Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 27


__ADS_3

Siang Hari, di Angkasa Land hotel.


Ruang kerja Vir nampak sunyi meskipun ada dua manusia di dalam sana. Yaitu Vir dan juga Dito, keduanya terlihat begitu sibuk dengan handphonenya masing-masing.


Di tengah keheningan yang terdengar hanya suara ketikan handphone membuat suasana ruangan itu sunyi senyap bak tak berpenghuni.


Namun tiba-tiba saja Vir terlonjak, Ia meloncat, menghentakkan kakinya berdiri dari duduknya di atas kursi kebesarannya.


Enntah apa yang baru saja ia temukan di handphone nya sehingga membuatnya begitu heboh seolah menemukan sebuah berlian di dalam handphone itu.


"Ck kau ini kenapa Vir..?" ketus Dito yang merasa terkejut karena pergerakan Vir


Vir yang masih sibuk menatap layar handphonenya pun tak menyahut.


"Hey Virendra kau kenapa seperti cacing kepanasan yang disiram aih sehingga langsung diam seperti ini"


"Aku harus pergi dulu, ada urusan mendadak" ucapnya terburu-buru dan langsung ke luar dari sana meninggalkan Dito yang menggerutu sebal


"Kau kebiasaan sekali Vir, belum menjawab pertanyaan ku tapi kau malah pergi!!! kau benar-benar membuat ku penasaran" protes Dito yang merasa tingkah sahabatnya itu begitu aneh.


.


.


.


Seperginya dari hotel, bukannya menuju kantor namun Vir malah pulang ke rumah. Entah apa yang dia cari di rumah saat siang hari begini.


Ia melangkah gontai ke dalam rumah. Seperti biasanya jika tak menemukan yang ia cari sudah pasti ia akan menyusuri setiap ruangan yang ada.


Siapa lagi yang dicari jika bukan Aileen, hanya kebiasaan mencari Aileen lah yang sering ia lakukan di rumah ini jika tak menemukan wanita itu di seantero ruang.


Namun untuk apa di cari saat jam kerja seperti ini? Bukankah ia tahu istrinya itu bukanlah seorang pengangguran yang akan berdiam di rumah sepanjang hari.


Apa dia merindukan Aileen?? Ahhh bisa jadi, apalagi selepas kejadian malam itu dia sudah jarang bertemu dengan wanita itu. Aileen seperti menghindarinya, bahkan dia tidak pernah lagi melihatnya atau bahkan punya kesempatan untuk makan bersama. Bagaimana tidak, Aileen selalu bangun lebih awal dari biasanya untuk tidak bertemu dengan Vir, Ia menyiapkan semua makanan lalu berangkat di pagi buta sehingga tidak ada celah untuk Vir bisa melihat wajahnya


Apa Vir merasa kesepian? Sepertinya tidak, diakan punya Fia.


Ah sudahlah, kita kembali saja pada Vir yang sibuk mencari.


Tak menemukan siapa-siapa Ia pun ke luar rumah dan masuk ke dalam mobil. Sepertinya ia tahu harus pergi ke mana.


Setengah jam berkendara akhirnya Vir sampai di halaman rumah sakit. Ia pun segera turun dan langsung masuk ke dalam.


"Ruangan dokter Aileen dimana?" tanyanya pada resepsionis di sana


Benar-benar suami palsu, bahkan ia tidak tahu ruangan istrinya sendiri.


"Maaf apa sebelumnya tuan sudah membuat janji?" si Resepsionis berbalik bertanya dengan ala-ala resepsionis pada umumnya.


Vir mendegus kesal, Resepsionis itu mengingatkannya pada Aileen yang selalu menyebalkan seperti ini ketika di tanya.


Tapi kenapa sebal pada Resepsionis? bukan kah dia hanya menjalankan tugasnya..


"Haissh Kenapa berbalik bertanya, cukup jawab saja pertanyaan ku!!"


Hening....hanya terdengar suara drap langkah pengunjung rumah sakit


Resepsionis itu menatap heran pada Vir..


"Eh.."

__ADS_1


Vir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia sadar, tidak seharusnya ia mengucapkan hal seperti tadi..


"Saya suaminya, saya ingin bertemu dengannya? Apa kalian tidak tahu siapa saya?" katanya sok memperkenalkan diri dengan gayanya yang arogan itu.


Si Resepsionis hanya mengelus dada dalam hati, ia tahu siapa Virendra, pengusaha muda yang terkenal namun itu bukanlah patokan untuk bisa memberikan informasi dokter pada sembarang orang yang belum membuat janji.


Lagi pula aku tidak tahu jika kau ini suaminya.. kata Resepsionis dalam hati.


Vir mengetuk meja resepsionis, berusaha menyadarkan Resepsionis yang tak berhenti menatapnya.


"Apa saya ada tampang penipu??" Vir mulai ketus karena Resepsionis itu tak kunjung memberi informasi tapi malah menatapnya dengan penuh selidik.


Tidak bisa seperti ini, Vir si pria Arogan tidak boleh diperlakukan begini...


Dia kesal, memicingkan mata dengan tatapan mengintimidasi membuat di resepsionis gelagapan.


"Ini foto pernikahan saya" Vir menunjukkan layar handphonenya, yang mana di sana ada foto pernikahannya saat dengan keluarga besar.


Ternyata dia menyimpan salah satu foto pernikahan di handphonenya.


