Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 78


__ADS_3

Virendra berjalan dengan gagahnya, menapaki satu persatu anak tangga yang membawanya ke lantai atas Resort tersebut.


Vir yang mengenakan rompi Suit vest dipadukan dengan kemeja putih yang tergulung hingga siku membuat aura ketampanannya semakin terpancar. Satu tangannya masuk ke dalam saku celana sedangkan tangan yang satunya masih memegang gelas kecil yang berisi minuman.




Langkahnya perlahan memelan. Tatapannya menyala seketika tatkala sorot mata itu menankap sosok wanita yang sangat ia kenal tengah tersenyum bahagia dengan beberapa pria di sana.


Hatinya begitu sakit, kini ia sadar atas kesalahan yang ia lakukan, sudah pasti istrinya itu merasakan hal yang sama ketika melihat dirinya bersama Fia kemarin.


Namun emosi telah menguasai diri, Ia tak rela orang lain menikmati senyuman itu.


Vir berjalan ke arah meja tersebut dan langsung mencengkram lengan istrinya.


Aileen yang terkejut segera menoleh. Ia terperanjat melihat Vir ada di sana dengan sorot mata dipenuhi kilatan amarah yang membuatnya menelan ludah kasar.


Zaky yang melihat itu hanya melongo, Ia ingin mencegahnya namun terhalang oleh temannya yang tahu siapa Vir, mereka yang merasa beruntung dihampiri orang seperti Vir pun berusaha mendekati pria itu.


Namun Vir sama sekali tak menghiraukan mereka semua. Ia terus menarik Aileen menjauh dari kerumunan.


“Mereka siapa hah? kau selingkuh!!” tuding Vir yang mencecar Aileen dengan pertanyaan beruntun


Aileen tersenyum sinis sambil menepis cengkraman Vir dari lengannya secara kasar “Ada apa Vir? Apa kau cemburu?” Menatap sinis dengan seringaian berpuas


Virendra membisu, matanya menatap lekat pada wajah letih istrinya.


“Kau datang dengan pria lain lalu memberi tahu mommy jika kau kemari untuk mewakiliku, Apa begini sikapmu sebagai seorang istri?” teriakan Vir menggema


Lagi-lagi Aileen hanya tersenyum


“Aku masih tahu batasan Vir, tidak seperti yang kau lakukan! Aku masih bisa menjaga martabat ku sebagai seorang istri, Lagi pula yang kau lakukan dengan Fia itu apa namanya kalau bukan selingkuh?” ucap Aileen menohok, Ia berusaha tegar meskipun hatinya sangat rapuh.


Ia tahu suaminya tak benar-benar cemburu.


“Asal kamu tahu Vir, Aku juga menderita seperti ini, Sama sekali tak pernah terlintas dipikiran ku menginginkan pernikahan ini! Aku hanya berusaha bertahan agar keluarga kita bahagia, tapi kau, kau sama sekali tak pernah menghargai itu!” Aileen mulai terisak, sekuat apapun ia berusaha tegar tapi hatinya sudah tak bisa lagi membendung semua kerapuhan yang selama ini ia pendam dari awal pernikahan.


“Hey, kenapa bicara seperti itu? Bukankah kita sudah sepakat untuk memulai semuanya dari awal?” Vir mengenyampingkan egonya, Ia membawa Aileen ke dalam dekapannya.


Seakan dibuat kaku, Seketika emosi yang ada dalam dirinya lenyap begitu saja saat melihat istrinya mulai meneteskan air mata


“Apanya yang akan dimulai? Sebelum kau mengajakku berjuang Aku sudah duluan berjuang sendiri. Dan saat aku berjuang kau malah sibuk berjuang untuk dia.. jadi aku harus apa?” ucap Aileen sendu dalam pelukan pria itu.


Vir semakin merasa bersalah, terlihat air mata pria itu juga mulai menetes, bukannya lemah atau cengeng namun sungguh ia tak bisa melihat Aileen seperti ini..


