Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 54


__ADS_3

Saat pagi tiba, biasanya orang-orang akan memulai banyak aktivitas, setiap penghuni rumah sudah tentu mempersiapkan segala sesuatu untuk memulai hari.


Namun berbeda dengan keluarga kecil yang satu ini, rumahnya terpantau sepi. Sama sekali belum ada pergerakan dari dalamnya.


Bagaimana ada pergerakan jika seorang pria yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya saja masih terlihat duduk termenung di meja makan.


Apa dia sedang sarapan? Tidak, dia tidak sarapan. Bagaimana bisa sarapan jika di sana sama sekali tidak ada makanan.


Sudah sekitar 20 menit Vir duduk di sana, Ia termenung seorang diri. Sesekali ia menatap ke pintu ruangan itu namun sama sekali tidak ada yang muncul di sana.


Kemana istrinya? Tumben dia tidak sibuk seperti biasanya. Apa dia melupakan tugas? Tapi sepertinya itu tidak mungkin.


Vir menghela nafas kasar, Ia beranjak dari duduknya. Kemudian berjalan meninggalkan tas dan jasnya di sana.


"Apa dia sudah pergi?" tanya Vir pada dirinya


Ia berjalan ke arah depan. Sepertinya dia berniat mengecek mobil Aileen, apakah wanita itu benar-benar sudah pergi. Jika iya, itu artinya dia sudah membuang waktunya hanya untuk menunggu istrinya itu.


Kalau pun memang sudah pergi lalu kenapa tak memasak untuknya. Berbagai tanya ia lemparkan pada dirinya.


Vir membuka pintu yang masih terkunci rapat, dilihatnya di halaman depan masih terparkir dua mobil di sana.


"Lalu kemana dia? Apa dia masih tidur?" berdecak kesal sambil kembali menutup pintu.


Ia berjalan menaiki tangga, Akan memastikan apa yang sedang dilakukan istrinya itu hingga sampai saat ini belum juga menampakkan batang hidungnya .


Vir membuka pintu kamar, pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah Aileen yang masih tertidur pulas dibalik selimut tebalnya.


"huuh Ini yang katanya akan membangunkan ku tapi dia sendiri belum bangun" Gumamnya seraya beejalan mendekat ke arah ranjang.


Perlahan Vir menyibakkan selimut yang masih menutupi tubuh Aileen hingga menampakkan bagian perutnya yang terekspos karena bajunya sedikit naik.


Glek..


Tenggorokannya tercekat, Ia seakan kesulitan menelan ludah. Entah mengapa perasaan ini selalu saja muncul setiap kali melihat tubuh Aileen ataupun saat bersentuhan dengan wanita itu, dia sendiri bingung dengan dirinya.


Bahkan begitu banyak wanita sexy yang sering menggodanya namun tak satupun yang membuat dia merasa seperti ini. Bahkan saat bersama Fia, dia sama sekali tak bereaksi apa-apa, dia masih bisa mengendalikan diri namun apa ini.


Secepat kilat Vir mengalihkan pandangannya, sekuat tenaga dia menggeleng untuk mengusir perasaan aneh itu.


"****, perasaan macam apa ini"


Vir menghela nafas kemudian menepuk lembut pipi Istrinya.


Tak butuh waktu lama untuk membangunkan Aileen. Sekali tepuk pipi, wanita itu sudah bangun.


Aileen menatap sayu ke arah Vir. Saat menyadari siapa yang membangunkannya, seketika Aileen langsung tersadar, ia langsung ikut duduk di tepi ranjang.


"Huuaaam, maaf Aku terlambat!" masih menguap seraya mengikat ulang rambutnya yang sedikit berantakan karena baru bangun


Bukannya fokus mendengarkan Aileen, namun fokus Vir malah tertuju pada kaki jenjang Aileen yang kelihatan begitu jelas karena ia menggunakan hotpants


Aileen yang tidak menyadari hal itu malah meraih tangan Vir "Masih ada waktu, Aku akan memasak untuk mu" segera beranjak setelah melirik arloji suaminya


Vir beralih menatap Aileen yang sudah berdiri hendak ke luar dari kamar


"Tidak usah masak, kita makan di luar saja" ucap Vir seraya mencegah Aileen ke luar


Aileen menoleh dengan tatapan sulit diartikan


"Bersiaplah, setelah itu kita langsung berangkat" ucap Vir yang masih duduk di tepi ranjang.


