
Malam puncak penghargaan kini telah memasuki semarak acara..
Event dengan tema yang diselenggarakan oleh Travelers Coice Awards ini merupakan acara tahunan dari Padvisior yang pemenangnya ditentukan berdasarkan ulasan, rating, hingga apa saja hal yang dibagikan pengguna mengenai sebuah destinasi.
Hiruk pikuk semarak acara teramat begitu meriah dengan bertabur bintang papan atas yang menghibur para tamu..
Kini mulut Mc pun mulai berkomat kamit meriahkan acara yang diselenggarakan disalah satu lantai yang ada di Lotte World Tower.
Dua Mc itu merupakan seorang aktris internasional yang sering lalu lalang di industri hiburan dalam negeri maupun manca negara.
“SELAMAT DATANG DI PUNCAK ACARA PENGHARGAAN TRAVELERS CHOICE AWARDS 202X, bersama saya dan rekan saya sebagai pemandu acara bergengsi malam ini..” ucap Kedua MC tersebut secara bergantian dalam bahasa Inggris dan Korea.
Sementara Virendra dan beberapa rekannya yang lain terlihat duduk di barisan meja paling depan. Semua tamu yang hadir merupakan para manusia manusia sukses yang ada di bidangnya masing-masing dengan segudang prestasi tentunya. Para BisnisMan dan BisnisWoman yang mendapat penghargaan luar biasa untuk menghadiri acara ini.
Vir terlihat menawan menggunakan tuxedo hitam dengan kemeja putih berdasikan pita hitam. Ia duduk berkelompok bersaama dengan 5 rekan lainnya yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 2 wanita. 2 pria tersebut ada yang dari thailand dan juga dari Malaysia,satu wanita dari Cina dan yang satunya berasal dari negara yang sama yaitu Indonesia.
Mereka tampak akrab dengan mengobrol satu sama lain.
“Virendra, Indonesia..”
“Ammar, Malaysia.”
“Satra Kasemchai, Thaliland”
“Liu Zie Yu, Cina..”
“Niluh Riskanila Dewanti, Indonesia”
Begitu kata mereka saling memperkenalkan diri satu sama lain,
duduk dalam sebuah forum membentuk kelompok yang sudah diatur membuat mereka jadi lebih mudah saling berinteraksi.
Semuanya saling mengobrol menggunakan bahasa Inggris tentunya. Karena jika menggunakan bahasa masing-masing entah apa yang akan terjadi, sudah pasti akan kacau balau karena adanya miss komunikasi yang ruwet.
"Ternyata anda dari Indonesia juga” ucap Friska yang juga dari Indonesia
Vir mengangguk mengiyakan “Pastinya banyak ya yang dari Indonesia, secara Negara kita juga cukup maju dalam hal pariwisata dan Perhotelan” Ucap Vir sambil meneguk minuman di depannya. Jika sebelumnya ia sempat menolak, namun kali ini ia terlihat tak bisa menahan diri dengan aroma jejeran minuman mahal yang ada di depannya.
“Yah benar, sekali.. Negara kita memang unggul dalam pariwisata, apalagi hampir semua wilayah di Indonesia punya daya tarik tersendiri, tentunya akan mudah jika kita membangun hotel di sana dengan peluang besar..”
“Tentu.. ” sahut Vir.
“Kapan-kapan jalan-jalan ke Bali, jangan lupa singgah dan menginap di Hotel saya..” ucap Friska yang juga mulai meneguk minumannya
“Wah, apa anda dari Bali?” tanya Vir dengan begitu bersemangat “Bali salah satu tempat yang menjadi list wisata saya, jika ada waktu luang, saya pasti akan ke sana..”
“Di tunggu kehadirannya..” Vir dan Friska bersulang
“Wah, ternyata awak dua ni, dari Indonesia Ye, Senang hati bisa jumpa dengan rumpun yang hampir sama dengan Melayu” Timpal Ammar.
Mereka semua pun terus saling mengobrol.
...______...
Sementara itu, di dalam kamar. Aileen yang baru saja selesai mandi melangkah menuju lemari pakaian Vir. Tadi Ibu sudah memberinya baju namun ia enggan menggunakannya. Kerinduannya terhadap Vir membuat ia berniat untuk memakai baju suaminya, walaupun ia sendiri tak tahu apakah ada pakaian Vir yang bisa ia kenakan.
