Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 92


__ADS_3

“Apa ingin makan sesuatu?” tanya Vir, ia melajukan mobilnya dengan lambat. Perasaan lega setelah mencurahkan isi hatinya membuat wajahnya bersinar bak rembulan malam. Meluapkan lava panas yang selama ini terpendam nampak membuat wajahnya lebih ringan dan fresh, Ia menatap lekat wajah Aileen yang terus menatap lurus ke depan tanpa merespon dirinya.


“Sun?" panggil Vir sekali lagi saat Aileen sama sekali tak menjawab. Ia menggenggam tangan istrinya yang masih termenung, Entah apa yang ia pikirkan sampai tak mendengar pertanyaan suaminya.


“Eh..” Aileen menoleh saat merasakan tangannya tersentak dalam genggaman Vir.


“Kau melamun?”


“Tidak, hanya ingin menatap jalan saja”


“Jangan membohongi ku, Sun! Aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu. Ada apa? katakan padaku!” Vir menepikan mobilnya, saat melihat raut wajah istrinya seperti memikul beban berat.


“Mulai sekarang aku ingin kita saling terbuka. Aku akan menceritakan semua masalah ku kepada mu dan kau pun begitu! Kita harus saling berbagi” Vir memegang bahu Aileen membawa wanita itu menatapnya.


Aileen tersenyum “Benarkah?” Vir mengangguk sambil mengecup kening istrinya


“Apa yang kau tutupi dariku, Vir? Kenapa tidak memberi tahuku jika Fia ingin memegang separuh saham Hotelmu” Aileen yang tak sengaja mendengar semua obrolan antara Vino dan Virendra tadi dibuat geram dengan apa yang didengarnya.


Vir mengusap wajahnya dengan senyuman yang tertoreh dari sudut bibirnya.


“Kau mendengar semuanya?” Aileen mengangguk sambil melipat kedua tangannya, ia memalingkan wajahnya dari Vir dan kembali menatap lurus ke depan.


“Kau memintaku untuk saling terbuka dan berbagi tapi soal seperti ini kau tak memberi tahuku, huhhh.!” Aileen mencebik tak suka, entah mengapa ia merasa kecewa sebab Vir tak menjadikannya orang pertama yang mengetahui hal sebesar itu.


“Hey, Apa kau marah? Aku hanya belum sempat memberi tahu mu. Aku berencana akan mengatakan ini saat di rumah!” Vir menarik Aileen ke dalam dekapannya, ia tidak ingin wanita itu marah.


“Dan aku lupa memberi tahu mu, penyebab Ayah salah paham tadi itu karena dia mendapati Fia di ruanganku, Wanita itu datang ingin meminta separuh saham dialihkan atas namanya..”


“Lalu bagaimana, apa kau akan mengabulkan keinginannya?” Vir menggeleng


“Aku tidak akan melakukan itu, Sun! dia hanya menggertak ku dan menjadikan masalah ini sebagai ancaman untuk mendapatkanku kembali”


“Jika dia benar-benar melakukannya, bagaimana?” Aileen mendongak menatap wajah suaminya


“Aku akan melawannya, aku tidak rela orang lain mengklaim Hotel ku sebagai miliknya” Vir mencuri satu kecupan dari bibir istrinya


“Tapi modal mu dari dia?”


“Hanya modal dalam bentuk pinjaman, bukan untuk berbagi keuntungan! Aku tidak pernah membuat perjanjian yang mengatakan ia memberikan modal lalu aku akan memberi saham. Dia hanya menggunakan ini untuk menarikku kembali padanya”


Aileen merasa iba atas apa yang suaminya hadapi Secara bertubi-tubi. Pantas saja ia menemukan pria itu dalam keadaan acak-acakan saat di rumah tadi. Ternyata Masalahnya serumit ini.


“Saham Hotel itu milikku 80 persen dan milik Dito 20 persen. Ini semua karena si Bangsat Niko, jika saja dia tidak meraup habis uangku mungkin semuanya tidak akan seperti ini, Shiiit...” Mengingat mantan sahabatnya itu membuat Vir geram, ia bahkan sampai memukul setir kemudi untuk meluapkan kekesalannya.


