
Setelah selesai dengan proses mandi dan pergelutan panas yang terjadi di sana, kini Aileen tengah duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya mengenakan hair dryer.
“Sun, makanannya sudah siap” ucap Vir yang baru muncul dari arah luar. ia berjalan mendekat ke arah Aileen kemudian melingkarkan tangannya dari belakang, Vir menghirup dalam aroma semerbak istrinya.
Aileen menoleh sekilas, menggesekkan pipinya di hidung mancung suaminya.
“Ayo, aku sudah selesai” Aileen beranjak, Vir memeluk tubuh Aileen dan menciumnya sekali lagi.
Mereka berjala saling bergandengan ke luar dari kamar.
“Moon, aku pikir makanannya di antar dari resto hotel, ternyata kau memanggil mereka untuk masak di sini?” Aileen sedikit terkejut saat melihat dua orang berpakaian putih dengan topi koki tengah menyiapkan makanan di sana.
“Kenapa? Aku hanya ingin membuat malam ini berkesan” Vir menarik wajah Aileen lalu menciumnya dari samping.
Makanan pun sudah siap, dua chef tadi mempersilahkan bos mereka untuk makan kemudian pergi setelahnya.
“Ini benar-benar seperti Honeymoon sungguhan” Aileen terkekeh sambil menuangkan air putih ke gelasnya lalu meminumnya kemudian.
Vir hanya tersenyum sambil mengusap ujung bibir Aileen yang terdapat buliran air di sana “Mau coba yang mana, Sun? Ini semua menu spesial hotel..”
Aileen memandang 3 jenis hidangan. mulai dari Apatizer (Hidangan pembuka), Main Course (Hidangan utama) dan desert (Hidangan penutup). Vir melayaninya layaknya tamu hotel sungguhan, padahal bagi Aileen dua menu makanan saja sudah cukup untuk mereka berdua
“Tidak perlu lengkap seperti ini, Moon. aku tak bisa menghabisi semuanya”
“Harus sayang, tadi tenaga mu sudah banyak terkuras jadi sekarang harus menambah asupan agar bisa melanjutkannya lagi” Vir mengedipkan mata dan tersenyum nakal
“No, Moon. Aku sudah lelah!” tolak Aileen yang merasa badannya sudah remuk.
Vir terkekeh melihat penolakan istrinya, sepertinya Aileen benar-benar kewalahan “Hahaha, baiklah sun, aku tidak akan mengganggumu mu, aku akan bermain solo bila kau tak ingin membantu..”
“Moon!” pekik Aileen yang tak rela bila Vir melakukan solo rank
“Hahaha tidak Sun, aku hanya bercanda! kalau begitu makanlah, harus mulai dari Apatizer nya dulu, wajib!” ucap Vir menegaskan
“Mau pilih yang mana? salad buah, salad sayur, risoles, potato porchini soup, croquette atau yang mana?” Vir menyebutkan semua jenis Apatizer yang ada
“Potato dan porchini soup” ucap Aileen kemudian memakan makanan tersebut dalam porsi kecil, karena memang fungsi Apatizer hanyalah untuk menggugah selera sebelum memasuki tahap makan hidangan inti. Sementara Vir memilih salad sayur sebagai hidangan pembukanya.
Setelah itu, Keduanya lalu mulai mencoba 5 makanan inti yang tersedia, mulai dari steak, ayam briany, aneka olahan seafood, rendang, spageti dan chiken parmigiana (Ayam goreng tepung)
Setelah selesai dengan hidangan inti, kini keduanya mencoba desert (hidangan penutup)
Setelah selesai dengan proses makan yang menurut Aileen sangat ribet karena Vir mewajibkan ia mengikuti cara makan di hotel berbintang pada umumnya yang selalu diterapkan begitu. Bagian house keeping dan room service pun sudah membereskan semua sisa makanan mereka.
kini sejoli itu, tengah duduk di balkon yang terletak di depan main lounge, keduanya berpelukan dalam satu kursi santai sambil menikmati keindahan malam dari tempat tertinggi yang ada di hotel ini.
