Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 60


__ADS_3

Cahaya kuning keemasan matahari menelusup dari celah gorden yang tidak tertutup rapat di kamar itu.


Seorang wanita mengerjapkan matanya, Ia menelisik ruangan tempatnya berada. Ia merasa dirinya berada di ruangan yang berbeda


Ia merasakan bantalnya pun berbeda, lebih keras dari biasanya, tentu saja karena ia menggunakan lengan Vir sebagai bantal.


Aileen beralih menatap pria yang masih berbaring seraya menatap ke arahnya.


Vir menatap datar, ia tahu persis Apa yang Aileen pikirkan.


"Vino ada di sini, dia tidak suka tidur di lantai bawah jadi aku membawa mu ke mari dan membiarkan ia tidur di sana! Lagi pula kita tidak mungkin membiarkan dia tahu jika selama ini kita tidur di kamar yang berbeda bukan?"


Aileen masih terdiam, Ia beralih bersandar di kepala ranjang dengan nyawa hayng belum sepenuhnya terkumpul sempurna


"Tadi kau bilang kak Vino?" Ucap Aileen yang tanpa sadar menampakkan da*anya, sepertinya ia lupa. Semenjak kejadian semalam ia sama sekali belum mengenakan pakaian apapun.


Vir hanya mengangguk, fokusnya hanya tertuju pada dua bukit ke**ar itu.


"Barang mu sudah ku pindahkan semua, mulai sekarang kita akan akan tidur satu kamar" ucap Vir lagi


Sementara Aileen sama sekali tidak menyadari gelagat suaminya yang kembali bergairah saat melihat miliknya yang terbuka.


"Lalu ayah dan Ibu dimana? Apa mereka juga datang" tanya Aileen pada Vir yang pandangannya masih fokus pada dirinya.


Vir menghela nafas, ia menggeleng kemudian menatap ke sembarang arah.


Aileen mengerutkan keningnya saat melihat Vir mengusap kasar wajahnya yang memerah.


Tentu memerah, juniornya kembali menegang di bawah sana. Sementara Aileen, wanita itu sama sekali belum menyadari dadanya yang terbuka.


"Vir, Ayah dan Ibu ada di sini juga?" Kembali bertanya sebab suaminya sama sekali tak menjawab pertanyaannya


"Mereka masih di Singapura, Vino hanya datang untuk mengurus domisili perusahaannya yang akan ia pindahkan ke mari. Setelah itu ayah, ibu juga Vino akan menetap di sini dan hanya akan ada perusahaan cabangnya saja di sana" berucap dengan pandangan menunduk. ia sudah seperti pria beriman yang menjaga pandangannya dari wanita penggoda.


Padahal jika ia mau ia bisa mengulangi kegiatan semalam, hanya saja ia merasa ini masih terlalu pagi untuk mengulangnya.


Dan soal Vino, Sebelum Aileen bangun Vir sudah bangun terlebih dahulu dan menghampiri kakaknya itu untuk dimintai penjelasan. Vino pun menjelaskan semua alasan yang membuatnya memutuskan untuk pindah karena sudah bosan menetap di negeri orang. selain itu, orang tuanya juga punya alasan lain.


"Ayah dan Ibu juga ingin kembali karena tidak ingin jauh dari mu. Mereka bilang ingin mendampingi mu menjalani rumah tangga mu dengan Aileen" ucap Vino pada Vir, yang mana membuat hati Vir senang. Ia senang sebab mengetahui orang tuanya ternyata diam-diam masih memperdulikan dirinya.


"Ah kalau begitu aku akan siapkan sarapan untuk kalian" ucap Aileen, ia sedikit menggeser tubuhnya ke tepi ranjang


Namun saat hendak menggerakkan kakinya menyentuh lantai ia merasakan perih yang luar biasa di area sensitifnya.


"Aww" pekiknya yang mengundang perhatian Vir yang sedari tadi terus memerhatikannya.


Vir kemudian turun dari ranjang, ia berjongkok tepat di depan Aileen.


"Perih?" lirih Vir dengan wajah gusar


Aileen mengangguk kecil.


"Maaf!" Tangan Vir terangkat mengusap lembut rambut Istrinya, ia merasa bersalah atas apa yang terjadi, namun sungguh ia pun tak bisa menahannya. Bahkan saat ini pun ia sedang menahan hasrat


Aileen tersenyum begitu lembut, pesonanya itu mampu membuat Vir merasakan getaran aneh.


