Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 118


__ADS_3

Malam hari..


Saat langit begitu cerah,. menyuguhkan pemandangan berhiaskan berjuta bintang yang berkelip memberi panorama indah bagi mata yang melihatnya.


Semua orang nampak berbahagia melalui malam bersama orang terkasih. Bahkan di taman kota itu tampak masing-masing pasangan tengah bercengkrama penuh kebahagiaan satu sama lain.


Namun berbeda dengan satu pria yang terlihat begitu murung, raut wajahnya sudah seperti badai yang tiba-tiba muncul di tengah cuaca cerah, menimbulkan kericuhan. Kilatan emosi kian terpampang saat ia berdiri di hadapan dua orang berlawanan jenis yang duduk di sebuh kursi.


“K-kau..??” tunjuknya dengan bibir bergetar, matanya mengerjap tak percaya sembari menggeleng kecil.


“Eil.. Apa yang kalian lakukan??” ucapnya lagi saat mendapati Aileen sedang bersama Zaky, pria yang katanya sahabatnya.


Tatapannya mulai mengembun demi mendapati Aileen-nya bersama pria lain. Hatinya seperti diporakporandakan. Tubuhnya bagai terombang-ambing mendapati kenyataan jika istrinya, wanita yang begitu dicintai tengah duduk berdua mengarungi malam di atas kursi taman saling bergandengan tangan. Saat ia sendiri seharian menghabiskan waktu bekerja dan saat pulang ia memilih singgah di taman demi untuk membelikan jajanan yang semenjak hamil memang menjadi jajanan favorit sang istri. Namun lihat apa yang ia temukan, Ia justru mendapati istrinya dengan pria lain. Dan itu sangat menyakitkan.


“A-apa yang terjadi Sun? Tolong jelaskan.. Kau menghianatiku?” tanyanya sekali lagi dengan bibir bergetar.


Hiruk pikuk pengunjung berbaur menjadi satu bersama lantunan musik dan lagu dari panggung kecil yang ada di tengah taman. Suara Vir tenggelam bersama suara bising dari teriakan mereka yang mengikuti setiap bait pada lirik yang dilantunkan oleh musisi yang tengah mengadakan konser kecil-kecilan di sana.


...Maafkan aku


yang menduakan cintamu


berat rasa hatiku


tinggalkan dirinya


dan demi waktu


yang bergulir di samping ku


maafkan lah diriku, sepenuh hatimu...


(Ungu~Demi Waktu)


Begitu bunyi lagu yang diikuti oleh para pengunjung.


Sementara Aileen masih menatapnya dengan tatapan dingin, ia sama sekali tak bergeming meski melihat dirinya berdiri dengan tatapan penuh luka.


Kenyataan macam apa ini? Baru kemarin ia merasakan bahaginya menjadi calon Ayah dari janin yang ada di ramih Aileen, namun kini ia harus merasakan kenyataan pahit. Dimana Aileen, calon ibu dari bayinya justru tengah berduaan dengan pria lain di tempat umum.


Saat Aileen sama sekali tak merespon ucapannya, mata nyalang itu beralih menatap pria yang sedang bersama sang istri.


“Kau..” tudingnya pada Zaky “Beraninya kau bermain api dengan wanita bersuami..!” Ia menarik kerah baju pria tersebut dengan satu tangan siap melayangkan bogeman.


Namun urung, karena Aileen lebih dulu mencegahnya.


“Stop..! Jangan lakukan itu..”


Vir semakin dibuat kesal saat Aileen malah membela pria itu dibandingkan menjelaskan apa yang terjadi dan hal itu semakin membuatnya yakin jika mereka memang memiliki hubungan lebih dari sekedar sahabat.


“Eil, kita perlu bicara.. Tolong jelaskan jika semua ini tidak benar” teriak Vir meminta penjelasan.


Namun lagi-lagi bukannya menjawab Aileen malah menarik Zaky pergi dari sana dan meninggalkannya.


“Eil.... kenapa kau pergi! Aku butuh penjelasan.. Ku mohon jangan seperti ini..” teriaknya lagi.


Beberapa orang yang mendengar itu bahkan sempat menoleh ke arahnya dengan tatapan penuh tanya.


