Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 74


__ADS_3

Pagi itu, Vir sedang berada di perusahaan. Di sana juga ada Dito yang kebetulan meminta tanda tangan dari Vir.


Setelah selesai menandatangani semua berkas Vir menutup pulpennya kemudian bersandar di kursi kebesarannya. Ia termenung seraya mengusap-usap dagunya.


“Ada apa denganmu?” Dito menatap penuh selidik saat melihat wajah Vir yang seperti di tumpuki beban berat.


Vir beralih menatap malas pada Dito seraya menghela napas “Bagaimana menurut mu kalau aku jadi seorang Ayah?” tanyanya begitu serius


Pertanyaan Vir itu sukses membuat Dito tertawa terbahak-bahak “Apa kau sakit? Kenapa memberikan pertanyaan yang tidak masuk akal begini?” tanyanya seraya terkekeh


Melihat Dito yang malah tertawa membuat Vir kesal “ Ck, Apa susahnya dijawab tanpa harus memberi pertanyaan, hmmmt”


“Come on, Vir..Tanpa perlu ku jawab pun kau pasti sudah tau jawabannya”


Vir nampak berpikir, perkataan Aileen semalam terus terngiang-ngiang di otaknya. Bagaimana tidak, wanita itu menanyakan sesuatu yang tak pernah terlintas di otaknya.


“Bagaimana jika aku hamil, Apa kau akan tetap bersamaku atau meninggalkanku?” tanyanya lirih. Semalam setelah pergulatan panas, pertanyaan itu terlontar dari mulut istrinya.


Entah apa yang wanita itu pikirkan hingga membuatnya bertanya seperti itu. Bahkan setelah apa yang mereka lalui, Vir telah memutuskan untuk mempertahankan rumah tangganya dan tidak akan meninggalkannya.


Namun sepertinya Aileen masih ragu, terlebih lagi ia tahu jika Vir masih belum sepenuhnya melupakan Fia.


Meskipun suaminya telah memilihnya namun ia tak bisa memungkiri dan yakin jika melupakan hubungan yang terjalin selama 5 tahun merupakan sesuatu yang sulit, dan kalaupun bisa pasti membutuhkan waktu yang panjang.


Hal itu benar-benar mengganggu pikirannya hingga membuat Ia merasa takut jika suatu saat Vir berubah pikiran dan kembali pada masa lalunya, sungguh membayangkannya saja ia tak mampu apalagai jika Vir benar-benar pergi saat ia tengah mengandung anaknya nanti.


Vir menceritakan hal itu pada Dito


Dito pun tersenyum seraya agak mencondongkan Wajahnya.


“Itu artinya dia ragu padamu, mungkin saat berhubungan kau selalu menyebut nama orang lain” ejek Dito seraya terkekeh geli


Pernyataan yang tak masuk akal.


“Damn! Aku tidak sebejat itu” umpatnya, Vir benar-benar kesal pada Dito yang ia sangka akan memberinya masukan namun malah mengejeknya


“Woles bro, Oke akan aku jelaskan. sepertinya kau benar-benar buntu jika menyangkut urusan seperti ini.” Dito menggulung lengan kemejanya sampai ke siku, sudah seperti seorang pro player yang akan memberikan petuah.


Cih, Ingin memberi saran saja harus banyak gaya seperti ini... Vir berdecih dalam hati dengan tatapan membunuh


“Cepat bangsa*, hanya ingin menjelaskan saja lama”


“Haish, sabar.. Kau ini bangun hotel saja bisa tapi bangun rumah tangga bodohnya bukan main” ejek Dito


“Bangun rumah tangga tak semudah bangun tidur atau bangun-bangunan yang lainnya. Aih cepat katakan apa!” ucap Vir dengan suara tinggi.


“Ada beberapa alasan yang membuat dia seperti itu. pertama di...” belum sempat Dito menyelesaikan ucapannya, Vir sudah menyelanya.


