Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 51


__ADS_3

Saat Aileen sudah masuk ke dalam lift, tiba-tiba saja ada seseorang yang langsung ikut masuk bersamanya.


Aileen menatap heran pada pria yang sangat ia kenal itu, dia pria yang beberapa hari ini tidak pulang ke rumah. Aileen menatap lekat wajah Vir yang kelihatan begitu marah.


Namun Aileen hanya diam tanpa berniat membuka obrolan terlebih dahulu.


Aileen dibuat terkejut ketika Vir mencengkram lengannya dengan begitu erat.


"Awww,"


Wajah Aileen tertekuk menahan sakitnya cengkraman sang suami, Ia menatap penuh tanya pada Vir yang bersikap seperti ini.


Apa lagi kesalahan yang dibuatnya sehingga membuat pria itu begitu terbakar emosi


"Siapa dia? kenapa dia memeluk mu? Bagaima jika ada yang melihat mu, Apa yang akan mereka katakan jika tahu kau istri ku berpelukan di hotel ini..!" Vir mencecar Aileen dengan berbagai tanya, dada yang bergemuruh terlihat naik turun menahan emosi.


Entah mengapa ia tak bisa mengontrol emosinya lagi. Ia marah saat melihat orang lain memeluk istrinya di saat ia sendiri sama sekali belum pernah memeluk Aileen seperti itu.


Tidak ada lagi gengsi yang terlintas di otaknya, yang ada hanyalah rasa marah karena perlakuan pria tadi.


Aileen melepas cengkraman Vir dari lengannya.


"Dia sahabat ku!"


Yang Aileen takutkan benar terjadi, malah suaminya sendirilah yang langsung menyaksikan kejadian itu


"Sahabat mana yang berpelukan penuh arti seperti tadi?"


"Maksud mu apa Vir? itu hanya pelukan biasa, Hanya pelukan biasa yang seorang sahabat berikan setelah sekian lama tidak bertemu!" ucap Aileen membela diri


"Kenapa tidak sekalian memesan kamar lalu melepas rindu di dalamnyam.." ucap Vir dengan begitu mendominasi.


Ucapan Vir barusan membuat Aileen melototkan mata tak percaya, dia bukan perempuan seperti itu!


"Jaga ucapan mu Vir!! Aku memang istri mu tapi bukan berarti aku akan diam jika kau mengatai ku seperti ini!" ucap Aileen dengan mata berkaca-kaca, Hatinya sakit mendengar ucapan Vir yang seakan menekankan bahwa ia wanita murahan yang akan dengan mudahnya tidur dengan siapa saja.


Vir tersenyum sinis "Kenapa? memangnya selama ini kau selalu diam setiap kali aku mengatakan sesuatu! bukankah kau memang akan selalu membantah setiap ucapan ku, apa pun itu!" Ucap Vir sedikit berteriak


Beruntung mereka sedang berada di dalam lift jadi tidak ada yang mendengar pertengkaran itu


Aileen hanya diam, ia enggan menjawab apalagi sampai menatap wajah Vir yang masih menatapnya dengan penuh emosi. Dia tidak ingin air matanya tumpah begitu saja jika harus melanjutkan perkataannya.


"Kenapa kau diam? bukannya selama ini kau selalu membantah setiap Ucapan yang aku katakan"


"Aileen Zavierra jawab aku!" ucap Vir saat Aileen sama sekali tak bergeming


Melihat Aileen yang masih diam dan tak menjawab perkataannya membuat Vir geram.


Ia menarik Aileen mendekat ke arahnya lalu mel*mat bibir istrinya itu.


Hmmmnppt,..


Aileen yang tak menyangka Vir akan melakukan itu hanya melotot tak percaya, setetes bulir bening mengalir begitu saja dari mata indahnya yang sudah berkaca-kaca. Secepat kilat Ia mengedipkan matanya, berusaha membendung agar bulir bening itu tak lagi menetes.


Aileen berusaha mendorong tubuh Vir, namun bukannya terlepas justru Vir semakin menekan tengkuknya sehingga membuat ciuaman itu semakin dalam, Satu tangan Vir memeluk erat pinggang Aileen, bahkan beberapa kali meremas bokongnya.


Ciuman itu semakin panas, suara decapan bibir yang berpangutan memenuhi ruangan lift.


Aileen yang seperti kehabisan nafas karena serangan Vir yang seakan tak memberinya ruang untuk menghirup udara membuat ia memberanikan diri untuk menggigit bibir Vir agar pria itu menghentikan ciumannya.


"Ahhhk" pekik Vir seraya memegangi bibirnya yang sedikit berdarah karena ulah Aileen


Vir menatap mata indah istrinya yang sudah berkaca-kaca.


"Maaf" lirih Vir, Dia menghela nafas dan menunduk, Ia merasa bersalah karena tak bisa mengontrol emosinya.