“Jangan menangis, Aku janji tidak akan menyakiti mu lagi” lirih Vir seraya mengecup kening istrinya


Aileen melepaskan pelukan Vir dari tubuhnya


“Kadang kejujuran memang menyakitkan, Vir. tapi tak ada gunanya juga pura-pura bahagia di atas kepalsuan” lirih Aileen seraya menyeka air matanya.


Vir menggeleng pelan, ia benar-benar tak mengerti apa yang dimaksud oleh wanita itu.


“Kalau memang belum bisa melupakannya tidak apa, katakan saja tidak perlu pura-pura memberiku harapan, yang kau sendiri tak bisa melakukannya” ucap Aileen pilu


Vir menatap nanar Istrinya. Ia bisa melihat jika Aileen benar-benar terluka. wanita yang selama ini tak pernah menunjukkan kelemahannya kini mengeluarkan seluruh isi hatinya yang mungkin sudah lama ia pendam.


”Perlu kamu tahu vir, aku mungkin memang kuat secara fisik tapi tidak dengan mental ku. mentalku hancur karena semua ini! Hikss,”


“Iya aku salah, dan aku minta maaf. Tolong jangan seperti ini” Lirih Vir yang hendak menarik Aileen kembali ke dalam pelukannya namun wanita itu menepis tangannya


“Kita pulang ya, kita bicara di rumah" Vir menggandeng lengan wanita itu, namun lagi-lagi genggamannya di tepis.


“Apa yang perlu dibicarakan? jika ingin bicara baik-baik selesaikan dulu hubungan mu dengan Fia”


“Eil, sudah ku bilang aku dengan Fia tidak ada hubungan pa-apa. Aku hanya menolongnya, tidak lebih” Vir kehabisan kata-kata, baru kali ini ia seakan tak bisa menyanggah setiap ucapan istrinya itu


“Kita harus bicara, ini juga sudah malam. kita pulang ya..!" bujuknya sekali lagi

__ADS_1


“Vir lepas, untuk Apa pulang? kita selesaikan saja semuanya di sini” tolak Aileen.


“Kamu jangan gila Eil, di sini tempat umum. apa kau ingin mempertontonkan masalah rumah tangga kita pada orang lain” ucap Vir geram seraya mulai menarik paksa tangan Aileen


Namun seseorang yang sedari tadi melihat apa yang terjadi tiba-tiba muncul dan melepaskan genggaman Vir dari tangan Aileen.


Vir yang hampir terjatuh mengumpat kasar pada pria tersebut.


“Za?” lirih Aileen yang heran melihat Zaky sudah ada di sana


Zaky berdiri di tengah-tengah, antara Virendra dan Aileen.


Cih, mau jadi pahlawan kemalaman dia.. vir menatap sinis ke arah Zaky seraya melempar gelas yang sedari tadi ia pegang.


Aileen terkejut melihat kilatan amarah pada suaminya, Ia menutup telinganya saat Vir melempar gelas tersebut secara kasar.


Suara pecahan gelas itu menggema, dengan serpihannya yang berserakan di lantai.


“Aku tahu masalah kalian apa. dan kau tidak punya hak untuk memaksa Aileen seperti tadi” ucap Zaky yang memang sudah mencari tahu semua hal memgenai Vir dan ia pun tahu apa hubungan Vir dengan wanita yang bernama Fia.


Vir awalnya menatap sinis pada Aileen, ia menduga istrinya itu telah menceritakan semuanya pada pria yang ada di depannya ini.


Vir menyeringai kemudian berkata “Kalau pun kau tahu memangnya apa yang bisa kau lakukan? Dan kalaupun aku memaksa, memangnya kenapa? dia istriku, Salahnya dimana?” Vir melangkah mendekati Zaky yang berdiri di depan Aileen.


Aileen yang merasa situasi menjadi panas berusaha melerai namun Vir mengangkat satu tangannya mengisyaratkan agar Aileen tidak mendekat dan menghentikan mereka.


Vir tidak suka dengan orang luar yang ikut campur dengan masalah rumah tangganya.


Zaky menyeringai “Istri katamu? Kalau memang dia istrimu lalu Fia itu siapa?” Zaky menunjuk dada Vir dengan telunjuknya.


