Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 73


__ADS_3

Malam itu, Vir dan Aileen tengah berada di kediaman orang tua Vir.


Ayah, ibu dan Vino sudah ada di Indonesia. bahkan Aileen dan Vir juga ikut menjemput kedatangan mereka di bandara sore tadi.


Setelah makan malam Ayah dan Ibu saling melepas rindu dengan anak dan menantunya, kini mereka semua tengah bercengkrama di ruang keluarga.


“Vir, eil, ini ibu punya sesuatu untuk kalian berdua” ibu memberi sebuah suplemen dan satu boks kurma muda.


Aileen yang langsung tahu tujuan Ibu hanya tersenyum malu. Ia tidak menyangka jika mertuanya itu sungguh ingin segera memiliki cucu sampai harus menyiapkan semuanya seperti ini.


Cucu? Itu artinya anak ku dan Vir. Aku dan Vir jadi Ayah dan Ibu.


Ini sama sekali tak pernah terlintas di otaknya. sebab yang ada dipikirannya dulu hanyalah Bagaimana cara mempertahankan rumah tangganya namun sekarang semua sudah berubah, apakah hal ini akan benar terjadi. pikirnya dalam hati


Sedangkan Vir yang sama sekali tidak tahu hanya menyerngit heran menatap pemberian Ibunya.


“Itu kurma muda Vir, bagus untuk menambah kesuburan” sahut Ayah yang melihat Vir kebingungan.


“Janga hanya giat menyetak, kau juga harus minum itu untuk menambah kesuburan dan stamina agar ponakan ku segera launching” timpal Vino sambil terkekeh.


Mendengar kata-kata vino yang vulgar baginya membuat wajah Aileen memerah seketika.


“Jomblo akut tahu apa tentang proses cetak menyetak, kau bahkan belum pernah mencobanya” ejek Vir yang mana membuat Vino salah tingkah


Hans dan Melinda pun ikut terkekeh mendengar ucapan kedua putranya.


“Sudah sudah, nanti juga kakak mu akan merasakannya kalau sudah menikah” ucap melinda menengahi pembahasan diantara Virendra dan Vino


Setelah itu mereka beralih membahas pembahasan yang lain.


“Ohiya Vin, kau harus segera istirahat. Bukankah besok sudah harus pergi melihat lokasi tempat perusahaan mu yang baru” Ucap Ibu seraya mengusap lembut punggung Vino


“Iya Vin, kau harus istirahat. Besok awal yang baru untuk memulai bisnismu di negeri sendiri” sahut Ayah.


Melihat hal itu Vir tersenyum sinis, bahkan ia juga ada disana namun orang tuanya sama sekali tak pernah memberi perhatian serupa padanya. Hatinya ngilu, biar bagaimanapun juga ia hanyalah seorang anak yang juga butuh perhatian.


Sedari dulu ayah dan ibu tak pernah memberinya semangat meski saat tengah merintis awal karir nya dulu. iya baru sedikit merasakan semua itu setelah menikah dengan Aileen, walaupun bagitu ia tetaplah seorang anak yang haus akan perhatian, Ia benci keadaan yang selalu membuatnya tak pernah terlihat di mata Ayah dan Ibu.


Aku ada di sini namun yang mendapat perhatian Ayah dan ibu hanya Vino. lirih Vir seraya mengusap kasar wajahnya


Hal seperti inilah yang membuatnya sering tak menurut da benci berada di rumah.


Melihat raut wajah Vir yang berbeda Aileen segera kengusap lembut pundak suaminya itu, berusaha menenangkannya. Ia tahu betul pria itu sedang tidk baik-baik saja.


Vir tersenyum melihat Aileen yang selalu penuh dengan perhatian, tidak perduli bagaimana perbuatannya saat awal pernikahan namun wanita itu sama sekali tak pernah membalasnya. Ia hanya melihat ketulusan dari mata istrinya itu.


“Kita pulang yah” bisik Vir, Ailen yang mendengar itu hanya mengangguk.


“Oh ya, Vir bagaimana perkembangan perusahaan dan Hotelmu boy?”


“Iya nak, pasti kau lelahkan harus mengurus keduanya secara bersamaan” sahut Ibu


Mendengar Ayah, dan ibunya bertanya Vir tersenyum kecut namun tetap berusaha bersikap biasa saja. Rasanya ia sudah terlanjur kecewa karena sudah diabaikan jadi tidak ada gunanya tinggal.


“Ayah dan Ibu tidak tahu, kinerja adik ku ini sangat luar biasa” sahut Vino


Ya, meskipun orang tuanya terlihat selalu memberinperhatian yang lebih pada Vino, namun pria itu selalu berusaha menjadi kakak yang baik. Ia sama sekali tak pernah bangga dengan perlakuan Ayah ibu yang selalu membeda-bedakan mereka


“Semuanya baik baik saja, bulan depan perusahaan akan meluncurkan produk baru yang akan di import ke beberapa negara tetangga” nada bicara Vir sudah mulai dingin. Ia yang tak mau hilang kendali dan malah akan bersikap kasar segera berdiri dan menarik tangan istrinya untuk pergi.


