
Siang itu, di lobby hotel. Dito sedang bersama seorang wanita dengan beberapa rekannya yang sedang mencari keberadaan Vir.
“Eh, mbak ini temannya..?” tanya Dito begitu wanita itu memperkenalkan diri sebagai kenalan Virendra
“Iya pak, saya ingin bertemu dengan beliau.”
“Emmnt sayang sekali mbak, saat ini dia sedang tidak masuk. Tapi saya bisa mengabari dia.” Dito meraih ponselnya dan berniat menelepon Vir
“Ohiya namanya siapa mbak? biar saya kasih tahu..”
“Bilang saja kenalan pas dari Event TCA korsel beberapa waktu lalu..”
“Okee..” Dito lalu mengarahkan ponsel ke telinga. Tidak butuh waktu lama Vir sudah menjawab panggilan tersebut.
Virendra : Ada apa? Apa ada masalah lagi?
Dito : Tidak ada Pak Bos...,
Belum sempat Dito melanjutkan ucapannya, Vir sudah menyelanya terlebih dulu.
Virendra : Lalu ada apa?
Dito : Haiish, kebiasaan.. makanya jangan suka memotong pembicaraan orang lain. Dito menggerutu sebal, namun tetap melanjutkan ucapannya. Di sini ada yang mencarimu, katanya temanmu waktu event di korsel. Kau mau ke sini atau aku bawa dia ke rumah mu..?
Virendra : Kau saja yang temui, jangan bawa siapa-siapa kemari. Aku sibuk dan tidak bisa diganggu untuk saat ini..
Alasannya saja, padahal dia sedang tidak sibuk ngapa-ngapain. Huhh dasar Vir, tukang ngeles seperti bajaj.
Dito : Memangnya kau sibuk apa?
Virendra : Jangan banyak tanya Dit, aku bilang sibuk ya sibuk.. Lain kali saja ketemunya, pasti aku akan menemuinya jika ada waktu luang.. Vir tetap pada pendiriannya.
Dito : Tapi Vir, sepertinya mereka orang jauh. Apa tidak bisa kau pikirkan? bukankah akan sangat mengecewakan jika tidak bisa bertemu denganmu?
Virendra : Tidak bisa Dit, hari ini aku benar-benar ingin istirahat.. Katakan saja aku sibuk dan Jangan lupa sampaikan permohonan maafku..!
Tut..
Vir langsung mematikan panggilan itu secara sepihak.
Dasar makhluk aneh tak berperasaan.. Sudah ada yang cari masih saja seperti itu.. Dito bergumam sambil melangkah ke arah wanita tadi
Dengan begitu antusias wanita itu menanti kabar dari Dito. Sepertinya ia begitu ingin menemui Virendra.
“Bagaimana?” tanyanya dengan senyum sumringah
“Maaf mbak, katanya dia sedang tidak ingin di ganggu dan tidak mengizinkan kita bertamu ke rumahnya.” Ucap Dito secara hati-hati
Raut wajah wanita itu berubah seketika begitu mendengar pemaparan dari Dito, ia terlihat begitu kecewa namun secepat kilat ia merubah ekpresi itu menjadi senyum manis.
“Sayang sekali ya, padahal saya ingin bertemu beliau..”
Dito menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, entah mengapa ia merasa jika wanita itu terlihat memiliki tujuan berbeda untuk menemui Virendra. Entahlah, iapun tida tahu. Sebab dirinya sama sekali tidak mengenal wanita itu. Namun dilihat dari penampilannya, bisa dipastikan jika wanita itu bukan orang sembarangan. Melainkan seorang pebisnis sama sepertinya.
“Katanya dia akan menemui anda jika ada waktu luang..” Dito mencoba membesarkan hati wanita itu.
__ADS_1
“Benarkah, suatu kehormatan bagi saya..” ia nampak berbinar mendegar ucapan Dito “Kalau begitu kami pergi dulu..”
Wanita dan dua rekannya yang terdiri dari laki-laki dan wanita itu pun beranjak pergi sambil sesekali terlihat menatap takjub pada ornamen dan interior loby.
Dito menghela napas, ia melangkah menuju sofa dan mendudukkan dirinya di sana. Pria itu nampak kembali mengecek ponselnya..
Ia membuka grup Alumni SMAnya yang memiliki banyak notifikasi tiada henti. Bahkan pria itu nampak tersenyum sumringah setelah membaca pengumuman yang disebarkan oleh admin grup di sana.
“Halo Sobat sekalian. Mimin mau ngasih kabar nih. Nanti malam kita akan mengadakan reunian kecil-kecilan di hotel Mulia, malam ini pukul 19.00. Diharapkan para alumni yang berada di ibu kota bisa turut memeriahkan acara ini ya.. Jarang-jarang loh kita bisa kumpul seperti ini.. Btw maaf mimin kasih infonya dadakan, Jangan lupa hadir ya teman-teman..Salam hangat untuk kita Semua.. Admin Grup Alumni SMA Pelita Bangsa”
Beberapa penghuni grup mulai membalas pesan admi tersebut dengan begitu antusias dan bahkan banyak yang akan menghadirinya, hanya beberapa saja yang mengirim pesan permohonan maaf karena tak bisa hadir. Dengan kendala ada yang di luar negeri dan di luar kota.
“Wuihh kabar bagus ini.. jarang-jarang reunian dengan teman SMA..” Dito dengan bersemangat segera mengetik balasan keikut sertaannya.