Lagi-lagi nama itu, Aileen selalu saja dibuat penasaran dengan pemilik nama yang selalu ia dengar dari Dito dan bahkan kini Vir pun menyebutnya.


Aileen mengusap lembut lengan Vir, berusaha untuk menenangkan suaminya “Maaf sudah menuduh mu yang tidak-tidak” lirih Aileen, Ia menyandarkan kepalanya di lengan Vir


Vir tersenyum lalu mendaratkan ciuman, di kepala Aileen “Terimakasih sudah menjadi Matahari dalam hidupku, Kau mengubah semuanya! Aku beruntung memilikimu” berulang kali Vir mengecup kening Aileen, sungguh ia tak bisa mengungkapkan perasaannya pada memiliki wanita yang membawa banyak perubahan pada hidupnya.


Vir menarik wajah Aileen, lalu menyatukan wajah mereka. kening dan hidung mancung itu saling menyatu dan menempel begitu dekat.


“Aileen Zavierra..!” ucap Vir lantang sambil menggesek-gesekkan hidungnya di hidung mancung Aileen “Tidak pernah ku sangka Aku akan jatuh sejatuh- jatuhnya padamu, Kebencian yang pernah jadi benteng pertahanan ku kini hancur terkikis oleh pesonamu yang membuat ku terpikat. Aku mencintaimu, Sun! Maafkan semua kesalahanku di masa lalu, Aku menyesal pernah menolakmu di awal pertemuan kita. Terimakasih sudah bertahan sampai saat ini” Vir membawa Aileen ke dalam dekapannya.


Aileen yang tak mampu berkata-kata, hanya menitihkan air matanya dalam dekapan Vir. Dalam satu malam ini, ia jadi begitu cengeng.


“Hey, kenapa menangis. Dasar cengeng!” Vir Menyeka bulir bening yang ke luar dari mata istrinya “Kenapa disaat aku mencintaimu kau jadi cengeng begini, hah? Dulu saat aku berlaku kasar, aku sama sekali tidak pernah melihatmu menangis.. ckckck” Ia sangat dibuat heran dengan sikap istrinya.


“Aku tidak cengeng! Aku hanya terharu, Aku TERHARU..Apa kau mengerti itu?” cebik Aileen yang tak terima dikatai cengeng. dia bukan wanita menyedihkan yang secengeng itu, hanya saja perkataan Vir barusan membuat hatinya terenyuh memancarkan kesedihan yang membuncah.


Vir terkekeh sambil mencubit pipi Aileen dan memeluknya kemudian “Aahhh iya, kau tidak cengeng tapi terharu” Vir mengulang perkataan wanita itu agar membuatnya senang.

__ADS_1


“Baiklah, karena kau sudah membantuku ke luar dari banyak masalah jadi sekarang kau boleh minta apapun dariku! Katakan, kau ingin apa? Aku akan mengabulkannya”


Mendengar ucapan Vir, Aileen terlihat ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu. Ia menyeka air matanya sambil menatap Vir dengan tatapan memelas


“Hey, mau apa?” Vir mencolek dagu Aileen agar wanita itu segera mengatakan keinginannya


“Emmmnt, A-aku..”


“Aku apa? Cepatlah sun! kita sudah terlalu lama menepi di sini” potong Vir yang melihat Aileen terlalu lama mengutarakan maksudnya. Berulang kali ia melayangkan kecupan di bibir Aileen agar wanita itu segera berbicara


“Ck, bagaimana mau berbicara kalau kau selalu memotongnya..huh”


“Baiklah, cepat katakan!” Vir mulai melajukan mobilnya


“Aku, Emmmnt aku ingin ini Vir..” tangan Aileen menunjuk ke arah ************ Vir. Yang mana membuat pria itu terkekeh sejadi-jadinya.


“Kau kerasukan setan apa, Sun? Astaga, apa ini sungguh dirimu?” Vir yang tak percaya atas apa yang Aileen inginkan terus tertawa, tidak biasanya istrinya itu menginginkan tongkat saktinya. Bahkan memintanya secara langgsung. Walaupun begitu, ia begitu senang sebab rata-rata laki-laki sangat menyukai jika wanita yang menawarkan lebih dulu.