“Rasanya aku tidak mau pulang, Moon. Disini sangat menyenangkan..” ucap Aileen, kepalanya bersandar di dada bidang Vir dengan tangan pria itu merangkulnya erat.
“Kalau begitu, kita tinggal di sini saja Sun” Aileen hanya terkekeh mendengar ucapan suaminya yang selalu berusaha menjadikan ucapan Aileen kenyataan. Seolah benar-benar mewujudkan semua keinginan istrinya pada saat itu juga.
“Jangam membual, Moon! ”
“Aku serius!”
Aileen kembali terkekeh.
“Sun”
“Hmmmnt”
“Apa kau ingin berhenti jadi dokter?” pertanyaan Vir begitu menohok, membuat Aileen melepaskan pelukan pria itu dan menatapnya lekat. Bagaimana mungkin suaminya meminta hal itu sedangkan ia begitu mencintai profesinya.
“Kenapa bertanya begitu moon?”
“Ah bukan begitu, maksud ku apa kau ingin bekerja di klinik, kita bisa membuatnya dan kau tak perlu kerja di rumah sakit lagi” Vir menempelkan dagunya di bahu Aileen yang masih terus menatapnya
“Iya, moon. Tapi kenapa? Aku butuh alasan”
“Aku hanya tidak ingin dr sialan itu mengganggu mu. dia seperti setan yang terus menggoda mu”
__ADS_1
Aileen tersenyum mendengar itu, ternyata suaminya itu sedang cemburu pada si dokter Wandi.
“Hey, apa dulu kau juga seposesif ini pada mantan-mantanmu?” Aileen menepuk-nepuk pipi Vir, namun pria itu malah bergelanyut manja padanya.
“Mantan-mantan? Aku tidak punya mantan sebanyak itu, hmmmnt” ucap Vir seraya melingkarkan tangannya menelusup ke dalam bathrobe Aileen.
“Iya, pasti kau punya banyak mantankan?”
“Banyak apanya. Kata Dito aku ini payah dalam urusan Cinta. dan itu terbukti, aku hanya punya satu mantan”
“Hanya Fia?” Vir mengangguk,
entah mengapa ada rasa senang saat mengetahui ternyata Vir tidak se playboy yang ia pikirkan. Walaupun begitu hatinya terasa sakit mendengarnya, hanya satu tapi hubungan mereka cukup lama.
“Vir!”
“Moon!” ucap Vir yang tak terima di panggil namanya
“Ck, sama saja!” ketus Aileen..
“Apa kau juga memperlakukan mantan mu seperti kau memperlakukan aku saat ini?” Mendengar itu, Vir melepaskan pelukannya. ia menatap nanar Istrinya. entah mengapa perasaannya tidak enak. menurut yang ia baca, membahas mantan adalah sesuatu hal yang sensitif bagi wanita dan bisa menyebabkan peperangan antara sepasang kekasih. Dan Vir berusaha hati-hati dalam berbicara.
“Tidak, Sun. Memangnya kau pikir aku memperlakukannya bagaimana?”
“Seperti ini, seperti kau membawaku ke mari dan bermalam bersama. memberiku perhiasan dan Pakaian. apa dulu kau juga memperlakukannya seperti itu?” Aileen dengan wajah datarnya menatap keindahan kerlap kerlip lampu kota di malam hari.
Vir memegang bahu Aileen, membawa wanita itu menghadap dirinya
“Dulu kami hanya bertemu ala kadarnya saja, dia sibuk aku sibuk! untuk menghampiri ku ke sini saja sangat jarang, kau tahukan Ayah dan ibu tak merestui” Vir mengecup kening Aileen lalu kembali bercerita “Aku tak pernah memperlakukannya seperti ini, karena dia bukan istriku. Sedangkan kau istriku, jadi jelas beda!”
