
Malam itu Vir dan Fia tengah makan malam romantis bertabur bintang yang berkelip di langit malam.
Mereka memilih menikmati udara malam di rooftop sebuah restaurant ternama di kota ini. Makan malam dengan diselingi tawa kebahagiaan dari keduanya membuat mereka terlihat begitu harmonis
Restaurant ini bernama Diamond's Resto, tanpa Vir ketahui Restaurant ini adalah milik keluarga Utama yang notabene adalah mertuanya sendiri, ia tidak tahu jika makan malam yang baginya makan malam romantis ini malah akan membawanya ke kandang harimau yang akan menimbulkan sebuah masalah untuk mereka.
Tanpa disadari, tidak jauh dari meja mereka, ada dua orang yang menatap tak suka melihat interaksi Vir dan sang kekasih. Bahkan dua orang tadi terlihat begitu emosi dan berjalan mendekat.
Bruakk..
Suara gebrakan meja di depannya membuat Fia dan Vir tersentak kaget. Fia dan Vir mendongak menatap ke arah dua orang pria yang berdiri di sisi mereka.
Vir berdiri dan melemparkan tatapan kebencian pada dua orang tadi.
"Apa yang kau lakukan Vir? kenapa kau bersama perempuan lain? Dimana kakak ku?" tanya salah seorang pria yang mencecarnya dengan berbagai pertanyaan
Dua pria itu adalah Shakeel dan Biyan. Mereka terlihat menahan amarah ketika memergoki Vir dengan perempuan lain, walaupun yang menggebrak meja tadi hanya Biyan, tidak dengan Keil.
"Jadi ini kelakuan mu di belakangnya?" Ucap Shakeel tak kalah emosi
Dia yang selama ini berusaha melindungi Aileen dan menuruti permintaan sepupunya itu untuk tidak memberi tahu Keluarganya terlihat begitu kesal melihat Vir sedang bermesraan dengan seorang wanita, sementara Aileen tidak ada disini.
Fia yang terkejut dilabrak dua orang pria yang tak dikenalnya sontak ikut berdiri dan memaki kedua pria itu.
"Kalian ini siapa? Apa kalian tidak punya sopan santun memukul meja orang sembarangan!!" ujar Fia emosi "Aku tidak tahu kalian ada masalah apa dengan dia, tapi tolong jaga sopan santun kalian! Ini tempat umum.." sambungnya
"Lagi pula kakak kalian siapa hah? Apa hubungannya dengan Vir?"
Byan dan Shakeel mengerti, wanita yang bersama Virendra itu belum tahu jika Vir sudah menikah dengan Aileen. Mereka tersenyum sinis lalu beralih menatap Vir
"Tanyakan saja sama tuan Arshaka virendra ini!" ketus byan.
"Jaga ucapan kalian!" tuding Vir menggebu emosi
"Hahahaa apa yang harus di jaga? apa kami harus menunduk hormat pada mu?" Sarkas Shakeel dengan terkekeh geli
"Hmmnt percuma saja memiliki nama yang artinya bagus tapi sikap dan kelakuannya sangat melenceng jauh dari arti namanya" Sambung Byan
"Damn!! diam bocah ingusan" Kata Vir yang emosi dan bersiap menghajar Byan dengan bogem mentahnya.
"Jika kau berani menyentuhnya, kau akan berhadapan dengan ku..!" shakeel maju, ia menarik kerah baju Vir
Vir tersenyum sinis seraya menepis tangan Shakeel dari bajunya.
"Kenapa menyalahkan ku?? Lebih baik kalian salahkan keluarga kalian yang memaksa kami melakukan ini semua!" Kata vir
"Sayang ini sebenarnya ada apa?" tanya Fia heran, Ia tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Sebenarnya apa masalah mereka?? pikir Fia
Shakeel yang mengerti maksud Vir pun mulai tersulut emosi. Ia tak habis pikir, bisa-bisanya Virendra masih mengira jika hanya pihak keluarganya lah yang menginginkan perjodohan ini.
Shakeel yang tahu betul alasan mereka dijodohkan pun menggeleng dengan raut wajah yang sulit diartikan. Ia tahu perjodohan itu memang sudah dilakukan saat virendra dan Aillen masih sama-sama kecil.
"Jaga ucapan mu Arshaka virendra, lebih baik kau cari tahu semua kebenarannya terlebih dahulu baru berani membacot sembarangan!" ucap Shakeel tegas
Vir kembali tersenyum sinis mendengar ucapan Shakeel, bahkan kali ini ia tertawa dengan gayanya yang arogan itu.
