
“Sepertinya Aku salah makan!” Vir membalikkan tubuh Aileen hingga menghadap dirinya, tatapannya seakan meminta penjelasan dari perkataan sang istri
“Saat makan malam, aku makan jamur enoki. Aku lupa jika selama ini aku memang alergi jamur itu. Setiap kali sudah memakannya pasti seperti ini..” jelas Aileen yang baru mengingat jika saat makan malam tadi ia memang makan jamur enoki yang diolah dengan campuran daging.
Vir nampak terdiam, ia seperti memikirkan sesuatu “Muntah-muntah, biasanya tanda...” Belum sempat Vir melanjutkan ucapannya, Aileen sudah menyelanya terlebih dahulu
“Tidak, itu tidak mungkin Moon. Seminggu yang lalu aku mengeceknya tapi hasilnya negatif. Dan aku yakin, in efek dari makan jamur Enoki.”
Vir mengangguk, lalu membawa Aileen ke dalam dekapannya “Kita ke rumah sakit ya..Bisa saja kau memang sedang hamil, Sun!”
“Tidak perlu, Moon! Aku tidak ingin kecewa, lagipula waktu itu aku sudah testpack tapi hasilnya negatif!” tolak Aileen “Biasanya setelah muntah aku akan merasa lebih baik..” imbuhnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu sang suami yang merupakan tempat ternyaman baginya.
“Aku takut kau kenapa- kenapa, Kita ke rumah sakit saja ya! Dengan begitu kita bisa tahu, bisa saja ada penyebab lain..” bujuk Vir yang masih merasa khawatir. Tangannya tergerak naik turun mengusap punggung Aileen yang ada dipelukannya.
Dengan mata terpejam, Aileen mengeratkan pelukannya di tubuh Vir yang hanya menggunakan handuk dan bertelanjang dada.
“Bisa saja bayi kita sedang tumbuh di sini dan itu yang membuatmu muntah!” bujuknya lagi sambil mengusap perut rata Aileen.
Aileen menggeleng, membuat Vir tak bisa memaksa. Namun entah mengapa nalurinya begitu yakin jika hal ini memang karena bayi mereka sedang tumbuh di dalam sana. Namun ia juga tak bisa memaksakan kehendaknya sebab ingin Aileen memilih yang ternyaman untuk dirinya.
“Tidak apa, Moon. Aku hanya perlu minum banyak air lalu istirahat. Lagi pula aku punya obatnya” ucap Aileen mencoba menenangkan Vir.
Vir menghela napas. Sungguh ia sangat khawatir namun Aileen tetap saja menolak dan mengatakan dirinya baik-baik saja. Dengan berat hati iapun menurut lalu membopong tubuh Aileen menuju tempat tidur.
“Tidurlah!” Vir mengecup kening Aileen. Setelah terlebih dulu minum obat, Wanita itu langsung berbaring sambil memeluk tubuh suaminya.
“Kau juga tidur!” ucapnya dengan mata terpejam.
Dengan tubuh yang masih bersandar di kepala ranjang, Vir membelai rambut Aileen penuh sayang “Aku akan tidur setelah memastikan kau tidur dengan nyenyak”
Selang beberapa saat, napas wanita itu sudah teratur. Dia sudah berlabuh di alam mimpi dengan keringat yang sedikit bercucuran. Vir mengusap bulir keringat itu, ruangan berpenyejuk bahkan masih membuat Aileen berkeringat. Hal itu membuat Vir makin heran.
Perlahan Vir bangkit, dengan hati-hati ia melepaskan pelukan Aileen dari tubuhnya. Ia beranjak sambil meraih Handphone-nya yang ada di atas nakas. Ia terlihat ingin menghubungi seseorang.
Saat sudah sedikit menjauh, handphone itu berdering. Orang yang hendak dihubungi, menelponnya lebih dulu.
“Kau ini kemana saja? Apa kau tersesat! kami sudah menunggu hampir dua jam, huhh” cecar si penelpon saat Vir baru mengarahkan Handphone ke telinganya
“Cih, sudah seperti wartawan!” sahut Vir dengan suara pelan tak ingin mengganggu tidur istrinya
“Kenapa malah mengataiku! Yang tidak datang dirimu, Cih!”
“Istriku sakit, aku tidak bisa pergi!”
“Apa? Eil sakit apa?” tanya Dito yang juga ikut berempati mendengar istri dari sahabatnya sakit
“Jangan sok perhatian!”
“Bukan sok, aku memang perhatian” ucap Dito tak mau kalah, dua sahabat itu memang selalu punya waktu luang untuk memperdebatkan hal yang unfaedah.
“Dia istriku, hanya aku yang boleh perhatian padanya! kau tidak usah"”
“Dia temanku, Aku berhak perhatian!”