“Bisa sajakan kau chek in di hotel lain...” ucap Aileen dengan datar, reaksinya menunjukkan jika ia begitu cemburu. vir yang melihat itu, hanya terkekeh geli.
“Hey, bicara mu mulai ngelantur nona Utama” ucap Vir sambil menyentil kening istrinya.
“Hey Tuan penyentil, apa kau juga melakukan ini pada mantanmu?” protes Aileen tak terima
“Tidak, Aku hanya menyentilmu”
“Kau salah jika perpikiran begitu ibu dokter, justru aku menyentil mu karena kau spesial!” ucap Vir seraya membawa Aileen ke dekapannya. Mencium semua bagian wajahnya.
“Ah sudahlah Sun! Area mantan memang sensitif bagi wanita! kau ya g bertanya dan kau juga yang marah sendiri, hmmmnt”
“Sekarang aku juga ingin bertanya, apa kau punya mantan? Dan siapa mantanmu? Berapa dan dimana dia sekarang? Apa dia setampan diriku atau hanya seperti serpihan debu?” pertanyaan Vir membuat Aileen memicingkan mata. Suaminya ini benar-benar narsis, dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang sudah diluar batas hampir mencapai limit. Aileen geleng-geleng kepala.
“Hey tuan penyentil, apa kau wartawan? Bahkan wartawan pun bertanya masih menggunakan jeda, tapi kau tidak..” ucap Aileen sambil beranjak dari sana.
“Sun, kenapa pergi! kau belum menjawab ku”
“Bukankah katamu pembahasan mantan merupakan area sensitif jadi untuk apa di bahas”
Vir terkekeh, ia lalu beranjak dari duduknya dan segera menyusul Aileen. Vir menggeleng kecil, istrinya ini memang luar biasa, selalu bisa membalikkan ucapannya dalam sekejap.
“Kalau begitu, mari bahas sesuatu yang tidak sensitif! Bagaimana kalau hal positif?”
“Apa?” Aileen naik ke atas ranjang kemudian bersandar di sana
“Bagaimana kalau kau positif hamil?” ucap Vir yang sudah ada di ranjang dan langsung membawa Aileen ke pelukannya
“Tidak mungkin”
“Kenapa tidak mungkin?” Tanya Vir yang mulai melemparkan wajah tak suka.
“Karena aku pakai pelindung..”
“Eil, apa kau sudah gila?” Vir memegang kedua bahu Aileen dan mencengkeramnya.
“Bukankah, kau belum siap jadi ayah! jadi aku hanya melindungi diriku jika suatu saat kau akan meninggalkan ku..” Aileen menahan senyumnya saat melihat Wajah Vir yang mulai memerah.
Vir menggeleng tak percaya, bagaimana mungkin Aileen masih berpikir bahwa ia akan meninggalkan istrinya itu setelah apa yang vir lakukan untuknya.
__ADS_1
Tanpa berkata-kata Vir melepaskan cengkeramannya, ia turun dari ranjang dan berjalan ke luar, ke arah mini bar.
Aileen yang melihat itu hanya tersenyum, ia lalu menyusul suaminya ke sana.
Vir meraih sebuah Wine dan menuangkannya ke dalam gelas. Aileen datang dan memeluknya dari belakang.
“Moon, apa kau marah? Aku hanya bercanda” Aileen memeluk Vir erat namun pria itu sudah terlanjur marah. Dia sama sekali tak bergeming, tanpa Aileen tahu dia sudah meneguk red wine-nya
Melihat Vir yang tak bergeming, Aileen lalu menarik Vir hingga berbalik padanya. Ia melihat Vir tengah memegang gelas dengan cairan merah.
Aileen merampas gelas tersebut dan membawa sebotol wine tadi menuju tempat sampah lalu kembali ke hadapan suaminya.
Vir masih diam tak bergeming.
“Moon, aku tidak suka kau minum!”
“Kau tidak ingin mengandung anak ku. Aku tidak terima itu!” Vir melangkah meninggalkan Aileen
“Moon, kau marah padaku? Apa kau mempercayai ucapan ku? Sayang, Aku tidak sebodoh itu” Aileen menyusul suaminya yang kini berdiri di jendela kaca ruang tamu. Aileen memeluknya erat.
