
“Moon, Ayolah!! Jangan seperti ini, sakitku tidak parah tapi kenapa kau begitu berlebihan. huhhh!” Aileen mencebik kesal saat Vir memperlakukannya secara berlebihan. Pria itu melarangnya melakukan apapun, bahkan bergerak sedikit saja maka dia akan meneriakinya. Aileen jengah diperlakukan seperti pasien yang perlu penanganan khusus.
“Tutup mulutmu dan bersitirahatlah! Sedikit lagi, sedikit lagi pekerjaan ku akan selesai dan aku yang akan menutup mulutmu jika kau masih berisik” setelah menyeruput tehnya, Vir kembali berkutat dengan laptopnya.
“Huuuuhfftt!” Aileen mendengus kesal saat mendengar suara bising-bising dari laptop Vir. Pria itu kembali melakukan monitoring secara Virtual membuat Aileen harus menutup rapat-rapat mulutnya agar tidak menggangu. Wanita itu merebahkan tubuhnya membelakangi Vir yang tengah sibuk bekerja.
Aileen yang merasa bosan meraih handphone-nya dan menscrollnya asal.
Kenpaa sikap menyebalkannya tidak pernah hilang? Sakit seperti ini saja dia begitu berlebihan....Aileen terus menggerutu
“Kenapa kau bodoh sekali? Tempatnya bukan di situ, Ayo geser ke sebelah kiri. yaa letakkan di sana, stop! Itu tidak perlu! Alat yang itu tidak seharusnya digunakan, cari yang lain!” Vir yang tengah memantau proses pabrik perusahaan Ayahnya terlihat begitu kewalahan menjelaskan secara Virtual, Pria itu terdengar emosi dalam memberikan arahan.
Ck, lihatlah kau sampai emosi! Kenapa tidak langsung turun tangan saja, seharusnya kau membiarkan ku ke rumah sakit agar kau bisa bekerja dengan tenang.. Aileen kembali menggerutu
“Gunakan produk yang aman! Jangan sia-siakan project ini! Ini kesempatan emas perusahaan. Jarang-jarang negara kita punya kesempatan untuk mengekspor ke Negara tersebut. Harus berikan yang terbaik! Ya, sekarang coba di Brand selanjutnya, uji coba berulang! Hiyaaa, tadi siapa yang menggunakan alat itu? Kenpa begitu bodoh, Apa kau karyawan baru hah?” terdengar Ia kembali marah-marah, Seolah tengah menonton live streaming bola, ia begitu heboh memberikan arahan pada bawahannya.
Moon, aku senang kau perhatian seperti ini! Tapi aku juga kasihan melihatmu kesulitan mengatasi semua hanya karena ingin menjagaku. Aileen menoleh sekilas, ia melihat apa yang suaminya lakukan
“Ck, Itu alat penyunting logo..! Belum saatnya memberikan logo! ini masih tahap uji coba, jangan berlaku boros. Ayo cepat perbaiki sekali lagi!” perintah Vir
Ia terus mengomel, Membuat Aileen yang merasa suntuk tidur seketika mendegar suara bising suaminya yang sudah seperti nyamuk yang berdenging di telinganya.
Beberapa saat kemudian, Vir sudah selesai dengan pekerjaannya. Pria itu melangkah ke tempat tidur dan duduk perlahan di samping Aileen yang masih terlelap.
Vir mengecup pipi sang istri membuat Aileen menggeliat dan mengerjapkan matanya. Dengan wajah bantal Aileen menoleh, Ia berbalik memeluk suaminya.
“Apa sudah selesai? Sekarang jam berapa?” tanyanya sambil menggesek-gesekkan kepalanya menghirup aroma sang suami.
“Lebih cepat selesai karena kau tidak berisik!” Vir mengeratkan pelukannya, Ia ikut berbaring dan mengecup puncak kepala sang istri sambil mengangkat tangannya melirik arloji “Sudah hampir jam 2. kenapa, Apa kau lapar? Aku akan pesankan makanan..”. Vir hendak beranjak untuk mengambil Handphone, namun Aileen menahannya.
“Aku tidak lapar, Biarakn seperti ini!” Aileen semakin mengeratkan pelukannya.
