Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 94


__ADS_3

“Kami semua bersyukur kau bisa memenangkan gugatan itu, Vir” ucap Daddy Al


“Tentu dia menang, Hotel itu miliknya. Orang itu tidak punya bukti yang cukup untuk memenangkan gugatannya” timpal Opa Surya


“Ya, Hanya surat pinjaman tentu tidak menjadi bukti yang kuat..” timpal Om Ferdy yang juga ada di sana.


Ya, malam ini semua keluarga besar tengah berkumpul di kediaman orang tua Aileen. Shakeel dan orang tuanya turut hadir. Makan malam kali ini menjadi lebih ramai dengan kehadiran Aileen, Virendra juga Vino dan orang tuanya.


Daddy Al sengaja mengadakan makan malam untuk merayakan kemenangan menantunya sebagai ganti karena tak ikut menghadiri sidang tersebut.


Semua yang ada turut melempar senyum kebahagiaan pada Vir. Hanya Biyan saja yang tidak, sebab masih memendam kekesalan pada kakak iparnya itu, namun ia pun tak mampu berkutik sebab Aileen pun memegang kartunya.


“Apapun itu, Aku ucapkan selamat padamu Vir!” ucap Shakeel sambil menyikut tulang rusuk Biyan, agar pria itu turut memberikan selamat namun ia terlalu keras kepala untuk melakukannya


Vir hanya membalas ucapan Shakeel dengan senyuman


“Tapi Daddy jadi penasaran, siapa sebenarnya orang yang tidak tahu malu itu..”


Ucapan Daddy Al membuat Aileen dan Virendra saling tatap. Sementara Orang tua Vir kelihatan panik dengan pertanyaan besannya.


“Dia mantan sahabatnya Vir, dad. Orang itu memang tidak tahu malu, Iya kan Vir..” Aileen menginjak kaki suaminya membuat Vir spontan mengatakan iya.


Daddy yang mendengar itu hanya menggangguk mengerti.


Vino, dan Ayah Ibu Vir semakin dibuat salut pada Aileen yang selalu bisa menyembunyikan masalah suaminya. Wanita itu benar-benar luar biasa tidak ingin memperkeruh suasana dengan memberi tahu Daddy nya siapa sebenarnya si penggugat.


“Cih, orang seperti itu memang tidak pantas menjadi sahabat. Mengkalaim milik orang sebagai miliknya, ckckck” timpal Oma Fera geram.


“Ah sudah-sudah, pembahasannya dilanjutkan nanti saja. Sekarang kita makan dulu” ucap Mommy Jessica


Semua pun tersenyum sambil melanjutkan makan malam hangat ini.


...*****...


Sepulangnya ke rumah, Vir tengah duduk di sofa dengan Aileen yang berbaring dan menjadikan pahanya sebagai bantal.


“Aku tidak menyangka, ternyata kau begitu pandai berbohong. Sun” Vir membelai rambut Aileen.


Mendengar itu Aileen yang sedang bermain handphone langsung menatap lekat wajah Vir “Apa??” katanya yang tidak mengerti


“Kau pandai membuat alasan dadakan!”


“Ck, kau menganggapnya sebuah kebohongan” Aileen berdecak sebal saat mengerti arah pembahasan suaminya.


“Kau tidak tahu Daddyku, jika dia tahu siapa yang mengguggatmu. Aku yakin dia akan menemui Fia dan aku tidak ingin itu terjadi, Aku takut wanita itu akan mengarang sesuatu yang akan merugikanmu. hmmmnt”


Vir tersenyum bangga, ia begitu salut pada Aileen yang dari dulu selalu menyembunyikan masalah yang ada.


“Apapun itu, aku senang kau selalu melindungi ku. Dari dulu kau selalu berusaha menutupi sikap burukku, Kau memang luar biasa, Aku beruntung memilikimu mu” Vir mendaratkan kecupannya di kening Aileen, wanita itu menutup matanya menikmati kecupan hangat sang suami yang selalu membangkitkan hasratnya.


Sungguh ia mengutuki gairah yang makin hari membuatnya semakin menggila.


“Tapi, aku penasaran kenapa kau sampai kepikiran untuk menggunakan alasan itu, padahal aku belum pernah bercerita tentang dia, dan alasanmu sangat cocok..”


