
Keesokan harinya, Sejoli yang tengah kasmaran itu berada di halaman rumah sakit.
“Pagi ini aku ada meeting di sana!” Tunjuk Vir pada gedung yang berada di sisi kiri depan rumah sakit.
Aileen ikut menengok ke arah telunjuk kekar suaminya “Itu kantor zaky, Moon! Kalian ada project bersama?” ucap Aileen polos tanpa menyadari perubahan raut wajah pada suaminya.
Vir memicingkan tatapannya, ia tak suka dengan pembahasan ini “Siapa yang meminta mu memberiku info itu? Dan siapa yang mengizinkan mu menyebut namanya?” Vir kembali menunjukkan sikap posesifnya.
“Moon, Aku bicara sesuai fakta. Itu memang kantor Zaky!”
“Haishhh, sejak kapan kau begitu memperhatikan kantornya, Apa itu artinya dia sering menemuimu?!”
Aileen menggeleng dan meringis dalam hati menghadapi sikap posesif suaminya. Tak ingin membuat pria itu marah, Aileen lalu memeluknya.
“Jangan marah ya sayang, aku tidak akan membahasnya lagi..” bujuk Aileen yang lebih memilih berdamai dengan keadaan, karena ia tahu betul seperti apa Vir jika sudah marah.
Hati Vir yang tadinya panas terbakar cemburu langsung padam seketika tatkala pawangnya mulai meredakan emosinya. Sungguh Aileen sudah seperti pengendali suasana hatinya.
Vir tersenyum seraya membelai pipi Aileen “Good Girl, kau milik...”
“...Aku milikmu, dan hanya namamu lah yang harus ku sebut di setiap hembusan napasku tanpa ada nama-nama yang lain di hatiku”
Ucapan Vir terhenti saat mendengar Aileen mulai melanjutkan perkataannya. Ini sudah menjadi peraturan yang wajib Aileen ucapkan dan teruskan jika sudah mendengar Vir mengucap kalimat awalnya.
Pria itu tersenyum puas. Bagi Aileen, sikap suaminya makin hari makin nyeleneh. Tak hanya memintanya memblokir nomor telepon Zaky, namun ia juga melarangnya menemui pria itu, bukan hanya dia tetapi juga berinteraksi dengan semua makhluk yang bernama pria selain dirinya dan keluarga.
Aileen sendiri tak mengerti kenpa Vir begitu cemburu pada Zaky padahal hubungan keduanya hanya sebuah persahabatan biasa.
“Istri Soleha!” Vir membelai lembut rambut Aileen “Kemarilah, ku berikan nutrisi pagi” menarik tangan Aileen lalu mencium wajahnya.
“Aku Meeting dulu, ya!” sekali lagi mengecup bibir istrinya kemudian bergegas pergi.
Aileen terus memandang mobil itu hingga menghilang dan masuk berbaur dengan mobil yang terparkir di halaman kantor.
“Ciee, pengantin lama yang Vibes-nya seperti pengantin baru” Aileen menoleh ke sumber suara, dilihatnya Nita berjalan ke arahnya
“Kau brisik, Nit!” ketus Aileen kemudian berjalan beriringan.
...➖➖➖➖➖...
Ketika meeting Selesai, Vir ke luar dari ruang tersebut. Ia terlihat begitu cuek pada Zaky yang juga berjalan di sisinya bersama Shakeel juga.
Ya, perusahaan milik Vir bekerja sama dengan perusahaan Shakeel, akan membangun sebuah properti yang memakai jasa Arsitektur dari perusahaan tersebut. Angkasa Corp yang kini mengepakkan sayap bisnis ke bagian investasi terjun langsung sebagai investor untuk tender kali ini.
“Senang bekerja sama dengan mu, Za!” Shakeel bersalaman dengan Sahabatnya Zaky, membuat Vir yang juga ada di sana memutar mata malas. Ia masih tak suka pada Zaky karena kejadian malam itu.
“Senang juga bekerja sama dengan mu, Keil” timpal Zaky.