“Ck, sudah, sudah jangan diteruskan! Mau memberi saran saja harus menunggu jeda setahun. Dasar keong banyak gaya! Sana kembali ke habitat mu, aku ingin kerja” Vir yang tak sabaran mengibaskan tangannya mengusir Dito.


Dito kesal ucapannya di potoy segera meraih berkasnya kemudian melangkah pergi.


“Kau akan menyesal tidak mendengar ucapan ku” kepala Dito kembali muncul dari balik pintu namun Vir sama sekali tak menggubrisnya membuat Ia pergi dari sana dengan mengumpati Vir sepanjang perjalanan.


***


Sementara itu, di kantin rumah sakit. Aileen dan kedua rekannya tengah menyantap makan siang.


Aileen yang merasa gerah pun mencepol rambutnya asal hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih.


Risa yang melihat ada sesuatu di leher itu memicingkan matanya menelisik noda merah pada leher Aileen yang ia kira terluka “Hey sepertinya bekas kissmark di leher mu ini sangat parag” tunjuk Risa yang mana membuat Nita yang tadinya sibuk makan sambil menscroll hp-nya lalu menoleh ke arah Aileen.


Aileen yang lupa jika semalam Vir memang meninggalkan begitu banyak kissmark di tubuhnya terutama di leher merasa malu, Ia yang sengaja membiarkan rambutnya tergerai sedari pagi malah melupakan hal itu.


Aileen tersenyum kikuk seraya melepas ikat rambutnya.


“Suaminya ganas evrybadihh..” lirih Nita dengan suara yang dibuat sesensual mungkin.


Melihat hal itu membuat dr Risa menyentil kening Nita yang memang paling muda di antara mereka “Ck, dasar perawat mesu*”


“Sakit mbak..” cebik Nita seraya mengusap keningnya


Sementara Aileen, wanita itu hanya terkekeh seraya menutupi bekas kissmark tersebut.

__ADS_1


“Jangan sering-sering kissmark apalagi sampai separah itu, kau tahukan itu berbahaya” jelas Risa


“Hehehe iya” ucap Aileen salah tingkah


Ia yang notabene seorang dokter tahu betul apa bahaya dari kissmark, namun hal itu. sangat sulit dihindarkan jika sudah sama-sama dikuasai gairah yang tinggi. Tentu seseorang akan sulit mengendalikan diri.


Setelah selesai makan, ketiga medis itu pun bergegas untuk kembali.


“Ohiya, nanti malam jadi kan dinner yang sempat tertunda itu” ucap Risa saat mereka tengah berjalan beriringan.


Berhubung malam nanti ada waktu luang, ketiga wanita itu memang sudah merencanakan untuk Couple Dinner bersama.


“Emmmnt tapi aku belum punya pasangan, Hiksss” Nita nangis alay mengingat hanya dirinya saja yang belum memiliki pasangan


“Ck, utututu anak manis jangan sedih, pokoknya harus datang sekalipun tidak punya pasangan” sahut Risa


“Iya Nit, Kalau sampai tidak datang nanti aku akan meminta pimpinan untuk memindahkanmu di ruang jaga mayat” sahut Aileen menakut-nakuti Nita


Hal itu membuat Nita mencebik kesal, Tentu ia tak mau dipindah tugaskan di ruang mayat.


“Kalian tenang saja, Nita yang malang ini akan datang sekalipun tanpa pasangan, setidaknya di sana ada makanan. pasamgan belakangan, perut nomor satu” ucap Nita seraya terkekeh geli mengingat dirinya yang memang hobby makan makanan apapun


“Oh iya, kak Aku pinjam mobilnya, boleh? tanya Aileen pada Risa yang hendak masuk di ruangannya.


Aileen yang belakangan ini memang jarang menggunakan mobil sendiri sangat sulit jika ingin bepergian. sebab suaminya selalu menawarkan diri untuk mengantarnya. sekalipun melakukan penolakan ia tak akan bisa menentang keinginan suami keras kepalanya itu.


“Boleh dong, memangnya mau kemana?” Risa masuk ke ruangannya lalu kembali memberi kunci mobil pada Aileen.


