Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 62


__ADS_3

"Kita duduk dulu" Vir membawa Fia duduk di sofa.


Vir menggengam kedua tangan Fia. ia menghela nafas kasar. Sungguh begitu berat baginya untuk mengatakan ini, ia juga begitu bingung harus memulainya darimana.


Namun ia juga tidak ingin egois, Vir kembali menarik nafas dalam..


"Fi," Vir menunduk, matanya terlihat berkaca-kaca.


Fia dibuat heran dengan tingkah kekasihnya, sejak kapan pria yang ia cintai itu berubah menjadi pria melow seperti ini.


"Hey, kenapa? Katakan ada apa?" Ucap Fia seraya menangkup wajah Vir yang mulai di selimuti kabut kesedihan.


"Kau tahu kan aku mencintaimu, sangat mencintai" ucap Vir dengan bibir bergetar. dadanya terlihat naik turun menahan isak tangisnya. Ia tak ingin terlihat lemah dengan menangis.


Fia mengangguk, entah mengapa ia merasa ada sesuatu mengejutkan yang akan ia dengar


"Namun kau juga tahu kan jika status ku sudah berbeda, aku sudah menikah Fi"


Fia kembali menjawab dengan sebuah anggukan. Kini matanya juga mulai ikut berkaca-kaca.


Vir kembali menghela nafas.


"Fi, maafkan aku! kita tidak bisa terus bersama. Aku masih mencintaimu tapi Jika terus bersama ku kau hanya akan terluka Fi. jadi sebelum luka itu semakin dalam aku ingin melepas mu, Aku tidak ingin melukai mu terlalu dalam. kau boleh melupakan ku dan mencari kebahagiaan mu sendiri. mari akhiri semuanya sekarang, aku ingin mengembalikan hatimu dengan baik-baik dan mari mencoba membuka lembaran baru" lirih Vir dengan masih menatap lekat wajah Fia.


Jedar..


Bagai tersambar petir, hati Fia hancur berkeping-keping.


Kini bulir bening dari wajah wanita itu sudah berurai deras, Fia menggeleng di sela isak tangisnya yang mulai memenuhi ruangan


"Ta-tapi kenapa vir, kenapa kau ingin mengakhiri hubungan kita? kita sudah seajuh ini, sudah banyak rintangan yang kita lalui bersama, kau tidak bisa begini! Hiks.." Air mata Fia bercucuran, Ia berusaha mengatur nafas agar tetap bisa berbicara dengan jelas


”Dan soal pernikahan itu, selagi kau tidak mencintai nya Aku tidak apa Vir. tidak masalah bagiku, Aku tahu kau juga sangat mencintai ku. Aku akan menunggu sampai kalian berpisah asal jangan seperti ini" ucap Fia tersedu sedu, Ia melepaskan genggaman Vir dari tangannya dan sesekali memukuli dada bidang Vir yang hanya terdiam pasrah.


"Kau bilang mencintai ku tapi Kenapa kau malah ingin mengakhiri semuanya, kata mu kau ingin berjuang sekali lagi bersama ku"


Vir mendekaap tubuh Fia yang berguncang hebat karena tangisannya.


"Sungguh ini juga berat bagi ku Fi, tapi kita tidak bisa terus-terusan seperti ini, Pria beristri seperti ku tak pantas menjalin hubungan dengan perempuan lain" Berat bagi Vir untuk mengatakan ini, namun ia juga tak ingin membuat Fia semakin terluka karena pernikahannya.


Dulu dia memang mengatakan ingin mempertahankan Fia namun semuanya berubah setelah kejadian semalam, ia tidak mungkin meninggalkan istrinya itu setelah apa yang telah mereka lalui bersama. Bagi Vir berat melepaskan Fia namun ia hanya akan menjadi manusia pecundang yang bejat jika masih menjalin hubungan ini apalagi sampai berniat meninggalkan istrinya yang sudah ia renggut mahkotanya.


Ia tahu saat ia memulai hubungannya dengan Aileen memang tanpa cinta namun setelah apa yang terjadi ia akan berusaha belajar mencintai istrinya itu


Fia menangis dan memberontak dalam pelukan Vir "kau tega, hikkss. Kau tega menyakiti ku!!"