Mata Aileen tertuju pada bathrobe yang suaminya kenakan,


"Ini seperti milik ku" lirihnya dalam hati.


Ia beralih menatap seisi kamar suaminya itu, di sana ia bisa melihat jika semua peralatan miliknya benar-benar sudah dipindahkan

__ADS_1


Senyuman mengembang di wajahnya, ia tidak menyangka jika Vir melakukan semuanya sendiri, bahkan dirinya yang tidur begitu lelap sampai tak menyadari jika ternyata semalam terjadi pindah kamar dadakan.


Vir yang tadinya khawatir menatap lekat wajah Aileen yang kini menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Kalau masih sakit, kau di rumah saja!"


Mendengar ucapan Vir Aileen beralih menatap suaminya yang masih setia berjongkok di hadapannya. namun ia melototkan matanya tatkala menyadari dirinya tidak mengenakan apa-apa selain selimut yang membungkus setengah tubuhnya.


Aileen yang malu langsung menarik selimut itu menutupi dadanya, Ia mengutuki kebodohannya yang tidak menyadari itu.


Namun melihat wajah Aileen yang memerah menahan malu, Vir malah tertarik untuk menggodanya.


"Ternyata kau memang seniat itu untuk menggoda ku" Vir menyunggingkan senyum mengejek pada Aileen, membuat wanita itu kesal.


Aileen kemudian menyentil kening Vir yang selalu menyudutkan dirinya.


tuk.


Vir melotot tak percaya, Aileen menyentilnya, namun kelakuan istrinya tak membuat niatnya surut untu terus menggodanya.


"Memang benar begitu kan, lagi pula kenapa harus malu, aku sudah melihat semuanya bahkan sudah merasakannya" ucap Vir dengan seringai licik di bibirnya.


Kata-katanya sendiri mampu membuat gairahnya kembali bangkit. Vir mengerang dalam hati, ia benar-benar tak bisa mengontrol gairah itu


"Apa mau mengulanginya lagi?" Vir menjeda ucapannya, ia mengusap lembut tangan Aileen yang menggenggam erat selimut itu di dadanya.


"Sepertinya kau masih menginginkan kita mengulanginya" ucap Vir seraya berusaha menarik selimut itu.


Vir benar-benar selalu bisa memutar balikan fakta, bahkan ia sendiri yang menginginkannya namun kini ia malah mengatakan seolah-olah Aileen yang ingin.


Aileen hanya bisa melongo pasrah saat Vir menarik tali bathrobenya dan menampakkan tubuh polosnya yang bagian intimnya sudah menegang di bawah sana.


Kegiatan semalam kembali terulang.


"Aku tidak akan meninggalkan mu, kita akan selalu bersama!" Vir mengecup kening Aileen.


Sungguh Aileen dibuat diam membisu. ia senang mendengar ucapan itu dari Vir, tapi ia pun takut mengharapkan lebih. ia takut jika ucapan Vir hanyalah omong kosong belaka.


"Aku akan menyiapkan mu air hangat untuk mandi" Vir berjalan menuju kamar mandi.


Ia seolah tak ingin Aileen kerepotan sendiri, apalagi ia tahu bagian sensitif istrinya itu sakit karena kegiatan mereka, sudah pasti ia pun akan kesulitan berjalan


Tidak lama setelah itu ia kembali ke luar dan membopong tubuh istrinya menuju kamar mandi dan meletakkannya di bathtup.


"Aku bisa sendiri Vir" cegah Aileen pada Vir yang hendak menggosokkan sabun pada punggungnya.


"Eh" vir mengurungkan niatnya.


"Tolong ke luar ya, aku bisa sendiri" ucap Eil hati-hati takut Vir akan tersinggung Karena niat baiknya tidak di hargai.


"Tapi.."


"Vir aku mohon" ucap Aileen memohon.


Sungguh ia pun masih merasa canggung jika mengingat kejadian semalam apalagi jika vir yang membantunya, sungguh ia merasa tidak tahu harus menaruh mukanya dimana.


Vir pun ke luar, membiarkan Aileen mandi sendiri.


Beberapa saat kemudian.


Kini kedua penghuni rumah itu sudah bersiap untuk berngkat kerja. Tentunya dengan satu orang penghuni baru, yaitu Vino.

__ADS_1


Mereka semua sudah sarapan pagi dengan makanan gofood yang di pesan Vir pagi-pagi sekali.


