
Sepulangnya dari kantor, Vir langsung pulang ke rumah. Tidak seperti biasa, sepulang kantor ia selalu menyempatkan waktu untuk sekedar menghampiri Fia, namun karena dia ingat hari ini telah menjanjikan Aileen untuk berkunjung ke rumah opanya jadi ia memutuskan untuk pulang lebih awal..
Haissh ini bukan lebih awal, bahkan hari sudah berganti malam namun ia mengatakan pulang lebih awal. benar-benar makhluk aneh bukan..?
Mobil Vir berhenti, mobilnya terparkir tepat di belakang mobil sang istri. Ia pun segera masuk. Setelah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian, Ia pun turun ke ruang makan.
Dimana wanita itu? bukankah mobilnya terparkir di depan, tapi kenapa aku tidak melihatnya.. Gumam Vir seraya menuruni tangga
Kenapa aku mencarinya, terserah dia berada di mana bukankah itu tidak penting..?
Ya itu sangat lah tidak penting.. lanjutnya
Sesampainya di ruang makan, dilihatnya berbagai macam makanan yang tersedia di sana. Vir menarik kursi dan duduk manis di sana, ia pun memulai makan malamnya seorang diri.
Di tengah makannya, Vir tiba-tiba teringat Aileen. terbiasa makan bersama wanita itu membuatnya tak berhenti melirik ke arah kursi yang biasa Aileen tempati. Apakah dirinya sudah mulai terbiasa akan kehadiran Aileen?
Shittt!! kenapa aku malah memikirkannya..
Ayolah cukup status mu yang ia renggut, hati mu jangan!! katanya berusaha menghindari pikiran yang terus mencari keberadaan Aileen, si wanita yang katanya ia benci namun hatinya seperti mulai menunjukkan reaksi lain.
Setelah selesai dengan makan malam, perutnya pun sudah terisi penuh. Ia duduk menunggu di ruang tamu, Mengira sebentar lagi yang di tunggu akan muncul dan mereka pun akan segera berangkat.
***
Sementara itu, di sebuah rumah mewah. Lagi dan lagi, seorang kakek tua renta yang duduk di kursi roda terlihat tengah menunggu sesuatu. Wajah keriput itu menunjukkan sebuah ekspresi yang tak bisa digambarkan. Sedari tadi istri dan anaknya sudah memintanya untuk kembali ke kamar dan beristirahat, namun ia masih bersikekeh untuk menunggu.
Sejak sore ia menunggu kedatangan sang cucu, Namun sampai saat ini yang ditunggu tak kunjung datang membuat yang menemaninya berdecak kesal karena harus menuruti dan menemani keinginannya. Ya begitulah jika sudah tua, terkadang tingkah lakunya kembali seperti tingkah seorang anak kecil.
Bahkan orang tua si cucu yang ia tunggu pun sudah pulang sebab terlalu lelah menunggu.
"Izinkan kami pulang dulu pah, Aku dan Mas Al harus mempersiapkan semua barang yang akan di bawa!! lagi pula bukankah besok aku bisa bertemu dengan menantuku.." ucap Mommy Jessica mencari alasan sehingga ia diperbolehkan pulang oleh sang Ayah. Bahkan Ia sempat di larang pulang hanya untuk ikut menyambut kedatangan anak dan menantunya. Sungguh seperti sebuah sambutan pada sang Raja.
Bahkan istrinya (Oma Karina) pun sudah menyerah dan memutuskan untuk beristirahat
"Pah menunggunya dihentikan dulu ya!! mungkin Vir ada urusan sehingga mereka belum sempat datang" kata Sang anak (Ferdy/ayah Shakeel)
__ADS_1
Pria tua itu tak bergeming
"Pah lebih baik istirahat dulu ya, nanti jika Virendra dan Aileen datang kami akan membangunkan Papa" kata sang menantu (Syella Ibu Shakeel)
"Diamlah, cukup duduk tenang dan temani aku di sini!! kalian terlalu berisik.." katanya yang tak memalingkan pandangan sedikit pun dari pintu besar di depan sana
"Keil apa kau sudah menghubungi Aileen? kapan mereka akan datang??" tanyanya pada Shakeel yang juga ada di sana
"Sudah Opa, namun Eil tak menjawab panggilan ku!" kata Keil yang juga terlihat begitu lelah
Sepulangnya dari kantor ia pun diharuskan ikut menunggu, sungguh ia kesal apalagi mengingat kesan terakhir bertemu Virendra membuatnya enggan bertemu pria itu apalagi harus menyambutnya seperti ini.