“Beres.. Malam ini akan senang-senang!" ujarnya setelah ke luar dari aplikasi.
Namun ada yang janggal, ia kembali masuk ke dalam grup dan memeriksa satu persatu chat keikutsertaan teman-temannya. Namun satu yang tidak ia temukan, Virendra. Ya, sahabatnya itu sama sekali belum nimbrung di grup.
Dito yang menyadari itu, segera mengabari sang sahabat. Ia lalu menuliskan pesan chat padanya.
Pesan : Woy!!! Lihat Grup alumni SMA tidak?? begitu isi pesan pertama yang Dito kirimkan
Sebentar malam ada reunia, kita ikut ya.. jarang-jarang bisa kumpul dengan teman lama..
Begitu isi pesan keduanya, namun pesannya itu masih centang satu. Bahkan status Vir sedang tidak online. Hal itu membuat Dito berinisiatif untuk menghubungi sahabatnya itu.
Tidak membutuhkan waktu lama Vir sudah mengangkat panggilannya.
Virendra : Ada apa lagi Ardito? Aku sudah bilang sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun.. Vir terdengar mendesah, sepertinya ia mengira Dito menelpon hanya untuk membahas hal tadi.
Vir terdengar menghela napas
Virendra : Hmmn sorry, sorry. ya sudah cepat katakan ada apa?
Dito :Sudah lihat Grup Alumni SMA belum?
Virendra : Belum, memangnya ada apa?
Dito : Sebentar malam ada reunian, kita pergi ya..
Virendra : Huhh ku kira berita apa, ternyata sangat tidak penting.. pria itu terdengar mencibir.
Dito : Ayolah Bro, ini penting.. kita harus pergi ya, ya ya.. Dito sudah seperti anak kecil yang merengek pada ibunya
Virendra : Tidak, aku tidak ingin bertemu dengannya.. Acara itu tidak akan jadi reunian melainkan jadi acara baku hantam. Tolak Vir yang sudah tentu tidak ingin bertemu Niko di sana, dia lebih memilih menghindari mantan sahabatnya itu daripada harus terlibat pertengkaran.
Memangnya siapa yanga mengadakan? kenapa mendadak begini?
Dito : Ayolah Vir, sepertinya dia tidak ikut. aku sama sekali tak melihatnya nimbrung di grup. Dito masih berusaha membujuk
Kalau soal siapa yang mengadakan aku tidak tahu, bukankah itu tidak penting? Huhh ayolah, sekali-kali kita ikut lah.. Dito terus membujuk.
Lagi pula kau bisa membawa pawnag mu, bukankan Aileen bisa menenangkan mu? Aku melihat banyak anak-anak yang berencana membawa pasangan mereka..
Dito masih membujuk di saat Vir terdengar menghela napas.
__ADS_1
Virendra : Baiklah, akan kupikirkan!!
Dito : Nah itu baru sahabatku..Dito tersenyum sumringah
Virendra : Yayaya.. Vir memutar mata malas.
...***...
Tiga orang wanita ke luar paling akhir dari dalam bioskop setelah para pengunjung sudah habis ke luar.
Nita dan Risa sengaja memilih ke luar terakhir semata-mata untuk melindungi bumil yang sedang bersama mereka. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada bumil itu, yang ada suami galaknya akan langsung menghabisi mereka jika berani lalai terhadap wejangan yang sudah diberikan.
“Nah aman..” Nita dan Risa merangkul tubuh Aileen, mengapitnya seolah Aileen akan lecet jika tak dijaga
“Hiss, ini terlalu berlebihan..!” protes Aileen namun tetap tersenyum bangga mendapat perhatian seperti itu.
“Lebih baik begini daripada harus mendapat amukan suamimu..” Risa bergidik ngeri mengingat peringatan yang Vir berikan sebelum berangkat tadi
“Iya mbak, kami takut dibantai.. Suami mu galak..” Nita terkekeh geli
Mereka lalu berjalan menjauh dari area bioskop.
“Mau kemana lagi ini?” tanya Nita
“Makan..”
“Nyalon.”
Aileen dan Risa memberi Jawaban secara bersamaan namun sejurus kemudian ketiga wanita itu tersenyum penuh arti lalu serentak mengatakan “Makan dulu baru nyalon..”
Dengan diselingi tawa bahagia, ketiga wanita itu lalu pergi menuju cafe yang ada di lantai yang sama dengan bioskop.
Saat tengah menyantap makanan. Lagi-lagi ponsel Aileen berdering.
Kali ini bukan telepon melainkan pesan dari 'My Moon'
Pesan
Pulang jam berapa? Nanti jam 7 ikut aku reuni ya. Tapi kalau capek tidak apa, aku tidak akan pergi, kita di rumah saja..
Aileen tersenyum membaca pesan dari suaminya itu.
Dengan penuh semangat ia lalu mengetikkan balasannya
Setelah nyalon aku akan langsung pulang. Aku usahakan tidak akan capek untuk menemanimu😘, Lagi pula sepertinya akan seru..
...***...
Maaf ya gaes, aku baru bisa up sekarang..
soalnya tanganku baru saja kena musibah, jadi sulit buat mgetik🥺.. ini aja belum terlalu baikan tapi dipaksain buat up untuk kalian💓
Okee, seeloww ya gess.. untuk yang penasaran sama masa lalu keluarga Vir, sabar sabar, ya.. semua ada alurnya dan pasti semua itu akan terjawab...
Happy Reading 🤙
__ADS_1