“Vir, jika kau masih marah aku akan pulang saja” Aileen melepaskan pelukannya, Ia hendak melangkah namun Vir menariknya.
Vir melempar tatapan tak suka, kenapa wanita selalu saja bersikap seperti ini. Jika tidak dimaafkan akan berbalik marah.
“Hey harusnya kau membujukku kenapa jadi kau yang marah” Vir meluma* bibir Aileen secara lembut
“Aku sudah membujukmu tapi kau tetap marah” Aileen mencebikkan bibirnya
“Benarakah? Apa begitu cara wanita membujuk?” Aileen mengangguk.
“Tapi aku masih marah, apa kau ingin membujukku lagi?”
“Tentu, asalkan kau berhenti marah! ucapanku yang tadi hanya bercanda Vir, aku tidak serius”
“Kalau begitu, mari kita buktikan sekarang!” Vir langsung membawa Aileen ke dalam gendongannya
“Mau apa?” tanya Aileen yang heran
“Aku akan menanam benih di sini, agar anak kita segera hadir” Vir menunjuk perut Aileen membuat wanita itu tersipu malu. Ia yang sebenarnya sudah tidak kuat berusaha pasrah menghadapi gairah Vir yang begitu besar dan selalu ingin lagi dan lagi.
...«»...
Pagi hari telah tiba, Vir bangun lebih dulu dan membuka gorden di jendela kaca Kamarnya. Aileen sendiri masih tidur, mungkin ia terlalu kelahan karena semalaman dibobol habis-habisan oleh Vir. Bahkan wanita itu sama sekali tidak menyadari beberapa staf House keeping tengah membersihkan ruangannya.
Vir juga sudah meminta pihak room service untuk memesankan beberapa baju untuk dirinya dan Aileen.
Pria itu duduk di sofa sambil mengerjakan sesuatu di laptopnya. Aileen mengerjapkan matanya, ia terbangun dan mendapati suaminya yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
“Morning, Sun” sapa Vir tanpa menoleh
“Morning, Moon” Aileen merenggangkan otot-otot tubuhnya yang seakan kaku, persendiannya seakan tak berfungsi lagi karena ulah Vir yang tidak ada puasnya.
“Mandilah Sun, aku sudah menyiapkan baju untukmu”
Aileen yang tak banyak tanya segera beranjak, Ia tahu pasti Vir sudah menyuruh seseorang untuk membawa pakaian mereka kemari. Karena Vir pun sama sekali tak membawa pakaian untuk menginap di sana.
Aileen memakai bathrobe nya kemudian turun dari ranjang. Jalannya begitu lamban, Ia sudah seperti nenek tua puluhan tahun yang berjalan pelan menapaki satu persatu lantai agar sampai di kamar mandi.
“Hahaha sun, kau seperti nenek tua sayang!” ejek Vir yang sedari tadi memerhatikan cara jalan istrinya yang seperti keong
“Shiit, diamlah Vir! Ini semua karena mu”
“Apa perlu bantuan?” tanya Vir
“Tidak perlu Vir, diam saja di situ! Aku bisa sendiri!” ucap Aileen yang tahu jika Vir membantunya akan membuat semuanya menjadi kacau, sebab sudah pasti pria itu akan bernafsu dan melakukannya tanpa henti.
_______________________________________
Btw, beberapa part ini kita sudah liburan di hotel bersama Moon dan Sun. Kan capek tuh menghadapi huru hara mulu jadi sekali-kali kita refreshing ke angkasa Land Hotel. nginap dah tu di samping kamar Vir sama Aileen biar bisa ikut ngerasain sensai baru mendengar percikan cinta mereka🤣🤣🤣
__ADS_1
Janagn lupa Like komen dan subscribe..okee biar author gak malas up🤣🤣
Miss you cintaa kuh😘😘