Dibukanya pintu lemari yang menampakkan jejeran kemeja yang di dominasi dengan warna gelap dan putih. sementara di sampingnya tersedia berbagai jejeran kaos oblong. Tangan Aileen tergerak memilih kemeja putih yang sedari tadi sudah di tunjuk oleh otaknya.
Setelah memakai kemeja putih milik Vir, kini Aileen berjalan menuju tempat tidur sambil memegang ponselnya. Ia meraih remote di atas nakas lalu menyalakan tv, Ia mengarahkan ke chanel siaran luar negeri yang akan menayangkan acara penghargaan yang sedang diikuti oleh suaminya itu.
Kebetulan sekali, ia memindahkan di waktu yang tepat, saat seorang pembaca nomine tengah membacakan nominasi dengan kategori best City Hotel in Indonesia.
Dan dengan mata berkaca-kaca ia ikut senang saat MC tersebut menyebutkan nama suaminya.
“Mr Arshak Virendra Shawan, pemilik Angkasa Land Hotel ...” teriak sang Mc.
__ADS_1
Sorot kamera pun menampakkan wajah Vir yang tersenyum lebar, sambil membenarkan jasnya Vir berdiri dari duduknya lalu teman satu mejanya memberikan selamat, sedangkan mata Aileen terasa begitu panas dengan detak jantung yang bermaraton saat seorang wanita mencoba memberi ucapan selamat sambil memeluk Vir bahkan bercipika-cipiki. Eitss, bukankah itu hal yang wajar terjadi bagi sebagian orang apalagi jika di luar negeri, bahkan di Indonesia pun sudah merupakan hal yang lumrah.
“Cih, dengan entengnya mereka bercipika-cipiki!!! menyebalkan” Aileen mencebik kesal.
Entah hormon apa yang menguasai dirinya, hingga membuat ia kesal sendiri namun tetap berusaha menontonnya hingga akhir acara.
Dapat dilihat dengan jelas jika sekarang Vir tengah berdiri di tengah panggung sambil menerima pujian yang dilontarkan dari sang Mc.
“Terimakasih pada pihak penyelenggara yang sudah memberikan saya kesempatan sekali lagi masuk dalam kategori ini, Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan terimakasih untuk keluarga besar yang selalu memberi dukungan tanpa henti. Terutama Istri saya tercinta, Trofi ini saya dedikasikan untuk dia, Aileen Xavierra Utama, Wanita yang sangat saya Cintai..” ucap Vir memberi sepatah dua patah kata, yang mana membuat Aileen tersenyum haru.
Namun perasaan senang itu hanya sesaat karena dalam sekejap perasaannya berubah kembali menjadi perasaan kesal yang kian mencuat saat melihat Vir sudah meraih Trofi penghargaan dan sebuket bunga dengan senyum mengembang, beberapa penyelenggara acara mengucapkan selamat sambil memberikan pelukan dan tepukan di bahu. Bukan itu yang menjadi puncak kekesalan Aileen, Kini matanya melotot lebar saat melihat Vir dengan entengnya tersenyum ramah sambil membagikan bunga yang ada di tangannya kepada beberapa orang di sampingnya yang kebanyakan seorang wanita.
“Apa? Sejak kapan dia bersikap sok manis seperti itu??” Aileen yang hampir menangis karena kesal langsung mematikan tv lalu merebahkan tubuhnya secara kasar dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
“Di negeri orang dia bisa berubah manis dalam sekejap, aku pikir dia hanya bersikap manis padaku. Hiyaaaa aku tidak terima, aku cemburu..” teriak Aileen sambil menggerutu kesal, Ia melempar bantal dan guling ke sembarang arah.
“Virendra Sialan, kau jangan pulang!! Tidak usah, tidak usah pulang!! Aku tidak ingin melihat mu.. Huhuuuu”
...---...
“Selamat Mr Vir..” 4 rekannya memberi ucapan selamat
“Terimakasih” sahut Vir sambil menunduk sopan “Kalau begitu saya harus pamit duluan..”
