Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 38


__ADS_3

Setelah selesai dengan drama belanja souvenir, sepasang suami istri itu terlihat tengah menikmati makan siang menjelang sore di salah satu foodcourt mall yang begitu ramai pengunjung. Yan paling utama tentu mereka memilih makanan yang bersertifikasi halal agar aman masuk ke dalam perut.


Keduanya sama sekali tak terlibat obrolan apa pun, Aileen dan Vir sama-sama fokus pada makanan masing-masing.


"Mulai sekarang jika Ingin belanja apa pun gunakan ini saja " kata Vir yang selesai lebih dulu, Ia menyodorkan 3 blackcard ke hadapan Aileen.


Aileen meletakkan sendok dan garpunya, Ia menatap intens ke arah Vir masih dalam keadaan mengunyah membuat wanita itu kelihatan lucu dan menggemaskan di mata Vir.


"Apa kau pikir aku tidak punya uang? kau tenang saja Vir, aku punya tabungan yang cukup untuk menghidupi diri ku" ucap Aileen tidak jelas dalam kondisi mulut yang kepenuhan


Vir menatap Aileen dengan tatapan yang sulit diartikan, Ia memajukan tangannya dan...


Tuk...


Satu sentilan mendarat di kening Aileen dan menyisakan bekas kemerahan di sana.


“Hiyaaa Vir, ini sakit sekali. Hiks..” mengusap keningnya yang terasa sakit akibat ulah suaminya


Bukannya merasa bersalah, Vir malah tersenyum penuh arti tanpa dosa. Sepertinya ia menemukan mainan baru yang akan ia jadikan senjata jika Aileen berani membantahnya. Ya dia akan menyentil kening wanita itu lagi jika berani membantah


“Aku akan melakukannya lagi jika kau berani menolak ku!” ancam Vir, entah mengapa ia jadi punya kebiasaan baru dengan mengancam Aileen “Sekarang ambil kartu itu dan gunakan sesuka mu" katanya lagi seraya menghirup Cofee late di depannya


"Tapi Vir, aku tidak perlu semua ini, Aku masih..."


Baru ingin melanjutkan ucapannya, Vir sudah melayangkan tangganya mengambil ancang-ancang untuk mendaratkan sentilannya ke kening sang istri


Hal itu membuat Aileen menghela nafas kasar, Ia meraih ketiga blackcard itu dan meletakkannya ke dalam dompet.


"Good Girl! Gunakan untuk kebutuhan di rumah dan belanja keperluan mu!! Anggap saja itu nafkah dari ku, Aku tidak mau lagi dikatakan pria yang tidak bertanggung jawab karena tidak menafkahi istrinya"


Yayaya kau kan sultan.. Aileen memutar mata malas, Ia tidak lagi berniat membantah ucapan suaminya itu.


Lihatlah Eil, suami mu sangat keren, Aku mengaguminya. kata suara hatinya yang berulang kali ia tepis.


Bukan tidak ingin, Ia hanya ingin menunggu sampai Vir benar-benar menerima hubungan mereka.


"Tunggu di sini, biar aku bayar dulu" Vir berdiri dari duduknya


"Pakai yang kau berikan saja Vir, bukan kah kata mu ini untuk keperluan bersama" Aileen kembali mengeluarkan Blackcard dari Vir


"Tidak usah, simpan saja yang itu untuk mu!" Vir kemudian berlalu meninggalkan Aileen yang masih menyodorkan kartu kredit itu ke arah angin.


Selepas melakukan pembayaran Vir pun hendak kembali menuju tempatnya.


Namun saat sudah hampir sampai Ia berpapasan dengan seorang pria yang menghentikan langkahnya.


Vir dan pria itu saling pandang..


"Mr Angelo?" tunjuk Vir


"Mr Virendra!!" pria itu membalas menunjuk Vir


Mereka sama-sama tersenyum lalu kemudian bersalaman ala pria dewasa pada umumnya.


"Anda ada di sini?" tanya Mr Angelo dengan suara bariton dengan aksen negaranya yang begitu melekat pada setiap pengucapan bahasa Inggris yang ia ucapkan


Sejenak mereka terlibat obrolan, Sepertinya kedua pria itu cukup dekat, mungkin saja rekan bisnis Vir, Melihay wajah bule Mr Angelo jauh lebih tua dari Vir. Hanya saja tertolong dengan hidung mancung dan mata coklatnya yang membuat wajahnya sedikit tampan


"Apa anda sendiri?" tanya Mr Angelo


"Tidak, saya dengan istri saya" Vir menunjuk ke arah Aileen yang kelihatannya sedang bermain handphone


"Wah sepertinya saya harus melihat siapa wanita beruntung yang berhasil menjadi nyonya Mr Virendra" Mr Angelo tersenyum, sepertinya ia merupakan rekan bisnis Vir yang cukup akrab dengannya

__ADS_1


Vir tersenyum penuh arti


"Kalau begitu mari bergabung bersama kami" ajak Vir


"Kalau bergabung saya tidak punya waktu, tapi saya ingin melihat wajah istri anda" kata Mrs Angelo ramah, kelihatannya ia orang yang baik, Entahlah..


