
Aileen masih terpaku menatap wanita yang kini berdiri di hadapannya.
Ada urusan apa lagi wanita itu mencarinya, dan apa yang dia inginkan?. Berbagai tanya terlintas di benak Aileen.
“Ada...?”
Plakk...
Belum sempat Aileen menyelesaikan ucapannya, wanita itu sudah menamparnya hingga tersungkur. Aileen yang merasa tubuhnya begitu lemah tak bisa menyeimbangkan diri, Ia lalu terduduk di rumput sambil memegangi perutnya yang terasa keram karena jatuh.
Dengan tatapan berkunang-kunang ia memegangi pipinya yang terasa perih karena ulah tangan wanita itu.
“Hey, apa yang kau lakukan! Kenapa menamparnya” Nita dan Risa yang melihat itu segera membantu Aileen bangun.
Namun lagi-lagi wanita yang kelihatan kesetan itu mendorong Nita dan Risa hingga tersungkur. Ia lalu menjambak rambut Aileen secara membabi buta.
“Arghhh, wanita gila! tidak waras! kau sudah gila, kau tidak waras! Awww, lepaskan rambut ku!” Aileen memekik hebat saat merasakan rambutnya ditarik tanpa ampun. “Fia, lepaskan aku!”
Ya, wanita itu adalah Fia. Mantan kekasih suaminya. Entah apa yang membuatnya menggila seperti ini sampai nekat melakukan kekerasan di rumah sakit.
“Kau yang gila, dokter sialan! Kau ******! Kau merusak kebahagiaan ku! Kau merebut Vir dariku, kau mengacaukan cinta kami! Arghhhh!! Bahkan ibu Vir pun begitu menyukai mu, dia memujimu di hadapanku!” teriaknya. Semua orang yang ada di taman mulai berkerumun dan mencoba melerai.
Namun tenaga wanita yang bernama Fia itu begitu kuat, tak terkalahkan. Ia seakan di rasuki oleh roh jahat yang memiliki kekuatan supernatural. Risa dan Nita mencoba menarik wanita itu namun keduanya kembali terjatuh.
“Siapa saja, tolong panggil security! Kalian, hey jangan diam saja! Ayo cepat bantu dr Aileen!” teriak Risa pada para suster yang sedang menemani pasien mereka di sana.
“Ahhhk, brengsek! Aku tidak pernah merebut siapapun! Dia suamiku, ahkkk” Aileen mencakar tangan Fia, namun masih tak mempan. Hingga terlintas satu ide di kepalanya, beruntung otaknya masih bekerja. Ia yang pernah ikut karate saat di bangku SMA sedikit banyak tahu tentang titik kelemahan pada tubuh seseorang.
Aileen menyerang lutut Fia dari depan, dengan tendangan telak akan mengakibatkan sakit yang sangat dalam. Dan benar saja, sekali Aileen melayangkan tendangannya membuat Fia terjungkal ke belakang.
“Auwww!” Melihat Fia yang terhuyung, Aileen segera mengambil kesempatan untuk berdiri dan langsung membalas perlakuan Fia tanpa ampun. Wanita itu tidak memperdulikan banyak mata yang menyaksikan tindakannya, yang ada dipikirannya saat ini adalah bagaimana cara membalas mantan kekasih suaminya itu. Ia tak lagi memikirkan lingkungan dimana dirinya berada, Aileen menarik rambut Fia dengan sesekali menampar bahkan hingga mencakarnya.
“Ahh, sakit dokter gila! Kau sudah gila. Hentikan, hentikan ini Aileen! Ini menyakitkan!” pekik Fia
“Kau yang gila, kau tidak tahu malu. kau yang lebih dulu berbuat seenaknya padaku. Memangnya siapa dirimu? Vir suamiku dan kau dengan tidak tahu malunya mengejar-ngejar Suami orang.. Kau mendatangiku dan berbuat seenaknya” Aileen mencakar Fia, dia menumpahkan semuanya.