__ADS_1
“Ck, Ardito sialan, bagaimana kalau kita baku hantam saja!!!”
Terdengar Dito terkekeh di balik telepon mendengar ucapan Vir yang malah mengajaknya baku hantam. Dasar Vir aneh, makhluk overprotektif yang begitu posesif tiada banding. Cebik Dito dalam hati.
“Kalau begitu aku akan sampaikan pada yang lain! Semoga Aileen segera membaik”
“Iya” ucap Vir datar
“Ya sudah, sana jaga istri mu dengan baik! Jika tidak, aku akan menggantikanmu untuk menjaganya” Dito terkekeh dan segera memutus panggilannya sebelum mendengar umpatan kata-kata mutiara dari Vir.
“Damn it..! Makhluk sialan! Apa dia akan mati jika sehari saja tidak membuatku marah??” Vir melempar benda pipih itu ke sofa lalu kembali ke tempat tidur.
...***...
“Bagaimana? dia sudah sampai mana?” tanya Vino saat melihat Dito kembali
“Dia tidak bisa datang, istrinya sakit bang!”
“Apa? Aileen sakit!” ucap Vino yang tak kalah terkejutnya “sakit apa?” tanyanya dengan wajah pias mengkhawatirkan keadaan sang adik ipar
Dito mengerdikkan bahunya “Abang tahu sendirilah, Posesifnya Vir kalau sudah bucin seperti apa! Jangankan berteman akrab, menayakan keadaan wanitanya saja tidak diizinkan..Hmmnt”
“Ah benar juga, anak itu memang sedikit aneh!” Vino terkekeh mengingat sikap adiknya
“Bukan sedikit tapi banyak! Adik abang itu memang aneh!”
“Jangan mengatainya seperti itu, biar bagaimanapun juga dia tetap adik ku” timpal Vino sambil terkekeh, sudah lama bersahabat dengan Vir membuat ia juga akrab dengan Dito.
...***...
Ia tak henti-hentinya memikirkan apa sebenarnya penyebab muntah-muntah yang dialami istrinya itu. Alergi jamur yang kebetulan terjadi juga membuatnya kesulitan untuk menebak kemungkinan yang terjadi namun entah mengapa ia begitu meyakini jika hal itu bukanlah penyebab utama melainkan hormon kehamilanlah yang membuat istrinya seperti ini.
Vir dibuat pusing. jalan satu-satunya hanyalah memeriksakan hal ini pada dokter kandungan, namun Aileen malah menolak dengan alasan ini hanya alergi jamur bukan kehamilan.
Vir menunduk, Ia menyandarkan kepalanya di perut sang istri sambil membelainya lembut penuh hati-hati. Seolah di sana memang tengah ada bayi mereka.
Vir menyibakkan selimut, menampakkan perut mulus Aileen yang tidak tertutup sepenuhnya oleh tanktop. You knowlah, tanktop modelnya seperti apa.
“Nak, apa kau benar-benar sudah ada di dalam? Apa benar dirimulah penyebab Mommy muntah-muntah seperti tadi? Kalau benar itu karena dirimu, daddy sangat senang, sayang!” pria itu mendaratkan kecupannya dengan tangan yang masih setia mengusap lembut perut datar itu
“Jika benar itu dirimu, tolong jangan buat Mommy sakit ya sayang, kau harus menjaganya! Bantu daddy menjaga Mommy, jangan menyakitinya seperti yang pernah daddy lakukan! Kelak saat kau hadir di dunia ini, kita akan sama-sama menjaga Mommy mu, Kita akan menjadikannya Ratu kita!” Vir terus bermonolog pada perut datar itu, seolah di dalam sana memang benar-benar ada benih yang sedang bertumbuh.
“Jika benar kau sudah ada di dalam, daddy sangat bahagia! Daddy dan Mommy akan sangat menantikan kehadiran mu, nak! Tapi tolong jangan sakiti Mommy ya sayang! Daddy menyayangi mu Little Angel! Sekali lagi, Vir mendaratkan ciumannya.
Ia lalu ikut bergabung dalam selimut yang sama. Memeluk Aileen dengan kelembutan kemudian terlelap bersama.
..._______...
“Mau kemana?” Vir yang tengah berkutat dengan laptopnya di ruang tamu melirik sekilas pada Aileen yang ke luar dengan penampilan yang sudah rapi.
Wanita itu mengangkat kedua alisnya dengan kening berkerut, bagaimana mungkin Vir bertanya seperti itu. Memangnya dia mau kemana lagi kalau bukan ke rumah sakit.