“Mau ke kantor suamiku, Aku ingin memberi tahu soal dinner nanti”


“Oh ya sudah, hati-hati ya” Ucap Risa pada Aileen yang sudah melangkah pergi.


“Kembali bekerja Nit, semangat” Risa menepuk kedua bahu Nita memberikan semangat.


★★★★


Aileen yang memang tahu jadwal Vir saat siang hari pun datang menghampiri pria itu ke Angkasa Land Hotel.


Ia yang sudah tahu lantai ruangan suaminya langsung menuju lantai tersebut.


“Eh, ibu” Mei yang menyadari siapa wanita di depannya itu segera memberi hormat, Aileen membalasnya dengan senyuman.


“Tunggu sebentar biar saya teleponkan” Mei lalu memencet telepon untuk memberi tahu Vir jika istrinya ada di sana.


“Bapak bilang, Ibu bisa langsung masuk”


Aileen pun segera masuk ke dalam, pintunya tidak terkunci. Sepertinya setelah mendapat telepon dari sang sekertaris, Vir langsung membuka kunci pintu ruangannya.


“Hy” sapa Vir, namun matanya masih fokus pada layar monitor di depannya


“Apa aku mengganggu?” Aileen berjalan ke arah tempat dimana suaminya sedang duduk di sana


“Tidak sama sekali, kemarilah” melambaikan tangan, mengisyaratkan agar Aileen memdekat padanya.


Saat Aileen sudah berdiri di sampingnya, Vir langsung menarik istrinya hingga duduk di atas pangkuannya.


Hal itu sukses membuat wajah Aileen memerah, berada diposisi seperti ini benar-benar sangat memalukan. Padahal keduanya sudah sama-sama mencoba posisi yang lebih memalukan dari ini. Lalu untuk apa malu?


Vir mendongak menatap wajah istrinya yang masih kelihatan merah.


Vir mengecup sekilas bibir ranum itu, setelahnya mereka saling tatap dengan tatapan yang begitu dalam.


Seulas seyum tersungging dari bibir keduanya.


“Ada apa?” tanya Vir, seraya menyelipkan untain rambut Aileen yang tergerai ke sisi telinga Aileen.


“Nanti malam temanku mengajak kita Dinner, Apa ada waktu untuk pergi?” Aileen ragu-ragu, takut jika Vir akan menolak apalagai pria itu kelihatan sangat sibuk.


Namun tak diduga pria itu menganggukkan kepala, menandakan Ia bersedia ikut Dinner


Melihat Aileen yang tersenyum, membuat Vir tak bisa lagi menahan diri untuk tidak ******* bibir istrinya itu.


Aileen pun mengikuti permainan lida* suaminya yang terbilang gesit, pria itu begitu lihai menarikan lidahnya di dalam sana. Setelah puas bermain dengan lidah ia lalu beralih melaha* bibir atas dan bawah istrinya secara rakus. Vir benar-benar dibuat gila oleh pesona istrinya itu.

__ADS_1


Decapan bergema di dalam sana.


“Ehhhemmmnt” Deheman seseorang membuat Aileen dan Vir langsung mengakhiri aksinya.


Aissh, sial! makhluk mana yang berani-beraninya menghentikan kegiatan ku.. Vir berdecak dalam hati seraya memutar mata malas.


sepertinya ia tahu siapa makhluk tersebut.


Sementara Aileen yang sangat merasa malu segera turun dari pangkuan Vir. Bahkan untuk menoleh saja rasanya ia sudah tak punya muka.


“Maaf, mengganggu” ucap makhluk pengganggu yang bernama Dito, pria iu terlihat menahan senyumannya saat meletakkan beberapa berkas di meja.


“Kau ini memang tidak punya sopan santun” ketus Vir seraya menunjukkan wajah tak bersahabat


Dito yang sadar dirinya salah hanya terdapat seraya menahan senyuman di wajahnya.


