
Siang hari, Aileen dan Vir pergi berziarah ke makam mendiang Opa Haris. Mengingat kemarin Vir tidak ada saat prosesi pemakaman.
Dua sejoli itu mengenakan pakaian senada berwarna hitam dengan kaca mata yang sama-sama bertengger di hidung mancungnya. Membuat mereka terlihat seperti couple goals sungguhan.
Sepasang suami istri itu berjalan ke luar dari area pemakaman tempat Opa Haris dimakamkan.
"Kenapa datang kemari?" tanya Aileen yang berjalan di belakang Vir.
"Ayah memaksa ku, jadilah aku datang!" Katanya menyembunyikan dari fakta sesungguhnya, bahwa yang sebenarnya tanpa perintah dari Ayah pun ia akan tetap menyusul istrinya itu.
"Jangan besar kepala karena mengira aku datang untuk menyusul mu" Sambungnya, yang mana membuat Aileen mengerutu dalam hati
"Lagi pula aku tidak ingin image ku tercoreng di hadapan keluarga mu" katanya lagi
Kini Aileen hanya diam, sudah pasti Vir datang hanya karena dipaksa bukan karena merasa empati pada opanya atau pun karena ingin menyusul dirinya.
Aileen tertawa ngilu dalam hati.
Hahah kenapa aku berharap dia datang karena diriku.. Sadarlah Eil itu tidak mungkin!! Memangnya siapa dirimu baginya!! Hanya berstatus istri dalam pernikahan yang tidak di inginkan.. kau tidak ada apa-apa baginya dibanding Fia..
Tersenyum kecut sembari menyusul Vir yang hendak masuk ke dalam mobil.
Aku tidak akan mengatakan bahwa alasan ku datang karena berempati pada mu atau Keluarga mu , yang ada nanti kau akan besar kepala. Vir tersenyum seraya membuka pintu mobil
.
.
Sementara itu Biyan yang melihat Daddy dan Mommy nya sedang berdua pun menghampiri mereka.
"Mommy, Daddy!!" katanya seraya melirik ke sembarang arah, berharap tidak ada yang melihatnya berbicara. seperti orang yang berlagak mencurigakan saja! Lagi pula siapa yang akan melarangnya berbicara dengan orang tuanya sendiri.
"Ada apa Bi?"
"Ada yang ingin aku bicarakan!" Biyan terlihat begitu serius.
Jangan bilang dia ingin mengadukan masalah itu pada orang tuanya, sungguh ia pun tak bisa menahan diri lagi, ia kesal apalagi melihat Kehadiran Vir pagi tadi.
Biyan tidak terima sebab pria itu datang terlambat saat opanya sudah dikebumikan.
Benar-benar sama sekali tak berempati. pikir Biyan
"Apa Bi? Sepertinya penting!" Kini Daddy yang menanggapi
"Ini soal kakak"
"Ada apa dengan kaka mu nak?" Tanya Mommy penasaran
Biyan pun mengajak mommy dan daddy nya menuju tempat yang tidak bisa didengar oleh orang lain.
Mereka bertiga pun menuju sebuah ruangan yang ada di rumah itu.
"Ada apa bi? Kakak mu kenapa?"
Biyan pun mulai menceritakan semuanya, tentang rumah tangga Aileen dan Virendra yang tidak beres. Ia menceritakan saat Vir bertemu dengan seorang wanita yang ternyata adalah mantan kekasihnya.
Daddy yang mendengar cerita Biyan tak bisa lagi membendung emosinya, ia tidak terima putrinya diperlakukan seperti itu.
Namun mommy berusaha menenangkan.
"Dad tenang lah, Jangan emosi begini! Biar mereka yang mengatasi semuanya terlebih dahulu, kita hanya akan turun tangan jika Aileen yang meminta" mommy mengusap punggung suaminya.
"Bagaimana aku bisa tenang, saat Pernikahan putri ku tidak baik-baik saja.. Aku menginginkannya bahagi mom! Tapi lihatlah suaminya masih berhubungan dengan mantannya" tutur Daddy geram.
__ADS_1
"Daddy kita tidak boleh terlalu ikut campur. Mereka sudah sama-sama dewasa, tentu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk! Terlebih lagi mereka hanya di jodohkan, masih belum mengenal satu sama lain, belum ada cinta diantara mereka!!" Mommy Jessica berusaha menjelaskan dengan kepala dingin
"Sama seperti kita dulu sayang, Apa daddy lupa posisi ku dengan Vir hampir sama, dulu kita menikah saat aku masih memiliki kekasih." Mommy berusaha mengingatkan daddy Al dimana hubungan mereka hampir sama persis. namun bedanya dulu dirinya lah yang menikah saat masih berstatus kekasih orang. Jadi Mommy hanya berusaha memahami posisi Vir
Bukannya tidak perduli pada putrinya, Mommy Jessica hanya mencoba mengerti, ia juga berharap suaminya bisa mengerti namun jika sikap Vir sudah tidak bisa di toleransi ia sendiri pun akan bertindak, bila perlu akan membawa putrinya kembali.
