Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 9


__ADS_3

Tok, tok tok...


Aileen mengetuk pintu kamar Vir, namun karena tak ada jawaban apapun, perlahan ia mendorong hendel pintu yang menampakkan seorang pria tampan tengah sibuk berkutat dengan laptopnya


"Shiit, dasar tidak sopan..apa kau tidak bisa menghargai privasi orang lain?" omel Vir yang merasa terganggu dengan kehadiran Aileen di kamarnya.


"Maaf..!" ucap Aileen dengan wajah datar tanpa ekspresi


Aileen beranjak dan hendak menutup pintu, namun langkahnya terhenti saat mendengar pertanyaan Yang Mulia Raja..


"Ada apa?" Katanya tanpa menoleh sedikitpun


"Mau makan sesuatu?" tawar Aileen pada Vir yang begitu fokus pada laptopnya


"Terserah...!"


Aileen pun ke luar dan menutup pintu.


Ia bersandar di pintu seraya mengusap dadanya perlahan.


Sabar lah Eil, maklumi saja mungkin dia sedang Pms..


"Tapi tidak seharusnya dia mengomel seperti itu, aku hanya berniat baik ingin menawarinya makan dan minum..Huhh dasar Aneh!!! Apa hobynya marah-marah, sehingga harus bersikap seperti itu pada ku.." sepanjang menuruni tangga Aileen terus menggerutu sebal akan sikap suaminya yang sering ia sebut makhluk aneh itu.


Setelah beberapa menit, akhirnya Aileen kembali ke atas dengan membawa nampan yang berisi semangkuk salad buah dan sepiring oatmeal, tak lupa pula dengan segelas susu.


"Aku masuk" teriak Aileen saat hendak memasuki kamar Vir


Pria itu sama sekali tak menhyahut.


Apa dia bisu?? Tuhan menciptakan mulut untuk berbicara yang berguna tapi lihat lah, dia sama sekali tak tertarik untuk itu. sepertinya ia lebih senang menggunakan mulutnya untuk mengomel dan marah-marah..


Sambil merenggut kesal,.Aileen meletakkan nampan yang berisi makanan di atas meja samping laptop Vir.


Vir menatap aneh pada makanan yang disediakan Aileen.


"Cemilan macam apa ini?"protesnya pada Aileen yang hendak melangkah ke luar dan sontak berbalik menatap Vir


"Bukankah oatmeal hanya dimakan untuk sarapan pagi? lalu kenapa kau memberi ku cemilan malam seperti ini.." Vir menunjuk sepiring oatmeal itu dengan dagunya


Huhhh...


Aileen menarik nafas dalam, sepertinya yang dikatakan kakak iparnya memang benar bahwa ia harus makan yang banyak, karena bersabar juga butuh tenaga..


"Kenapa tidak? oatmeal juga bisa dikonsumsi sebagai camilan di malam hari..Lagi pula kau kan belum makan malam" Jelas Aileen, Namun Vir masih menatapnya dingin


Sepertinya ia harus melakukan penjelasan lebih lanjut, pikirnya


"Begini Vir, jadi makan oatmeal itu juga bagus saat malam hari, karena apa? karena oatmeal dapat memproduksi hormon serotonin, dan hormon ini mampu menstimulasi produksi melatonin. Selain itu oatmeal juga mengandung protein dan karbohidrat kompleks...!" Jelas Aileen secara mendetail, berharap yang mulia Raja tak lagi melayangkan protes


"Ya ya ya, kau tahu segalanya!! kau kan dokter..." Jawabnya singkat, dengan raut wajah menyebalkan


Sungguh menyebalkan bukan? Sok memprotes sesuatu yang bukan bidangnya. Lagi pula apa susahnya tinggal makan.


"Kalau tidak mau, berikan oatmealnya!! biar aku saja yang makan" Aileen mendekat hendak mengambil oatmeal itu

__ADS_1


Vir menepis tangan Aileen yang hendak menyentuh camilannya, membuat wanita itu mengaduh kesakitan.


Mereka saling pandang, membuat netra itu saling beradu sepersekian detik..


Namun Vir secepat mungkin kembali mengalihkan pandangannya ke layar monitor di depannya.


"Ke luar lah!! kau mengganggu ku..."


"Apa kau tak berniat berterima kasih padaku?"


"Untuk apa?"


"Aku sudah membuatkan makanan untuk mu..!


"Tidak!!!" ketus Vir


"Lagi pula aku tidak meminta, kau sendiri yang menawarkan diri untuk membuatkan makanan untuk ku..! Selain itu, ini kan memang sudah menjadi tugas seorang tukang masak.."


Ucapan Vir yang terakhir membuat hati Aileen sakit, wanita itu pun segera ke luar dari kamar si pria aneh..


Dengan kesal ia melangkah menuju kamarnya


"Dasar menyebalkan, dia hanya menganggap ku sebagai tukang masak, itu artinya dia menyamakan ku dengan seorang pelayan" cebik Aileen


Sungguh hatinya terluka namun mau dikata apalagi, inilah resiko menjalin hubungan tanpa cinta, maka ia pun harus mempersiapkan mental sekuat baja untuk bertahan sampai takdir yang menentukan jalannya.


Mau berlari pun mereka tak akan bisa, sudah pasti Keluarganya akan menentang.


