
Varo baru saja selesai makan siang.
"Ini gak sekalian kamu makan Al makanan dari Darren?"Tanya Bunda Marissa memberikan segelas air putih pada Varo.
Varo pun menerimanya dan meneguknya sampai habis.
"Enggak Bun nanti aja,Varo udah kenyang."Jawab Varo memberikan piring dan gelas bekasnya ke Bunda Marissa.
Bunda Marissa menerimanya dan menaruhnya di atas nakas.
"Oh iya Bunda baru ngeh,Sasya kemana kok gak ada?"Tanya Bunda Marissa melihat sekeliling ruangan.
"Sasya harus pergi Bun karena ada urusan,Bunda ketemu sama dia dimana sih tadi?"
"Tadi Bunda ketemu dia disekitar sini,katanya Sasya itu tadi mau jenguk temennya yang lagi sakit tapi ternyata temennya itu udah pulang.Yaudah Bunda ajak kesini aja."Jawab Bunda Marissa menatap Varo.
"Varo mau pulang Bun."Ucap Varo pelan dan menatap Bunda Marissa.
"Apa,pulang.Besok kamu pulang."
"Yaudah kalau gitu tolong ambilin handphone Varo di tas ya Bun."Ucap Varo.
"Gak ada,kamu istirahat aja.Sakit malah mau main handphone."Ucap Bunda Marissa mengerutkan keningnya.
"Iya Bun."Ucap Varo malas dan merebahkan tubuhnya lalu tidur.
Padahal gue mau hubungi Keisha,dia pasti salah paham soal tadi'Batin Varo'
•
•
•
Darren sudah sampai di depan pintu ruang rawat Zanna,Darren pun membuka pintu ruang rawat Zanna.
Ceklek
Terlihat mamanya Zanna duduk di kursi yang ada di samping kanan Zanna,sementara papanya berdiri di samping mamanya Zanna.
Darren pun berjalan mendekati mereka.
"Permisi Om,Tan."Ucap Darren sopan dan berdiri di samping Mama Nia.
Mama Nia dan P.Subroto pun menoleh ke sumber suara.
"Iya,siapa ya?"Tanya Mama Nia menatap Darren.
"Saya Darren Tante,temennya Zanna."Jawab Darren nyengir.
"Ooo iya-iya,saya ingat sekarang.Kamu kesini mau jenguk Zanna ya?"
__ADS_1
"Iya Tan,ini kan udah jam makan siang.Om sama Tante udah makan apa belum?"Tanya Darren.
"Belum,Tante mau tunggu Zanna bangun dulu terus dia makan.Habis itu baru deh Om sama Tante makan siang."Jawab Mama Nia menatap Zanna dengan sendu.
"Om sama Tante makan siang aja,Zanna biar Darren yang jaga."Ucap Darren.
"Iya ma bener apa kata Darren,kita makan siang aja terus Zanna biar Darren yang jaga.Papa udah laper banget ini."Ucap P.Subroto.
Mama Nia berdiri dari duduknya.
"Kamu jaga Zanna baik-baik ya,Om sama Tante mau pergi makan siang di kantin."Ucap Mama Nia menatap Darren.
"Iya Tan,Tante gak usah khawatir.Saya akan menjaga Zanna."
Mama Nia tersenyum dan mengangguk lalu melangkah pergi.
"Kami pergi dulu ya."Ucap P.Subroto.
"Iya Om."
P.Subroto pun melangkah pergi menyusul Mama Nia.
Darren menaruh tas Zanna,tasnya dan paper bag berisi boneka di bawah di samping kursi,Darren pun duduk di kursi yang ada di samping kanan Zanna dan memandangi Zanna.
Perlahan Zanna membuka kedua matanya,Darren yang melihat itu pun tersenyum.
"Zanna."Panggil Darren.
"Na,lo masih ingat sama gue kan?"Tanya Darren heran karena Zanna hanya diam saja dan menatap dirinya sekilas.
"Gue gak amnesia ya,gue masih ingat lo siapa.Lo itu abang angkat yang tega ninggalin adiknya."Jawab Zanna ketus dan melirik Darren tajam.