Daddy Al terlihat mencerna ucapan mommy.
Semua yang dikatakan Istrinya memang benar, Namun ia tidak bisa diam saja, Daddy tak rela jika Aileen putriinya tidak hidup bahagia.
Menjalin hubungan yang rumit sudah pasti harus membutuhkan tenaga yang super extra untuk menghadapi segala yang akan terjadi.
Sementara Biyan ia pun hanya diam mendengar percakapan antara kedua orang tuanya. Ia merasa sedikit lega karena sudah menceritakan semuanya walaupun harus menyaksikan sedikit perdebatan di sana.
Daddy menghela nafas..
Wajah tua yang masih kelihatan tampan itu terlihat mencoba menerima masukan dari istrinya.
"Baiklah mom untuk kali ini aku tidak akan ikut campur dulu, tapi jika Vir sudah kelewatan jangan coba-coba menghalangi ku! Aku sendiri yang akan menghajarnya" ucap Daddy penuh penenkanan "Nanti aku akan bicara pada mereka berdua, juga dengan orang tua Vir, mereka juga harus tahu masalah ini" kata Daddy kemudian beranjak meninggalkan mommy dan Biyan yang masih terpaku dengan ucapan terakhir daddy.
Sungguh Mommy khawatir, takut jika daddy Al akan benar-benar nekat memberi tahu orang tua Vir.
"Mom maafkan aku, ini salah ku! Daddy jadi emosi seperti ini" Biyan mendekati mommy nya
"Tidak sayang, yang kamu lakukan ini sudah benar! Ini artinya kau begitu menyayangi kakak mu" mommy memeluk putra bungsunya itu, ia bangga karena Biyan sudah begitu perduli pada kakaknya
.
.
"Kenapa kalian cepat pulang? Kenapa tidak menikmati jalan-jalan dulu! Anggap saja sedang bulan madu" kata Om Ferdy pada Aileen dan Vir yang baru sampai di rumah
Vir dan Aileen hanya tersipu malu.
Semua yang ada di sana pun tertawa menyaksikan pasangan suami istri yang berlagak malu-malu kucing itu..
Namun berbeda dengan semua orang yang tersenyum hangat, Daddy Al terlihat begitu dingin saat menatap menantunya dengan tatapan tajam seperti pedang yang menghunus. Tanpa Vir dan Aileen tahu daddy Al sudah mengetahui masalah mereka.
"Kami tidak mungkin berbulan madu di saat duka seperti ini, bukan kah itu sangat tidak sopan" sahut Vir sembari memegang kedua bahu Aileen. Mebuat wanita itu memutar mata malas
Lihatlah dia sangat pandai bersandiwara.. Huh entahlah apa aku haru senag atau tidak? Mungkin saja aku akan benar-benar bahagia jika kau mengatakannya tulus dari lubuk hatimu...
Eh apa-apaan aku ini, apa aku mengharapkan bulan madu bersamanya? Haaisss.
Aileen menggeleng berusaha mengusir pikirannya
Sementara Shakeel dan Biyan yang mendengar ucapan Vir hanya menatap jengah atas kelakuan Vir yang begitu pandai bersandiwara.
"Vir, Aileen temui daddy di kamar" berucap lalu kemudian meninggalkan semua orang yang berkumpul di sana
Mommy Jessica pun menyusul langkah suaminya.
"Daddy aku mohon jangan beri tahu Pak Hans dan nyonya Melinda, pasti mereka akan sangat merasa bersalah dengan sikap Vir..
Lagi pula akan sangat tidak sopan jika kita memberi tahu mereka dalam keadaan seperti ini" bujuk mommy seraya mensejajarkan langkahnya dengan Daddy Al yang begitu tergesa-gesa.
"Tenang lah, aku tidak segegabah itu! Aku sudah mempertimbangkan Semuanya, Untuk saay ini aku tidak akan memberi tahu mereka, Aku ingin mereka mengetahui sendiri kelakuan putranya" ujar Daddy Al begitu cuek
Mendegar itu mommy pun hanya bernafas lega.
Sementara Aileen dan Vir hanya mematung, mereka masih memikirkan ada apa daddy memintanya bertemu, apa yang ingin ia bicarakan, kenapa harus di kamar?
Aileen dan Vir menyimpan banyak tanya dibenaknya
__ADS_1
"Kalian berdu pergilah! mungkin ada hal penting yang ingin Daddy mu katakan" sahut Ayah Hans yang melihat sepasang suami istri itu sama sekali belum beranjak
Aileen dan Vir pun hanya mengangguk, lalu segera menyusul ke ruangan yang di maksud.