Shakeel menoleh ke arah Vir, yang masih berdiri di sana. “Vir, Arsitektur kita ini sahabat ku, dia sahabat Aileen juga! Za ini suami Aileen” ucap Shakeel memperkenalkan keduanya
Shakeel sendiri sudah tak mempermasalahkan kelakuan Vir Waktu itu. Ia sudah melupakannya, lagi pula yang ia tahu hubungan Aileen dan Virendra sudah membaik dan hal itu membuatnya merasa lega. Tidak ada lagi alasan untuk tidak menyukainya.
“Hmmmnt” ucap Vir acuh.
“Kami sudah pernah bertemu beberapa kali.” Zaky menebar senyum ramah pada Vir yang melempar tatapan kebencian.
“Keil, Aku duluan! Aku ada janji makan siang dengan Aileen” ucap Vir yang sudah merasa gerah berlama-lama dengan Zaky. Jika bukan masalah pekerjaan, Ia tidak akan mau berurusan dengan pria yang pernah dengan tidak tahu malunya ingin mengantar istrinya.
Keil mengangguk mengiyakan. lalu Vir pun segera pergi setelahnya tanpa berbasa-basi pada zaky
“Jangan diambil Hati, Za. Dia memang seperti itu, orangnya cuek tapi baik!” ucap Shakeel yang berusaha menjaga citra sepupu iparnya itu.
“Santai saja, Keil! it's okey"
Walaupun masih ada rasa sedikit kesal pada diri Keil saat melihat sikap Vir yang selalu seenaknya, tapi itu tidak bisa dijadikan Alasan untuk menceritakan keburukan Vir pada Zaky, Sebab Aileen sendiri tak pernah membuka Aib suaminya meski di depan Keluarganya sekalipun.
__ADS_1
...****...
“Moon, Aku ke kamar mandi dulu” Aileen beranjak dari duduknya.
kini Ia dan Vir sedang berada di Cafe yang berada tepat di depan rumah sakit. seperginya dari kantor Zaky tadi, Vir langsung menjemput istrinya, dan Cafe itu dipilihnya sebagai tempat makan siang hari ini.
“Biar ku temani..” Vir sudah beranjak, namun Aileen membawanya agar kembali duduk. Sungguh ia tak habis pikir dengan Vir yang bahkan tak membiarkannya ke kamar mandi seorang diri.
“Moon, jangan berlebihan! Aku bisa sendiri” tolak Aileen
“Siapa yang tahu, kau akan bertemu Zaky dan akan berbincang dengannya..!” ucap Vir acuh sambil terus mengunyah makanannya, membuat Aileen jengah dengan segala bualannya yang tidak masuk akal.
“Moon, tidak mungkin! Dia tidak akan ada di toilet wanita” Aileen sendiri dibuat heran, apa yang membuat suaminya itu sampai begitu sensitif pada Zaky.
“Lagi pula harusnya aku yang memperingatimu, jangan sampai kau menggoda wanita di sini..” Aileen tersenyum licik, ia berbalik menggoda suaminya itu. Dan benar saja, Vir langsung berbalik dengan tatapan mematikan.
“Apa aku ada tampang pria genit seprti itu, hmmmnt” protes vir tak terima, Moodnya benar-benar jelek karena bertemu dengan Zaky. Ia merasa pria itu hanya berkedok sahabat namun memiliki perasaan terselubung pada istrinya dan ia tak terima itu.
“Ck, pergilah! Jangan lama” ucap Vir.
Aileen tersenyum dan mulai melangkah namun langkahnya kembali tercegat saat Vir kembali menarik lengannya.
“Ada apa lagi, Vir?” Aileen menghela napas kasar.
“Cium dulu..” Vir menyodorkan pipinya membuat Aileen melotot tak percaya, tingkah Vir benar-benar membuatnya jengah.
“Vir, ini tempat umum!” tolak Aileen seraya menatap sekeliling yang begitu ramai pengunjung
“Memangnya kenapa? kita suami istri..” Vir semakin menyodorkan wajahnya.
“Vir, ayolah! aku sudah tidak tahan!”
“Makanya cium dulu baru boleh pergi” Aileen melenguh pasrah lalu mendaratkan ciuman di seluruh wajah suaminya yang begitu manja dengan level tak tertolong.