"Aku memang tak pernah setuju saat Daddy mengatakan hal ini! Tapi Daddy dan mommy pun tak bisa menentang perjanjian opa kami dengan opa mu itu" Byan mendorong kasar tubuh Vir. Membuat Vir oleng dan hampir hilang keseimbangan. Hal itu membuat Vir semakin emosi.
Byan tersenyum getir, ia sadar jika belakangan ini Aileen sering terlihat murung, itu semua pasti karena masalah rumah tangganya yg tak beres dengan Vir, ia sudah menduga dari awal jika Vir adalah sosok pria yg angkuh dan arogan.
__ADS_1
Hati Byan sakit mengetahui kakaknya menyimpan kepalsuan rumah tangganya secara rapat, sehingga tidak ada celah baginya dan keluarga untuk melihat adanya duri yang tertanam dan tumbuh subur dalam rumah tangga itu.
"Asal kau tahu Vir, wanita yang kau sakiti itu adalah wanita yang mati-matian dibuat bahagia oleh keluarga kami. Bahkan daddy kami sendiri memperlakukan dia seperti Ratu. Tapi lihatlah kau sebagai suaminya bahkan malah melakukan hal ini dibelakangnya, asal kau tahu istri manapun akan sakit jika tahu suaminya berhubungan dengan wanita lain sekalipun hubungan mereka itu hasil dari perjodohan!" Bentak Byan yang tak kuasa menahan emosinya.
Sementara Fia masih belum peka, sedari tadi ia hanya pelonga-pelongo tak mengerti.
Suami? Istri? dan perjodohan? Sebenarnya apa maksud dua pria itu.
"Cukup!! maksud kalian ini apa?" tanya Fia
Shakeel menatap Fia dan Virendra secara bergantian, ia menyunggingkan senyum mengejek dan terkekeh kecil.
"Hmmmh apa ini di kekasih mu?? Masih kalah jauh dengan Kak Eil!" Ejek Byan yang mana membuat Vir emosi dan langsung menghajar Byan.
Ia emosi karena Byan menghina Fia yang begitu ia cintai.
Bugh, bughhh...
Byan juga tak tinggal diam, ia juga membalas setiap pukulan yang Vir beri padanya.
Sementara shakeel, ia sama sekali tak berniat memisahkan
"Hey kau,, kenapa kau diam saja, ayo tolong pisahkan mereka" teriak Fia histeris
Banyak pengunjung yang menyaksikan perkelahian itu, mereka tak mau ikut campur karena mereka tahu siapa yang sedang bertengkar di sana, yaitu pengusaha muda dan dua anak pengusaha yang sangat terkenal di negeri ini.
Vir kalah telak, ia bahkan tak bisa mengalahkan Byan yang merupakan seorang pemegang sabuk hitam. Walaupun ia juga seorang pemegang sabuk hitam tapi malam ini ia seperti begitu lemah dan kehilangan tenaganya.
Byan tersenyum mengejek
"Kemampuan mu cuma segini?" Tunjuk Byan seraya membalikkan jempolnya
"Bahkan kakak ku juga bisa membuat mu terkulai jika dia mau!" ucap Byan lalu ia dan shakeel berlalu pergi dari sana
"Argggghrhhh" pekik Vir memegang ujung bibirnya yang berdarah.
Fia membantu Vir membersihkan lukanya, ia mengambil tisu dari dalam tasnya
"Sebenarnya mereka siapa Vir? kenapa mereka marah seperti tadi saat melihat kita" tanya Fia penasaran "Kenapa mereka menyebut suami dan istri? Siapa yang suami istri Vir?"
Vir menatap lekat wajah Fia, ia melihat ada bayang-bayang wajah Aileen yang selalu tersenyum saat menyiapkan makanan untuknya, bahkan akhir-akhir ini ia selalu memikirkan wanita itu, walaupun Aileen agak keras kepala dan sangat susah di ajak berargumen namun Vir bisa luluh karena ketulusan Eil yang selalu mengurus dan menghargainya sebagai suami. Ia kembali tersadar ternyata di hadapannya bukan lah Aileen melainkan Fia yg merupakan kekasihnya
"Vir aku bertanya, mereka siapa?"
Vir gelagapan, ia tidak tahu harus menjawab apa. Bahkan sudah selama ini ia belum memberi tahu Fia jika dia sudah menikah dan beristri, ia tahu secepatnya ia memang harus segera memberi tahu Fia tentang statusnya sebelum dia mengetahuinya dari orang lain, sebab itu akan jauh lebih menyakitkan.
