
"Di Kamarnya??" ucap Shakeel dan Biyan bersamaan, Mereka saling pandang mencerna arti ucapan Aileen.
"Eeeh, ehh itu.. maksud ku di kamar! Iya di kamar.. Dia sedang sibuk" Aileen gelagapan, ia tersenyum aneh berusaha menyembunyikan semuanya.
Hampir saja rahasia rumah tangganya terbongkar. Entah apa yang akan terjadi jika Biyan dan Shakeel mengetahui rumah tangganya ini penuh dengan kepalsuan. ia juga tak ingin masalah ini menjadi beban pikiran Keluarganya. cukup semua keluarga tahu jika ia bahagia, itu sudah membuatnya senang.
Shakeel dan Biyan mengangguk mengerti.
Dengan cepat, Aileen mengambil alih keadaan. ia mengajak Biyan dan Shakeel mengobrol panjang lebar agar melupakan perkataannya tadi.
Tak sia-sia, usahanya membuahkan hasil. Mereka bertiga bercengkrama dengan terus mengobrol sambil melempar tawa satu sama lain.
Sejenak Aileen seperti melupakan masalah rumah tangganya, Ia senang bisa tertawa lepas seperti ini. Baru sehari saja mengurung diri dengan makhluk aneh yang berstatus suaminya itu, rasanya mulutnya seperti lupa cara tertawa. Ia seperti melepaskan beban yang menempel di wajahnya yang seolah membuatnya keram sebab harus menahan ekspresi saat bersama Vir.
Bagaiman jika satu bulan? Dua bulan? Satu tahun atau bahkan bertahun-tahun?? Mungkin kah ia akan berubah menjadi robot?? Karena terus-menerus bersabar dan menahan diri saat menghadapi Vir. Aileen menggeleng
Di sela tawanya ia menghela nafas mengingat pria menyebalkan itu.
Ahhh rasanya saraf wajahku tidak setegang saat bersama Vir. malam ini aku bersyukur karena kedatangan mereka aku jadi bisa olahraga wajah.. Aileen tersenyum
tanpa ia sadari di atas sana, seorang pria tengah mengamatinya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Entah sejak kapan ia berdiri di sana. Namun dilihat dari aurannya sepertinya ia tidak suka akan kehadiran Keluarga Aileen
Apa dia tersenyum?? Cih bahkan saat bersama ku ia tak pernah tersenyum seperti itu..
Ya bagaimna dia mau tersenyum, toh kau sendiri selalu marah padanya brengsek...!!
Vir pun menuruni tangga, Semoga saja ia tak berbuat ulah..
"Rupanya ada tamu..!" Ucapnya yang langsung membuat ketiga orang itu berhenti tertawa.
"Kenapa tidak memberi tahu ku jika kita kedatangan tamu, EIL??" katanya dengan berlagak ramah, seolah senang karena kedatangan tamu, padahal dilihat dari raut wajahnya ia kelihatan tak suka..
Apa dia memanggil ku dengan sebutan itu?? Kesambet apa dia..huh aku tahu kau hanya berpura-pura..
"Selamat malam Vir" Sapa Keil ramah, Keil yang seumuran dengan Vir mengulurkan tangannya
"Selamat malam kak" kata Biyan ramah
vir tersenyum sinis ,ia hanya menyentuh sekilas tangan ipar dan sepupu istrinya itu..
Gleek..
Tindakan Vir itu memicu kecanggungan diantara mereka.
Ruangan yang berpenyejuk Ac itu seperti begitu dekat dengan matahari sehingga menghantarkan suhu ruangan yang cukup memanas.
keil dan Biyan tak suka diperlakukan seperti ini, mereka benar-benar merasa terhina
sementara Aileen, wanita itu menatap was-was takut akan terjadi perkelahian, mengingat Vir pernah mengatakan bahwa ia membenci dirinya dan keluarga.
"Wah kalian membawa Pizza rupanya" Vir meraih sepotong pizza dan menggigitnya. "aku senang kalian datang, Karena aileen tak memberi tahuku aku jadi tak sempat menyambut kalian" celoteh Vir dengan congkaknya
sementara Biyan dan Shakeel terlihat menahan emosinya dengan berusaha memahami tingkah laku Vir yang seperti ini.
"Tapi sepertinya kalian datang diwaktu yang tidak tepat, ini weekend dan tidak seharusnya bertamu di hari libur" ucap Vir dengan nada santai namun kedengarannya begitu nyelekit di hati
"Maafkan kami jika mengganggu. Kami tidak tahu aturan itu" ucap shakeel santai sembari berusaha menahan Biyan yang kelihatannya begitu emosi
"Kalau begitu kami pamit dulu, lain kali kami pasti akan datang di waktu yang tepat..Eil aku dan Biyan pulang dulu" Shakeel menarik Biyan keluar.