__ADS_1


Mereka sama sama terdiam, Fia tersedu-sedu . Ia menatap lekat wajah Vir yang sedari tadi hanya menunduk.


"Kau bilang tidak mencintainya tapi kenapa malah ingin mempertahankan dia yang tidak kau cintai, apa yg membuat mu seperti ini, hikks.. kau tega!"


"Kau bilang ingin menceraikannya tapi lihatlah malah aku yang ingin kau tinggalkan!! kenapa Vir, jawab aku!" Desak fia, ia ingin tahu apa alasannya


Vir hanya terdiam dan enggan menjawab


"Vir jawab, jangan hanya diam"


"Aku tidak bisa menceraikannya Fi, orang tua ku tidak akan membiarkan itu terjadi"


Fia menyunggingkan senyum sinis di sela tangisannya "Dulu kau bilang akan melawan seluruh dunia yang akan memisahkan kita tapi lihat apa yang kau lakukan, kau bahkan menyerah sebelum melawan apa pun"


Fia kembali terdiam, Ia kembali berusaha menstabilkan nafasnya


"Apa kau sudah tidur dengannya, makanya kau ingin bertanggung jawab dan ingin mengakhiri semuanya dengan ku" ucapan Fia begitu menohok, membuat Vir beralih menatapnya dalam diam.


Fia berhasil menemukan jawaban dari pertanyaannya, dari tatapan rasa bersalah Vir.


Wanita itu kembali menggeleng, Ia tahu apa yang sudah kekasihnya itu lakukan pada istrinya.


"Huaaa Vir, hikkss kau tega.. kau bilang tak mencintainya tapi kau malah tidur dengannya! Brengsek" Fia meraih bantal sofa kemudian memukulnya pada tubuh Vir.


"Kau selalu menolak saat tidur dengan ku, tapi kau malah tidur dengan wanita yang tidak kau cintai! Bullshit, munafik!" Fia benar-benar menumpahkan kekesalannya dengan memukul Vir sekuat tenaganya.


Vir mengusap setetes bulir bening yang lolos dari matanya.


"Pukul aku Fi, pukul aku jika itu bisa membuat mu puas. Kalau perlu benci aku agar kita bisa melupakan semuanya! Aku memang bukan pria baik-baik, Aku brengsek! Maka dari itu aku ingin mengembalikan hati mu yang pernah kau beri untuk ku, aku kembalikan dengan baik-baik. Hapus aku dari lembaran kenangan kita dan buatlah lembaran baru, kau berhak bahagia meski tanpa aku" Vir berusaha menggenggam tangan Fia yang sedari tadi masih meronta dan memukulinya dengan bantal.


"Semua tak semudah membalikkan telapak tangan. Hubungan yang sudah terajut selama 5 tahun tidak mudah dilupakan begitu saja! Walaupun begitu aku akan berusaha membencimu sekuat tenaga ku! kau sudah menghancurkan ku Dengan tidur bersamanya itu artinya kau menghianati ku. Mungkin aku bisa menerima pernikahan mu karena kau mengatakan tidak mencintainya tapi aku benar-benar tidak terima kau menghianatiku dengan tidur bersamanya, itu sangat menyakitkan Vir" ucap Fia tersedu-sedu, penampilannya sudah acak-acakan dengan wajah yang memerah.


"Maaf, Maafkan aku! Aku salah" Lirih vir dengan masih menunduk.


Jika ada yang melihat kejadian itu, mungkin semua akan melihat Vir yang kelihatan begitu lemah dan rapuh. Membuat ia tak terlihat seperti biasanya yang selalu menunjukkan sisi Arogannya.


"Pergi, pergi dari sini! Aku tidak ingin melihat mu! Aku tidak butuh maaf mu" ucap Fia, ia berdiri seraya menunjuk ke arah pintu


"Fi..!" lirih Vir


"Aku bilang pergi dari sini! Pergi" bentak Fia seraya mendorong tubuh Vir, membuat pria itu terhuyung ke samping.


"Maaf, Aku sama sekali tak berniat menyakiti mu"


"Bullshit! Aku bilang pergi, hikks" suara Fia kembali menggema

__ADS_1


Vir pun ke luar meninggalkan Fia yang masih terisak pilu .


