Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 77


__ADS_3

“Wajah mu sangat kusut seperti kertas lusuh, ada apa?” tanya Dito yang heran, sebab Vir sama sekali tak pergi ke kantor. ia malah berada di ruangan Dito seharian menghabiskan waktu hanya untuk berbaring di sofa, Pria itu suda Seperti cacing kepanasan, bolak balik tidak jelas.


“Sebenarnya kau ada masalah apa lagi hah?” tanya Dito lagi, Ia sangat kesal sebab Vir sangat berisik membuat dirinya yang tengah sibuk merasa terganggu.


Dito pun melangkah ke arah sofa.


“Hey pemalas, sebenarnya apa lagi yang terjadi?” ucap Dito geram sebab Vir sama sekali tak bergeming


Vir menghela napas, ia merubah posisinya menjadi duduk dan bersandar. Ia menceritakan semua yang terjadi pada Dito tanpa ada yang terlewatkan.


“Wow kau hebat” Dito bertapuk tangan setelah mendengar cerita dari Vir yang membuat Aileen kecewa.


“Ck, Sialan” umpat Vir seraya mengusap wajahnya kasar


“Jelas dia kecewa man, Kau tahu sendiri dia masih ragu padamu lalu kau malah ingkar janji lagi dan mementingkan Fia, Apa kau tak memikirkan perasaannya?”


Vir menghela napas berat


“Kalau itu aku memang salah, tapi tidak seharusnya dia menjauhi ku seperti ini, hmmnt”


“Come on, dude, Harusnya kau peka. bagaiaman rasanya?” ucap Dito menyeringai


“Baru seperti ini saja kau sudah merasa terluka, apa kabar dia yang dulu pernah kau sakiti lalu kau menjanjikannya sebuah harapan kemudian kau pula yang mematahkannya, wajar jika di marah. Vir, kalau aku jadi wanita juga aku akan marah, bahkan mungkin akan mnegamuk seperti orang gila jika mendapati suami ku dengan mantannya” Hardik Dito.


Vir menghela napas, tidak ada alasan untuk mendustai ucapan Dito. semua yang pria itu katakan benar adanya.


“Ahh, aku semakin bersemangat ingin mempersistrin Aileen, sepertinya aku harus menyelamatkannya dari orang seperti mu” Dito menyeringai


“Cih, jaga ucapan mu Ardito Bagaskara brengs*k!!” umpat Vir.


Melihat itu, Dito hanya terkekeh geli


“Aku curiga jangan-jangan kau belum mengakhiri hubungan mu dengan Fia” Dito memicingkan matanya, menatap tajam ke arah Vir


“Apa kau juga mulai meragukan ku, sejak kapan aku main-main dengan ucapanku?” Vir menatap tak suka


“yayaaya..” Dito mencebik tak percaya.


kedua pria itu terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing.


Bukannya Bekerja mereka malah mengobrol sesuka hati. beruntung keduanya bos besar jadi tak ada yang bisa menegurnya, jika hanya staf biasa mungkin keduanya sudah di semprot oleh Atasan.


“Aku penasaran, sebenarnya bagaimana perasaan mu pada Aileen sampai kau seperti orang gila begini” Dito yang tak pernah melihat Vir segalau ini sungguh merasa heran, sebab dulu saat bersama Fia ia bahkan tak pernah melihatnya gundah gulana begini


Vir menghela napas lalu berkata “Aku sendiri bingung dit, Tapi aku benar-benar tidak bisa bila terus seperti ini.”


“Kau tahukan sebelumnya aku selalu ingin membuatnya menangis, tapi sekarang melihat ada kesedihan di wajahnya saja hatiku seperti teriris”


Dito hanya diam mendengar ucapan sahabatnya, walaupun agak mengenaskan namun ia tetap mendengarkan dengan baik.


“Dulu aku pikir akan sulit untuk menerima dia namun nyatanya tak sesulit yang ku bayangkan, kehadirannya selalu mencuri perhatian ku, bahkan sepertinya aku mulai mencintainya. Dia berhasil membuatku jatuh hati”


“Kalau kau tahu itu cinta, kenapa tidak diungkapkan?”