Sesampainya di dalam.
Mereka duduk di hadapan daddy dan mommy dengan perasaan canggung dan was-was.
Aileen yang tahu situasi, menyadari jika ada yang tidak beres dengan Daddynya, pasti ada masalah sehingga membuat daddy ingin bicara seperti ini.
Berbeda dengan Vir, untuk pertama kalinya, ia yang tak pernah gerogi kali ini begitu gerogi. Bahkan ia berani menentang ayah nya tapi kenapa melihat aura mertuanya saja nyalinya sudah menciut begini
Baginya lebih baik berdebat setiap hari dengan Ayah Hans atau bahkan berkelahi dengan para preman dari padanya harus berada di situasi ini dengan Daddy Alfin yang auranya begitu mengintimidasi.
Vir kesulitan menelan ludahnya.
Ia menyenggol lengan Aileen yang duduk di sampingnya.
Daddy masih dalam silent mode, belum berniat bicara apapun
Aku sedang berhadapan dengan mertua ku tapi kenapa rasanya seperti sedang di introgasi dalam ruang eksekusi. Gumam Vir dalam hati
Daddy menarik nafas dalam dan mulai berbicara.
"Ingin menjelaskannya sendiri atau daddy yang memberi tahu kalian?" tutur daddy membuat dua jantung orang yang di tanya berdetak tak karuan
Vir dan Aileen tidak mengerti, mereka hanya diam dan menunduk, siap mendengarkan ucapan Daddy.
"Vir" ucap Daddy dingin
Mendengar namanya disebut, Vir pun menatap Daddy Al.
"Iya Daddy" Ucapnya
"Kau masih punya hubungan lain selain dengan istri mu?"
Deg...
kata kata itu ibarat hantaman bagi Vir.
Dadanya bergemuruh naik turun. Dia bisa menebak siapa pelakunya.
Ingin marah dan melontarkan protes pada sang mertua, ingin rasanya ia mengeluarkan isi hatinya yang selama ini dia pendam, ingin mengutarakan rasa bencinya pada keluarga Aileen karena perjodohan ini. Namun nyalinya sudah menciut lebih dulu melihat aura amarah pada sang mertua. Ia pun hanya bisa pasrah menerima amukan karena masih menjalin kasih dengan Fia.
"Untuk kali ini Daddy masih memaklumi itu, sebab kalian menikah karena perjodohan, jadi belum ada cinta diantara kalian! Kami berusaha mengerti.. Namun menjalin hubungan lain di atas ikatan suci pernikahan bukan lah suatu hal yang baik, itu menyalahi aturan agama! Ganjarannya dosa..
Seiring berjalannya waktu, daddy berharap kalian bisa saling menerima satu sama lain, dan menyadari bahwa inilah takdir hidup kalian, takdir yang Tuhan gariskan untuk kisah kalian!"
Daddy Al menghela nafas dalam, berusaha berbicara dengan kepala dingin lalu kembali meneruskan ucapannya.
"Namun jika kalian masih belum bisa menerima semua ini dan Vir masih tetap menjalin hubungan dengan mantannya, Dengan berat hati Daddy mohon kembalikan Aileen secara baik-baik, jangan sakiti dia! Lebih baik kembalikan dia sebelum hatinya terluka lebih dalam, Karena jika itu terjadi Aku sebagai Daddynya tidak akan pernah memaafkan mu" sungguh Seorang Ayah mana pun tak akan rela jija putrinya terkuka
Begitu juga dengan Daddy Alfin yang tak mampu membayangkan bagaimana perasaan putrinya yang beberapa bulan ini begitu kuat menghadapi semuanya tanpa mengadu pada mereka.
Mommy Jessica juga merasa sedih, Namun ia bersyukur karena suaminya bisa bicara dengan kepala dingin.
Sementara Aileen dan Virendra, mereka hanya diam. Sungguh Aileen tidak menyangka jika Biyan akan membocorkan semuanya.
Bukan ini yang dia inginkan,
Aileen tidak ingin membuat pikiran orang tuanya terbebani, Dia tidak ingin Keluarganya sedih. Dengan begitu tekatnya untuk bertahan semakin bulat.
Begitu juga dengan Vir, pria itu hanya diam mencerna ucapan sang mertua. Wajah tampannya nampak jelas memikul beban berat, namun tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirannya.
__ADS_1
Apakah dia akan mendengarkan ucapan Daddy dengan menerima Pernikahan ini atau malah masih mempertahankan Fia di sisinya.
Seperti yang kita tahu, Vir juga tidak akan bisa menceraikan Aileen karena orang tuanya tentu akan benar-benar tidak menganggapnya sebagai anak.