Vir semakin dibuat panas karena Zaky telah menginjak harga dirinya, Vir menesip tangan Zaky dari tubuhnya lalu mendaratkan bogeman di wajah pria tersebut.


“Vir, hentikan” pekik Aileen, ia memegangi lengan suaminya itu


Zaky hanya tersenyum memegangi ujung bibirnya yang berdarah.


“Atas dasar apa kau menanyakan kehidupan pribadi pada orang yang tidak kau kenal, Aku tidak tahu siapa dirimu yang tiba-tiba ikut campur urusan kami. ckckck, miris! sepertinya kau tidak punya kesibukan lain” ejek Vir dengan wajah jengah


“Oh ini Sahabatmu?” Vir berucap dengan nada yang terkesan merendahkan “Aku tidak menyangka istri ku bisa punya sahabat tak bermutu seperti mu” ejek Vir lagi.


“jaga ucapan mu” tegur Zaky yang tak terima


“Aihh, aku tidak punya waktu meladeni orang seperti mu, Eil ayo kita pulang” Vir kembali meraih lengan Aileen


“Dia datang bersama ku jadi dia juga pulang bersama ku, lagi pula aku lihat dia tak ingin pulang dengan mu..”


Ucapan Zaky membuat Vir menghentikan langkahnya dan menoleh, “Ohya? Cih, kau begitu percaya diri!"


Vir melangkah dan mencengkeram kerah baju Zaky, Ia benar-benar tak tahan untuk kembali menghajar pria itu


“Aku suaminya” ucap Vir menekankan statusnya


“tidak ada yang berhak melarangku, walau orang tuanya sekalipun, lantas siapa dirimu yang berani-beraninya mencampuri urusan kami?”


Zaky pun ikut mencengkram kerah baju Vir. “Anda jangan main kasar, Tuan” ucap Zaky tak mau kalah, yang mana semakin membuat Vir geram. pria itu terlihat hendak melayangkan bogemnannya namun Aileen kembali mencegahnya


“Vir, jangan!”


Vir pun menghempaskan tangannya secara kasar


“Pengganggu seperti mu pantas di habisi!” Vir mendorong kasar tubuh Zaky


“Aku tegaskan sekali lagi, jangan ikut campur masalah rumah tangga orang lain! jika aku melihat mu mendekati istriku lagi, Habis kau” tuding Vir, lalu melangkah pergi dari sana


Aileen ingin pulang bersamanya atau dengan pria itu, Vir sama sekali tak perduli. Ia bukanlah tipe orang yang suka memohon apalagi membujuk orang lain terlebih lagi di sana ada Zaky, melihat Aileen seperti enggan bersamanya membuat Vir memutuskan untuk pergi.


“Biar aku antar eil” tawar Zaky.


Sementara Aileen masih terus menatap punggung Vir yang mulai menjauh. Ada perasaan bersalah pada dirinya, Ia tahu suaminya salah namun tak seharusnya juga ia pergi bersama orang lain meskipun itu sahabatnya, Mengingat Vir pernah melarangnya untuk itu.

__ADS_1


“Maaf Za, tapi aku harus pulang dengan suamiku”


Semburat kecewa terlintas di wajah Zaky.


bagaimana mungkin ia berharap Aileen memilihnya, meskipun rumahtangga mereka sedang ada masalah namun Aileen bukanlah sosok yang tak bisa menghargai suaminya.


Zaky merasa usahanya sia-sia. Tadinya ia mengira hubungan Aileen yang renggang bisa menjadi peluang untuknya mendapatkan hati wanita itu, namun nyatanya tidak.


Zaky hanya menjawab dengan sebuah anggukan.


Aileen pun segera menyusul Vir.


Vir yang menyadari Aileen berjalan di sampingnya hanya tersenyum dalam hati.


Tadinya ia berpikir wanita itu tidak akan ikut dengannya setelah apa yang terjadi diantara mereka. namun nyatanya Aileen masih memilih pulang bersamanya


Keduanya terus berjalan ke arah mobil tanpa terlibat obrolan satu sama lain


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


“Kita harus bicara” ucap Vir pada Aileen yang baru ke luar dari kamar mandi.