Dia sendiri sengaja memesan makanan online karena setelah kejadian melelahkan semalam ia tidak mungkin membiarkan Aileen untuk memasak.


Hmmnt sepertinya ia lupa jika dirinya dulu pernah mengatakan tak suka makanan gofood.. ah entahlah, sepertinya dia mendadak amnesia.


"Vir mobil mu mana?" Tanya Aileen yang tak melihat mobil suaminya.


"Di Dito” sahut Vir.


Aileen nampak berpikir.


"Ya sudah kak Vino ikut bersama kami, aku dan Vir akan mengantarmu ke tempat tujuan" tawar Aileen yang sejak tadi memikirkan kendaraan apa yang akan iparnya itu gunakan


"Ck, tidak usah menawarinya, kalau dia mau dia bisa menyuruh pelayan di rumah untuk membawa mobilnya kemari" ketus Vir yang mana mendapat sikutan dari Eil yang memberikan kode agar suaminya itu lebih sopan pada kakaknya


Namun bukannya marah, Vino malah tersenyum. Sepertinya ia benar-benar sudah biasa menghadapi sikap adiknya yg seperti ini


"Terimakasih Eil, tapi aku akan naik taxi saja" tolak Vino yang menunduk sambil mengenakan jam tangannya


"Bagaimana kalau kak Vino naik mobil ini biar kami yg naik taxi" tawar Aileen yang masih merasa tidak enak


"Ck, kau ini apa-apaan hah. dia sudah menolak kenapa masih dipaksa" ucap Vir blak-blakan.


"Makasih Eil, tapi itu taxi ku sudah datang. Kalau begitu aku duluan!" tunjuk Vino pada taxi yang sudah datang menjemputnya.


"Bersikap manis lah pada istri mu, nanti dia bisa lari jika kau terlalu galak" bisik Vino pada adiknya sebelum kemudian berjalan menuju taxi yang sudah menunggu di depan sana.


"Diamlah, jomblo seperti mu tidak tahu apa-apa" teriak Vir pada Vino yang memang tak pernah memikirkan soal cinta padahal usianya sudah menginjak kepala tiga.


Keduanya masih menatap kepergian Vino menggunakan taxi.


Aileen benar-benar tak habis pikir kenapa Vir selalu bersikap seperti ini pada kakaknya sendiri.


"Ck, jangan menatap ku seperti itu! Apa kau ingin menggoda ku lagi?"


Aileen mencebikan bibirnya, Ia tak suka dengan Vir yang selalu mengatai dirinya ingin menggodanya


"Apa katamu? Hey Aku tidak pernah menggoda mu Tuan, kau sendiri yang tergoda" protesnya tak terima terus dipojokkan


Vir melangkah masuk ke dalam mobil, dan kemudian Aileen pun mengikutinya.


"Kau yang tergoda sendiri, jadi berhenti memojokkan ku!"


"Sshht, Kau memang paling jago menimpali ku!" Vir menyalakan mesin mobil itu dan mulai mengemudi.


Hari ini Aileen akan mengantarnya ke Angkasa Corp Tbk, setelah itu, ia akan meminta Dito agar menyuruh seseorang untuk mengantar mobilnya ke sana.


Sesampainya di kantor, Vir menghentikan mobilnya tepat di depan lobby kantor. Ia melepas seatbelt-nya.


cup


Vir mendaratkan satu kecupan di bibir ranum istrinya, Ia benar-benar dibuat candu oleh rasa manis bibir istrinya yang rasanya sangat berbeda saat ia bersama dengan Fia.


Sementara Aileen, wajah wanita itu sudah memerah. Entah mengapa setelah kejadian semalam ia jadi gampang deg-degan dan malu seperti ini.


Bahkan ia sudah sama persis dengan bunglon yang berkamuflase dengan lingkungan tergantung suasana hatinya saja, namun bedanya bunglon dengan Aileen adalah, Aileen hanya akan berkamuflase dengan wajah memerah hanya saat Vir menyentuhnya..


"Aku masuk dulu, kau hati-hati di jalan" Vir mengacak-acak rambut Aileen kemudian turun meninggalkan wanita itu yang masih bergelut dengan pikirannya sendiri.


Setelah melihat Vir masuk, Ia pun segera tancap gas, melajukan mobilnya dengan perasaan tak karuan karena sikap Vir yang bisa membuat jantung nya bermaraton.

__ADS_1


__ADS_2