Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 104


__ADS_3

Sekitar pukul 1.20 GMT+9 (KST). Pesawat Rajawali Indonesia yang di tumpangi Vir lepas landas di Bandara internasional incheon, Korea Selatan. Yang mana merupakan salah satu bandara terbesar di Asia yang pernah 3 kali berturut-turut masuk dalam kategori bandara terbaik di dunia berdasarkan survei Global Traveller priode 2006 s.d 2008.


Virendra dan penumpang pesawat lainnya merupakan para Hotelier yang akan menghadiri acara penghargaan Hotel di negara tersebut.


Ia dan rekan lainnya melangkah menuju terminal 1 bandara dan langsung memasuki sebuah taksi yang tersedia persis di depan area kedatangan yang selalu ada di masing-masing terminal.


Setelah masuk ke dalam taksi, ia mengerahkan driver taksi menuju Signiel Seoul Hotel yang merupakan tempat menginap sekaligus tempat diselenggarakannya event tersebut.


Signiel Seoul sendiri merupakan bagian dari Lotte World Tower. Yang merupakan salah satu Hotel termegah di Seoul, korea selatan itu menempati lantai 76 hinggga lantai 101 yang ada di Lotte World.


Setelah kurang lebih 60 menit berkendara menggunakan taksi dari Bandara Internasional Incheon, akhirnya taksi yang Vir kendarai tiba di Signiel Seoul. Para tamu langsung disambut oleh para bellboy. Setelah melakukan Check-in dan mendapatkan keyCard, seseorang petugas langsung menuntunnya ke kamar yang di tempati.


“Jal swida, joh-eun halu doeseyo;korea (selamat beristirahat, semoga hari anda menyenangkan)” ucap petugas hotel itu ramah sembari membungkukkan badan setelah selesai membukakan Pintu untuk tamu mereka.


Vir yang tak terlalu paham bahasa Korea hanya tersenyum sambil membungkuk.


Setelah petugas itu pergi, Ia pun menyeret langkah dan kopernya menuju tempat tidur. Rasanya tubuhnya ingin remuk secara bersamaan setelah perjalanan panjang melelahkan yang dilaluinya.


Kini ia langsung merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar dengan berbantalkan kedua lengan yang dilipat di bawah kepala.


Sejenak ia memejamkan mata, namun sedetik kemudian kembali terbelalak seperti tengah mengingat sesuatu..


Diarahkannya tangan kanannya kemudian melirik arlojinya di sana.


“Sudah stengah 3..” Gumamnya lalu merubah posisi menjadi duduk sambil meraih ponselnya yang sejak di Indonesia ia nonaktifkan.


Begitu dinyalakan, banyak notifikasi yang masuk. di bukannya Aplikasi pesan, tertera nama Aileen di posisi paling atas. Senyum tersungging dari wajah berkabut lelah dan ngantuk yang menyerang di waktu yang bersamaan lenyap seketika.


Ia lalu mengklik nama istrinya kemudian membaca pesan yang masuk.


Aileen : “Sudah sampai? ahh Pasti belum sampai ya,?”


“Tentu, ini baru 5 jam perjalanan.. Pesawat hanya akan sampai setelah 7 jam penerbangan jika tidak ada hambatan, semoga saja tidak!”


“Aku cuma mau bilang Safe flight, I'll miss you so much..”


“Aku tidak bisa tidur..”


“Mungkin karena sudah terbiasa tidur bersama dan saat melewati satu malam tanpa mu, rasanya begitu sulit...”


Lagi- lagi ujung bibir itu kembali tertarik membentuk sebuah senyuman yang begitu tulus. Deretan pesan yang Aileen kirim benar-benar membuat perasannya berdebar dengan mata yang mulai mengembun sambil bergumam pelan.


“I miss You More..” Vir menyusut ujung matanya yang terasa memanas “Can't stop.” tanpa sadar setetes buliran hangat mengalir begitu saja. Entah sejak kapan ia menjadi pria menyedihkan yang begitu mellow. Oh, inikah rasanya LDR an yang sesungguhnya. Jauh dari Aileen tersayang terasa begitu menyedihkan.