Namun ia sama sekali tak menghiraukannya, hati dan pikirannya lebih fokus kepada masalah yang baru saja terjadi. Dengan setetes bulir bening yang mulai mengalir, Ia segera menyusul langkah sag istri. Hatinya begitu rapuh.


“Eil, kita butuh bicara..” katanya sambil mencekal tangan Aileen.


Tindakannya itu sontak membuat Aileen menghentikan langkahnya, dan Zaky pun ikut menoleh.


“Katakan jika yang aku pikirkan tidak lah benar?” Tanyanya sekali lagi, mencoba meyakinkan diri jika Aileen-nya memang tidak akan pernah mengkhianati pernikahan mereka.


Aileen tersenyum sinis sambil melipat kedua tangannya ke dada.


Tidak, Ini bukan Aileen yang dikenalnya.. Dia kelihatan begitu angkuh, namun itulah kenyataannya, semua begitu nyata. Wanita yang di hadapannya itu benar-benar sang istri.


“Ada apa Vir?? Apa yang kau pikirkan, semuanya itu benar..”

__ADS_1


Deg...


Hatinya begitu sakit, seperti baru saja dilemparkan ribuan tombak yang menancap di dadanya.


Sakit namun tak berdarah, itulah yang ia rasakan.


“Ta-tapi kenapa Eil.. Kenapa kau tega melakukan ini? bukankah hubungan kita baik-baik saja..” Vir terlihat menyusut ujung matanya yang berair.


Perasaan sakit itu sungguh tak bisa lagi di utarakan dengan kata-kata.


“Sebentar lagi kita akan menjadi orang tua, Eil.. Kau sedang mengandung anak kita, kenapa melakukan ini..” Vir tak lagi memperdulikan sekitarnya. Tidak ada lagi image yang harus dijaga, kenyataan malam itu begitu menyakitkan, menghantam telak di hatinya.


Sedangkan Aileen, bukannya merasa iba atau memeluk tubuh suaminya untuk memberi kekuatan seperti yang biasa ia lakukan. Namun justru ia malah tersenyum sinis pada Vir yang tengah memohon belas kasih darinya.


“Cih...Kau pikir siapa yang akan bertahan dengan mu? Sebelumnya kau pernah menyakiti ku saat di awal pernikahan kita, Itu menyakitkan dan aku tidak akan pernah melupakannya..” ucap Aileen dengan begitu angkuhnya


Vir menggeleng dengan air mata yang kian mengalir deras demi mendengar ucapan menohok dari istrinya.


“Aku hanya pura-pura bertahan agar aku bisa membalas rasa sakit yang pernah kau torehkan.. Aku ingin kau mengalami apa yang aku rasakan dulu.. Aku membuat mu mencintai ku agar aku lebih mudah menghancurkan mu..”


“Eil jangan katakan itu. Aku tahu kau tidak bersungguh-sungguh..” lirih Vir sambil mencoba meraih tangan Aileen namun segera ditepis oleh empunya.


“Bagaimana dengan anak kita? dia membutuhkan orang tuanya.. Bukankah kita saling mencintai, ku mohon jangan seperti ini..” ucap Vir dengan rasa sesak yang kian menmbuncah


“Maaf, aku tidak bisa bersama orang yang pernah membuatku terluka.. Sekarang semuanya sudah cukup, aku puas bisa membuatmu terluka seperti ini!! Biarkan aku mencari kebahagiaanku”


Aileen menghela napas sambil melirik ke arah Zaky seolah memberi isyarat agar ia segera pergi lebih dulu dan ia akan menyusul setelahnya.


Setelah Zaky pergi, Aileen kembali meneruskan ucapannya.


“Dan soal anak ini, Aku akan merawatnya.. Jangan khawatir, kau akan tetap menjadi Ayahnya. Setelah dia lahir, aku akan memperkenalkannya padamu..”


Aileen kembali terdiam sambil menatap ke arah seseorang yang datang menghampiri mereka.


“Kembalilah bersamanya, dia mencintai mu lebih dulu sebelum adanya hubungan ini..”


Aileen pun pergi saat seorang wanita yang tadi di tunjuknya sudah berdiri di belakang Virendra.


Tangis Vir pecah seketika saat melihat Aileen lebih memilih pergi dan menyusul pria lain dibanding dirinya.