Vir pun mengajak pria itu menemui Aileen..


Sementara itu, Aileen yang masih fokus dengan handphonenya sontak mendongak saat menyadari ada orang yang menghampirinya


Aileen bangun dari duduknya saat menyadari suaminya kembali dengan orang asing.


"Mr Angelo, ini Istri saya! Eil ini rekan bisnis ku yang tinggal di negara ini, dia asli warga sini" kata Vir memperkenalkan keduanya.


Aileen tersenyum ramah.


”Angelo.."


"Aileen" kata mereka bergantian memperkenalkan diri satu sama lain.


Dari sorot matanya, Mr Angelo ini kelihatan menatap kagum pada Aileen. Dia yang katanya hanya ingin sekedar melihat wajah istri Vir itu, kini malah diam terpaku tak berkedip saat sudah melihat Aileen.


"She is so beautiful Mr Vir! " bisiknya, membuat Vir melotot tak percaya, bagaimana mungkin ada seorang yang secara terang-terangan memuji istri orang lain di depan Suaminya, terlebih lagi dengan tatapan mendamba.


Bule sialan!!! umpat Vir dalam hati, kedua tangannya sudah mengepal membentuk bogeman yang siap menghujani wajah bule Mr Angelo


Vir tidak terima miliknya di pandang seperti itu, Ia tidak perduli dengan siapa dirinya berhadapan, jika sudah berani melirik miliknya itu artinya ia harus berhadapan dengan dirinya.


"Inisial nama kita sama ya, andai saja kita bertemu lebih dulu mungkin kita akan berjodoh" Kata Mr Angelo yang membuat Vir semakin melotot tak percaya.


"Tapi sayang sekali dia jodoh saya!!" ucap Vir yang sudah berkabut emosi.


Aileen yang tadinya memalingkan pandangan malas menatap pria bule di depannya, kini beralih menatap suaminya, Ia terlihat mengulum senyumnya saat melihat wajah Vir yang kelihatan begitu marah dan siap meledak.


Ada rasa bangga dalam diri Aileen saat Vir membela dirinya, Ia tidak tahu itu tulus atau tidak tapi mendengar itu saja sudah membuatnya berbunga-bunga, seorang Vir yang katanya begitu membencinya dan tidak menginginkan pernikahan itu kini mengakuinya sebagai istri bahkan menyebut dirinya sebagai jodoh.


Mr Angelo yang ditatap seperti itu oleh Vir hanya tersenyum tanpa menyadari Vir tengah bersiap menerkamnya


Aileen mendekat, ia memegangi lengan Vir seraya mengusap lembut punggung pria itu.


Vir yang diperlakukan seperti itu beralih menatap Aileen seolah mengatakan "Apa yang kau lakukan? Biarkan aku menghajar brengsek ini"


"Eh, Vir sepertinya kita harus segera pulang, aku sakit lupa membawa obat ku" kata Aileen mencari alasan agar terhindar dari bom atom yang akan meledak


Sontak Vir berbalik, Ia menyerngit heran Seolah mengatakan memangnya kau sakit apa sampai harus minum obat. Karena setahunya, beberapa hari tinggal satu kamar dengan istrinya itu ia sama sekali tak pernah melihatnya mengonsumsi obat-obatan apapun.


Tapi kenapa sekarang malah mengatakan ingin pulang dan obat? obat apa yang dia maksud.


Mr Angelo yang tak mengerti hanya menyerngit heran karena tidak begitu paham dengan bahasa Indonesia.


Vir yang mulai ngeh pun tersenyum dalam hati.


Ia mengerti jika Aileen sedang bersandiwara agar bisa segera pergi dari sana,


Sepertinya dia juga tidak nyaman dengan tatapan bujang lapuk ini.. kata Vir dalam hati


"Apanya yang sakit sayang? kemarilah biar aku periksa" Vir sengaja menggunakan bahasa Inggris agar Mr Angelo mengerti, Ia membawa tubuh Aileen ke dalam dekapannya lalu memegang wajahnya, mengecek seolah-olah istrinya benar-benar sakit.


Kelihatan begitu harmonis..


Sungguh sandiwara yang sempurna.


Walaupun Aileen agak risih di perlakukan seperti itu tapi kelakuan mereka berhasil membuat Mr Angelo kelihatan jengah karena melihat keduanya begitu mesra

__ADS_1


"Apa dia sakit? Bagaimana kalau kita bawa saja istri anda ke rumah sakit Mr Vir" kata Mr Angelo dengan percaya dirinya membuat Vir melotot tak percaya dengan respon rekan bisnisnya yang terkenal mata keranjang itu.