Semua yang melihat itu nampak tak percaya atas apa yang Aileen lakukan, Para suster menutup mata Pasien mereka masing-masing. Semua orang mulai berbisik atas apa yang terjadi.
Risa dan Nita nampak panik. Yang Aileen lakukan sudah melanggar kode etik dokter. Perbuatan yang ia lakukan sudah diluar batas meskipun dalam rangka membela diri namun tetap saja, ini masih di lingkungan rumah sakit dan disaksikan para pasien, Risa dan Nita nampak kalut memikirkan bagaimana nasib Aileen nantinya.
“Kenapa securitynya lama sekali” ucap Risa
“Lihat, di sana. mereka baru saja datang..” tunjuk Nita pada dua security yang berlari.
Security lalu memisahkan kedua wanita yang sudah sama-sama babak belur itu. Aileen terlihat begitu berantakan dengan noda yang memenuhi jas putih kebanggaannya. Emosi tak terkontrolnya telah merusak reputasinya, sudah pasti ia akan dipanggil oleh pimpinan atau bahkan jika hal ini akan sampai ke telinga Dinas kesehatan mungkin ia akan kehilangan Surat izin prakteknya (SIP).
Sementara seorang pria yang kebetulan ada di sana melihat kerumunan di taman segera menghampiri, dan betapa terkejutnya ia saat melihat wanita yang begitu dikenalnya sudah acak-acakan dengan banyak goresan di wajahnya.
“Eil..” lirihnya.
Aileen menoleh sekilas “Za..” lirih Aileen, dengan dada yang naik turun mengontrol emosi. Aileen masih menatap Fia dengan emosi yang belum reda.
“Hentikan, apa kalian lupa ini rumah sakit!” teriak security itu
Aileen hanya diam, ia tak melakukan pembelaan apapun karena meskipun membela diri ia tetap akan disalahkan karena sudah berlaku berlebihan, sebagai ahli medis tidak seharusnya ia kelepasan seperti tadi.
“Dia, dia biang masalahnya!" tuding Fia.
“Hey, kau yang datang lebih dulu dan melukai dr Aileen” sanggah Nita dan Risa, keduanya membela Aileen sesuai fakta
“Shiit” umpat Fia tak terima, ia kembali memberontak, matanya tertuju pada batu yang ada di depannya lalu memungutnya dan memukul kening Aileen kemudian.
Semuaa berteriak hebat menyaksikan itu. Mereka semua merasa iba pada Aileen yang terluka.
Namun beruntung Aileen tidak pingsan, ia hanya memegangi keningnya dengan darah yang mulai bercucuran dari lukanya.
Zaky yang ada di sana langsung berlari memeluk Aileen, wanita itu oleng namun masih sadarkan diri. Hanya saja napasnya mulai terengah. Secepat kilat Aileen berusaha menenangkan dirinya.
__ADS_1
Ia menatap ke arah Fia yang memberontak saat di seret, seorang dokter datang dan menyuntikkan obat penenang padanya.
“Wanita gila!” umpat Aileen di sela denyutan rasa sakit yang menjalar dari luka yang Fia torehkan
“Eil, kau tidak apa-apa?” Zaky merangkul Aileen yang setengah membungkuk
Wanita itu menggeleng sambil mencengkram lengan Zaky.
“Eil, kau harus segera ditangani!” ucap Risa yang kini ikut memegangi tubuh Aileen.
“Kita ke IGD sekarang, Ayo!” Nita ikut memampah Aileen.
“Biar saya saja” ucap Zaky mengambil alih tubuh Aileen lalu menggendongnya. Sedangkan Fia dan Risa segera meraih handphone Aileen lalu ikut menyusul.
Tidak ada yang ingat menghubungi Vir, Risa dan Nita sama sekali tak kepikiran untuk itu.
Sementara Aileen ditangani, Zaky terlihat sibuk menghubungi Biyan dan Shakeel secara bergantian. Namun kedua pria itu sama sekali tak menjawab panggilannya. Tak kehilangan ide, Zaky memutuskan menghubungi Daddy Al yang kontaknya juga ada di handphonenya.