“Aku rasa belum saatnya Dit, Aku ingin menunggu waktu yang tepat, Aku hanya akan mengatakan itu setelah semuanya selesai. Aku tidak ingin melukainya, aku hanya akan memberikan cinta itu secara sempurna”


Dito terdiam mendengar ucapan vir, Alasan vir untuk belum mengutarakan cinta ada benarnya juga. Itu artinya ia ingin hatinyaa benar-benar bersih untuk menempatkan nama wanita itu di hatinya.


Saat sama-sama terdiam, mata Dito tertuju pada sebuah surat yang ada di atas meja.


“Astaga Vir, aku hampir melupakan ini” Dito menepuk keningnya pias sambil menunjukkan amplop putih yang merupakan sebuah undangan itu.


“Apa?” Vir menyipitkan matanya


“Ini undangan Event penting dari perusahaan Pt karsa Sejahtera, Acaranya hari ini, kita harus pergi, ini peluang bagus untuk bisnis” ucap Dito bersemangat


“kau pergi saja sendiri”vir kembali merebahkan dirinya di sofa. hari ini ia benar-benar kehilangan semangatnya.


“Hiyaa, Vir! Kau sebagai pimpinan harus menghadiri acara ini. Lagi pula kau bukan hanya mewakili hotel, apa kau lupa kau juga harus mewakili perusahaan mu, aku yakin Angkasa Corp juga di undang”


Vir mendenhkus kesal, masalah ini benar-benar membuatnya lupa jika dirinya tidak hanya memimpin satu usaha. dengan berat hati ia pun beranjak,


Pria itu merapikan pakaianya kemudian melangkah


“Come on” ucapnya acuh


Dito tersenyum melihat Vir yang kembali bersemangat, ia menyusul langkah pria itu.

__ADS_1


“Ini baru Virendra yang ku kenal” Dito menepuk bahu Vir kemudian merangkulnya ala pria dewasa pada umumnya.


“kita harus ke rumah sakit dulu..”


“siap”


Dito yang tahu Vir ingin mengajak Aileen pun menuruti keinginan pria itu.


*****


Setibanya di rumah sakit, Vir dan Dito segera turun. Mereka memasuki gedung tersebut.


“kenapa kau ikut masuk?” Vir memutar mata malas saat menyadari Dito berjalan di sampingnya.


“Nanti kau tak bisa membujuk Aileen, jadi aku akan membantu” ucap Dito dengan penuh percaya diri


“Cih, seperti anak ayam yang mengintili induknya” Vir, berdecih kesal “Kau pikir aku tidak bisa membujuknya” ucapnya lagi.


Setelah sampai di depan ruangan Aileen, Vir bertemu dengan dr Risa yang kebetulan sedang menuju arah yang berlawanan.


“Cari dr Aileen ya?" Tanya Risa saat melihat Vir hendak mengetuk pintu


Vir menoleh “Iya, saya suaminya” ucapnya Datar


Risa mengangguk, tanpa diberi tahu pun ia tahu jika pria ini adalah suami Aileen .


“Sepertinya sekarang kau sangat bangga mengaku sebagai seorang suami, padahal dulu saja sok jual mahal” sarkas Dito tepat di telinga Vir, membuat pria itu melotot tak suka mendengar ucapannya


“Tapi dr Aileen ke luar sejak tadi”


“kemana? Dengan siapa?” Vir yang mendengar itu kelihatan emosi,


“Kalau soal itu saya kurang tahu tapi kata susternya dia dijemput oleh seorang teman” jelas Risa


Vir semakin emosi, kilatan amarah terpancar dari sorot matanya.


Melihat Vir yang hanya diam, Dito pun menngambil alih untuk berbasa basi pada dokter yang sudah memberikan info.


“terimakasih atas infonya dok” ucap dito yang tak enak melihat dr itu menunggu sedangkan Vir malah memasng wajah masam


“Ah, iya sama-sama kalau begitu saya pamit dulu”


Vir terlihat memegang hp nya, ia menghubungi Aileen, namun wanita itu sama sekali tak mengangkatnya, bahkan pesan yang ia kirimpun tak satupun dibalasnya.