Baru kali ini ia menangisi seseorang yang jauh darinya, bahkan saat kepergian Oma opa dulu ia masih mampu menahan tangisnya agar tidak pecah. Kesakitan Fia yang juga harus membuat mereka LDRan selama 1 tahun pun tak membuat matanya panas seperti ini. Namun mengapa kali ini begitu berbeda. Wanita bernama Aileen itu mampu membuatnya bersedih hanya dalam durasi waktu yang belum genap dikatakan satu hari, baru terhitung beberapa jam saja namun sudah membuatnya setersiksa begini.


“Aku baru, sampai.. Aku juga merindukanmu...” balas Vir pada pesan Aileen


“Sekarang pasti sudah tidur, ya? TENTU... sekarang sudah larut!” begitu bunyi balasan kedua


“Tidur yang nyenyak my Sun, setelah semua selesai aku langsung pulang..” balasnya lagi.


Namun pesannya sama sekali belum dibaca, baru centang 1 dan berubah jadi jentang 2 tak berwarna. Membuat ia mengira jika Aileen memang sudah tidur, namun saat hendak kembali ke layar awal, centang dua itu berubah menjadi biru menandakan si penerima pesan sudah membaca pesannya bahkan tertera tulisan Online di pojok kiri. Mambuat ia segera memencet tanda panggilan Video pada pojok kanan atas layar ponsel.


...____...


Sementara itu, di belahan dunia yang lain. Tepatnya di belahan bumi yang dilalui garis katulistiwa, di salah satu negara yang memiliki berbagai julukan, salah satunya disebut dengan julukan Nusantara.


Seorang wanita berwajah lesu menahan kantuk dengan goresan di wajahnya masih terjaga ketika waktu sudah menunjukkan pukul 12:30.


Setelah sebelumnya pukul 11:15, ia yang belum tertidur menyempatkan diri untuk mengirim pesan pada suaminya yang tengah menempuh penerbangan jauh. Setelah itu terlelap dalam waktu singkat dan kembali terjaga di saat jarum jam menunjuk di angka 12 dengan detik dan menit yang terus berkejaran.


Matanya tak bisa lagi rapat, disaat yang bersamaan pula ia mengecek ponselnya setelah berhasil menerka-nerka waktu tempuh penerbangan suaminya. dan benar saja, disaat yang bersamaan, sebuah notifikasi dari nomor yang ditunggu bertengger di layar utama ponsel.


Dengan bersemangat dibukanya pesan itu, senyum mengembang tak pernah pudar saat ia mulai mengetikkan balasan singkat penuh makna untuk orang terkasih yang berada jauh darinya yang berhasil membuat tidurnya tak nyenyak.

__ADS_1


Belum sempat menulis balasan lanjutan. Layar ponsel itu sudah berubah menjadi notifikasi panggilan, membuat wajah berselimut kantuk itu lenyap seketika, berganti dengan senyum riang menawan.


Ia lalu menggeser tanda biru berlogo kamera video itu ke atas. Kemudian menampakkan senyum merekah dari sosok menawan di balik telepon.


“Hy..” Sapanya dari sebrang sana, membuat udara yang masuk membeku seketika, dengan sesak yang menyeruak ke rongga dada. Tanpa terasa bulir bening mulai menetes dari matanya.


“Hy..” balasnya kaku, sudah seperti orang yang pertama kali menelpon dengan gebetan.


“Aku baru sampai di Signiel Seoul setelah menempuh waktu hampir 1 jam sari Incheon Airport..” Ujar Vir sekedar memberi informasi.


Namun yang diberi tahu sama sekali tak bergeming, hanya menampakkan senyum dan anggukan singkat.


“Kenapa belum tidur, Ini sudah hampir jam 3....” Vir menghentikan ucapannya saat menyadari jika mereka berada di negara yang berbeda.


“Emmnt, maksud ku pasti di situ jam 12 lewat kan..” Vir kembali membenarkan dan Aileen hanya mengangguk.