“Baiklah, Yang penting kau jangan cerewet!” Vir kembali berbaring dan memeluk erat tubuh istrinya
Hening...
Aileen tenggelam dalam keheningan dipelukan Vir. Sementara Vir, ia terlihat membelai rambut Aileen Sambil menatap kosong ke dinding.
“Moon!”
“Hmmmnt..”
“Apa kau mencintai ku?”
“Pertanyaan macam apa ini?” Vir melayangkan sentilannya
“Ck, apa susahnya menjawab tanpa harus menyentilku” Aileen membalas sentilan itu dengan sebuah gigitan kecil, membuat Vir meringis kesakitan.
__ADS_1
“Ahkk, kau benar-benar liar.. Hisss!!” Vir melepaskan pelukannya lalu mengusap dadanya
“Dasar lemah! Kau menyebalkan” Aileen yang marah langsung membelakangi tubuh Vir, dia begitu sensitif.
Vir menghela napas kemudian kembali mendekap istrinya.
“Maaf!” katanya sambil mencumbu pipi Aileen yang sedikit lebih berisi
Aileen hanya diam, wanita itu sama sekali tak bergeming.
“Hey! kau tahu Aku sangat mencintaimu, jadi tak perlu menanyakan hal itu berulang kali. Apa perlakuanku selama ini tidak cukup membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu?”
“Aku tahu, tapi entah kenapa aku belum yakin! Aku ingin setiap hari mendengar ungkapan cintamu..” Aileen melengos kemudian berbalik memeluk suaminya.
“Apa aku harus menyatakannya setiap saat agar kau puasa?” Vir mendekap Aileen seperti induk ayam yang melindungi anaknya
“Itu lebih baik, Aku akan sangat senang” Vir dibuat menggeleng dengan jawaban istrinya yang malah menyetujui bualannya.
“Moon aku bosan di rumah, Apa kita tidak bisa ke luar jalan-jalan? Aku ingin menghirup udara segar”
“Tidak, tidak boleh! Bagaiman kalau kau muntah-muntah lagi karena terkena angin”
“Aihh..Come on, babe! Lihatlah aku sudah tidak apa-apa. Aku bosan di rumah terus, oksigen di sini tidak baik untuk dihirup berulang. ck"
Vir terkekeh mendengar ucapan Aileen yang menyangkut pautkan oksigen agar diberi izin ke luar.
Aileen berteriak, ia tidak terima dengan keputusan Vir yang bahkan melarangnya ke luar kamar. Pria ini sangat berlebihan. batinnya
“Huaaaa, bisa-bisa aku akan sakit sungguhan jika kau seperti ini! Kau membatasi pergerakan ku seperti burung dalam sangkar. hikkks” Aileen memukul pelan dada bidang suaminya itu
Vir menangkup tangan Aileen “Aku tidak mau ambil resiko jika kau sakit lagi. Melihat mu muntah-muntah saja sudah membuat ku panik tak karuan. jadi, ku mohon menurutlah! Lagi pula kau tidak akan mati hanya karena tak ke luar rumah seharian. Untuk hari ini, nikmati saja waktumu. Aku akan melayani mu, sayang! Apa susahnya berdiam di ranjang tanpa banyak protes” Vir makin mengeratkan pelukannya pada Aileen yang tak henti-hentinya merengek seperti anak kecil yang dilarang ke luar bermain.
“Kalau saja kau tidak sakit, Aku sudah mene**njangi mu sejak tadi! Apa harus kubuat men*esah saja agar kau mau berdiam diri di dalam kamar?” Vir menggigit kecil telinga istrinya membuat hasrat wanita itu bangkit seketika.
Aileen menggeliat “Boleh, tapi sebelum itu tolong kerokan punggungku!” dengan senyum sumringah Aileen bangun dan membuka bajunya. Dengan liar ia melemparkannya ke sembarang arah.
Vir yang melihat itu hanya bisa tepuk jidat, Istrinya benar-benar berbeda. Tadinya ia hanya menggertak namun tak disangka, dengan senang hati Aileen malah mengiyakan ucapannya. Ia yang juga tak bisa menahan diri segera beranjak.