Beruntung panggilan itu langsung terhubung, Zaky lalu memberi tahu apa yang terjadi
“Apa? Saya akan segera ke sana.." Daddy Al terdengar begitu emosi.
Panggilan pun terputus, Zaky kembali duduk dan menunggu sampai Aileen Selesai ditangani.
Setelah beberapa menit. Aileen, Risa dan Nita sudah keluar. Istri Vir itu keluar dengan jidat diperban, wajah dan tangannya kelihatan memerah karena goresan.
Zaky membantu memampah Aileen untuk duduk
“Makasih, Za!”
“Sama-sama” Zaky tersenyum
“Eil, wanita itu?” Melihat siapa wanita yang melukai Aileen tadi membuat Zaky geram, ia tahu wanita itu adalah mantan kekasih Vir.
Aileen hanya menggeleng, Ia enggan membahas masalah tadi.
Namun keheningan tak berlangsung lama, sebab seorang wanita datang memanggil Aileen.
“Permisi, Dr Aileen. Anda dipanggil ke ruang pimpinan!” ucapnya menyampaikan
Fia dan Risa saling tatap lalu beralih menatap Aileen. Aileen yang sudah menduga hal ini akan terjadi hanya menghela napas.
“Saya ikut!” ucap Nita
“Saya juga, kami berdua tahu kejadian yang sesungguhnya” ucap Risa menimpali.
Wanita tadi nampak mempertimbangkan “Kalau begitu, silahkan! Pimpina sudah menunggu”
“Eil!” panggil Zaky yang merasa tak tega melihat Aileen yang terkena masalah seperti ini.
“Tidak apa, Za!” Setelah itu Aileen, Risa dan Nita segera mengikuti langkah wanita tadi.
..._____...
“Dr Aileen, anda pasti tahu kenapa anda dipanggil kemari!” Ucap pria paruh baya yang merupakan pimpinan rumah sakit.
“Saya tahu, pak” Aileen mengangguk mengerti
“Sangat disayangkan, reputasi yang anda torehkan selama ini lenyap seketika hanya karena tindakan yang anda lakukan”
Aileen hanya diam, Ia tahu tindakannya sudah diluar batas. Apapun alasannya, tidak seharusnya dia membalas dengan perbuatan kasar seperti tadi.
“Perbuatan dr Aileen melanggar kode Etik. SIP anda bisa saja dicabut jika masalah ini sampai Dinas Kesehatan”
Aileen terus menunduk, tidak ada yang bisa ia lakukan karena memang dirinya telah menyalahi aturan
“Tapi, Pak! Dr Aileen hanya melakukan pembelaan, Wanita itu yang tiba-tiba datang dan melakukan kekerasan pada Dr Aileen” sanggah Risa memberi pembelaan
__ADS_1
“Yang dikatakan dr Risa memang benar Pak! Kami melihat semuanya..”
Belum sempat Nita menyelesaikan ucapannya, Pria paruh baya itu sudah memotong.
“Tetap saja, Ini lingkungan rumah sakit! Sebagai ahli medis, seharusnya dokter Aileen bisa mengayaomi dan tidak membuat keributan di lingkungannya! Apapu masalahnya, seorang dokter yang seharusnya memberi pelayanan kesehatan tidak seharusnya menyakiti orang lain”
...-----...
Sementara itu, Daddy Al yang sejak tadi telah sampai nampak emosi mendegar penuturan dari Zaky.
Zaky menceritakan sedikit banyak yang ia tahu, bahkan Ia juga menceritakan siapa Fia hingga nekat berbuat seperti itu pada Aileen.
Daddy yang sudah tahu semuanya, terlihat begitu kesal. Ia akan menemui Vir dan akan meminta penjelasan pada menantunya. Sekalipun Vir sudah tidak ada hubungan dengan Fia, sudah pasti ia yang tidak tahu menahu soal ini akan ikut terseret dalam masalah yang Fia timbulkan.
Namun sebelum menemui menantunya, Daddy Al terlebih dahulu pergi menghampiri Aileen yang masih berada di ruangan Pimpinan.