Vir terus menatapnya lekat, seolah mata mereka berada begitu dekat dengan tatapan dalam, saling menyelami satu sama lain..


“Kita beda 2 jam, berarti di korea sudah hampir jam 3, ya?” kata Aileen yang mencoba membuka obrolan.


Ya, memang benar. Jika di hitung dari Zona Waktu indonesia GMT+7 yang meliputi Indonesia barat (WIB) maka perbedaan waktu dengan Korea Selatan hanya 2 jam saja. Namun jika dengan GMT+8 Waktu Indonesia tengah (WITA) maka perbedaannya hanya 1 jam sedangkan dengan GMT+9 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT) maka tidak ada perbedaan waktu antara Korea Selatan dengan wilayah Indonesia yang berada di bagian Timur dengan GMT+9. Yang artinya waktu Indonesia bagian timur sama dengan waktu di Korea Selatan yang juga memiliki GMT+9/UTC+9 .


Vir hanya mengangguk dan kemudian berkata “Tidur, Sun. ini sudah larut..”


“Aku tidak bisa tidur, hmmmnt..”


“Maaf..” lirih Vir dari seberang sana dengan tatapan lekat yang tak pernah teralihkan sedikit pun.


“Minta maaf untuk??” Aileen menyerngit heran


“Aku tidak bisa menemani saat kau terluka begini..” lirih Vir dengan raut wajah penuh penyesalan, bahkan mungkin sedang meneteskan air mata. Entahlah.


“Hmmmnt, Sama saja..Aku juga tak bisa mendampingimu..” mata Aileen mulai berkaca-kaca, Ia pun tak kalah mellow-nya.


Beberapa menit berlalu tanpa terlibat obrolan, hanya saling berbalas tatapan dalam penuh arti dari balik gawai.


“Sudahlah, jangan seperti ini, aku semakin sulit tidur jika membahas hal sedih..”


Vir tersenyum mendengarnya, “Okey.. sekarang katakan, Apa yabg bisa ku lakukan agar kau tidak sedih dan bisa tidur..” Vir kembali merebahkan diri dengan posisi menyamping, hingga membuat Aileen bisa melihat seisi ruang di belakang Vir yang begitu luas dengan interior mewah bernuansa putih.


“Mau peluk..” katanya lugas yang mana membuat Vir terkekeh.


“Seandainya bisa sudah kupeluk dari tadi, bahkan mungkin kita sedang melakukan yang enak-enak” ucap Vir sambil mengedipkan mata.


“Mesum...!” cibir Aileen “Eh, itu masih baju yang tadi sore kan? Belum ganti baju?” tebak Aileen saat menyadari jika Vir masih menggunakan baju yang sama saat terakhir bertemu beberapa jam yang lalu.


“Iya, Aku belum sempat mandi apalagi ganti baju.. Kan baru sampai..!”


“Ya sudah, sana mandi lalu istirahatlah.. Kau pasti lelah kan..”


Namun Vir menggeleng, “Tidurnya nanti saja, Aku ingin menemanimu sampai bisa tidur..”


Ucapan Vir mampu mendebarkan hati Aileen, wanita itu kembali tersipu malu. entah mengapa keduanya menjadi berbeda.


“Bagaimana kalau aku nyanyikan agar kau bisa tidur” Vir terdengar menghela napas sejenak kemudian berkata “Bukankah begadang, tidak baik..”


“Emmnnt, boleh” Aileen berbinar senang setelah beberapa saat terdiam sambil mengingat-ingat apakah Vir bisa bernyanyi. Dan jawabannya adalah pernah, Ia pernah mendengarnya bernyanyi sekali, saat di mobil dalam perjalanan ke Rumah Mommy.


“Tapi janji, kau harus langsung tidur..”


Aileen kembali mengangguk. Vir benar-benar berbeda dari sebelumnya, Begitu manis dengan suara lembut tidak seperti biasanya yang selalu saja menyebalkan. Sepertinya berada di negara yang berbeda membuat otaknya sedikit berbeda. Aileen mengulum senyumannya menatap Vir yang tengah membenarkan posisi dengan bersandar di kepala ranjang dan bersiap untuk bernyanyi sebagai penghantar tidur untuknya.