Biyan terus menatap Vir dengan penuh kebencian.
"Itu lebih baik" Seringai Vir.
"lain kali datanglah, aku akan menyambut kalian" teriak Vir seraya tersenyum.
__ADS_1
Aileen yang geram menghentakkan kakinya dan langsung menyusul Biyan dan Shakeel.
"kau keterlaluan Vir"
mendengar ucapan Aileen, vir hanya tersenyum
Sementara itu, di teras.
"Keil, bi, maafkan Vir ya. Dia tidak bermaksud seperti itu. Aku lupa memberi tahu kalian, dia memang tidak pernah menerima tamu di hari weekend seperti ini"
"Sudahlah Eil, aku mengerti..mungkin dia lelah!! Lain kali kami akan datang saat waktu tepat" ujar Shakeel
Namun berbeda dengan Keil, Biyan justru menunjukkan respon yang berbeda
"Walaupun begitu tidak seharusnya dia tidak seperti ini pada kita, dia benar-benar Arogan, aku benci itu..." Ketusnya
Keil menyenggol lengannya, seolah memberi kode untuk tidak mengatakan hal itu di depan Aileen
"Kalau begitu kami pergi dulu Eil, jaga diri baik-baik ya!!"
"kalian hati-hati di jalan. Bi salamkan pada Daddy dan mommy, katakan aku sangat merindukan mereka.." ucap Aileen
Biyan pun memeluk kakak perempuannya itu "Akan aku sampaikan. aku dan Keil pergi dulu"
Setelah mobil Biyan dan Keil tak terlihat, Aileen pun langsung masuk. di ruang tamu masih terlihat Vir yang masih setia berdiri
"kenapa membela ku? Seharusnya kau mengatakan yang sebenarnya..!"
"Apa? Apa kau pikir akua akan melakukan itu?? itu tidak akan terjadi Vir. Sampai kapan pun mereka tidak boleh tahu masalah rumah tangga kita ini"
Vir menyeringai
"Tidak diragukan lagi, kau memang sangat pandai bersandiwara. jika ikut piala Oscar mungkin cocok, kau akan jadi nominasi pemeran wanita terfavorit" ledek Virendra
Aileen memicingkan matanya, dadanya naik turun menahan amarah yang siap meluap. ia benar-benar tak mengira jika pria didepannya ini benar-benar sangat arogan.. sungguh ia benci dengan orang seperti itu
Aileen menarik nafasnya dalam
"Apa kau tidak bisa sedikit bersandiwara di depan mereka, berpura-pura seperti yang aku lakukan di depan Keluarga mu.. itu akan jauh lebih baik" Ucap Aileen tenang namun masih terdengar ia begitu marah dengan sikap Vir
"Kau tidak menyuruhku untuk melakukan itu"
Aileen mengusap wajahnya frustasi. vir benar-benar keras kepala.
"kenapa tidak inisiatif sendiri?? Apa kau merasa puas setelah memperlakukan mereka seperti itu? Aku kecewa pada mu!!"
Ayo menangis lah, itu yang aku inginkan. Bahkan aku sangat ingin melihat air matamu menetes, tentu itu akan sangat menyenangkan bagiku..
Vir tersenyum menatap Aileen..
"Aku berharap saat bertemu dengan orang tuaku kau bisa lebih sopan dan jaga sikap.. jangan bertindak konyol seperti tadi..!"
Aileen pun berlalu meninggalkan Vir,
"Aku tidak perduli kau mau Kecewa atau tidak, aku tidak perduli apa tanggapan dua saudara mu itu padaku.. justru aku merasa puas melakukan ini.. karena aku membenci mu. Aku membenci kalian" teriak Vir
Aileen yang tengah naik tangga sempat menghentikan langkahnya, ia tersenyum menggeleng dan melanjutkan langkahnya.
Tidak ada gunanya bicara dengan orang yang tak punya hati seperti vir. pikirnya.
menghindar akan jauh lebih baik..
haiss sial, kenapa dia tidak menangis.. harusnya dia meneteskan air matanya dan memohon pada ku "Vir tolong jangan lakukan itu pada keluarga ku". Vir greget sendiri karena tak pernah bisa membuat aileen menangis.
Sementara itu di kamar.
Aileen yang tengah di dalam kamar mandi, membasuh wajahnya. Dia baru selesai terisak meratapi nasibnya. Vir benar-benar menguji kesabarannya. rasanya ia tak kuat, ingin berlari namun harus kemana.. ingin mengadu tapi pada siapa?? Sekuat tenaga ia berusaha menyembunyikan semua ini, menutupi kepalsuan rumah tangganya dari keluarganya. entah sampai kapan mungkin sampai saat ia benar-benar rapuh dan menyerah.