“Good Girl, pergilah!” Vir tersenyum puas kemudian kembali melanjutkan makannya.
“Cium dulu, Sun! Aku sangat merindukanmu..” ucap Vir tanpa menoleh, Ia asyik bermain hp sambil memajukan wajahnya agar Aileen menciumnya.
Namun betapa terkejutnya ia saat melihat wanita yang di depannya bukan lah sang istri.
“Fi-Fia?” Vir yang terkejut segera memundurkan tubuhnya.
Fia tersenyum sambil melipat kedua tangannya.
“Hy, apa kabar?” sapanya sok akrab
“Kenapa kau bisa ada di sini? Kau mengikuti ku?” balas Vir yang sama sekali tak menjawab pertanyaan dari Fia, Ia tidak ingin Aileen melihatnya dan akan terjadi kesalahpahaman lagi.
“Siapa yang mengikuti mu, Aku kebetulan ada di sini dan melihat mu sendiri jadi aku duduk di sini!” ucap Fia sambil melirik makanan yang tersaji di meja
“Aku dengan istriku.!”
Fia tersenyum “Itu sudah pasti, di sini ada banyak makanan. Tidak mungkinkan kau makan sendiri, porsi mu tak sebanyak ini” Fia hendak meraih minuman milik Aileen namun Vir langsung mencegahnya
“Jangan menyentuh minumannya!” ucap Vir dingin
“ouupps” Fia menarik tangannya kembali dengan seringaian di bibirnya
“Kau memanggilnya Sun, kalian begitu manis..!” ucapnya lagi bamun Vir tak menghiraukannya. Vir menghela napas tanpa berniat merespon ucapan Fia
“Ohiya Vir, kenapa kau memblokir nomorku? Apa kau tidak ingin berteman dengan ku lagi?”
“Aku hanya ingin menjaga perasaan istriku” ucap Vir lantang dengan tatapan datar
“Cih, sepertinya kau sangat mencintainya..” Fia terus menatap Vir yang sama sekali tak meliriknya
__ADS_1
“Tentu, dia istriku” ketus Vir acuh tak acuh.
“Dulu yang mengatakan ingin menceraikannya siapa? Perasaan mu begitu cepat berubah..” Fia terus mengoceh seolah memancing emosi pria yang pernah menjadi kekasihnya itu.
“Perasaan bisa berubah kapan saja! dan aku meralat ucapan ku waktu itu! Aku mencintai istriku dan sampai kapanpun aku tidak akan menceraikannya..” berucap dengan lantang, Vir menekankan jika ia begitu sangat mencintai istrinya
“Bulsshitt, bahkan dulu kau mengatakan hal yang sama padaku..”
“Sudahlah Fi, jangan bahas masalalu. Aku mungkin bukan orang baik, Aku akui itu! Mungkin aku banyak salah padamu, dan aku minta maaf karena pernah melukai mu! Tapi tolong, mulai sekarang jangan menemui ku lagi! Aku tidak ingin melukai perasaan istriku..”
Belum sempat Vir menyelesaikan ucapannya, Fia sudah menyelanya “...Siapa yang ingin mengganggu mu? Aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu di sini” ucap Fia berbohong, sangat terlihat jelas dimatanya jika ia sedang memendam rasa sakit akibat ucapan Vir yang begitu mengena di hatinya.
“Tolong, pergi Fi! Sebentar lagi Aileen pasti datang dan aku tidak ingin dia melihat mu di sini!”
Sementara itu, di kejauhan nampak dua orang pria paruh baya melihat interaksi antara Vir dan Fia. Ia kelihatan emosi namun karena tak ingin mempermalukan Vir dan membuat keributan di sana, Pria itu mengurungkan niat untuk makan di sana.
“Ada apa Tuan?” tanya Pria yang satunya
“Kita makan di tempat lain saja! Di sini tidak menyediakan menu makanan yang kucari!” ucap Pria yang satunya, Itu hanya alasan sebab dirinya berusaha menahan diri untuk tidak marah pada Vir di tempat umum.