“Pejamkan matamu, Aku akan mulai..” ucap Vir dengan raut wajah yang begitu teduh menenangkan.


Aileen mulai memejamkan matanya. namun sebelum Itu, Ia sudah terlebih dahulu memposisikan ponselnya bersandar di bantal sambil menghadap dirinya agar tak perlu repot-repot memegangnya.

__ADS_1


“...You're who I'm thinking of”


“And girl, You ain't my runner-up”


“And no matter what You're always number one..”


“My prize possession, one and only”


“Adore you, girl I want you..”


“The one I can't live without that's you, that's you.”


“You're my special, little lady”


“The one that, make me crazy”


“Of All the girls i've ever known. it's you, it's you..”


(Favorite Girl by Justin Bieber)


“Selamat tidur Eil, Aku mencintai mu..!” lirih Vir sambil mengecup layar ponsel yang menunjukkan Aileen yang sudah terlelap.


...________...


NB :


» GMT (Greenwich Mean Time) atau bisa diartikan sebagai Zona Waktu berdasarkan letak bujur geografis 0 derajat yang menjadi waktu matahari.


GMT digunakan dibanyak negara wilayah Asia, Afrika dan beberapa di Eropa dengan format waktu 12 atau 24 jam (Am/Pm)


Indonesia sendiri dibagi menjadi tiga wilayah berdasarkan GMT yaitu


1. Waktu Indonesia Barat (WIB) GMT+7


2. Waktu Indonesia Tengah (WITA) GMT+8


3.Waktu Indonesia Timur (WIT) GMT+9


dengan masing-masing perbedaan waktu GMT+9 lebih cepat 1 jam dari GMT+8.


Misalnya, wilayah dengan GMT+9 menunjukkan pukul 12:00 WIT yang artinya GMT+8 lebih lambat 1 jam dengan waktu 11:00 WIB sedangkan GMT+7 lebih lambat 2 jam dengan waktu 10:00 WIB.


» KST : Korea Standar Time/waktu standar Korea (KST) dengan GMT+9/UTC+9 lebih cepat 2 jam atau sama dengan Waktu Indonesia Timur.


» UTC (Universal Time Coordinat) zona waktu yang hampir sama dengan GMT dan sering digunakan oleh beberapa negara Afrika dan Eropa. Zona waktu ini juga merupakan standar waktu seluruh negara di dunia termasuk di dunia penerbangan.


» Incheon Airport : Bandara Internasional Korea Selatan yang merupakan salah satu bandara terbesar di Asia. Bandara ini menggantikan Bandara Internasional Gimpo yang kini beralih tugas sebagai bandara Domestik kecuali penerbangan internasional ke Jepang Dan Cina.


» Lotte World Tower : Menara tertinggi di korea selatan yang menjadi Salah satu gedung pencakar langit dengan urutan tertinggi kelima di dunia. Lotte World Tower terletak di distrik songpa gu, Seoul.


Gedung setinggi 555 meter ini memiliki 123 lantai yang terdiri dari beberapa Fasilitas mulai dari pusat perbelanjaan, apartemen, perkantoran, tempat pameran seni sekaligus pusat Hiburan.



» Signiel seoul : Merupakan Hotel termewah di seoul yang menempati lantai 76 hingga 101 di Lotte World Tower dengan berbagai fasilitas unggul yanga memiliki 235 kamar.


Hotelier : merupakan istilah untuk orang-orang yang bekerja di dunia perhotelan, baik itu pemilik, manager maupun karyawan.


» Khatulistiwa : garis imajinasi yang terletak di tengah planet diantara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi yang membelah bumi menjadi dua bagian yaitu selatan dan utara.


» Nusantara : sebuah istilah yang merujuk kepada Indonesia sebagai negara kepulauan.


BellBoy : Petugas pelayanan barang yang bertugas menyambut tamu.


(sumber : Wikipedia, Brainly, tempo.com and Atc)

__ADS_1


__ADS_2