Kenapa? Kenapa Aileen-nya tega melakukan ini? Benarkah jika ia hanya pura-pura mencintai dirinya hanya untuk membalas perlakuannya di masa lalu.


Tidak, tidak bisa. Aileen tidak boleh seperti ini. Wanita itu harus tetap bersamanya, berada di sisinya sampai akhir hayat, bersama membesarkan anak-anak mereka kelak.


“Selamat merasakan rasa sakit seperti yang aku rasakan, Virendra..Hahaha”


Sambil terisak Vir menoleh ke sumber suara yang berada tepat di belakangnya.


Fia?? Keningnya mengkerut ketika mendapati sang mantan juga ada di sana, bahkan tengah menertawai kehancurannya.


Namun Vir lebih memilih bungkam, ia sama sekali tak menghiraukan keberadaan Fia.


“Kau pantas mendapatkan ini, kau menyakiti ku dan mencampakkan ku.. kini bahkan istri yang kau agung-agungkan itu juga mencampakkan mu..” ucap Fia sekali lagi.


Vir tediam, itu tidak benar. Ini bukanlah hukuman, Ini tak bisa terjadi. Aileen tak mungkin serius melakukannya. Insting dan Hatinya menolak itu.


Ia pun mulai beranjak, Ia harus memperjuangkan cintanya. Jika yang dikatakan Aileen benar adanya maka ia tak boleh menyerah begitu saja, bukankah ia pun harus berusaha seperti yang Aileen lakukan dulu. Ya, dia harus berjuang demi cintanya.


Dengan penuh semangat Vir menyeimbangkan langkahnya ketika mencoba mengejar Aileen yang hendak menyeberang jalan.


“Kau mau kemana Vir?”


“Kenapa masih mengejarnya, bukankah dia sudah mencampakkan mu..” hardik Fia.


Namun Vir sama sekali tak menghiraukan ucapannya, pria itu lebih memilih mengejar Aileennya..


“Eil..!! Aileen..” teriaknya sambil terus melangkah ke luar dari taman.


Aileen yang sudah setengah jalan di atas Zebra Cross pun menoleh ketika mendengar teriakkannya.


“Jangan tinggalkan aku, Eil.. hikkss” lirih Vir dengan air mata yang terus mengalir saat melihat Aileen berbalik sembari melemparkan senyum termanisnya.

__ADS_1


Melihat itu, dengan penuh semangat, Ia pun segera tersadar. Seolah mendapat semangat baru, dengan langkah besarnya ia melangkah untuk segera menyusul Aileen.


Lagi-lagi Wanita itu melambaikan tangannya, bersamaan dengan sorot lampu yang menerpa dari kejauhan.


Semua terasa lambat dan berhenti seketika. Sunyi senyap di malam yang kelam seakan menjadi mala petaka tak terduga saat telinganya mendengar decitan rem dari mobil yang melaju kencang menabrak sesuatu hingga menimbulkan suara yang begitu nyaring..


Chiiiit...


Bruaak...


Dengan mata kepalanya, dan semua orang yang ada di sana. Vir melihat kejadian naas itu, saat sebuah mobil melaju dengan begitu kencang hingga menabrak tubuh wanita yang begitu ia cintai hingga terhempas membentur jalan.


“TIDAKK......” Teriaknya saat tubuh yang sempat melayang itu kembali terjatuh ke atas aspal dengan percikan darah yang mulai membasahi.


Aileen?? Bayi mereka?? Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi....


Waktu seakan berhenti saat itu juga. Dengan langkah seribu, Vir segera berlari menghampiri tubuh yang terbujur kaku itu. Dengan tubuh yang bersimbah darah, Aileen tergeletak tak berdaya pasca insiden naas yang menimpanya.


“Aileeen...Aaaarghhhh.. Eilll, bangun.. Eill!!! Hikkkss, Ku mohon bangunlah..Jangan tinggalkan aku, Sayang...” Teriak Vir sambil meletakkan tubuh yang terbujur kaku itu di atas pangkuannya.


Semua pengunjung taman berhambur melihat kejadian itu.


Darah kian merembes ke luar dari setiap luka yang menganga akibat insiden tadi.