“Eh, Kenapa? Acaranya belum selesai, kita juga belum berswa Foto” Friska heran saat melihat Vir buru-buru pergi
“Ada urusan yang lebih penting, menyangkut hidup saya..” ucap Vir sambil melangkah pergi membuat Frisca mengerutkan keningnya.
Sesampainya di lantai tempat kamarnya berada, Vir segera meletakkan trofi yang terbuat dari ukiran emas itu bersebelahan dengan bunga, lalu memotretnya.
Setelah itu, Vir mengirimnya pada Aileen.
Virendra : “ Apa kau melihatnya? Aku mendapatkan ini, Pasti Tuhan mengabulkan do'a mu Sun... Aku senang sekali, dan Trofi ini aku khususkan untuk istriku tercinta..” begitu tulis Vir pada pesannya.
5 menit
30 menit..
sudah hampir satu jam, namun Aileen tak kunjung membalas pesannya, padahal jelas-jelas status aktif istrinya itu sedang online. Vir yang tak kunjung mendapat balasan segera menelepon sang istri.
Tanpa menunggu lama, Aileen langsung menjawab panggilan Videonya. Namun dengan raut wajah yang tak bersahabat, tatapan setajam elang yang seolah siap mencabik-cabik mangsanya.
Vir yang merasa ada sesuatu berusaha terlihat biasa saja, tetap Cool seolah tidak tahu jika istrinya sedang marah.
“Hy, istri cantikku..” sapa Vir mencoba berbasa-basi
“Apa?” ketus Aileen dengan wajah makin ditekuk.
Bukan tidak tahu, jelas-jelas wanita itu memasang wajah seperti itu yang menandakan jika ia sedang marah. Namun Vir tetap acuh, mencoba untuk menjaga mood sang istri. Ia tidak ingin merusak moment bahagia ini.
“Lihat, aku dapat apa?” ucap Vir sambil memperlihatkan Trofinya.
“Hmmt..” sahut Aileen.
Dasar menyebalkan, kau berciuman dengan banyak wanita lain dan itu di depan kamera, disaksikan oleh banyak orang! Aku marah Vir, kenapa kau diam! Ayo minta maaf.... Aileen mencebik kesal
“Eil, kenapa sayang? Apa ada masalah?”
“Tidak apa-apa..”
“Lalu kenapa respon mu seperti itu? Apa kau tidak senang suamimu dapat penghargaan?”
“Tidak, Aku sama sekali tidak senang karena kau mencium wanita lain di sana. aku melihatnya, kau bersikap ramah pada semua orang, bahkan memberinya bunga.. hikkss” Aileen mulai terisak sesegukan. ia sudah seperti anak kecil yang begitu sensitif.
Vir menelan ludah kasar, ia lupa jika istrinya juga menonton acara tadi. Dan bodohnya dirinya, Ia malah mengikuti budaya orang-orang sana, bercipika cipiki merupakan hal yang wajar bagi sebagian orang. Vir mengutuki kebodohannya, ia taju belakangan ini, istrinya itu begitu sensitif. Ingin sekali Vir terbang malam ini juga dan langsung menemui Aileen untuk memeluk nya.
__ADS_1
“Sayang, itu tidak seperti yang kau pikirkan. ciuman tadi hanya ciuman tidak ada arti, ya tidak ada artinya hanya ciuman ucapan selamat.. jangan marah ya..!” dengan raut wajah bersalah Vir masih memohon. Ia tidak ingin membuat istrinya sedih apalagi di saat yang berjauhan seperti ini.
“Tidak ada artinya?” kekesalan Aileen kian menjadi dan Vir hanya mengangguk mengiyakan
“Tapi kau malah tersenyum menikmatinya bukan? huhuuu, kau sok humble, bahkan dulu kau tidak seperti itu..Ckck..” ucap Aileen panjang lebar sama sekali tak memberikan Virendra peluaang untuk bicara
Namun saat belum selesai mengoceh, tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang mendorong dari dalam perutnya membuat ia merasa mual. Aileen yang sudah tidak tahan, segera berlari menuju toilet. Hal itu membuat Vir begitu panik, kecemasannya meningkatkan 100 persen.