“Argggggh, beraninya dia tak menjawab panggilan ku” Vir membanting hanphonenya. Beruntung hpnya menggukan casing pelindung yang aman sehingga tahan banting.


Dito pun hanya geleng-geleng melihat tingkah sahabatnya itu


“ck, stres!” umpat Dito saat Vir mulai berjalan menjauh meninggalkan Hpnya yang tergeletak di lantai.


Dito mengambil hp tersebut, di layar hp itu masih tertera banyak riwayat panggilan yang baru saja Vir lakukan.


Senyuman melengkung terukir di wajah Dito, membuat matanya menyipit tatkala menyadari nama kontak orang yang tertera di list paling atas riwayat panggilan.


“Cih, My sunshine..hahaha sebegitu gilanya dia pada istrinya” Dito terkekeh kemudian segera menyusul Vir


*****


Sementara itu di event yang diadakan di sebuah resort yang terletak di pinggir pantai pun terlihat dihadiri banyak pengusaha mulai kalangan bawah hingga atas. Bukan hanya pengusaha tapi event ini di selenggarakan untuk umum dalam rangka "Mari jadi usahawan Sukses" itulah selogan yang tertera pada panggung acara.


Semua yang hadir merupakan pengusaha-pengusaha dari berbagai industri bisnis.


Acara yang diadakan dari sore sampai malam itu nampak meriah dengan dekorasi yang menjuntai menghiasi tenda-tenda yang di jadikan stand makanan dan sebagainya.


Alunan musik dan deburan ombak yang menggempur pantai menjadi melody indah yang menghiasi telinga.


Senja menjadi lampu alami yang menemani para tamu melalui acara yang indah bersama matahari yang mulai tergelincir.


Para pengusaha mulai saling menjilat satu sama lain agar mendapat kerjasama dan keuntungan dari pengusaha besar yang mereka agung-agungkan.


Vir dan Dito terlihat berkumpul bersama para pengusaha lainnya. Beberapa diantara mereka terus memuji Vir dan Dito yang merupakan salah satu pengusaha muda diantara semua yang hadir.


Di tambah lagi pria itu telah memegang penuh kuasa atas Angkasa Corp membuat beberapa diantara mereka mencari celah agar dijadikan Partner.


“Wah Pak Virendra ini benar-benar luar biasa, usia masih muda tapi sudah bisa mengemban dua tanggung jawab sekaligus” ucap seorang pria memberi pujian


“Bukan hanya dua pak. tiga, dia tidak hanya seorang ceo dan Founder hotel tapi juga seorang kepala keluarga, bukan begitu pak Virendra?”

__ADS_1


Mereka terus menimpali satu sama lain, berbincnag dengan di temani segelas minuman ditangan, membuat acara makin meriah.


Namun Vir yang tak bersemangat sama sekali tak menjawab ucapan mereka, jadilah Dito yang bertugas menghadapi jilatan para pengusaha yang sedang berusaha mengambil hatinya.


“Aku ke sana dulu" tunjuk Vir pada teras Resort yang juga dipenuhi dengan banyak orang yang sedang duduk di sana.


“Nanti aku akan menyusul” timpal Dito


Semua nampak kecewa melihat Vir yang pergi, namun mereka tak menyerah. Tak ada Vir, Dito pun jadi, bagi mereka berhasil mengait Dito juga merupakan suatu keberuntungan sebab dua orang tersebut seperti sebuah sisi kertas yang sama-sama bisa menghasilkan keuntungan.


Vir berjalan ke arah halaman resort yang menghadap langsung ke pantai.


Ia berjalan sambil menggoyang-goyangkan gelas minuman ditangannya.


“Vir..” sapa seseorang


Vir pun menoleh, ia sedikit terkejut saat melihat Mertuanya juga ada di sana. Ia hampir saja lupa jika mertuanya masih pemegang perusahaan tertinggi di atas Biyan, tentu dia akan hadir.