“Aku tahu dari Dito!” sahut Aileen sambil mengusap rahang tegas Vir


“Ck, sudah kuduga! Sepertinya kalian cukup dekat”


Vir menyentil kening Aileen, ini kebiasaan buruknya. Seolah mendapatkan kebahagiaan, dia selalu melakukannya dengan bangga.


“Huaa, berhenti menyentilku! Itu menyakitkan” Aileen meringis, berpura-pura menangis membuat Vir makin gemas dengan tingkahnya.


Vir menarik tubuh Aileen lalu menaikkan kedua kakinya hingga tertekuk mengganjal tubuh sang istri. Dia melingkarkan tangannya lalu tangan yang satu menarik dagu Aileen dan menyusuri setiap rongga mulut istrinya. Lidahnya bergerilya menyusuri kedalamannya.

__ADS_1


Sedangkan Aileen, dia semakin menggila. Hasratnya kian berkobar, merangsang gairah yang menggebu. Tanpa sadar tangannya terangkat menjambak rambut suaminya sambil menekannya kuat agar pria itu memeperdalam ciumannya. Satu tangan yang lain menelusup ke dalam baju Vir, menari gemulai dipunggung pria itu.


Vir tak mau kalah, tangannya menelusup dibalik tanktop, mendarat sempurna di atas gundukan yang terbalut kain. Disingkirkannya kain itu, tangannya mulai meremas gemulai membuat darah Aileen makin berdesir hebat. Tubuhnya meremang di sela senyuman yang terlukis dari bibirnya saat Vir menarik ulur bibir itu. Ia bisa merasakan suatu yang mengeras melekat nyata di punggungnya.


Ciuman itu semakin panas, suara decapan bibir dan lidah yang beradu menggema di sana.


Derggggt, dergt...


Handphone Vir berdering ditengah pergulatan yang kian memanas, membuat keduanya menghentikan aksinya.


Napas Aileen memburu, ia terlihat menahan amarah saat suaminya berhenti mencumbunya.


Sementara Vir yang tak menyadari itu, beralih meraih Handphone-nya di meja. Tertera panggilan dari Dito, lalu diangkatnya kemudian.


Aileen masih menatap tak suka saat Vir mulai mengarahkan handphone ke telinganya. Entah mengap wanita itu begitu sensitif.


“Kemarilah, merayakan kemenangan kita! Semua staf mengadakan pesta untuk kita. Kak Vino juga ada di sini!” Belum sempat Vir mengatakan halo, Dito sudah lebih dulu mengoceh


“Shiiit, kau! dasar pengganggu..!” umpat Vir


“Ck, kau malah mengumpatiku! Kemarilah kami menunggumu” Dito memutus panggilan, membuat Vir yang belum sempat menjawab mendengus kesal.


“Dito, sialan!”


Aileen menyerngit heran melihat Vir yang mengumpat setelah menerima telepon. Ia yang masih ingin ciuman itu berlanjut kembali menarik tengkuk Vir agar pria itu menunduk dan mencium bibirnya namun Vir malah menahan diri, Ia terlihat hendak mengatakan sesuatu.


Aileen menghela napas, Ia benar-benar begitu sensitif jika hasratnya tak terpenuhi. Vir terkekeh melihat muka sebal istrinya.


“Tunggu dulu, Aku ingin mengatakan sesuatu” dengan senyum tertahan Vir kembali memundurkan tubuhnya dan bersandar di sofa.


“Apa?"


“Dito dan para staf mengadakan pesta atas kemenangan kita, Aku harus datang” Vir mengecup kening Aileen setelah mengusapnya lembut


Vir menghela napas dengan jawaban Aileen, tak biasanya istrinya itu seperti ini. Sikapnya yang akhir-akhir ini berubah membuat Vir heran. Wanita itu jadi pemarah dan sensitif juga posesif, selama ini Vir tak pernah melihatnya seperti itu.


“Sun, mereka mengadakan ini untuk ku. Tidak enak jika aku tidak hadir, di sana juga ada kak Vino” Vir mencoba membujuk, tanpa sadar perkataannya membuat Aileen marah. Wanita itu beranjak, ia duduk membelakangi Vir.