“Hueekk, huekkk.."
“Sayang, kau kenapa? apa kau sakit??” tanya Vir dari balik telepon.
Layar ponselnya masih menampakkan gambar langit-langit kamarnya, ia tahu jika Aileen sedang berada di kamarnya, ia bahkan tahu jika baju yang dikenakan istrinya adalah baju miliknya. Namun dari saat pertama melihat wajah tak bersahabat sang istri membuat ia bugkam dan memutuskan untuk membicarakan hal yang penting lebih dulu, ia tahu sejak awal jika mood istrinya itu sedang tidak bagus.
Samar-samar suara langkah mendekat, terlihat seonggok tangan mulai meraih ponsel tersebut. Dengan wajah pucat Aileen menampakkan dirinya di layar ponsel.
“Sayang, Apa kau baik-baik saja? Aku menghawatirkan mu” lirih Vir
“Bagaimana? Apa sudah enakan? Apa aku harus meminta Vino untuk mengantar mu ke rumah sakit?” tanya Vir yang begitu khawatir, namun Aileen hanya menjawab dengan sebuah gelengan
“Aku tidak tahu, tapi dari semalam aku muntah-muntah lagi..” lirih Aileen dengan suara hampir tak terdengar.
Vir terdiam sejenak, seolah memikirkan sesuatu.
“Apa jangan-jangan kau hamil, sun..” Vir yang tadinya tak bersemangat kini mulai berbinar bahagia mengharapkan buah hati mereka memang benar-benar bersemai di dalan perut Aileen.
Denga tatapan lesu Aileen menganggukan kepalanya “Sepertinya begitu, period terakhir ku hampir 1 bulan yang lalu” ucap Aileen dengan nafas terengah, tenaganya seperti terkuras habis
“Sudah cek?” tanya Vir, pria itu terlihat mondar-mandir, dari ujung ruang ke ujung ruangan lagi, perasaannya benar-benar tak karuan memikirkan keadaan sang istri
Aileen menggeleng pelan “Belum, tapi aku yakin kalau aku memang ha..” ucapan Aileen menguap begitu saja, Belum selesai berkata tapi Vir sudah menyela ucapannya terlebih dahulu
“Okey tunggu sampai aku datang dan kita akan memeriksanya sama-sama. Pokoknya aku harus mendampingi mu” ucap Vir antusias
bahkan pria itu terdengar meneriakkan sesuatu “Yey, I will be a Daddy.. Selamat datang sayang, daddy akan pulang, trofi dan bunga ini untuk mu, untuk kau dan Mommy..” teriak Vir lagi dengan antusiasme yang luar biasa.
Aileen yang tadinya marah, hanya tersenyum sambil berbaring. Tenaganya benar-benar terkuras habis. tak mampu lagi untuk mengomeli suaminya.
“Tidurlah Sun, aku akan menemanimu..” Aileen mengangguk lalu menatap sayu ke arah Vir yang tak berhenti menatapnya.
“Pejamkan mata mu, aku akan menemanimu hingga terlelap..”
Aileen lalu menutup matanya..
“Kau memakai baju ku, Sun?” tanya Vir dan Aileen hanya mengangguk membuat Vir tersenyum.
“Sepertinya akan bagus jika kemeja ku jadi pakaian dinas mu, sangat menggoda!”
“Mesum,.." cebik Aileen yang masih bisa mendengar ucapan suaminya.
Namun Vir hanya tertawa sambil terus menatapnya.
“Lihatlah mommy mu nak, dia cemburu karena daddy masuk tv, dia marah-marah lalu berujung muntah-muntah” ucap Vir terkekeh geli membuat Aileen membuka mata kemudian melotot.
“Aiih, berhentilah berbicara yang unfaedah.. daripada mengoceh tidak jelas lebih baik nyanyikan aku..” ketus Aileen
“lihatlah mommy mu nak, dia makin galak” timpal Vir lagi
“Hiyaa, Vir..” teriak Aileen.
“Hahahah oke fine.. mau nyanyi lagu apa?”
“Terserah..”
“Setauku, tidak ada lagu..”
__ADS_1
“Aihh, kalau tidak mau lebih baik matikan saja!”