“Mau ke rumah sakit, Moon! Kau sendiri kenapa masih berpakaian seperti ini, Apa tidak kerja?” tanyanya yang menyadari suaminya mengenakan pakaian Casual tidak seperti pagi biasannya, dimana ia sudah rapi dengan pakaian formalnya.
__ADS_1
“Yang mengizinkanmu pergi siapa?” Vir beranjak dari duduknya, Ia berjalan ke arah Aileen yang masih berdiri di depan sofa “Kau tidak boleh kemana-mana! kau harus istirahat dan Aku akan menemanimu!” Vir menarik lengan Aileen, membawanya kembali ke kamar.
“Moon, akus sudah tidak apa-apa sayang! Lagi pula kau sendiri kenapa tidak ke kantor atau ke hotel, pasti banyak pekerjaan yang menantimu di sana!” Aileen menahan langkahnya membuat Vir yang berjalan di depan langsung menoleh.
“Tidak apa-apa, apanya?
Semalam kau muntah-muntah dan sekarang mengatakan tidak apa-apa! Hey dengar, bukankan dokter juga harus memerhatikan kesehatan? Bagaimana kau bisa memastikan kesehatan orang lain saat kesehatanmu sendiri tidak stabil..” Vir yang mulai jengah sedikit meninggikan suaranya. Membuat Aileen menyerngit heran
“Ck..” Vir menggeleng, ia segera menyadari dirinya yang terlalu berlebihan.
“Maaf, sun! Aku tidak bermaksud..” Vir menggeleng lalu memeluk Aileen
Aileen tersenyum, ia sama sekali tak marah namun suaminya itu terlihat sangat merasa bersalah karena membentaknya.
“Moon, Aku sungguh tidak apa-apa sayang! Kenapa begitu menghawatirkanku?” Aileen membalas pelukan suaminya
Vir menghela napas, Ia melepaskan pelukannya kemudian memegang bahu sang istri “Aku tidak ingin ambil resiko dengam membiarkan mu pergi setelah apa yang terjadi semalam. Bagaimana jika bayi kita benar-benar tumbuh di sini, aku tidak ingin dia kenapa-kenapa” Vir menatap nanar manik mata indah istrinya
“Moon, Bukankah aku sudah bilang, muntah itu hanya karena alergi jamur!” Bukan tanpa sebab Aileen begitu meyakini penyebab muntahnya benar-benar karena makanan tersebut, meskipun Ia tahu persis muntah yang dialaminya memang salah satu tanda kehamilan. Namun karena hasil testpack sebelumnya membuat ia hilang percaya diri jika memang dirinya tengah hamil.
“Sun, bisa saja testpack itu salah sayang!”
“Moon cukup, Aku akan menurutimu untuk tidak pergi tapi tolong berhenti membahas hal ini” Aileen menghela napas, pembahasan ini begitu menguras emosi, ia sangat berharap yang Vir katakan benar adanya namun mengingat hasil tes seminggu yang lalu membuat ia tak ingin terlalu berharap. Ia takut kecewa.
Vir menghela napas “Good girl! Aku tidak akan membahasnya lagi. kalau begitu ayo, kau harus istirahat yang cukup!” Vir langsung membopong tubuh Aileen membuat wanita itu memekik kencang.
“Moon, apa yang kau lakukan? Turunkan, aku bisa jalan sendiri”
“Diamlah! Aku hanya tidak ingi kau kelelahan.” katanya sambil terus menaiki tangga
“Ini berlebihan!” cebik Aileen
“Tidak! Jangan protes, Ini perhatian seorang suami sekaligus Ayah yang tidak ingin istri dan calon anaknya kenapaa
-kenapa."
Kata-kata itu lagi, mengapa Vir begitu yakin jika ia tengah mengandung. Padahal jelas ini hanya karena jamur sialan itu.
“Sudahku bilang, ini hanya karena jamur! Jadi stoplah membual”
______________________________________
Nah loh, Jadi kalian percaya yang mana? Muntan karena alergi jamur atau memang karena sedang hamil?
Sebenernya Aileen juga mengharapkan itu tapi karena udah pernah tes dan hasilnya negatif jadi dia gak mau terlalu berharap! Dia gak mau kecewa... Dan kejadiannya kebetulan seperti ini, membuat Eil makin binggung karena memang dari dulu ceritanya Aileen Alergi jamur enoki😅..
Yang yakin Eil hamil silahkan komen dan like..🤭🤭.
Btw, maaf ya tadi malam aku gak sempat up karena ketiduran! Terus pagi tadi juga mau up tapi malah ada urusan mendadak. Hingga pada akhirnya baru bisa Up sekarang! Maafkan aku ya gays..🙃🙃
Happy Reading ❤️..
Maaf kalo garing🤙🙃
__ADS_1