“Kau ingin merayakan kemenangan dengan mereka tapi ingin meninggalkanku sendiri” Aileen mencebik, punggungnya terlihat naik turun.


Vir mendekapnya dari belakang, bukan itu yang ia maksud namun mengapa wanita itu malah bereaksi seperti ini “Bukan begitu, sun! Aku belum selesai berbicara, Aku bukan ingin pergi sendiri, Aku akan mengajakmu jika kau mau..” memberi kecupan pada bahu mulus Aileen yang baru kali ini mengenakan tanktop saat di rumah, biasanya wanita itu selalu mengenakan gaun tidur yang panjang.


“Tidak, aku tidak ingin kemana-mana! Kita di rumah saja” Aileen mulai beranjak, Vir makin dibuat heran, sikap istrinya makin membingungkan.


“Apa kau akan tetap pergi tanpa persetujuan ku? Oh, baiklah pergi saja. Terserah mau apa! kau pasti tidak akan menuruti ku” ucap Aileen sambil menyibakkan tirai pada jendela kamar


Mendengar suara Aileen yang tersedu-sedu membuat Vir merasa bersalah. Ia berdiri lalu menyusul dan memeluk istrinya yang menatap pemandangan malam dari dalam kamar mereka.


“Aku tidak akan pergi, Sun! Aku hanya bertanya kenapa malah marah seperti ini? Sudah ya, jangan marah lagi. Aku akan di rumah, kita akan menghabisi malam bersama” Vir mencium ceruk leher istrinya sambil sesekali menghisa*nya pelan.


“Benarkah?” dengan berbinar senang, ia berbalik menatap Vir, pria itu mengangguk walaupun berbagai tanya hinggap di otaknya tentang mengapa mood istrinya bisa berubah secepat ini.


Vir mengangguk sambil menyatukan keningnya.


“Kenapa kau secengeng ini, hah?” Vir memeluk tubuh istrinya, dengan kening yang masih menyatu mereka melangkah seirama seperti sedang berdansa.


“Ah iya, aku lupa. Kau tidak cengeng hanya sedang terharu saja. Iya kan?” Vir segera membenarkan ucapannya saat menyadari Aileen menatapnya tajam setelah dikatai cengeng.


“Tapi kenapa harus terharu hanya karena Dito mengajak ku pesta? Hahaha kau ini lucu sekali, Sun" Vir yang merasa alasan terharu itu tidak pada tempatnya mulai terkekeh.


Sekali lagi Vir langsung bungkam saat Aileen menghunuskan tatapannya.


“Kenapa kau jadi galak begini, Sun? Kau membuatku tertarik” ucap Vir sebelum mengecup bibir Aileen “Baiklah, karena aku tidak pergi ke pesta itu. Maka aku akan berpesta dengan mu.” Vir tersenyum sambil menautkan hidung mereka.

__ADS_1


“Dan aku akan memberimu hadiah..” Aileen berbisik sensual membuat Vir yang mendengarnya tersenyum bangga. Ia mengerti hadiah apa yang istrinya maksud. Ia senang dengan sensasi seperti ini, Jiwanya seakan tertantang dengan Adrenalin yang Aileen suguhkan.


“Dengan senang hati, Aku akan menerima hadiahku” Vir menyambar bibir Aileen kemudian membopong tubuhnya tanpa melepas pangutan mereka, Vir meletakkan Aileen di tempat tidur lalu berguling-guling di sana.


...🍂🍂🍂🍂...


“Terlalu lama di luar negeri, kalian membiarkanku melalui banyak masalah sendiri!!” seorang wanita terlihat mondar-mandir di kamarnya, Ia menerima telepon dengan terus mengomel.


“______,.....!”


“Bahkan aku yang berobat sudah pulang lebi dulu, sedangkan kalian yang tidak melakukan apapun malah sibuk dan betah di sana. Huhhh menyebalkan!” katanya lagi


“___.....”


“Pokoknya aku tidak mau tahu, Mama dan Papa harus segera pulang! Aku bosan tinggal di Apartemen dan aku tidak akan tinggal di rumah sebelum kalian kembali!” ucapnya sebelum akhirnya memutus panggilan itu secara sepihak.


“Arghhhh...” mendengar teriakannya, ia terlihat begitu frustasi.