“Mommy, Daddy” Vir mencium tangan kedua mertuanya.


“Daddy kira kau tak hadir”


“Aku baru saja datang dad” ucap Vir tersenyum.


“Iya, Vir. Tadi kami bertemu Aileen katanya kau tidak bisa datang jadi dia yang mewakili” jelas mommy.


Mendengar nama istrinya seketika Vir terperangah. Itu artinya istrinya ada si sini, tapi dengan siapa? Lalu kenapa membuat alasan seperti itu? vir bertanya pada dirinya


“Ah, iya mom. Tadi aku memang hampir tidak datang jadi menyuruh Aileen mewakili karena ada beberapa urusan, tapi untungnya bisa selesai tepat waktu dan aku langsung ke sini” vir mengikuti permainan Aileen, sebab jika ia membuat alasan yang berbeda bisa-bisa mertuanya akan curiga jika mereka sedang ada masalah


Baru Vir ingin bertanya dimana Aileen berada, namun Daddy malah memanggil beberapa rekannya.


“Teman-teman sekalian, ini menantu saya, putra bungsu Tuan Hans dari Angkasa Corp” ucap Daddy dengan bangga.


Setelah melihat keseriusan Vir pada Aileen, Daddy tak lagi meragukan menantunya itu. Apalagi malam itu tak sengaja melihat Aileen dan Vir berpelukan di lantai atas. Hal itu semakin membuatnya yakin jika keduanya sudah saling menerima satu sama lain.


Bahkan kini daddy dengan bangga menyebutkan Vir Sebagai menantunya. walaupun tanpa di sebut, semua ornag tahu siapa Vir dan apa hubungannya dengan dirinya


Vir mendengus kesal saat melihat banyak orang yang kembali berkumpul diantara dia dan Mertuanya


Ia tak suka dengan pujian seperti ini. Namun ia pun tak bisa kabur sebab harus jaga sikap dihadapan mertua.


Setelah cukup lama berbincang Vir mulai memberanikan diri untuk pergi dari sana.


“Dad, mom aku mau menemui aileen dulu”


“Silahkan Vir,” ucap Daddy


"Sepertinya dia masih d lantai atas” ucap Mommy


Vir mengangguk mengerti, “Semuanya saya pamit dulu” ucapnya yang kemudian melangkah pergi


Sementara itu, Aileen yang tengah duduk bersama Zaky terlihat mengecek Handphonenya.


Ia menyerngit heran saat membaca beberapa pesan dan puluhan panggilan tak terjawab dengan nama kontak Makhluk Aneh


Ia memang belum mengganti nama kontak suaminya.


Aileen menyerngit membaca satu persatu pesan dari pria itu


“Kau dimana Aileen Zavierra? Kenapa tidak ada di rumah sakit? Aku tahu aku salah tapi bukan beratir kau bisa bersikap seperti ini pada suamimu.


Kau pergi kemana? Kenapa tak memberi tahuku? Kau sama sekali tidak pamit, hanya meninggalkan sepucuk surat tidak penting? Kalau aku salah hukum aku, jangan seperti ini”


Isi pesan beruntun yang Vir kirim.


Aileen tersenyum kecut membaca pesan itu, Ia senang vir masih perhatian dan mencari dirinya. Namun hatinya terlalu sakit jika mengingat perkataan pria itu yang mengatakan tidak mencintainya di depan Fia


Maafkan aku... Bukannya bertindak terlalu jauh, aku hanya ingin berhenti sejenak dari kisah melelahkan kita.


Aku hanya ingin menenagkan diri dan melihat apakah masih ada rasa perduli yang menghampiri mu.


Liirh Aileen seraya menonaktifkan hanphonenya.


“Ada apa Eil?” tanya Zaky yang melihat Aileen murung


“Tidak apa-apa” Aileen menampakkan senyuman seolah dirinya memang baik-baik saja.

__ADS_1


Kali ini, ia memang datang bersama zaky.


Siang tadi zaky mengajaknya untuk pergi bersama. Aileen yang kebetulan ingin melepas bebannya menyetujui ajakan sahabatnya itu.


__ADS_2