
"Gue takut banget Al hiks,lo ngerti nggak sih ha."Ucap Zanna lirih sambil terisak.
"Iya Na gue ngerti,udah sekarang lo jangan takut lagi.Mendingan sekarang lo tidur aja."Ucap Varo membalas pelukan Zanna dan mengelus punggung Zanna pelan untuk menenangkannya.
Tak lama kemudian Zanna pun sudah tertidur,mungkin karena capek nangis jadi dia tertidur.
Varo yang juga sudah mengantuk pun tertidur,akhirnya mereka pun tidur dengan posisi berpelukan.
•
•
•
Makan malam pun tiba
Keisha dan kedua orang tuanya sedang makan malam,tapi Keisha hanya mengaduk-aduk makanannya sambil bengong.
Keisha kepikiran dengan Zanna yang belum pulang,kemana kira-kira Zanna pergi.
Mana diluar masih hujan disertai petir lagi,Keisha khawatir pada Zanna karena dia tahu kalau Zanna takut dengar suara petir.
"Keisha kamu kenapa,kok gak dimakan makanannya.Kamu gak suka?"Tanya Mama Rita saat melihat Keisha.
"Enggak,Keisha suka kok."Jawab Keisha menatap Mamanya.
"Terus kenapa gak dimakan kalau suka,papa perhatiin daritadi kamu bengong aja.Ada apa,cerita sama papa?"Tanya P.Bobby.
"Itu pa,ma.Zanna belum pulang sampek sekarang."
"Lho,emang Zanna pergi kemana kok belum pulang?"Tanya Mama Rita terkejut.
"Enggak tahu ma,Tante Nia sama Om Subroto juga gak tahu Zanna ada dimana sekarang.Tadi pas di sekolah Keisha juga gak bertemu sama Zanna."
"Udah-udah,kita positif thinking aja.Mungkin sekarang Zanna lagi ada di rumah temennya yang lain,sekarang kan masih hujan mungkin Zanna nginep di rumah temennya itu.Kan temennya bukan cuma Keisha doang kan."Ucap P.Bobby.
"Tapi tadi kata Tante Nia handphone nya Zanna gak bisa dihubungi,kalau pun Zanna nginep di rumah temennya harusnya ngasih kabar dong pa."Ucap Keisha.
"Mungkin handphonenya Zanna mati kehabisan baterai,jadi gak bisa dihubungi.Kan tadi papa udah bilang,positif thinking aja.Udah,mendingan sekarang kamu makan dengan tenang ya."Ucap P.Bobby.
"Keisha mau ke kamar aja pa."
"Itu makanannya kamu habisin dulu baru ke kamar,mubazir kalau di buang."Sahut Mama Rita.
"Keisha mau ke kamar aja ma,Keisha udah gak laper."
__ADS_1
"Yaudah gak papa,kamu ke kamar aja."Ucap P.Bobby.
Keisha pun berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruang makan untuk pergi ke kamarnya.
"Papa ini gimana sih,itu makanannya Keisha mubazir belum dimakan.Malah dibolehin Keisha pergi ke kamar."Ucap Mama Rita kesal.
"Udah sih ma gak papa sekali-kali,Keisha kan tadi lagi sedih.Biarin aja dia pergi ke kamar untuk nenangin diri."
Mama Rita hanya melirik suaminya lalu lanjut makan,P.Bobby pun juga lanjut makan.
Sementara itu
Mobil yang dinaiki Ayah Nando,Bunda Marissa dan sang sopir pun melaju membelah jalanan kota malam di tengah derasnya hujan untuk mencari Varo.
Bunda Marissa masih saja menangis.
"Udah Bun,Bunda jangan nangis terus."Ucap Ayah Nando merangkul bahu istrinya.
"Gimana Bunda gak hiks nangis terus Yah,putra kita satu-satunya bum pulang juga."
"Maaf ya pak,saya mau tanya.Kenapa gak lapor polisi aja ya pak?"Tanya sang sopir.