Dia adalah Fia. Wanita itu terlihat begitu kacau setelah apa yang terjadi padanya belakangan ini. kekalahan dalam persidangan tadi membuat bebannya semakin berat, belum lagi Ibu Vir malah melabraknya dan secara lantang membeda-bedakan dirinya dengan istri Vir. Membuat ia semakin membenci dokter yang pernah sangat ia banggakan itu. Kekacauan ini membuatnya membutuhkan dukungan Keluarga di dsisinya, dengan itulah ia meminta orang tuanya untuk segera kembali ke tanah Air.


“Jika saja Vir masih bersamaku, mungkin aku tidak akan kesepian dan menyedihkan seperti ini..Hufftt..” Fia kembali berteriak geram “Ini semua karena dr sialan itu, bahkan Ibu Vir terlihat begitu menyukainya!!!”


...🍂🍂🍂🍂...


“Karena tidak ke pesta, aku ingin mendapatkan hadiah ku sekali lagi” Beberapa menit bersitirahat setelah pelepasannya. Tongkat sakti Vir kembali terbangun, Ia kembali melakukan foreplay pada Aileen yang sudah terkulai lemas di sampingnya.


Wanita yang tadinya kelihatan begitu ganas itu, terlihat tak bernyali. Apa hanya segitu kemampuannya? Vir dibuat gemas.


Tangan Vir menelusup menyusuri tubuh polos Ailen di balik selimut. Ia membalik wajah istrinya yang masih terpejam. Wanita itu mulai menggeliat saat jemari lentik Vir menyentuh area sensitifnya.


“Ahkk, Moon! Apa kau tidak lelah? tubuh ku sudah tidak kuat..” Dengan mata mata tertutup, Aileen meracau sambil men*esah menikmat aksi nakal Vir.


“Tidak bisa! kau seperti magnet! Kenapa tubuh mu selalu membuatku ingin dan tak bisa berhenti!..” Vir mendaratkan bibirnya, ia menyesap setiap saliva yang mungkin baginya terasa manis. Namun Aileen sama sekali tidak merespon, ia membiarkan Vir melakukan semuanya sendiri.


Saat tengah asyik sendiri, tubuh Vir malah terhuyung ke belakang. Aileen mendorongnya. Dengan tubuh polos dan sempoyongan, wanita itu berlari ke kamar mandi.


Vir yang melihat itu, segera menyusul. Ada perasaan bersalah dan khawatir pada istrinya. Ia bisa melihat jika wanita itu sudah tidak kuat namun ia dan hasratnya yang liar malah menginginkan lagi dan lagi.


“Huekk....!” Aileen memuntahkan semua isi perutnya di wastafel. Suara cairan yang ke luar dari perutnya itu membaur dengan suara percikan air dari keran.


Vir datang sambil memberikan pijatan pada tengkuk istrinya, Ia bahkan datang membawa karet kecil lalu membantu mengikat asal rambut istrinya agar tidak kotor terkena cairan itu.


Dengan tubuh lesu Aileen bersandar di tubuh Vir yang menahannya dari belakang. Vir melingkarkan tangannya, satu tangan yang lain terulur meraih bathrobe yang tergantung. Dibungkusnya tubuh lemas sang istri. Mengeluarkan banyak cairan membuat seseorang lemah tak berdaya.


Napas Aileen terengah, matanya terbuka menatap pantulan dirinya dari cermin.


“Apa aku menyakiti mu? Aku membuatmu seperti ini? Maaf, maafkan Aku. Sun!” Vir mencium pipi Aileen dengan sayang. Dipeluknya wanita itu. Ia ikut menatap dari cermin, keduanya saling melempar tatapan.


Aileen menggelengkan kepala menandakan ini bukan salah suaminya.


Ia terdiam, mencoba mengingat sesuatu. Apa yang telah membuatnya seperti ini?


__________________________________________


Oke, Gimana?


Next gak??😅


Kalo next, komen yang banyak🤣.. Nanti malam aku lanjutin 🤭


Okee Bebepku sekalian, jangan lupa tinggalkan dukungannya.. Lopeyu ful evrybadihhh❤️❤️❤️


#GakLike_GakFlen🤙🤭

__ADS_1


__ADS_2