“Ck, Kalau tidak mau ya sudah! Tadi kau mengatakan akan mengabulkan apa saja keinginanku, saat aku mengatakannya kau malah menertawaiku. huhh menyebalkan” Aileen mendengus kesal sambil menarik tangannya dari pangkuan Vir.


Vir semakin dibuat gemas dengan tingkah istrinya yang kelihatan berbeda “Yang bilang tidak mau siapa? Ini merupakan suatu kehormatan bagiku Nona pemilik gawang!” Vir begitu kegirangan, rasanya ia sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah


“Bersiaplah, aku akan berkunjung ke gawangku!” Vir tersenyum nakal sambil mengigit bibirnya secara sensual “Kau tahu, dengan menunjuknya saja kau mampu membangunkannya, tangan mu seperti memiliki sihir”


“Lama, Vir. aku ingin sekarang!” Vir semakin dibuat terkekeh mendengar itu


“Apa kau ingin melakukannya di mobil lagi?” Vir mencoba menerka keinginan sang istri. Aileen terlihat bersandar di pintu mobil dengan bertumpu pada tangannya yang menyanggah kepalanya


“Aku tidak mau munafik, Vir! Aku menginginkan kita mengulangi kegiatan waktu itu! Di mobil sensasinya terasa berbeda” Aileen menghela napas. Perkataannya yang blak-blakan seolah membuat Vir membelalak tak percaya. Ini seperti bukan Aileen yang dikenalnya.


Ia tak bisa membohongi diri, jika percintaan di mobil beberapa waktu lalu terus terngiang-ngiang di otaknya membuat ia sekali lagi ingin mengulanginya.


“Kau kelihatan begitu tidak sabar sayang! Ahhh aku semakin tertarik. Tapi kita tidak bisa melakukannya di sini, lihatlah” Vir menengok ke sekitar, dimana mobil itu berada di jalan raya yang begitu padat kendaraan dan mustahil untuk menepi.


“Baiklah, Aku akan balap! Kita akan melakukannya di depan rumah, Bagaimana?” tanya Vir yang tak ingin merusak mood istrinya


“Ck, terserah!” Aileen mulai kesal.


Vir semakin gemas dengan tingkah istrinya.


“Sepertinya kau begitu merindukan Vir junior mu! kemarilah, pegang dia agar kerinduanmu terobati..” Vir menarik tangan Aileen dan menuntunnya membuka kancing celananya. dan Tangan itu mulai bersemayam di dalam sana.


Melihat Aileen yang begitu penurut membuat Vir gemas setengah mati. Ia mengemudikan mobilnya di sertai dengan lenguhan kecil dari bibirnya akibat aksi nakal tangan Aileen.


..._____...


“Ahhhk, sayang! hmmmmnt sebentar lagi akan sampai, uhhhh!” Vir melenguh nikmat saat merasakan sensasi di bawah sana yang siap menerobos pintu pertahanannya.


Ini sudah yang kesekian kalinya setelah mengakhiri kegiatan di mobil tadi dan kini berpindah ke dalan kamar.


“Moon, Ahkkk.. Aku mencintaimu!” Aileen meremang, tubuhnya terkulai di atas tubuh Vir setelah suaminya menabur benih di goa kesuburan miliknya


Vir melingkarkan tangannya di tubuh Aileen. Ia benar-benar dibuat kewalahan menghadapi Aileen yang selalu ingin lagi dan lagi. Ia merasa istrinya itu berbeda setelah pulang dari mansion Ayahnya


Walaupun begitu, Vir tetap meras senang karena Aileen yang menginginkan dirinya dan itu membuatnya puas telah berulang kali memberikan servis terbaik pada istrinya.


“Moon, aku tahu sesuatu!” ucap Aileen, ia menyandarkan wajahnya di dada bidang Vir.


“Apa, Sun?” dengan mata terpejam Vir menjawab perkataan istrinya. tangannya terus bergerak mengelus punggung polos sang istri


“Aku tahu, bagaimana awal mula kita dijodohkan"

__ADS_1


“Memangnya bagaimana, aku ingin tahu?” tanya Vir yang begitu penasaran.


Flashback On


Saat masih di mansion. Ayah dan Ibu yang merasa beruntung memiliki Aileen terus memuji menantunya itu. Hingga membuat Aileen penasaran dengan alasan kenapa mereka sampai bisa dijodohkan.