__ADS_1
Setelah puas menangis, Aileen pun keluar, ia duduk di depan meja rias sembari menghapus sisa tetasan air di wajahnya.
Ponselnya berdering, tertera nama mommynya. Sudah pasti Biyan adiknya mengadukan kejadian tadi pada Mommy.
"Ya mom, Ada apa??"
"Mommy dengar, Vir bersikap buruk pada Biyan.. Apa itu benar sayang? apa yang sebenarnya terjadi?"
"Tidak mom, Biyan salah paham..Vir kelelahan, di hari Minggu ia memang tak menerima tamu. Tanyakan saja pada keil, ia tahu semuanya.."
Sementara Vir yang tak sengaja lewat di depan kamar Aileen, mendengar wanita itu sedang berbicara, ia mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat. Ia mendengar semua obrolan Aileen dan mommynya.
Dia masih saja membela ku di depan orang tuanya... Vir menyeringai.
Baiklah akan ku ikuti permainan mu!!
"Apa itu benar nak? kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan, Kenapa suara mu terdengar sendu seperti itu?"
"Tidak mom, lagi pula Mommy kan tahu Biyan seperti apa, jangan di dengar ya mom, aku dan Vir baik-baik saja.."
"Coba VC, mommy ingin lihat.." belum sempat Aileen meneruskan ucapannya, mommy nya sudah minta Vc, sepertinya mommy benar-benar curiga dan khawatir
Eil menarik nafas. Ia lalu mengalihkan panggilan menjadi panggilan Video. Ia tersenyum pada mommy nya di balik layar..
"Aku baik-baik saja kan mom!! lihatlah, apa wajahku terlihat habis menangis?"
Mommy menatap lekat wajah sang putri..
"Baiklah mommy percaya.. Oh iya, Vir mana?" tanya Mommy
"Eh itu, Vir tadi keluar ambil minum" ucap Aileen, Namun seketika ia mendengar suara pria itu masuk ke dalam kamarnya.
"Halo mommy, apa mommy mencari ku??" tanya Vir yang tiba-tiba muncul. Ia mendekatkan wajahnya di bahu Aileen
Vir berlagak sok ramah setelah apa yang ia lakukan tadi. Aileen benar-benar tak habis pikir dengan tingkah Vir.
Ia terus menatap Vir geram dari pantulan cermin.
"Hey Vir, mommy tadi hanya mencari mu.. Apa kalian baik-baik saja?"
"Tentu Mom, kami baik.. Maafkan aku karena belum sempat datang mengunjungi mommy dan daddy, lain kali aku dan Aileen pasti akan datang" Vir tersenyum seramah mungkin.
Membuat Aileen muak dengan Sandiwara yang berlebihan itu.
Entah lah Vir, aku jengah dengan sikap mu tapi entah mengapa aku sama sekali tidak bisa membenci mu.
"Oh syukurlah.. Tidak masalah Vir, kami mengerti! kau pasti sangat sibuk apalagi kami dengar sekarang kau mengemban dua tanggung jawab sekaligus. itu pasti sangat berat!! Lagi pula Aileen juga sangat sibuk..jadi datang lah saat ada waktu luang.." Mommy Jessica tersenyum tulus, membuat Vir salah tingkah dan merasa bersalah.
Ia tahu, mertuanya itu orang yang sangat baik, Namun sayang beribu sayang, Kebenciannya lebih besar sehingga mendustai hal itu.
"Istirahat lah, maaf kalau mommy menggangu"
panggilan Video itu pun terputus..
"Lihatlah, kalian memang tukang mengadu.. sepertinya adik mu mengadukan hal tadi pada mommy mu" Ejek Vir
"Dia bukan tukang mengadu, adik ku hanya melakukan apa yang seharusnya dia lakukan pada kakaknya.. Lagi pula kenapa kau tiba-tiba muncul dan berlagak ramah pada mommy, itu tidak perlu" Aileen menatap ke lain arah
"Ckkk, itu sama saja!!. huh bukan kah tadi kau meminta ku untuk bersandiwara dan jaga sikap di depan orang tuamu, jadi aku melakukannya.. Aku sudah berinisiatif sendiri bukan??" Ucapnya tanpa berdosa "Aishh sudahlah, itu tidak penting, aku mau istirahat!"
Vir pun melenggang pergi Membuat Aileen semakin dibuat bingung dengan sikapnya yang sangat sulit ditebak.
"Kau juga berhak masuk nominasi di piala Oscar, akting mu sangat buruk!! tentu akan masuk nominasi pemeran pria antagonis terburukk!!!!!!" teriak Aileen geram
Namun Vir tak menghiraukan Ucapannya meski tetap menggerutu dalam hati karena Aileen membalikkan kata-katanya tadi.
Haisshhh, beraninya dia menentang ku...!!!
__ADS_1