"Hehehe sorry Na,waktu ada pak Safar gue narik tangan Keisha dan langsung pergi dari parkiran soalnya Keisha yang deket sama gue.Gue kira Varo gercep dan segera bawa lo pergi,ternyata enggak."Ucap Darren nyengir.
Zanna hanya diam dan masih melirik ke arah Darren tajam.
"Bu-bukannya lo sama Varo terkunci di dalam gudang berdua ya,itu kan bisa jadi kesempatan untuk berduaan."Ucap Darren.
Perlahan Zanna pun mencoba untuk duduk dan dibantu Darren.
"Iya,tapi momennya gak pas.Lo tahu kan kalau kemarin hujan disertai petir,gue takut banget tahu."Ucap Zanna pelan menatap lurus ke depan dengan punggung bersandar di tembok.
"Iya juga ya,gue punya sesuatu buat lo."Ucap Darren mengambil boneka beruang putih di dalam paper bag dan memberikannya pada Zanna.
"Buat gue?"Tanya Zanna sedikit tersenyum menatap Darren dan boneka itu bergantian.
"Tentu saja,sebagai tanda permintamaafan gue karena gue gak bisa selamatin lo dari pak Safar."
"Iya gak papa gue maafin,thanks ya."Ucap Zanna tersenyum dan menerima boneka itu.
Zanna menaruh boneka itu di pangkuannya sambil memegangi dengan kedua tangannya,Zanna memandangi boneka itu.
__ADS_1
"Sama-sama,lo suka sama bonekanya?"
"Suka."Jawab Zanna menatap Darren.
Tiba-tiba saja perut Zanna berbunyi dengan keras.
Zanna dan Darren saling berpandangan.
"Lo laper?"Tanya Darren.
"Iyalah,dari kemarin gue belum makan.Siapin makanan buat gue."
Darren pun menyiapkan makan siang untuk Zanna,setelah itu Darren memberikannya pada Zanna.
Zanna menaruh bonekanya di samping kanan tubuhnya lalu Zanna menerimanya dan langsung makan dengan lahap.
Zanna menghabiskan semua makanan dari rumah sakit yang ada di nakas.
"Gue masih laper."Ucap Zanna memangku piring kosong bekas makannya dan menatap Darren.
"Makan lo banyak amat."Ucap Darren takjub.
"Biarin,orang hidup itu butuh makan.Makan yang banyak biar sehat,mending sekarang lo beliin gue soto.2 bungkus."Ucap Zanna.
"1 buat lo 1 buat gue?"Tanya Darren.
"Ya enggaklah,itu buat gue semua.Kalau lo mau beli,beli aja."
"Jangan sekarang deh,nanti malam aja gimana.Itu perut lo kecil emang masih bisa diisi makanan,gue kok ngeri ya bayangin lo makan lagi."Ucap Darren.
"Asal lo tahu ya,gue pingsan dan masuk rumah sakit itu gara-gara gue belum makan.Lo mau lihat gue sekarat karena kelaparan."Ucap Zanna melotot ke arah Darren sambil mengepalkan tangan kirinya dan diangkat seperti mau memukul Darren.
Ceklek
Pintu ruang rawat Zanna terbuka,terlihat Mama Nia dan P.Subroto berdiri di sana.
"Zanna."Ucap Mama Nia senang dan berjalan menghampiri putrinya.
Zanna menoleh ke arah mamanya dan menurunkan tangannya.
"Zanna,kamu baik-baik aja kan?"Tanya Mama Nia yang sudah berdiri di samping kiri Zanna dan memeluknya erat dari samping.
"Zanna baik-baik aja ma,Mama gak usah khawatir."Ucap Zanna menenangkan Mama Nia.
"Kamu tadi mau ngapain Na,mau mukul temen kamu?"Tanya P.Subroto yang berdiri di belakang istrinya.
Zanna pun melepaskan pelukannya dan menatap papanya.
"Iya Ma,tadi Mama lihat kamu kayak marah gitu.Terus kamu mengepalkan tangan."Ucap Mama Nia.
"Iya ma,soalnya Darren tuh gak mau beliin Zanna soto 2 bungkus."Ucap Zanna mengadu seperti anak kecil.
__ADS_1