Sepanjang perjalanan sampai di rumah keduanya sama-sama belum terlibat obrolan sama sekali.


“Bicara lah, tidak ada yang larang!” ketus Aileen acuh, Ia membuka lemari sambil memilih baju tidur yang akan ia kenakan


Vir yang tak tahan dengan sikap Aileen segera menarik wanita itu hingga membuat tubuh Aileen terperangkap dalam pelukannya.


Vir semakin dibuat kesal, bahkan saat berada di depannya pun Aileen masih enggan menatap dirinya.


Vir menghela napas, ia memutar wajah Aileen agar menatapnya. Sementara tangannya yang satu ia gunakan untuk memeluk erat tubuh istrinya itu


“Hey, Aku ingin bicara!”


“Kalau mau bicara ya bicara saja, untuk apa seperti ini” Aileen memutar matanya malas.


Vir dibuat geleng-geleng dengan tingkah istrinya yang begitu keras kepala.


“Gadis nakal!!” Vir memajukan wajahnya kemudian mengecup bibir mungil itu.


Aileen mendorongnya, dan berjalan ke arah sofa


"Aku hanya berusaha bertahan di atas komitmen ku! aku hanya ingin jadi istri yang baik dalam hubungan yang tidak pernah kau inginkan ini!! Selebihnya aku sama sekali tidak perduli" Aileen mengalihkan pandangannya dari Vir yang kini berlutut di depannya


"Apa kau benar-benar tidak perduli pada ku?" Vir menarik tangan Aileen,agar wanita itu beralih menatapnya


“Eil, Aku tahu aku salah sudah mengecewakan mu tapi tolong jangan mendiami ku seperti ini. Aku janji tidak akan mengecewakan mu lagi.


Selain itu Kami sama sekali tidak ada hubungan apapun, Aku hanya ingin menolongnya. Sayang, please, maafkan Aku”


"Berhenti mendesak ku Vir, aku benci berdebat!! Aku tidak mau membuang tenaga hanya untuk hal ini. karena aku tahu, sekali aku mengeluarkan semuanya aku tidak akan bisa mengontrol diriku" Aileen menepis genggaman Vir dari tangannya


“Katakanlah, jangan dipendam! kau boleh mengatakan apapun asal itu bisa membuat mu lega dan puas, Mauengumpatku, memukulku, lakukan semua asal dirimu puas” Vir memohon seraya memeluk kaki Aileen yang masih enggan menatapnya.


Ada perasaan sedih saat melihat suaminya seperti ini, Aileen benar-benar tak habis pikir dengan sikap Vir yang begitu ingin mendapat maaf darinya.


“Bangun, Lihat Aku” Aileen merengkuh tubuh suaminya dan membawa Vir duduk di hadapannya.


Aileen menggengam bahu kekar itu, Bulir bening terlihat menetes dari sudut mata indahnya. Ia menghela napas kemudian berkata.


“Sekeras apa pun kau mengatakan ingin berusaha menerima hubungan kita, nyatanya tidak akan bisa merubah apapun jika kau masih memperdulikan dia. dia begitu penting untuk mu,


Hingga membuat mu abai pada status mu sebagai suami. aku istri mu Vir, Aku juga membutuhkan mu” Aileen mulai terisak sesenggukan


“kau memang masih belum bisa melupakannya. Oke, Fine. Tapi mendengar mu mengatakan tidak mencintai ku di depannya itu sangat menyakitkan, Kau menginjak harga diriku di depannya..”


“Eil, please, Aku sudah mengatakan ini berkali-kali, Aku dan Fia sudah tidak ada hubungan apa-apa. Aku bersungguh-sungguh dengan hubungan ini.


Memangnya apa yang aku katakan sampai begitu menyakiti mu” Vir menangkup wajah Aileen seraya mengusap bulir bening yang menetes di pipinya.

__ADS_1


“Apa yang kau dengar, Aku mengatakan apa pada Fia hingga membuat mu seperti ini?”


Aileen tersenyum getir, Ia tak ingin meneruskan ucapannya “Sudahlah Vir, Aku mengantuk. Aku tidur dulu”


__ADS_2