Bahkan ia beberapa kali merengek minta izin untuk istirahat namun sang Opa melarangnya.
Jadilah Shakeel dan Mama papanya yang menemani opa Haris
***
Kembali ke Cluster Magnolia.
Vir yang hampir setengah jam menunggu, mendengus kesal karena yang ditunggu tak kunjung muncul.
Apakah wanita itu menghilang? Apa mungkin ia sudah pergi duluan seorang diri? Itu tidak mungkin, mobilnya ada di depan...Ahhhk menyebalkan..
Tak ingin menebak-nebak, Akhirnya Vir memutuskan untuk mengecek langsung ke kamar Aileen.
"Sebenarnya aku sangat tidak ingin masuk ke dalam kamarnya, melihatnya saja aku malas apalagi harus mencium aroma kamarnya.."
Kau jangan berlebihan Vir!! Tak suka tapi perut dan lidah mu selalu menikmati setiap masakan yang ia hidangkan, dasar penjilat...! kata sisi baik dalam diri Vir
Diamlah, jika masih ingin ku anggap bagian dari diri ku..
Vir sudah berdiri tepat di depan pintu kamar Aileen, dengan berat hati ia mendorong hendel pintu.
Pintu terbuka, menampakkan seorang wanita yang tengah terlelap di balik kain tebal. Wajah mungilnya terlihat begitu menggemaskan dengan rambut yang tergerai acak-acakan, namun masih membuatnya terlihat begitu menawan.
__ADS_1
Tapi bukan Virendra namanya jika ia mengakui kecantikan istrinya, baginya wanita yang ada di depannya itu hanyalah takdir buruk yang kebetulan menjadi istrinya.
"Huhh, pantas saja aku tidak melihatnya. ternyata dia terlelap di sini"
Perlahan Vir berjalan mendekat, Ia berdiri di sisi ranjang Aileen.
Netranya Seperti terhipnotis dengan aura yang terpancar bak Putri tidur, tangannya terulur ingin menyentuh wajah cantik Aileen yang ketika dipandang begitu menyejukkan hati.
Sekali lagi ia tersadar, secepat mungkin ia menggelengkan kepala untuk mengusir sihir yang membuatnya diam-diam mengagumi Aileen.
Tidak, tidak boleh begini!! ingat kau membencinya..jaga batasan mu.. Ucapnya mempertahankan benteng keamanan yang ia buat
Vir menatap ke sekeliling kamar, seperti mencari sesuatu.
"Hey bangun!! Kenapa kau malah enak-enakan tidur seperti ini..Cepat bangun!!!" Vir membangunkan mengunakan bantal yang ia pukulkan ke wajah Aileen.
"Aileen Zavierra aku bilang bangun, bangunn!!!!" suara Vir menggema, menelisik ke dalam telinga yang mendengarnya.
Aileen yang terkejut sontak terbangun, nafasnya terengah-engah...
"Uhukkk, uhukk...kau ini kenapa?? apa kau ingin membunuh ku??" ditepisnya bantal itu, Ia kesal karena lagi-lagi su makhluk aneh bersikap kasar membangunkannya dengan cara seperti ini
"Apa tidak ada cara yang lebih sopan saat membangunkan seseorang?"
"Tidak ada!!!" ketus Vir
"Kenapa kau malah tidur??" katanya berbalik bertanya
"Lagi pula siapa yang ingin membunuh mu, sangat kurang kerjaan!! Aku tidak akan mengotori tangan ku hanya untuk membunuh mu" Vir menepuk-nepuk tangannya, seolah membersihkan tangan yang telah terkena kotoran
"Aku lelah Vir, sehingga membuat ku ketiduran!!" lirihnya yang benar-benar merasa lelah karena seharian menangani beberapa pasien dengan luka yang cukup parah
"Aku tidak butuh curhatan mu..!!
bersiaplah kita akan segera berangkat.." ucapnya seraya ke luar dari kamar
__ADS_1
Sementara Aileen yang tersadar bahwa malam ini akan ke rumah Opanya pun langsung panik.. Ia segera meraih hp nya. dan benar saja, disana tertera begitu banyak panggilan tak terjawab mulai dari mommynya hingga Shakeel sepupunya, Sudah pasti mereka semua menunggu.
Ya ampun aku sampai lupa, pasti opa akan kecewa karena mengira aku tidak menepati janji...