Aileen tersenyum getir "Apa kau marah? Atau mungkin cemburu?" meminta jawaban dengan menatap lekat wajah suaminya yang emosi nya sudah mulai mereda


"Sebelum kau ingin menyentuh ku, akhiri dulu hubungan mu dengan wanita mu itu!!!"


Aileen merogoh sesuatu dari dalam tasnya lalu menempelkannya pada dada Vir.

__ADS_1


Vir memegang tangan Aileen yang masih menempel di dadanya, Ia memegang sebuah benda yang Aileen berikan itu.


"Jangan selalu melihat sesuatu dari sudut pandang mu sendiri, Cari tahu kebenarannya terlebih dulu sebelum menyimpulkan sesuatu yang belum pasti" Aileen menatap lekat wajah Vir, Ia masih berusaha memilih kata-kata yang cocok untuk di sampaikan pada Vir.


"Marah dan cemburu mu selalu tak beralasan, Aku benci itu!!" menarik kasar tangannya dari dada Vir kemudian menarik kopernya pergi setelah pintu lift terbuka.


Vir terpaku seraya masih memegangi benda itu di dadanya.


Ia menatap langkah Aileen yang ke luar dari lift sambil mengusap kasar pipinya.


Vir mengusap kasar wajahnya lalu beralih menatap benda kecil yang Aileen berikan padanya.


Vir menyerngit heran ketika melihat benda itu yang ternyata adalah sebuah Voice recorder berbentuk pulpen.


"Kenapa dia memberi ku ini?"


Vir memasukkan pulpen itu ke dalam sakunya lalu beranjak pergi dari depan lift.


Vir berlari mencari keberadaan Aileen, Ia ke luar dari gedung. Vir berdiri di halaman mengamati setiap orang yang ada di sana untuk berusaha menemukan istrinya.


Pandangannya tertuju pada sosok wanita yang berdiri di kejauhan sambil menunggu sebuah taxi di pinggir jalan.


Dengan langkah gontai Vir berlari ke arah wanita itu


Aileen yang tengah menunggu taxi berbalik ketika merasakan ada yang menggenggam tangannya.


Pandangannya langsung bertemu dengan mata teduh Vir yang menatapnya intens.


Mata indah Aileen beralih menatap bibir merah suaminya yang terluka karena ulahnya, bibir itu mulai membengkak dengan masih menyisakan sisa darah di bagian bawah bibirnya


"Biar aku antar" ucap Vir


Aileen menggeleng, fokusnya masih pada bibir Vir yang semakin membengkak.


"Oleskan ini pada bibir mu lalu pakai ini" Aileen memberikan sebuah antiseptik dan masker baru pada Vir


"Tidak masalah, ini hanya luka kecil" Vir menggeleng, Ia menolak mengobati lukanya


Mendengar ucapan Vir yang menyepelekan sebuah luka, membuat Aileen geram dan langsung menumpahkan cairan tadi pada kain kasa lalu mengoleskannya pada bibir Vir yang terluka.


Namun Vir malah menggenggam erat tangan istrinya itu ketika pandangannya tertuju pada koper di samping Aileen.


"Kau mau kabur lagi?" menatap Aileen dan kopernya secara bergantian


Aileem mengerutkan keningnya, pandangannya beralih menatap arah mata Vir yang sedang melirik kopernya


Menghela nafas sebelum kemudian mulai berbicara "Bukan kabur, aku ada urusan tapi tidak jadi karena ada seminar mendadak"


"Ayo kita pulang" Vir hendak menarik tangan Aileen menuju basemant parkir


"Aku pikir kau tidak akan pulang ke rumah lagi!"


Mendengar ucapan Aileen, Vir langsung melepaskan genggamannya.


"Sebelum pulang, aku sarankan lebih baik dengarkan dulu rekaman itu! Aku tidak ingin kau terus menyalahkan ku karena wanita mu itu mengadu yang tidak-tidak tentang ku!!" ucap Aileen seraya menghentikan sebuah taxi dan langsung masuk ke dalamnya.


Dia meninggalkan Vir yang masih mematung di sana


***


Maaf aku yang terlalu kasar, Aku membuat bibir mu terluka hingga berdarah seperti itu! Aku sama sekali tak berniat menolak sentuhan mu sebagai suami ku! Tapi Aku benci situasi ini, Aku benci waktu dimana kita harus bersentuhan hanya karena kau marah saat melihat ku bersama Zaky, aku tidak tahu apa yang membuat mu bertindak seperti ini.


Entah rasa cemburu ataukah hanya karena tak ingin image mu tercoreng karena melihat istri mu di peluk pria lain


Jika itu rasa cemburu mungkin aku akan sangat senang, itu artinya kau perduli pada ku!


Tapi aku berharap agar kau tidak menyentuh ku sebelum kau mengakhiri hubungan mu dengannya dan menerima hubungan Kita sebagai takdir.


Aileen menyandarkan kepalanya di jendela mobil seraya menatap kendaraan yang lalu lalang masih dengan emosi yang berkecamuk dalam hati.