“Sayang.. Jangan tinggalkan Aku.. Ku mohon bangunlah...”


Dunianya benar-benar hancur saat itu juga, Harapannya pupus tatkala ia tak merasakan lagi hembusan napas yang ke luar dari hidung istrinya. Bahkan jantungnya sudah tak berdetak lagi..


Dengan ragu-ragu ia meraba perut istrinya yang mulai sedikit berisi. Hatinya begitu nyeri saat ia mencoba mengarahkan pandangannya pada bagian tubuh di bawah sana, Terlihat darah juga ke luar mengalir di antara selan***ngannya..


Tangisnya semakin menjadi, sungguh ia tak bisa lagi. Aileen dan bayinya telah pergi untuk selamanya akibat insiden yang baru saja terjadi. Mereka pergi meninggalkannya seorang diri.


...____...


“Eil, ku mohon jangan tinggalkan Aku sendiri! Jangan pergi.. Jangan pergi.. Aku membutuhkan kalian, hiksss.. Kalau aku salah hukum aku, beri tahu aku, jangan seperti ini...”


“AILEEN...!!!!!”


“Moon, hey ada apa?? Kau kenapa?” Aileen berusaha mengguncangkan tubuh suaminya yang dipenuhi dengan buliran keringat.


“Vir, kau kenapa...? Vir, bangun....!”


Teriakan Aileen yang terakhir itu mampu menyadarkan suaminya.


Dengan napas terengah dan tetesan keringat yang bercucuran, Vir langsung mengerjapkan matanya, Ia duduk sambil berusaha mengatur napasnya.


“Hey, Apa yang terjadi? Kau mimpi buruk?” Aileen mengusap pelan bahu Vir sambil menatap lekat wajahnya.


Tanpa basa-basi Vir langsung memeluk erat tubuh Istrinya dan berkali-kali mencium kepalanya “Jangan tinggalkan Aku, Eil.. Aku tidak bisa hidup tanpamu!!!” kini Vir mulai terisak demi mengingat mimpi yang baru saja dialaminya. Sangat menyeramkan.


Baru mimpi saja rasanya sudah begitu menyiksa, bagaimana jika itu benar-benar nyata? Entah apa yang akan terjadi, mungkin ia akan jadi gila dan hilang akal saat itu juga, bahkan mungkin ia akan langsung menyusul sang istri.


Namun, ia tetap merasa bersyukur sebab kejadian tadi hanyalah bunga tidur. Aileen-nya baik-baik saja, dia masih ada di sisinya, tidak pergi kemana-mana seperti kejadian yang ada dimimpinya.


“Jangan pergi, jangan pernah tinggalkan aku.. ku mohon, Aku sangat mencintai mu!!” lirih Vir sambil makin mengeratkan pelukannya.


“Aku tidak akan kemana-mana, Aku ada di sini sayang, aku tidak akan pernah meninggalkan mu..” ucap Aileen menenangkan. Mengelus lembut punggung suaminya, mencoba memberi kekuatan.


“Kau mimpi buruk ya?” Aileen menangkup wajah Vir dan menatapnya penuh kelembutan.


Vir mengangguk dengan napas yang masih tersenggal.


Aileen tersenyum sambil mengusap wajah tampan suaminya, Ialu mendaratkan kecupan di keningnya “It's Okey, semua baik-baik saja! Jangan khawatir, aku ada di sini..”


Kini Aileen yang merengkuh tubuh itu lalu melepaskan rengkuhannya dan bergeser menuju nakas. Ia meraih air yang sebelum tidur tadi Vir ambillkan untuknya.


“Minum dulu..” Aileen menyodorkan gelas tersebut pada bibir suaminya.


Setelah selesai, ia kembali meletakkan gelas di atas nakas kemudian kembali mendekat sambil meraba kaos yang Vir kenakan lalu membantunya melepaskan, sebab kaos itu sudah basah karena keringatnya yang bercucuran.


“Tunggu sebentar, biar aku ambilkan baju ganti..” Aileen hendak beranjak namun Vir mencegahnya sambil menggeleng.

__ADS_1


“Peluk Aku Eil..” lirih Vir dengan tatapan mengiba


Aileen lalu mengurungkan niatnya, ia lebih memilih menuruti keinginan sang suami.


__ADS_2