Vir berusaha memahami jika banyak yang tidak tahu Pernikahan mereka walaupun beberapa dari mereka tahu Aileen sudah menikah namun tidak tahu dengan siapa. Karena memang pernikahannya tertutup dan hanya orang tertentu yang diundang


"Silahkan bapak menuju lantai..."


Belum sempat si repsionis menjelaskan dimana ruangan Aileen, orang yang di cari kebetulan lewat di sana. Vir yang juga melihat itu pun langsung menghampiri Aileen


"Eil..."


Aileen yang tengah bersama dokter Risa langsung menoleh.


"Vir??"


"Kalau begitu aku duluan Eil" Dokter Risa yang tahu situasi pamit undur diri lebih dulu.


Ada angin apa pria itu mencarinya kemari..


"Bisa bicara sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan"


Aileen mengangguk, lalu mereka pun berjalan ke halaman depan rumah sakit.


"Ada apa?" tanya seorang perawat pada yang melihat interaksi resepsionis dengan Vir tadi


"Itu Arshaka Virendra, Hotelier tampan yang terkenal itu!" kata si Resepsionis tak mengalihkan pandangannya dari Vir yang berjalan ke luar bersama dokter Aileen.


"Iya aku tahu dia Virendra, maksud ku ada apa dia ke mari? Apa dia sakit?" sahut dua orang perawat lagi


"Dia suaminya dokter Aileen"


"What??" Para perawat itu terkejut bersamaan.


Mereka ingin melanjutkan obrolan namun kebetulan perawat Nita lewat dan menatap para perawat dan resepsionis itu dengan tatapan sinis membuat ketiga perawat tadi langsung bubar.


Sementara itu di halaman rumah sakit..


"Ada apa?" tanya Aileen


Ia duduk di sebelah Vir namun sama sekali tak berniat melirik pria itu


"Aku kemari ingin minta maaf pada mu"


Aileen tersenyum seraya masih fokus menatap ke arah tukang parkir yang membantu kendaraan parkir di depan sana

__ADS_1


Baru kali ini seorang Virendra meminta maaf, Ada apa? pikir Aileen


"Aku serius, Aku minta maaf!"


"Dalam rangka?"


Vir menjelaskan semuanya, Saat di Hotel tadi ia tidak sengaja melihat Artikel tentang list Restoran ternama di kota ini dengan omzet fantastis, di sana tertera nama Retoran dan setiap owner yang mana dari berita itu ia jadi mengetahui sebuah Fakta tentang Diamond's Resto yang merupakan restoran keluarga Aileen yang dikelola oleh Biyan. Itu artinya malam itu, saat Shakeel dan Biyan memergokinya dengan Fia murni sebuah kebetulan dan bukan lah salah Aileen.


Kata-kata Dito malam itu terus terngiang-ngiang membuat ia merasa bersalah dan memutuskan untuk mengenyampingkan egonya dan meminta maaf pada Aileen soal tuduhannya yang tidak masuk akal itu.


"Maka dari itu aku minta maaf, aku tahu aku salah. Bahkan kau selalu memperlakukan ku dengan baik tapi aku selalu menyakiti mu" Vir menunduk, terlihat menyimpan penyesalan yang mendalam dalam dirinya


Apakah ini awal yang baru? Kita lihat saja nanti


Aileen tersenyum, ia bersyukur Vir menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, ia mengharagai itu.


"Tidak masalah, aku sudah memaafkan mu sejak lama..


Lagi pula aku tidak pernah merasa tersakiti oleh siapapun"


Vir memalingkan wajah, Ia tahu selama ini usahanya untuk membuat Aileen menderita hanya sia-sia. Wanita itu terlalu kuat dan tangguh untuk disakiti..


"Kenapa kau selalu menghindari ku tapi terus mempersiapkan semua kebutuhan ku dengan baik?"


"Aku haya melakukan tugas ku sebagai seorang istri"


Untuk yang kesekian kalinya Vir mendengar alasan itu dari Aileen, membuat ia tak bisa berkata-kata lagi.


Lidahnya kelu, bibirnya kaku untuk di gerakkan. jadilah hanya keheningan yang tercipta diantara mereka berdua.


Lama saling berdiam diri, hingga pada akhirnya Aileen melirik jam tangannya dan berkata


"Aku harus ke dalam dulu, Aku masih ada pasien"


Vir juga ikut melirik arlojinya.


Aileen berdiri, Virendra juga beridiri..


Entah mengapa keduanya terlihat begitu canggung.


"Aku juga akan kembali ke ACT"


"ACT?" Aileen mengernyit heran


"Iya ACT, Angkasa Corp Tbk! Perusahaan Ayah" jelas Vir


Aileen tersenyum..


"Oh maaf aku tidak tahu singkatan seperti itu" Aileen tersenyum kikuk "Yang Aku tahu hanya Chandra Groups dan Tigers Groups"


Tentulah Eil, itukan Perusahaan Daddy dan Om Ferdy


"Tidak masalah, lagi pula itukan bukan bidnag mu.."


Aileen pun hanya mengangguk lalu melangkah pergi


"Ohiya nanti malam biar aku jemput" teriak Vir sedikit kencang


Aileen berbalik seolah mengatakan "Tidak usah repot-repot, aku bawa mobil sendiri"


"Kita makan malam dengan Dito! Anggap saja sebagai permohonan maaf ku"

__ADS_1


Aileen hanya mengangguk lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


__ADS_2