"Lho ibu kok menangis, Ada apa?" tegur si driver yang tidak sengaja melihat Aileen menangis dari kaca spion dalam.

__ADS_1


Aileen yang tersadar, secepat kilat mengusap air matanya.


"Eh, tidak! saya hanya kelilipan" ucapnya beralasan


Mendengar ucapan sang penumpang, Bapak driver itu hanya mengangguk mengerti dan kembali fokus mengemudi.


***


Sementara itu, di dalam sebuah ruangan. Terlihat para hadirin tengah mengadakan rapat dan fokus pada sang pemateri yang menyampaikan materinya.


Di saat semua tengah fokus mendengarkan, seorang pria terlihat merenung dan larut dengan pikirannya sendiri. Fokusnya terpecah hanya karena Kata-kata wanita yang baru saja ia temui terus terngiang-ngiang di benaknya.


"Ini hotel suami ku" Tidak ingin memercayai ucapan Aileen namun Zaky sama sekali tak melihat nada bercanda pada diri sahabatnya saat mengucapkan hal itu


Memangnya kenapa jika Aileen Sudah bersuami? bukankah bagus jika wanita itu sudah menikah, itu artinya ia kembali bisa membuka hatinya.


Tapi tidak dengan Zaky, ia tidak bisa menerima itu begitu saja. Karena dirinya sudah lama memiliki perasaan terpendam pada sahabatnya. Ia terjebak di sebuah hubungan Friend Zone.


Memang mustahil jika ada hubungan persahabatan yang benar-benar terjadi diantara wanita dan Pria. Omong kosong jika salah satunya tidak memiliki perasaan lebih.


Sama seperti Zaky yang bersahabat dengan Aileen sejak lama namun ia memiliki perasaan lebih kepada sahabatnya itu.


Ia sudah terlalu lama menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya pada Aileen. cukup sering juga dia memberikan sebuah kode berlebih pada Aileen agar wanita itu mengerti tentang perasaannya namun wanita itu sama sekali tak pernah peka akan perasaannya.


Siapa yang akan mengerti?


Hanya sebuah kode, bukan ungkapan. karena dulu Zaky sama sekali belum punya keberanian untuk itu.


Kini takdir kembali mempertemukan mereka. Perasaan itu masih ada, masih sama seperti dulu, tidak berubah sedikit pun. Namun tak bisa ia pungkiri, perkataan Aileen tadi membuat ia seperti mendapat guncangan ketika sedang berada di ketinggian. Jika benar sahabatnya itu sudah menikah sungguh ia akan mengutuk dirinya yang terlalu bodoh, kenapa tidak sedari dulu mengutarakan rasa.


Haruskah ia mundur secara tidak terhormat karena fakta itu.


Ah tidak, dia tidak boleh berpikir terlalu jauh sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.


Zaky menghela nafas seraya menggeleng kecil.


Ia mengetuk-ngetukkan jarinya pada meja rapat.


"Ada apa? kenapa kau kelihatan tegang?" tanya seorang teman yang kebetulan melihat Zaky gelisah


Zaky tersenyum berusaha untuk mencairkan suasana.


"Ah apa aku kelihatan tegang?"


"Sedikit" sahut temannya kemudian kembali fokus mendengarkan apa yang pemateri sampaikan


"Apa kau tahu siapa pemilik hotel ini?" tanya Zaky pada temannya itu


Temannya kelihatan berpikir sejenak "Aku tahu, mereka seorang pria! masih muda" jelas sang teman yang kelihatannya tahu sedikit banyak tentang pemilik hotel


Zaky seperti mendapat angin segar, Ia bersemangat ingin mengetahui lebih lanjut untuk menggali sedikit informasi


"Kenapa?"


"Ah tidak, aku hanya terkesan dengan desain dan interior hotel ini, sangat keren! Dia pasti orang yang sangat hebat" Zaky memberikan senyum termanisnya.


Teman yang terpancing itu pun meneruskan pembahasannya di tengah acara rapat yang belum selesai


"Ya mereka memang keren, Aku dengar mereka bersahabat sejak lama"


"Apa mungkin mereka sudah menikah?"


"Ya, yang satunya sudah menikah dan yang satunya belum"


Zaky hanya mengangguk mengerti seraya memutar-mutar pulpenya di sela jari.


"Memangnya ada apa kau menanyakan Mereka sudah menikah atau belum?" tanya sang teman yang penasaran


"Ah itu, aku berniat ingin memperkenalkannya dengan adikku, Aku pasti akan senang jika bisa punya ipar seorang Hotelier" terkekeh geli dengan ucapannya


"Kau ini ada-ada saja"

__ADS_1


"Mari kembali fokus, sedari tadi Mc itu memerhatikan kita!" bisik Zaky.


Mereka pun kembali fokus mengikuti rapat sampai selesai


__ADS_2