Aileen yang sudah tahu alasan perjodohan versi keluarganya. Dan kesempatan kali ini ia jadikan kesempatan emas untuk mengetahui alasan perjodohan mereka dari Versi keluarga Vir.


Dan beruntung Ayah dan Ibu mau memberi tahunya.


Ayah dan Ibu Vir pun mulai bercerita


“Saat itu keluarga kami terpuruk, bisnis hancur, kami terlilit hutang dimana mana. Hingga meminjam uang pun tak tahu harus kemana sebab nama Ayah tercoreng.” Ucap Ayah menjelaskan


“Hingga suatu hari Ayah bertemu dengan dua pria paruh baya yang merupakan pengusaha terkenal, ia bersedia membantu, dan mereka adalah Opa mu Eil, Tuan Surya dan Tuan haris. Mereka bersedia membantu dengan memberikan investasi di perusahaan Ayah yang hampir bangkrut. Ayah dan opa mu semakin dekat hingga mereka sering berkunjung kemari dan bertemu lah dengan Opanya Vir dan Vino yang ternyata adalah Sahabatnya di masa lalu”


Ayah menjeda ceritanya lalu meneguk air minum dan kembali bercerita


“Pertemuan itu terus berlanjut hingga suatu hari, Opa mu melihat bocah laki laki yang sangat tampaan, dia adalah Virendra kecil, laki-laki yang sekarang menjadi suamimu” Ayah mengusap lembut kepala Aileen yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri


“Melihat vir yang begitu pintar di usianya saat itu membuat Tuan Surya mengucapkan sebuah kata yang ternyata disambut baik oleh Opa Vir 'Anak ini sangat tampan! saya bisa melihat di masa depan dia akan jadi anak yang sukses dan pemberani, alangkah senangnya saya jika di berjodoh dengan Aileen cucu kita' Tuan Surya dan Tuan Haris mengatakan itu. Nah dari situ kalian mulai dijodohkan”


Flashback Off


“Ck, bahkan ketampanan ku sejak kecil berhasil membuat Opa mu terpesona”


mendengar itu Aileen langsung menyentil kening Vir


“Aissh, Sun! beraninya kau..” dengan mata terpejam, Vir mengusap keningnya


“Kau terlalu kePDan, Moon”


“Aku memang tampan, Sun! Seluruh dunia mengakui itu” ucap Vir dengan percaya dirinya


“Ah sudahlah, kau memang makhluk yang paling kePDan di muka bumi ini” Aileen malas merespon ucapan Vir. Ia mengeratkan pelukannya pada tubuh pria itu.


“Sekarang terbuktikan, kalau perjodohan ini bukan keinginan keluarga ku sendiri! jadi berhentilah menyalahkan mereka” Aileen menggigit kecil dada Vir membuatnya memekik kesakitan.


“Eil, kenapa kau jadi liar begini? Hiksss..” Vir mendorong kepala Aileen hingga membuatnya mendongak. membuat Aileen tertawa.


“Aku kesal, dulu kau selalu mengatai keluarga ku sebagai penyebab perjodohan kita“


“Kau dendam?” Aileen hanya mengangguk


“ Itukan dulu Eil, lagi pula aku sudah minta maaf. hmmmnt" Vir mendekaap erat tubuh Aileen.


“Tetap saja, kau pernah jadi pria menyebalkan..” sahutnya lagi


“Ck, kenapa kau jadi cerewet dan pembangkang seperti ini, hah? kau ada salah makan atau apa..” Vir menjatuhkan Aileen dari atas tubuhnya lalu memeluk dan mengunci tubuh istrinya dengan kakinya.


“Diamlah, jangan banyak bicara! Lebih baik kita tidur sebelum aku berubah pikiran dan akan menerkam mu lagi.”


Vir mengarahkan bibirnya menutup mulut Aileen agar wanita yang mendadak cerewet itu berhenti berbicara.


Aileen yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum sambil melingkarkan tangan dan kakinya di tubuh Vir.


..._______...


Maaf kalo garing, soalnya aku lagi badmood..😶


Btw jangan lupa tinggalin jejak ya gengs, Jejak kalian tuh berarti banget buat karya receh ini agar semakin berkembang..

__ADS_1


Love you Full gengs❤️


__ADS_2