Dengan masih menggunakan br* Aileen segera tengkurap “Ambilkan minyak kayu putih, di laci ada banyak uang koin. Ambilkan juga untuk mengerok punggung ku” tunjuk Aileen.
Vir hanya menghela napas seraya beranjak mengambil apa yang istrinya perintahkan. Setelah itu, ia pun mulai melakukan apa yang Aileen inginkan.
...______...
Keesokan harinya, kondisi Aileen yang sudah lebih membaik dan tidak lagi muntah-muntah membuat Vir harus mengizinkan wanita itu ke rumah sakit.
“Nanti aku jemput, ingat jangan jauh-jauh dari handphone! Hubungi aku jika terjadi sesuatu” ucap Vir dengan begitu posesif. Semenjak kejadian Aileen muntah-muntah, sikapnya makin berlebihan, bahkan ia membatasi pergerakan istrinya.
__ADS_1
“Hmmmnt.." Aileen meraih tangan Vir lalu mengecupnya dan mengecup wajah pria itu kemudian.
Cup, cup... Vir membalas menciumi seluruh wajah Aileen
“Peluk..” Kata Aileen yang begitu manja. Sebelum turun, Ia kembali meminta Vir untuk memeluknya.
Keduanya saling berpelukan, menyelami perasaan masing-masing.
“Kau juga hati-hati di jalan!” Aileen mengelus wajah Vir kemudian turun.
Vir menurunkan kaca mobilnya sambil terus menatap Aileen hingga menghilang dibalik pintu utama rumah sakit.
Setelah istrinya tak terlihat, Ia pun segera menginjak pedal gas dan melaju dari sana.
..._____...
“Sudah makan? ” tanya Vir dari balik layar.
Aileen yang tengah duduk di taman bersama Nita dan Risa langsung menerima panggilan Video dari suaminya itu.
“Sudah, Moon!” Vir terlihat mengangguk mendengar jawaban sang istri “Kau sendiri sudah makan atau belum?” Aileen menanyakan hal yang sama
“Aku baru saja selesai makan siang dengan Dito! Kau sedang dimana, kenapa kelihatan begitu ramai?”
“Aku di taman, dengan mereka” Aileen mengarahkan kamera Handphonenya ke arah taman juga pada Nita dan Dr Risa.
“Dimana setan penganggu itu? Dia tidak mengganggumu kan. Katakan jika dia menganggu, aku akan langsung ke situ!” Mendengar ucapan Vir, Aileen, Nita dan Dr Risa saling tatap dengan gelak tawa yang tertahankan. Mereka tahu siapa yang Vir maksud, Siapa lagi kalau bukan dr Wandi yang sering menggangu istrinya.
“Tidak, Moon. Jangan khawatir, dia takut padamu jadi tak akan mengangguku lagi.."
“Bagus, kalau begitu sudah dulu. Sebentar lagi aku ada meeting! Nanti ku telepon lagi jika sudah selesai. Daaa, Muuachh..” Vir mencium Aileen secara Virtual membuat Nita si jomblo akut tertawa terbahak-bahak setelah Aileen menyudahi panggilan Videonya.
“Buahahaha! Suamimu begitu lebay, dr Eil”
“Hey, jangan salah! Itu bukan lebay, melainkan dia begitu mencintai istrinya” sahut dr Risa memberi pembelaan.
“Jangan menertawai ku, Nit. Kau belum merasakannya, suatu saat kau akan paham bagaimana rasanya begitu diperhatikan oleh pasangan kita..” ucap Aileen sambil memasukkan Hanphone-nya ke saku jubah putih itu.
“Aileen!!!”
Tidak lama setelah itu, terdengar suara teriakan wanita yang menyebut nama Aileen membuat mereka menoleh ke sumber suara.
Aileen beranjak dari duduknya saat melihat siapa wanita yang meneriaki namanya, Wanita itu mendekat dengan tatapan menyala.
“Eil! dia, Wanita itu..” dr Risa ikut beranjak saat melihat wanita yang juga pernah dilihatnya itu berjalan mendekat.
“Siapa? Apa kalian mengenalnya?” tanya Nita yang juga penasaran, namun Aileen dan Risa sama sekali tak menjawab pertanyaan Nita.
__ADS_1