Semua pengunjung dan staf di sana menatap heran pada Vir yang ke luar dengan pakaian dan rambut acak-acakan. Semua menduga suatu hal telah terjadi di dalam sana, hanya saja dugaan mereka sangat meleset jauh dari kejadian yang sebenarnya.


Vir melajukan mobilnya dari sana. Ada perasaan lega yang ia rasakan walau sejujurnya dari lubuk hati yang paling dalam ia sangat merasa sedih, namun inilah yang seharusnya, dia tidak boleh egois dan tindakan yang ia lakukan pun benar adanya.


Walaupun baginya tidak mudah untuk melepas begitu saja cintanya yang sudah menemaninya selama lima tahun ini.


Vir menuju ke sebuah Bar hanya untuk menenangkan dirinya.


🐿️🐿️🐿️🐿️


"Malam ini tidak bisa kak, Nita ada tugas jaga malam" ucap Aileen pada Risa


Ketiga tim medis itu berjalan di koridor rumah sakit, dua diantaranya dokter dan yang satunya seorang perawat.


Mereka berjalan beriringan, tadinya ketiga orang itu tengah merencanakan untuk Dinner bersama pasangan masing-masing, tentunya yang membuat usulan ini adalah dokter Risa si dokter gigi.


"Lagi pula kenapa harus mengajak pasangan masing-masing, Kalian berdua kan tahu aku ini jomblowers sejati" Nita mencebikan bibirnya dengan ide somplak dokter Risa yang selalu saja merugikan+menyudutkan dirinya yang merupakan seorang jomblo fisabilillah.


Berhubung malam ini dia mendapat shift jaga jadi rencana Diner itu akan diundur sampai waktu yang ditentukan.


"Usaha ku ini ada bagusnya juga Nit, supaya kamu bisa berinisiatif mencari pasangan dengan lebih giat lagi" ucap Dokter Risa seraya mengangkat tangannya memberi semangat


Sementara Aileen, Ia hanya jadi penengah sejati diantara kedua rekannya itu.


"Tetap saja, selama ini aku kurang usaha apa coba? Bahkan aku selalu ikut kencan melalui jalur aplikasi tapi tetap saja, mungkin memang belum waktunya. hmmmnt " keluh Nita, dia memang sering mengikuti kencan di berbagai aplikasi pencari jodoh seperti yang sedang tren saat ini, Namun dari semua yang ia temui tidak ada satupun yang membuatnya tertarik.


"Ya itu salah mu sendiri yang terlalu pilih-pilih" sahut Risa


"Ya harus lah, cari pasangan itu ibarat memilih scincare yang tepat untuk kulit kita, sudah pasti kan kita tidak akan memilih asal, memangnya kalian mau wajah kalian jadi iritasi karena skincare abal-abal. Nah begitu juga dengan pasangan, masa iya mencari yang abal-abal untuk menemani sehidup semati yang ada nanti akan membuat menderita dan putus di tengah jalan" ucap Nita panjang lebar.


"Nah cocok itu, semangat Nit aku pada ku" ucap Aileen cengengesan yang mana membuat Nita yang tadinya merasa senang karena mendapat pembelaan malah kembali memonyongkan bibirnya sebab akhir kalimat Aileen malah menyemangati dirinya sendiri


"Aigo, anak siapa ini kenapa makin hari bahasa mu makin puitis saja Nit" Risa menggeleng kecil melihat tingkah Nita dengan perumpamaan yang ia buat.


Mereka bertiga kemudian terkekeh bersama.


"Sana masuklah, jangan keluyuran! urus pasien mu dengan benar" ucap Risa seraya menunggu Aileen mengambil mobilnya karena Aileen yang akan mengantarnya pulang.


"Yang tadi minta antar ke luar siapa? kalian kan" seru Nita yang memang hanya ke luar untuk mengantar kedua dokter itu ke halaman depan.


"Aku duluan Nit, Selamat begadang!" Aileen melambaikan tangannya dari dalam mobil


"Selamat kelelahan" sahut Risa sambil terkekeh

__ADS_1


"Jangan diperjelas!" teriak Nita pada kedua rekannya yang sudah masuk di dalam mobil


__ADS_2