"Setahu saya kalau mau lapor polisi harus 24 jam pak orang itu hilang,sementara Varo kan belum ada 24 jam hilangnya.Kayaknya kalau mau lapor polisi besok deh pak,tapi sebelum itu saya mau pergi ke sekolah Varo buat ketemu sama kepala sekolahnya.
Mau saya hubungi kepala sekolahnya saya gak punya nomornya,rumahnya juga saya gak tahu ada dimana."Jawab Ayah Nando.
"Berhenti pak!"Ucap Bunda Marissa tiba-tiba.
Pak sopir menepikan mobilnya lalu berhenti.
"Ada apa Bun?"
"I-itu Varo Yah."Jawab Bunda Marissa dan menunjuk pada seorang laki-laki muda yang sedang berada di depan sebuah cafe dan sedang berjongkok di samping motor sport merah untuk membenarkan tali sepatunya.
Ayah Nando pun melihat ke arah yang ditunjuk Bunda Marissa.
"Itu bukan Varo Bun."Ucap Ayah Nando.
"Itu Varo Yah,jelas-jelas motornya sama."Ucap Bunda Marissa.
"Cuma motornya doang Bun yang sama,tapi itu bukan Varo.Bunda lihat dan Bunda teliti lagi,kalaupun itu Varo harusnya pakai seragam sekolah soalnya Varo kan belum pulang belum ganti baju."Ucap Ayah Nando masih terus melihat pemuda itu.
Tak lama Kemudian pemuda itu pun berdiri,dan terlihat jelaslah jika pemuda itu bukan Varo.
Pemuda itu pun berbalik badan dan berjalan masuk ke dalam cafe.
__ADS_1
"Bunda udah lihat kan kalau itu bukan Varo."Ucap Ayah Nando.
Bunda Marissa pun menunduk sedih dan kembali menangis,Ayah Nando pun menenangkannya.
"Udah Bun jangan nangis,mending sekarang kita pulang besok kita cari Varo lagi ya."
Bunda Marissa pun mengangguk.
"Pak,kita pulang!"Perintah Ayah Nando.
"Baik pak."
Pak sopir pun melajukan mobilnya menuju arah pulang.
Tak lama kemudian,mobil pun memasuki halaman rumah yang cukup luas.
Bunda Marissa turun dari mobil diikuti Ayah Nando,mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar.
Ceklek
"Bunda istirahat aja ya,Ayah mau mandi dulu."Ucap Ayah Nando saat sudah sampai di kamar.
"Iya Yah."
Ayah Nando pun pergi ke kamar mandi,sementara Bunda Marissa langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk dan nyaman itu lalu tidur.
•
•
•
"Mas,ini makanan untuk Rianti sama Riko udah siap,yuk sekarang kita pergi ke rumah sakit jenguk mereka.Mereka pasti nungguin kita."Ajak Rina menghampiri Raka di ruang kerjanya sambil membawa tupperware.
"Kamu gak lihat diluar hujan deras kayak gitu?"Tanya Raka fokus pada laptopnya.
"Lihat,kan punya mata."Jawab Rina judes.
"Kalau lihat ngapain mau pergi ke rumah sakit,besok kan bisa.Aku juga lagi sibuk ini."
"Ooohh,mas lebih mementingkan pekerjaan daripada jenguk anak di rumah sakit?"Tanya Rina.
Raka pun melihat Rina dan menyandarkan punggungnya di kursi sambil bersedekap.
"Kalau aku lebih mementingkan pekerjaan daripa Riko,sementara Riko lebih mementingkan kesenangannya bersama teman-temannya daripada membantu papanya kerja.Di dunia ini gak ada yang gratis,semua pakai uang.Kalau bukan aku yang kerja cari uang siapa lagi."Ucap Raka.
__ADS_1
"Nanti aku coba nasehatin Riko lagi,siapa tahu kali ini dia mau mengerti."Ucap Rina.
"Nasehat nasehat dan nasehat,udah berapa kali dia dinasehati tapi tetep aja gak ngerti dan gak berubah.Udah deh,kalau mau jenguk dia jenguk aja sendiri,aku masih sibuk."Ucap Raka memalingkan mukanya.