“Saya Alfin Maherza Utama, Ayah Dr Aileen” ucap Daddy dengan gagahnya.
Seorang wanita yang ada di sana nampak mengerti apa maksud Pria itu. Ia lalu masuk dan memberi tahu Pimpinan.
Tidak lama kemudian wanita tadi sudah ke luar dan mempersilahkan Daddy Al masuk.
“Silahkan, Pak” Pimpinan mempersilahkan.
Sedangkan Nita dan Risa sudah ke luar sejak tadi.
Aileen terlihat kaget dengan kehadiran daddynya. Jika daddy ada di sini itu artinya Ayahnya itu sudah mengetahui semua. Tentu ia juga tahu siapa Fia, bukan tidak mungkin jika Daddy akan mengamuk karena hal ini.
Lama mereka berbincang, hingga Daddy tidak terima dengan keputusan Pimpinan yang memutuskan untuk memecat Aileen secara sementara.
“Tidak, bisa seperti ini. Di sini, putri saya juga korban! Dia hanya berusaha melindungi dirinya”
“Mohon maaf sebelumnya Pak, Ini bukan soal siapa yang benar dan salah. Di sini dr Aileen merupakan tenaga medis, dia yang harusnya menjaga ketentraman rumah sakit dan seharusnya mengayomi malah membuat keributan dengan memberikan contoh yang tidak baik. Terlebih lagi, sebagai seorang ahli medih seharusnya dr Aileen yang memberikan pelayanan kesehatan namun malah bersikap sebaliknya” Jelas pimpinan
“Anda tenang saja, sanksi ini tidak bersikap permanen melainkan hanya sementara yang berupa pembinaan pada pelaku”
..._____...
“Luka mu parah sekali, Eil!” Daddy memerhatikan setiap luka pada wajah putrinya. Sebagai seorang Ayah Hatinya begitu sakit melihat itu. Aileen hanya tersenyum mendapat perhatian dari Daddy-nya.
“Tunggu sebentar, Daddy masih ada urusan! Daddy akan menjemput mu setelah urusan itu selesai” mengelus lembut wajah putrinya
Aileen mengangguk “Aku juga ingin membereskan barangku” katanya lalu pergi membereskan barang-barangnya, Karena mulai hari ini ia tidak akan lagi bekerja sampai waktu yang ditentukan.
Rasanya seperti kehilangan sebuah tujuan, pekerjaan yang begitu ia cintai harus berakhir seperti ini hanya karena sebuah insiden yang Fia ciptakan.
Aileen berlalu, sepanjang koridor semua orang membicarakan tentang masalah ini. Banyak diantar mereka yang merasa Iba pada Aileen. Mereka semua tahu, dokter itu hanya berusaha membela diri namun ia justru malah mendapat sanksi dari tindakannya.
Aileen hanya tersenyum getir, Karena hal tadi pula masalah dalam rumah tangganya jadi konsumsi publik. Semua yang selama ini ia tutupi kini diketahui banyak orang. Kini semua tahu jika saat menikah Suaminya masih memiliki hubungan dengan wanita lain. Dan Aileen sama sekali tidak rela jika Vir yang sudah berubah harus dicap jelek karena masalah ini.
Ia tersenyum getir saat melihat dua rekan sejawatnya yang selalu setia menemani tersenyum ke arahnya.
Dr Risa dan Perawat Nita merentangkan tangannya. Aileen menyambut pelukan itu. Ketiganya menagis sesegukan
“Kami pasti akan sangat merindukanmu”
“Kami akan menunggu sampai kau bisa masuk kerja lagi, Hiksss”
“Jangan sedih, Aku tidak kemana-mana! Lagipula Kita masih bisa bertemu” ucap Aileen yang mencoba mencairkan suasna.
“Eil, kau berhutang banyak penjelasan pada kami!”
“Aku pasti akan menjelaskannya, tapi tidak sekarang.."
..._____...
Happy Reading ❤️
__ADS_1
Jangan lupa beri dukungannya ya gengs..