Kedua pria itu pun ke luar.
Kembali ke meja tempat Aileen dan Vir, di sana Fia masih belum juga beranjak membuat Vir yang sedari tadi berusaha bersabar mulai tersulut emosi karena kelakuan Fia yang seenaknya dan begitu keras kepala.
Bruakkk
“Fi, aku bilang pergi dari sini! Aku tidak ingin Aileen melihat mu” Vir yang merasa Fia menguji kesabarannya mulai menggebrak meja dengan tatapan menyala, membuat semua pengunjung menoleh ke arah mereka.
Fia tersenyum sambil melirik ke semua orang yang menatapnya “Slow Vir, Kenapa harus emosi seperti ini? Aku lelah dan hanya menumpak duduk, lalu apa salahnya?” Fia dengan gayanya yang menyebalkan terus memutar rambutnya di jari tangannya.
“Salahnya adalah, yang kau tempati adalah tempat istriku! Apa tidak ada tempat lain untuk duduk?” Bentak Vir sekali lagi, yang mana membuat orang-orang mulai berbisik
“Wow, Arshaka Virendra! kau galak sekali!” Fia bertepuk tangan dengan senyum mengembang “Dulu kau tidak pernah seperti ini padaku, Vir. Sepertinya istri mu sudah merubah sikapmu” Hardik Fia
“Jaga ucapan mu Fia!! Aku masih menahan diri untuk tidak berlaku kasar karena aku masih menghargai mu sebagai wanita yang pernah mengisi hatiku, jadi tolong jangan memancing emosiku! Kau tahu sendirikan aku orang yang seperti apa jika sudah emosi” tuding Vir
Fia hanya mencebikkan bibirnya, dengan tidak tahu malunya dia kembali duduk di kursi milik Aileen.
“Ini tempat ku! Apa anda bisa pindah? saya ingin duduk” Suara tegas seseorang membuat keduanya menoleh.
Vir tersenyum melihat istrinya
Fia kemudian berdiri dengan tersenyum ramah “Eh, maaf tadi saya hanya numpang duduk” katanya seraya membenarkan minidress yang ia kenakan.
Aileen membalas senyuman dengan tak kalah ramahnya “Apa perlu saya bantu cari tempat yang kosong?” tawar Aileen yang kelihatan begitu tenang. membuat Vir kagum dengan cara bicara istrinya yang begitu elegan
“Tidak, terimakasih! Saya bisa sendiri” ketus Fia dan melengos pergi begitu saja.
Aileen terus menatap langkah Fia dengan tatapan yang sulit diartikan. Virendra pun sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Istrinya yang tenang namun mampu menghanyutkan hatinya
“Sun..” lirih Vir dengan senyuman di wajahnya. Aileen menoleh, dengan lirikan yang menghujam
“Ck, kau ini memang genit! Baru ditinggalkan beberapa menit saja sudah berani mengundang mantanmu duduk di tempatku” sarkas Aileen lalu menggeser tubuh Vir kemudian duduk di tempat suaminya.
Vir masih berdiri “Eil, ini tidak seperti yang kau lihat”
“Cih, aku melihat semuanya Vir! kau minta ciuman darinya dengan menyodorkan pipi mu! Kau memang tak bisa di percaya, huhh!” Aileen meraih minumannya kemudian menyesapnya hingga tandas. tak tersisa.
“Aileen, kau bisa tanyakan pada mereka! Wanita itu yang menghampiri ku! tadinya aku mengira itu dirimu jadi aku meminta mu untuk menciumku” Vir terus menjelaskan, Ia tak ingin Aileen salah paham lagi
“Eil jika kau tidak mau mendengarkan ku, aku akan menciummu di sini, Meluma* bibir mu hingga bengkak!” ancam Vir.
Mendengar itu, Aileen malah terkekeh. Ia puas melihat wajah panik suaminya.
“Hahaha cukup Vir, wajah panik mu terlihat seperti anak kucing yang merengek minta makan, menggemaskan!”
__ADS_1
“Eil..aku serius!”
“Sudahlah Vir! aku melihat semuanya, aku sama sekali tidak marah!”