“Ayo Eil” ucap Vir dengan lembut pada sang istri. Aileen pun segera beranjak


“Lho, mau kemana?” tanya Ibu


“Mau pulang”


“Ayah pikir kalian akan menginap” tanya Ayah heran

__ADS_1


Aileen yang tak enak hanya tersenyum kikuk, ia ingin bermalam namun melihat mood Vir yang berubah ia juga tak berani membantahnya.


“Aku lupa jika malam ini Aileen ada janji makan malan dengan tetanggamya, iyakan eil?” ucap Vir menengaskan seraya memegang dua bahu istrinya dengan senyum mengembang di wajahnya.


Ibarat sebuah kode, Vir mengencangkan cengkeramannya agar Aileen segera menjawab.


“Eh, iya Bu, yah. Benar Yang Vir katakan” Aileen tak habis pikir dengan alasan yang Vir buat, Ia semakin yakin jika suaminya itu memang sangat pandai membuat alasan dadakan untuk bersandiwara.


“Wah, jadi kalian sudah akrab dengan tetangga ya” ucap ibu senang


“Kalau begitu pergulah, jangan sampai tetangga kalian menungg” sahut ayah yang kelihatan sangat percaya dengan bualan Virendra


“Kalian bisa bermalam kapan saja, inikan rumah kalian juga” Melinda berjalan ke arah putra dan menantunya, Ia memberikan pelukan hangat pada keduanya


“Kalau tetangganya masih singel katakan salam dariku” timpal Vino tiba-tiba sambil cengengesan.


Hal itu mendapat teguran dari Ayah dan Ibu.


“Jevino” ketus ayah


“Apa segitu tidak lakunya dirimu sampai harus seperti ini?” timpal Ibu yang juga tak habis pikir dengan celetukan tak berbobot dari Vino.


Dan hal itu tentu saja sukses membuat Aileen dan Vir tertawa.


“Baiklah nanti akan ku bantu, aku akan promosikan jika kau ingin mencari jodoh” ucap Vir terkekeh


“Vir jangan mengada-ada, jangan membuat Kakakmu seperti pria mengenaskan di luar sana. Pergilah nanti kalian terlambat" ucap Ibu


“Ibu mengusir kami? hmmmnt” sahut Vir dengan raut wajah ditekuk


“Hey, bukan seperti itu. Jika berlama-lama nanti kalian bisa terlambat”


Setelah berpamitan, Aileen dan Vir segera pergi dari sana.


****


Di sebuah restoran, Biyan dan Shakeel tengah makan malam dengan Zaky.


“Ohiya, keil. Ternyata eil sudah menikah ya?” ucap Zaky seraya memasukkan potongan steak ke mulutnya


“Iya,.sudah hampir 5 bulan. kau tahu darimana?” ucap Shakeel seadanya


“Aku bahkan lebih dulu bertemu dengan Aileen daripada kalian”


Suasana di restoran itu memang sangatlah ramai. ini merupakan Diamond's Resto yang di kelola oleh Aileen dan Biyan.


“Sudah bisa ditebak jika kak Zaky pasti akan menemui bu dokter itu lebih dulu daripada kami” sahut Biyan yang memang juga akrab dengan Zaky.


Bahkan Zaky akrab dengan semua keluarga Aileen.


Tentu bi, sampai saat ini dia masih jadi yang istimewa.. lirih Zaky dalam hati seraya melemparkan senyum pada dua orang itu.


“Berarti kau juga sudah bertemu dengan suaminya” tanya Shakeel. Pria itu terlihat begitu fokus pada makanannya.


“Iya, tapi waktu itu kami bertemu saat dia juga bersama dengan wanita, sepertinya dengan temannya” Ucap Zaky, ternyata Ia benar-benar ingin tahu siapa wanita yang bersama Vir Waktu itu sampai membuat Aileen menitihkan air mata karena melihatnya.


Zaky sengaja mengatakan ini untuk mengorek informasi dari kedua pria di depannya itu.


Shakeel mengernyitkan dahinya mendengar ucapan zaky. Sementara Biyan, pria tampan itu langsung menghentikan suapanya saat mendengar ucapan Zaky.


Ia yang masih kesal pada Vir langsung emosi saat mendengar kakak iparnya bersama wanita lain selain Aileen. Kejadin di restoran waktu itu masih teringat jelas dalam ingatannya.


“Pria itu memang tidak benar-benar berubah” ucap Biyan emosi


Sementara Shakeel yang mendengar itu langsung memberi sikutan pada Biyan, berharap ia berhenti membahas masalah Vir di sini.


.

__ADS_1


Anak ini selalu saja jadi ember bocor, Aileen tidak suka masalah rumah tangganya diketahui orang lain selain Keluarga, Bodoh! Gerutu Shakeel dalam hati seraya melototkan matanya pada Biyan.


Melihat itu Biyan hanya menggaruk Tengkuknya.