"kita?"

__ADS_1


"Iya kita, Aku dan kamu!! Aku akan mengantarmu seperti biasa"


Aileen nampak berpikir.


"Its okey" ucap Aileen mengedipkan bahu "Kalau begitu ke luarlah, bagaimana aku bisa mandi jika kau masih ada di sini"


Vir memicingkan mata melirik Aileen "Memangnya kau akan mandi di depan ku sehingga mengatakan seperti itu? Dimana-mana orang akan mandi di kamar mandi, bukan di sini!"


"Hiyaa Vir, aku tahu! Tapi bagaimana aku bisa ke luar dari kamar mandi jika kau masih di sini. Ayolah jangan mengulur waktu, nanti kita terlambat" ucap Aileen yang masih enggan beranjak karena vir sama sekali belum ke luar dari kamarnya


Vi pun segera beranjak setelah mendengar ucapan dari istrinya itu "Siapa suruh bangun terlambat" Berjalan ke luar kemudian menyentil kening Aileen saat ia hendak ke luar membuat Aileen teriak kesakitan


"Huaaa Kenapa dia suka sekali menyentil kening ku" ucap Aileen setengah meringis.


Berbeda dengan Vir, pria itu malah merasa puas berhasil menyentil istrinya.


Rasanya jari ku sudah lama pensiun karena tak pernah menyentilnya. tersenyum puas, seperti baru saja mendapat hoby baru.


***


Setelah selesai bersiap-siap.


Sepasang suami istri itupun segera berangkat ke hotel.


Hari ini hari terakhir seminar, membuat Aileen harus kembali ke hotel itu.


Setelah beberapa menit berkendara akhirnya mereka pun sampai di Angkasa land hotel,


Aileen turun terlebih dahulu, tidak lama setelah itu Vir kemudian menyusul.


"Aku dengar kau ada seminar di sini" kini mereka sudah berjalan ke arah Lift khusus yang akan membawa mereka ke lantai tempat ruangan owner berada


"Iya, dan hanya sampai hari ini saja! eh, Kenapa kita ke sini, pintu utama kan ada di atas sana" ujar Aileen saat menyadari ia mengikuti Vir ke lain arah.


Aileen pun mengangguk mengerti


Mereka lalu masuk ke dalam Lift


Saat berada di dalam lift, tiba-tiba Aileen kembali mengingat kejadian saat dimana Vir menciumnya karena marah, Membuat ia merasa canggung dan langsung menjaga jarak dari Vir.


Berbeda dengan Vir, dia terlihat tenang tanpa memikirkan apapun.


Pintu lift pun terbuka.


Aileen mengikuti kemana langkah suaminya pergi.


"Mau makan di restoran hotel atau di ruangan ku saja?" Tanya Vir seraya memutar hendel pintu ruangannya.


"Mau di resto atau di ruangan mu sekalipun aku akan ikut"


Mendengar jawaban Aileen membuat Vir menatap jengah. Bukannya memberi Jawaban yang tepat Aileen malah membuatnya berpikir.


"haissh, apa itu yang kau sebut jawaban" Vir melengos masuk ke ruangannya "Ck,. dasar payah! kalau begitu kita makan di sini saja" Vir yang sudah berdiri dekat meja kerjanya lalu memencet telepon dan memesan makanan pada staf hotel


Sedangkan Aileen, wanita itu justru malah asyik melihat seisi ruangan suaminya itu.


Ia menatap takjub pada deretan piala dan piagam penghargaan yang terpajang di etalase khusus.