"Tidak perlu, karena saya sendiri yang akan membawa istri saya ke rumah sakit!! setelah itu kami akan langsung pulang" ketus Vir yang sudah tak bisa menahan emosinya. Bahkan ia sendiri tidak mengerti kenapa ia begitu cemburu saat Mr Angelo menatap Aileen dengan tatapan penuh damba.


Berbeda dengan saat Dito yang mengatakannya, mungkin karena sahabatnya itu tidak bersungguh-sungguh dalam mengatakannya, melainkan hanya untuk membuat dirinya panas.


"Ayo sayang, kita harus pergi.." Vir merangkul Aileen pergi, menuntun langkahnya meninggalkan Mr Anggelo yang masih berteriak menawarkan untuk mengantar Aileen ke rumah sakit.


Sesampainya di luar, Vir terus saja mengumpat kesal pada Mr Angelo yang berani-beraninya menatap miliknya.


"Bujang lapuk sialan, matanya selalu saja jelalatan setiap kali melihat wanita!!"


Menggerutu sebal, ia berjalan cepat meninggalkan Aileen yang masih berada jauh dibelakangnya


Apa kau cemburu Vir?? kau memang harus cemburu agar tahu arti perasaan mu sendiri.. kata hati Vir di sela kekesalannya


"Haiis diam kau hati sialan!! Aku sama sekali tidak cemburu, aku hanya tidak suka orang lain menatap milik ku seperti tadi" Vir bermonolog sendiri


Aihh itu sama saja bodoh!! itu artinya kau tidak rela istri mu di lirik orang, dia milik mu dan hanya kau yang boleh meliriknya seperti itu. Itu kan yang dimaksud dengan kecemburuan tak masuk akal mu itu. kata suara hatinya lagi


Namun Vir hanya menggeleng, berusaha menepis semua itu.


Sementara Aileen yang sudah tidak kuat mengejar langkah Vir yang begitu cepat, langsung berteriak.


"Vir kenapa kau meninggalkanku " Aileen ngos-ngosan, ia tertunduk sambil mengatur nafasnya.


Vir yang mendengar suara Aileen jauh dibelakangnya pun langsung menoleh.


Ia tersenyum dan kembali menyusul wanita itu


"Dasar payah, baru seperti ini saja kau sudah lelah" ejek Vir menepuk bahu Aileen yang masih tertunduk memegangi lututnya


"Kau meninggalkanku Vir, Hmmmnt! Aku mengejar mu, jadilah aku ngos-ngosan seperti ini"


"Ck, sudah payah tapi tidak mau mengaku!" mencebik lalu menarik tangan Aileen untuk kembali melangkah.


"Hari sudah sore, sebentar lagi malam kita harus sampai di rumah sebelum hari semakin gelap" kata Vir yang masih menggandeng tangan Aileen, Mereka menyusuri jalan sore ditemani senja saat musim gugur tiba, membuat dedaunan bertebaran berjatuhan menghias di sepanjang jalan.


"Ternyata kualitas akting mu memang sudah tidak diragukan lagi! Sepertinya aku benar-benar harus mendaftarkan mu di list kategori Awards" kata Vir, kini langkah mereka sudah sejajar.


Aileen menatap sekilas ke arah Vir lalu kembali fokus menatap ke depan.


"Aku hanya berusaha menahan mu agar tidak menghajar pria itu di sana! Memangnya kau mau masuk penjara di negeri orang?" kata Aileen


"Yayaya, tapi akting mu bagus" kata Vir masih berusaha mengejek Aileen


"Kau juga!" Aileen berbalik menatap lekat wajah Vir "Bahkan akting mu terlihat natural, sangat natural!! sampai-sampai menikmati setiap sentuhan saat kau menyentuh ku" kata Aileen dan langsung berlari ke arah sebuah Taxi, ia meninggalkan Vir yang masih terpaku Karena ucapannya.


"Hiyaaa, dasar Drama Queen, kau selalu saja bisa membalikkan ucapan ku!!" teriak Vir tak terima, Ia sudah tidak perduli dengan para pejalan kaki lainnya yang menatapnya heran, lagi pula tidak akan ada yang mengerti dengan bahasa yang mereka gunakan..


Vir pun berlari menyusul Aileen yang hendak masuk ke dalam taxi.


.


.


Hy hy gays,, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!


Beri like, komen dan Vote sebagai bentuk dukungan kalian.


Satu ketukan jempol kalian sangat berarti bagi Author.


jadi jangan pelit like ya.

__ADS_1


happy Reading...:-)


...🖤🖤🖤🖤...


__ADS_2