo saat sudah berdiri dihadapan Ayah Nando dan memeluknya,Ayah Nando pun balas memeluk Varo.


"Ayo pulang,Bunda sudah nungguin kamu di rumah."Ucap Ayah Nando dan melepaskan pelukan mereka.


Varo mengangguk lalu berjalan kearah bagasi mobil dan menaruh kopernya di sana.


Setelah itu Varo pun masuk kedalam mobil,diikuti Ayah Nando.


Ayah Nando pun melajukan mobilnya meninggalkan bandara.


"Oh iya Yah,Varo penasaran banget sama hal penting yang mau Ayah omongin.Emangnya hal penting itu apa Yah?"Tanya Varo saat di perjalanan.


"Ada deh,nanti saja pas sudah sampai di rumah.Oh iya,apa Sasya tahu kalau kamu ada di Indonesia sekarang?"Tanya Ayah Nando menoleh sekilas kearah Varo yang duduk di sampingnya dan kembali menatap jalanan didepan.


"Enggak Yah Sasya gak tahu,dan rencananya nanti setelah sampai di rumah Varo akan pergi ke restoran untuk memberi kejutan pada Sasya."Jawab Varo.


"Iya,itu ide yang bagus."Ucap Ayah Nando pelan.


Kamu bakalan kasih kejutan kepada Sasya,nanti Sasya juga akan kasih kejutan Al.Kejutan atas kehamilannya'Batin Ayah Nando'


"Di depan ada toko kue,Varo pengen beli kue untuk Sasya Yah."Ucap Varo.


"Baiklah."


Tak berselang lama Varo sudah kembali dengan membawa box berisi kue,Varo pun memangku kue itu.


"Kue apa itu Al?"Tanya Ayah Nando menatap Varo.


"Cheesecake."Jawab Varo.


Ayah Nando pun manggut-manggut,Ayah Nando segera melajukan mobilnya pulang.


Sepanjang perjalanan Varo senyum-senyum sendiri membayangkan dia akan bertemu dengan Sasya.


"Bahagia banget kamu Al kayaknya."Ucap Ayah Nando yang tadi sempat melirik kearah Varo yang sedang senyum-senyum sendiri.


"Iya dong Yah,selain Varo bahagia karena bertemu sama Ayah dan Bunda Varo juga bahagia karena akan bertemu dengan Sasya."Ucap Varo.


Tak lama kemudian


Mobil yang dikendarai Ayah Nando pun memasuki halaman rumah,terlihat Bunda Marissa dan Bi Siti sedang berdiri di teras untuk menyambut kedatangannya Varo.


Varo segera keluar dari dalam mobil dan berjalan menghampiri Bunda Marissa,sebelum Varo memeluk Bunda Marissa dia meletakkan dulu box kue yang dia bawa ke atas meja yang ada di teras.

__ADS_1


Setelah itu Varo memeluk Bunda Marissa erat,Bunda Marissa pun balas memeluk Varo.


"Putra Bunda,Bunda kangen banget sama kamu."Ucap Bunda Marissa.


"Iya Bun,Varo juga kangen banget sama Bunda."Ucap Varo.


Bi Siti yang melihat Varo dan Bunda Marissa saling melepaskan rindu pun tersenyum bahagia,tak bisa dipungkiri Bi Siti juga kangen banget sama Varo.


Ayah Nando pun datang menghampiri mereka bersama dengan pak Bani yang membawa koper Varo,Varo menoleh kearah Bi Siti dan melepaskan pelukannya.


Varo pun langsung memeluk Bi Siti,Bi Siti yang dipeluk Varo tiba-tiba pun merasa terkejut dan menoleh kearah Bunda Marissa.


Bunda Marissa tersenyum dan mengangguk,Bi Siti pun membalas pelukan Varo.


"Varo kangen banget sama bibi,bibi sehat?"Ucap Varo.


"Alhamdulillah mas bibi sehat dan baik-baik saja."Ucap Bi Siti.


Merekapun melepaskan pelukannya.


Sekarang giliran pak Bani yang akan Varo peluk,tapi belum juga Varo memeluk pak Bani,pak Bani malah menghindar.


"Kenapa pak?"Tanya Varo mengerutkan keningnya.


"Enggak apa-apa,cuma enggak enak saja kalau mas Al meluk saya.Lihat mas Al pulang dalam keadaan baik-baik saja dan sehat saya sudah bahagia banget."Jawab pak Bani tersenyum.


Varo pun balas tersenyum.


"Oh iya Varo lupa,Varo gak bawa oleh-oleh untuk semuanya."Ucap Varo nyengir.


"Lihat kamu pulang itu saja sudah menjadi oleh-oleh yang terbaik,ayo masuk kedalam.Kamu pasti capek kan habis perjalanan jauh."Ucap Bunda Marissa.


Merekapun masuk kedalam rumah kecuali pak Bani yang kembali lagi ke pos satpam.


"Oh iya Varo lupa,itu tadi Varo beli kue untuk Sasya.Varo mau pergi ke retoran nemuin Sasya."Ucap Varo.


Ayah Nando dan Bunda Marissa saling berpandangan lalu menatap Varo.


"Kamu mau pergi sekarang?"Tanya Bunda Marissa.


"Iya Bun."Jawab Varo.


"Yasudah kalau begitu kamu hati-hati ya perginya,jangan lupa nanti makan siang di rumah ajak Sasya juga."Ucap Bunda Marissa.

__ADS_1


Varo pun mengangguk.


__ADS_2