Hotel yang terbilang muda namun jejeran penghargaan yang dimenangkan membuat kita yakin dengan citra hotel yang bukan kaleng-kaleng.


Tidak lama setelah itu, seseorang datang dengan membawa makanan yang Vir minta.


Begitu banyak makanan, sehingga staf hotel itu harus membawa menggunakan troli

__ADS_1


Mereka pun menyantap sarapan berdua dalam keheningan.


Ini pertama kalinya bagi Aileen menginjakkan kaki di ruangan suaminya.


Saat baru selesai makan, seseorang yang begitu dikenal muncul dari balik pintu. Dia tersenyum sekaligus menatap tak percaya melihat apa yang terjadi.


Aihh mimpi apa aku semalam sampai paginya harus melihat dua orang ini makan bersama di sini.. ucap Dito dalam hati


Ia menyesal karena mengganggu momen sarapan kedua sahabatnya itu.


"Maaf aku menganggu kalian!" tersenyum kikuk, merasa tidak enak namun malah berjalan mendekat ke arah sepasang suami istri itu.


Hal itu membuat Vir melempar tatapan geram pada sahabatnya Dito.


"Tidak masalah dit, lagipula kami sudah selesai"


Mendengar ucapan Aileen, Dito merasa bangga


"lihatlah Vir, dia temanku, tentu dia akan mebela ku" ucap Dito sombong, dia benar-benar memamerkan kedekatannya dengan Aileen.


Tidak, sepertinya di hanya ingin mengetes reaksi Vir


"Cih dasar alay" mencebik kesal


Vir berjalan ke arah mejanya kemudian kembali memanggil pelayan dan sorang staf yang akan ia perintahkan untuk mengantar Aileen ke seminar room


"Kenapa tidak menyuruh ku saja Vir, aku bisa mengantarnya" ucap Dito


"Aku tidak percaya padamu, kaukan playboy cap tikus" ucap Vir


"Lihatlah Eil, dia mengatai teman mu" mengadu dan berharap agar temannya itu membelanya


Aileen yang melihat hal itu hanya tersenyum gemas dengan tingkah dua pria dewasa itu. Sangat menggemaskan, Ia jadi ingin punya sahabat seperti Dito


"Ck, diamlah Dito sialan!"


Tidak lama setelah itu dua orang wanita datang dia adalah pelayan dan staf yang ditugaskan untuk mengantar Aileen.


"Pergilah dengannya, dia akan mengantarmu ke seminar room. Aku tidak bisa mengantar mu" ucap Vir


Aileen Hanya mengangguk mengerti, lalu meraih tangan Vir kemudian pergi bersama staf tadi.


Dito tersenyum melihat pemandangan indah itu. Rasanya pemandangan kali ini benar-benar luar biasa, melebihi pemandangan indah yang sering dilihat banyak orang.


Dia jadi semakin ingin segera menikah.


"Cie Kau pasti senang kan dia mengajak mu ke ruangannya" bisik Dito saat Aileen lewat tepat disampingnya, yang mana membuat Aileen tersipu malu.


Vir yang mengira Dito membisikkan hal lain hanya melototkan mata tak percaya.


Ia menahan diri untuk tidak berkata kasar sampai istrinya benar-benar sudah ke luar dari ruangan itu


"Sepertinya kau benar-benar ingin merebut istri ku, dasar Playboy cap tikus!" Cebik Vir saat Istrinya sudah menghilang dibalik pintu


"Kau sama seperti pria yang main nyosor itu, menyebalkan" Ucapnya lagi ketika mengingat Zaky saat memeluk Ailee


Dito hanya terkekeh geli melihat Vir yang seperti itu "Apa kau cemburu? Eh tapi tunggu dulu, memangnya siapa yang kau maksud?"


Dito penasaran dengan orang yang dimaksud Vir, namun sepertinya Vir sama sekali tak berniat memberi tahunya


"Tidak ada, sana kembalilah ke ruangan mu! Ini sudah waktunya untuk bekerja! Aku harus pergi dulu"


Dito dan Vir pun sama-sama ke luar dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2