"Vir!!" Fia memecah lamunan Vir
Vir gelagapan..
"Maafkan aku Fi, ada sesuatu yg belum bisa aku jelaskan sekarang!" Aku janji akan segera memberi tahu mu dalam waktu dekat ini, tolong beri aku waktu!" Vir memalingkan wajahnya.
Sungguh akhir-akhir ini masalah hidupnya semakin rumit. Mambuat Ia semakin membenci Keluarga Aileen
"Argggghhhhh" Vir teriak frustasi sembari memukul meja, membuat Fia terkejut
"Kau kenapa?" tanya Fia heran
"Aku tidak apa-apa.."
Sebenarnya banyak yang ingin ia tanyakan, namun melihat kondisi Vir yang seperti ini membuat ia mengurungkan niatnya
__ADS_1
.
.
Sementara itu Aileen yang berada di kediaman orang tuanya tengah menyiapkan makan malam bersama para Pelayan.
Sebenarnya ia sudah pulang lebih awal sejak sore tadi. Namun, karena Vir mengirimkan pesan bahwa malam ini ia tidak makan di rumah, jadilah Aileen memutuskan untuk makan malam bersama Oma dan Opanya.
"Oma dan Opa makan ya, Aku sudah membuatkan bubur untuk kalian" Aileen menyerahkan semangkuk bubur di depan kedua tua bangka itu.
Aileen yang hendak duduk di kursinya langsung di tarik oleh Biyan untuk ikut dengannya dan Keil.
"Ikut aku kak.." Biyan berjalan menarik Aileen dengan diikuti oleh Shakeel
"Hey Biyan, Kakak mu akan makan malam! kenapa kau malah menariknya" teriak oma Fera yang heran
"Sudah kita makan saja, mungkin ada hal penting yang ingin mereka bicarakan" sahut opa Surya.
Kedua orang tua itu pun memulai makan malam mereka tanpa ketiga cucunya.
Sementara itu..
"Ada apa Bi? kenapa menarik ku?" tanya Aileen heran.
Kini ia, Biyan dan Shakeel sudah berada di halaman belakang.
"Kak sekarang jujur pada kami, hubungan mu dengan Vir tidak baik-baik saja kan?" Biyan mulai mengintrogasi sang kakak, berharap wanita itu bisa berkata jujur dan terbuka pada mereka.
Aileen beralih menatap Shakeel, seolah mengatakan apakah Biyan sudah tahu semuanya.
Keil menggoyangkan bahunya seolah tidak mengerti apa-apa.
Biyan yang heran melihat kedua kakaknya hanya diam saling melempar tatapan pun beralih menatap Keil.
"Apa jangan-jangan selama ini kau juga sudah tahu Keil?" Biyan beralih mengintrogasi Keil
Melihat Keil hanya diam membuat Biyan semakin yakin jika sepupunya itu sudah mengetahui hal ini lebih dulu
"Kalau kau tahu kenapa kau diam saja Keil?"
"Aku hanya tahu Vir dan Eil tidak saling mencintai, dan soal wanita tadi aku benar-benar baru mengetahuinya saat bersama mu"
"Tetap saja, seharusnya kau memberi tahuku"
Aileen menghela nafas.
"Memangnya apa yang akan kalian lakukan jika tahu semua ini?" Dan wanita siapa yang kalian maksud?" tanyanya penasaran.
Biyan dan Shakeel pun menceritakan semua kejadian di resto tadi saat mereka memergoki Vir bersama wanita lain, hingga terjadilah perkelahian antar Biyan dan Vir.
"Jadi kau berkelahi lagi Bi?? Sudah ku bilang jangan menggunakan kemampuan mu untuk berkelahi" Aileen menarik telinga sang adik
Biyan meringis kesakitan, bukannya berterima kasih dan merasa bangga karena dibela tapi sang kakak malah menjewernya.
"Kenapa kau malah menghukum ku kak, seharusnya kau berterima kasih pada ku karena sudah menghajar suami brengsek mu itu"
"Kau ini apa-apan Eil? Sebagai adik, Biyan sudah membela mu tapi kau malah menghukumnya" protes Keil
Ia bergidik ngeri sembari memegangi telinganya, membayangkan rasanya telinga di tarik.
Aileen beralih menatap Shakeel.
__ADS_1
"Dan kau yang paling tua Keil, seharusnya kau melarangnya, kalian keterlaluan!" Aileen beralih mengomeli Shakeel yang tidak berusaha mencegah Biyan.