Sudah ku bilang Eil, jangan menaruh harapan apapun sebelum dia yang menunjukkan harapan itu..! Kata sisi buruk dalam diri Aileen


Jangan dengarkan dia Eil, kau memang harus bersabar. percayalah sekuat apa pun karang jika terus di terjang ombak maka ia akan terkikis. Begitu pula dengan Vir, jika kau terus bersabar menghadapi sikapnya sungguh ia pun akan luluh, dengan begitu cinta pun akan bersemai diantara kalian...! kata sisi baik dalam dirinya


"Tapi apakah mungkin?? aku tidak yakin cinta itu akan tumbuh, lagi pula sulit untuk ku percaya lagi dengan yang namanya cinta setelah penghianatan yang orang itu lakukan dulu." lirihnya, ia mengusap bulir bening yang sedikit menetes di pelupuk mata


"Kuatlah Eil, anggap saja kau melakukan ini untuk keluarga mu..Dengan berpura-pura bahagia itu akan membuat mereka juga bahagia"


Aileen pun meraih hp yang ada di nakas, ia mengecek semua email dan pesan yang ada, isinya hanyalah tentang pekerjaan. sungguh hidupnya sangat kesepian tanpa seseorang yang spesial, bahkan yang mengirim ucapan selamat malam pun tak ada.


Di hidupnya hanya ada kesibukan di dunia kerja dan kesibukan di dunia tipu-tipu yang berkedok rumah tangga ini.


Aileen hendak meletakkan hp nya.


Ting..


Suara yang menandakan ada pesan masuk. Ia pun mengurungkan niatnya dan mengecek pesan itu.


"Aku dan Keil ada di depan!" isi pesannya


Seberkas senyum terbit di bibir manis Aileen, baru ia merasa kesepian namun Tuhan sudah secepat ini mengirimkannya teman, Yaa meskipun yang datang hanya adik dan sepupunya yang menyebalkan.


Dengan sigap ia pun berlari menuruni tangga, suara langkahnya memenuhi seisi rumah. Membuat Yang Mulia Raja Merasa terganggu


"Apa yang dia lakukan, Apa dia berlari keliling rumah malam-malam begini?? dasar wanita aneh kurang kerjaan" ketus Vir. Namun ia terlalu sibuk sehingga malas melihat apa yang terjadi.


Sementara itu di bawah.

__ADS_1


Aileen membuka pintu dengan berbinar..


"Haloo genk, aku sangat merindukan kalian!!" Aileen langsung memeluk Biyan dan Shakeel


"Uhhuk, uhukkk.. lepaskan Eil kau mencekik ku" Shakeel memukul lengan Aileen yang memeluk lehernya begitu erat


"Kak kau ini apa-apaan sih, kita bisa mati dengan tenaga mu yang seperti hulk ini" protes Biyan seraya mendorong tubuh kakaknya


Aileen nyengir kuda, ia mengangkat tangannya membentuk huruf V


"Peace..!" katanya


Ia terlihat begitu bahagia kedatangan dua saudaranya itu. Ya, Aileen memang begitu. Orang yang tidak mengenalnya tentu akan berpikir ia orang yang judes. Namun sebenarnya dia adalah orang yang baik, humble, dan kadang lucu. Namun itu ia lakukan hanya pada pasien, rekan kerja dan orang terdekatnya saja.


"Apa kau tidak mempersilahkan kami masuk?" tanya Shakeel


"Lihat lah, kami membawa sesuatu" Biyan menunjukkan paperbag


"Emmnt, baiklah! ayo masuk.."


Di ruang tamu..


"Mommy dan Daddy apa kabar Bi?" tanya Aileen seraya menyusun tiga kotak pizza dan minuman di atas meja


"Mereka baik! Oh iya mereka juga menitipkan salam untuk mu, katanya Mommy sangat merindukan mu, dia selalu ingin kesini tapi Mommy terlalu sibuk mempersiapkan persiapan untuk oma opa pindah" ucap Biyan


"Berarti Opa akan segera berangkat?


Om Ferdy dan Tante Syella bagaimna Keil?"


"Mereka semua akan ikut sampai kondisi opa benar-benar pulih " Jelas Shakeel.


Orang tuanya dan orang tua Aileen akan berangkat ke luar negeri untuk membawa Opa dari Mommy nya melakukan pengobatan. Itulah salah satu alasan Aileen tak bisa menolak permintaan Opanya yang sakit-sakitan. Apalagi kedua opa dari mommy dan Daddynya sama-sama menginginkan ia menikah dengan Vir.


"Saat jadwal ku tak terlalu padat aku pasti akan berkunjung ke rumah opa" ujar Aileen


"Lalu jika mereka semua pergi kalian berdua akan tinggal dimana?"


"Keil akan tinggal bersama ku di rumah, lagipula disana kan ada Opa Surya dan oma Fera" sahut Biyan


Aileen hanya mengangguk mengerti seraya menyantap pizza yang dibawa Biyan dan Shakeel.


"Lagi pula, jika kita semua pergi siapa yang akan mengurus kantor" timpal Keil yang ikut menyantap pizza


"Lalu kau Bi, apa Daddy sudah menyerahkan Perusahaan pada mu?"


"Belum sih, lebih tepatnya aku belum mau mengemban tanggung jawab seberat itu" ucap Biyan yang sibuk bermain ponsel


"Main hpnya nanti ya Bi, tidak sopan berbicara sambil main hp..!" Aileen merampas hp dari tangan adiknya membuat Biyan mendengus kesal..


"Haissh kau ini selalu saja seperti ini " protesnya "Ah iya Suami mu mana kak?" tanya Biyan yang tak melihat kehadiran kakak iparnya


"Iya Eil, Vir dimana? apa dia sedang tidak di rumah?"


Shakeel dan Biyan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan saudara ipar mereka.

__ADS_1


"Oh itu, dia sedang sibuk di kamarnya.."


"Di kamarnya??"


__ADS_2