Sementara Zaky semakin dibuat penasaran dengan reaksi Biyan dan Shakeel yang terlihat menutupi sesuatu. Ia yakin jika ada fakta lain yang tidak ia ketahui


Aku yakin dugaan ku tentang pernikahan mereka benar adanya.


****


Sepanjang perjalanan, Aileen terus memerhatikan raut wajah suaminya yang kelihatan menyimpan banyak beban dalam dirinya. Dari setiap interaksi yang dilakukan dengan keluarganya, sedikit banyak Aileen bisa menyimpulkan ada sesuatu yang membuat Vir jadi seperti ini. Namun ia sendiri belum tahu pasti akan hal itu.


“Are you okey?”


“Kalau ada sesuatu jangan sungkan cerita padaku, aku akan berusaha jadi pendengar yang baik.” ucap Aileen tiba-tiba


Mendengar itu, Vir langsung beralih menatap istrinya yang masih menatap dirinya begitu intens.


Vir mengangguk menandakan jika Ia baik-baik saja.


“Off Course! Apapun itu aku akan berbagi padamu tapi saat ini memang tidak ada apa-apa” ucap Vir tersenyum seraya mengusap lembut rambut wanitanya.


“Yakin?”


“Iya, yakin” ucapnya meyakinkan, Ia meraih tangan istrinya kemudian mengecupnya dengan penuh kelembutan.


Terimakasih karena sudah perduli, tapi aku tidak ingin masalah ini jadi beban mu.. Gumam Vir dalam hati, pandangannya fokus mengemudi dengan tangan yang masih saling bertaut


Aileen dibuat tak bisa berkata-kata, Vir benar-benar telah berubah dan memperlakukannya degan baik. Hal itu membuat dirinya bahagia dengan sikap Vir yang lembut dan menghargainya seperti ini.


10 menit kemudian, akhirya mereka sampai di rumah.


Vir memarkirkan mobilnya. Aileen pun segera turun.


Saat Aileen sedang berjalan ke arah pintu, terlihat Vir baru menutup pintu mobilnya.


Pria itu malah tertawa, seperti sedang merencanakan sesuatu “Hey, katanya mau makan malam dengan tetangga” ucap Vir dengan tawa tak tertahankan.


Ia sendiri bingung kenapa bisa membuat alasan klise yang tidak masuk akal.


Aileen yang sedang memutar kunci segera berbalik seraya mencebikkan bibirnya “Yang buat rencana siapa?”


“oh atau jangan-jangan dirimu memang ada janji makan malam dengan tetangga ya?" tuding Aileen degan tatapan penuh selidik


“Hahaha jangan mengada-ada, aku sama sekali tidak mengenal tentangga mu itu” kini vir sudah berada di samping Aileen, pria itu terlihat mengacak ngacak rambut sang isteri yang terlihat menggemaskan bila sedang cemberut.


“Yang bilang mau makan malam dengan tetangga kan kamu sayang bukan aku. Sepertinya kau memang menjalin hubungan tersembunyi dengan Moza” berucap dengan nada yang sok marah, ia segera masuk dan meninggalkan Vir yang masih di pintu


“Apa kau cemburu?” ucap Vir menggoda seraya merangkul tubuh wanita itu.


“Tidak, Aku tidak mengenal istilah cemburu”


Vir tercengang mendengar ucapan Aileen, wanita itu menggunakan kata-kata yang ia ucapkan saat bersamanya siang tadi. Pria itu makin dibuat geleng-geleng sebab istrinya merupakan satu-satunya wanita yang selalu bisa mematahkan argumennya.


Langkah Vir berhenti, Ia menatap Aileen dengan senyuman yang sulit di artikan.


“Btw, Moza itu janda loh, siapa tahu kau suka. secara kau ini kan suka mengoleksi wanita dewasa bukan?” Hardik Aileen sebelum akhirnya berlari Karena melihat Vir sudah mengeluarkan tanduk.


“Eil, beraninya kau mengataiku!! Lagi pula kalau tetangga mu itu janda memangnya kenapa? Kalau aku hanya menginginkan mu kau bisa apa?” teriak Vir mendominasi


“Lihat saja, Aku akan menghukum mu Aileen Zavierra! Tidak akan ku biarkan kau lolos, Malam ini Aku akan membuatmu berteriak dan men*esah secara bersamaan di bawah ku sampai kau tak bisa lagi belari” Vir tersenyum seperti joker yang sangat menyeramkan, dengan berlari kecil ia menaiki tangga mengejar Aileen yang sudah di ambang pintu.


Mendengar ucapan frontal suaminya barusan, wanita itu merasa hidupnya benar-benar terancam. Ucapan Vir begitu menyeramkan untuk di dengar.


Ia tahu Vir tidak pernah main-main dengan ucapannya. Sudah pasti malam ini Ia akan berakhir di ranjang tanpa ampun..


...🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


Happy Reading...


Jangan lupa beri dukungannya men-teman❣️


__ADS_2