“Eh, Vir. Kalau begitu aku pamit dulu” Aileen benar-benar tak pernah merasakan menduga hal ini akan terjadi. Baginya kejadian hari ini benar-benar sangat memalukan


“Oh iyya, ke sini naik apa?” saking terpananya dengan pesona Aileen, ia bahkan baru sempat menanyakan dengan apa istrinya itu datang.


“Aku pinjam mobil temanku, emmnt kalau begitu aku pamit dulu” Aileen yang sama sekali tak pernah menengok bahkan menyapa Dito pun terus berjalan dengan rasa panas yang menjalar dibagian belakang hingga ke telinganya. Ia benar-benar sangat malu.


“Nanti malam biar ku jemput" ucap Vir saat Aileen hendak menarik hendel pintu


Wanita itu menoleh dengan canggung “Tidak usah Vir, Kita ketemu di sana saja ya! Nanti aku sharelock” ucapnya yang hanya di jawab anggukan oleh Vir


Saat Aileen sudah ke luar, tawa Dito pecah seketika. Ini benar-benar kali pertamanya melihat seorang Virendra ciuman, bahkan sangat bergairah.


“Sialan, kau membuat Aileen malu”


“Aku benar-benar tidak tahu jika dia ada di sini” Dito menangkup kedua tangannya memohon maaf seraya masih terkekeh mengingat kejadian tadi


Vir merenggut kesal seraya mebolak-balik setiap halaman berkas yang di bawa oleh Dito t


“Rasanya aku seperti baru saja menonton adegan 18+ secara live”


“Diamlah Ardito, suara mu terlalu jelek untuk di dengar manusia normal seperti aku!” ketus Vir


Telinga Dito yang sudah kebal mendengar umpatan Vir hanya tersenyum.


“Berkas apa in?” bertanya masih dengan nada ketus


“Itu beberapa detail perusahaan ikalan yang ingin mengajukan promosi untuk hotel kita”


“Terima saja, itu urusanmu” Vir melemparkan berkas tersebut. Ia menyerahkan semua urusan pada Dito.


****


“Suamimu jadi datangkan Eil?” tanya Risa


kini mereka sudah ada di Restoran. Di sana juga sudah ada suami Risa yang bernama Steve.


“Mungkin sebentar lagi” Aileen yang sudah tidak tenang kelihatan begitu gusar. Bahkan mereka sudah menunggu hampir 1 jam lebih dari waktu yang ditentukan.


Terakhir kali suaminya mengirim pesan jika ia baru saja mengadakan rapat dan akan segera berangkat namun sampai saat ini pria itu belum juga tiba.


“Kalau tidak datang berarti malam ini kau memang ditakdirkan untuk menemani aku yang jomblo ini” ucap Nita seraya terkekeh


“Shuuut” tegur Risa yang melihat wajah cantik Aileen diselimuti kabut gelap.


Wanita itu kelihatan kecewa, namun ia juga khawatir jika sesuatu telah terjadi pada suaminya.


Entah mengapa Hati Aileen selalu saja sesakit ini setiap kali Vir tak menepati janjinya, bahkan sebelumnya ia sama sekali tak pernah merasa kecewa seperti ini jika seseorang ingkar padanya. Namun kali ini rasanya benar-benar berbeda.


“Mungkin ada meeting dadakan dan tidak sempat memberi tahumu, Apalagi kita semua tahukan suamimu itu orang yang super sibuk” Steve berusaha menenangkan Aileen.


Ia yang merupakan seorang Manager di salah satu perusahaan sedikit banyak tahu tentang kesibukan seorang CEO yang merangkap sebagai Founder Hotel


“Iya eil, Lebih baik kita pulang ya. ini sudah larut. Lain kali kita Dinner lagi. Mungkin malam ini gagal karena Nita tidak punya pasangan” Risa mencoba menghibur Aileen


Aileen yang tak ingin kelihatan sedih berusaha tersenyum dan setuju untuk pulang. Lagi pula ini sudah sangat malam, Ia akan menunggu dan meminta penjelasan dari Vir saat di rumah nanti.


..._________...

__ADS_1


Jangan Lup dukunganny gays❣️


__ADS_2